Daisy sudah berada di sebuh rumah yang tidak terlalu besar. Rumah itu adalah salah satu rumah kontrakan milik papanya Miya yang sedang kosong. Papa Miya tidak bisa berlama untuk di tempat itu, ia takut kaki tangan Tuan Excel akan mencium campur tangan untuk menyembunyikan calon istrinya yang kabur. Daisy sendiri tidak yakin apakah dia bisa bertahan lama di tempat seperti itu, mengingat dia yang selalu di layani oleh para pelayan dan kini dia harus mengurus dirinya sendiri.
Ternyata kabur itu tidak enak. Daisy tidak pernah memikirkan nasib selanjutnya setelah kabur akan seperti apa. Jika seperti ini rasanya, kemungkinan dia akan menjadi gelandangan baru di jalanan.
Di sisi lain rahang Arathorn mengeras saat mendengar kabar bahwa putrinya tak bisa ditemukan oleh anak buahnya. Bagaimana bisa hanya mencari tikus kecil saja mereka tidak becus. Apakah dia harus menyiarkan ke stasiun televisi untuk menemukan putrinya?
Selain itu Arathorn juga mendengar bahwa Excel juga sedang melakukan pencarian untuk menemukan putrinya. Ambisi untuk menikahi Daisy ternyata sangat tinggi hingga Excel mengeluarkan wacana yang menurutnya wacana gila. Bagaimana mungkin tak ada yang boleh menikahi putri selain dia. Dengan kekuasaan yang dia miliki maka apa yang di inginkan maka akan tercapai. Arathorn tidak sudi menikahkan putrinya dengan orang yang sudah menghina dirinya. Sebisa mungkin Arathorn harus bisa menemukan putrinya dan mengirimnya ke laur negeri agar terbebas dari wacana gila dari Excel.
"Kalian cari putriku hingga ke sudut terkecil bahkan jika perlu sampai ke lerak bumi sekaligus. Jangan biarkan Excel sialan itu menemukan Daisy lebih cepat!"
"Siap Tuan, kami akan berusaha."
Berbeda dengan Arathorn, Excel tengah mengulum senyum di bibirnya saat mendapatkan sebuah telepon dari seseorang yang mengatakan bahwa dia menemukan dimana keberadaan Daisy saat ini.
"Tikus kecil, kemanapun kamu lari, maka aku akan segera menemukan dirimu."
***
Daisy tidak tahu bagaimana cara bertahan hidup selanjutnya. Dia benar-benar menyesal sudah kabur dari rumah dan kini ingin rasanya dia kembali pulang. Daisy yang sengaja mematikan ponsel segera menghubungi ibunya lalu meminta maaf telah menciptakan kekacauan.
Sebelum menutup ponselnya, sang ibu berpesan bahwa Daisy harus berhati-hati dengan keadaan sekitar karena Excel sudah menyebar anak buahnya untuk menemukan dirinya.
"Ya Tuhan ... ternyata begini rasanya jadi gelandangan." Daisy mengeluh karena perutnya sudah protes belum diberi makan. Namun, baru beberapa langkah Daisy tak sengaja bertemu dengan seorang penjual nasi bungkus. Ia hanya bisa menelan kasar ludahnya melihat penjualan itu.
"Mau beli?"
Daisy menggeleng. Namun, wanita penjual itu malah memberikan secara gratis untuk Daisy karena ia tahu jika Daisy pasti sedang lapar. Sebenarnya Daisy tidak terbiasa dengan makanan eceran, karena sudah yakin itu makanan tidak higienis. Tetapi apa daya, saat ini Daisy membutuhkan makanan tersebut.
Tidak hanya itu, ternyata wanita itu juga telah memberikan air mineral kepada Daisy. Sungguh orang yang baik hati, pikir Daisy. Namun, setelah Daisy menyuapkan beberapa sendok makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba saja dia langsung tergeletak tak sadarkan diri begitu saja.
Sopir yang diutus oleh ayahnya Daisy sudah sampai di tempat yang sudah ditentukan, tatapi dia tidak mendapatkan keberadaan anak Tuannya. Hanya tas milik Daisy yang tertinggal di sana serta sisa nasi bungkus dan sebotol air mineral di sana.
"Gawat, Nona pasti sudah ditemukan oleh Tuan Excel." Sang sopir pun segera menelepon Tuan Arathorn untuk memberi tahu bahwa kemungkinan Nona Daisy sudah di temukan oleh anak buah Tuan Excel.
"Sial!" umpat Arathorn setelah mendapatkan kabar dari sopirnya.
"Excel pasti sudah membawa Daisy. Aku tidak akan rela jika putriku harus menikah dengan lelaki ba.ji.ngan seperti dia."
Satu jam kemudian ....
Daisy terbangun sambil memegang kepalanya yang masih menyisakan rasa pusing. Dilihatnya keadaan sekitarnya yang sangat asing untuk dirinya. Dia yakin jika ini bukanlah rumahnya ataupun rumah Miya.
"Dinama ini?" Daisy mencoba untuk turun dari ranjang besar. Sebuah kamar yang besar nan mewah, Daisy bisa memastikan bahwa dia sedang berada di dalam rumah orang kaya. Namun, yang Daisy tidak tahu rumah milik siapa ini. Daisy mencoba mengingat kejadian terakhir dimana dirinya sedang makan lalu tiba-tiba saja dia sudah berada di tempat ini. Apakah saat ini dirinya sedang diculik?
Suara pintu dibuka lalu menunjukkan beberapa pelayan datang membawakan pakaian untuk Daisy.
"Nona bersihkan dahulu tubuh anda. Tuan sudah menunggu di bawah."
Dua orang pelayan maju lalu membawa Daisy masuk ke kamar mandi. Meskipun dia menolak, tetapi dua pelayanan itu bisa melumpuhkan Daisy, Tenaganya tidak bisa di ragukan lagi, meskipun hanya sebagai seorang pelayan. Daisy pikir pelayan itu lemah seperti pelayan yang ada di dalam rumahnya.
"Lepaskan! Aku bisa mandi sendiri!" teriak Daisy.
"Maaf Nona, ini perintah. Anda harus menurut jika tidak ingin kami menyakiti anda."
Daisy mengerutkan dahinya. Ada ya pelayan yang berani seperti mereka.
Selama proses mandi, Daisy di perlakukan kayak anak kecil yang sedang dimandikan oleh ibunya. Tak ada yang bisa dilakukan lagi selain pasrah. Daisy sudah mencoba melawan, tetapi tangannya malah dibekukan oleh sang pelayan. Saat ini dia hanya bisa menyilang kan kedua tangannya di depan dada karena malu. Beruntung saja dia di mandikan didalam bathtub.
Saat ini Daisy tengah di rias oleh dua orang pelayan yang berbeda. Hidupnya saat ini bagaikan seorang putri raja. Apakah ada seorang pangeran yang tak sengaja menemukan dirinya di pinggir jalan lalu akan dipersuntingnya. Jika benar seperti itu Daisy akan berterimakasih kepada pangeran tersebut. Daisy juga tidak sabar untuk bertemu dengan tuan yang sudah berbaik hati mau membawanya pulang.
Aku yakin dia adalah orang terkuat. Buktinya saja dia bisa menentang Tuan Excel. Dia sungguh berani atau dia tidak tau siapa aku sebenarnya? Apa jadinya jika dia tau bahwa aku adalah Daisy calon istri Tuan Excel yang kabur di hari pernikahannya kemarin.
Wajah Daisy mendadak berubah sendu membuat pelayan itu men.de.sah.
"Anda jangan menekuk wajah anda, nanti make up tidak sempurna."
Yang tak kalah terkejutnya lagi saat selesai di rias, datang lagi dua orang pelayan yang membawakan gaun untuk Daisy. Gaun yang tidak asing. Warna putih dan ...
"Tunggu ... Apa-apaan ini? Apakah aku ingin menikah?"
"Betul Nona, Tuan kami sudah menunggu anda di bawah beserta dengan keluarga anda. Kami harap kerjasamanya agar tugas kami cepat selesai"
Apa? Mereka bilang keluargaku? Berarti daddy dan Mami ada di bawah? Sebenarnya siapa lelaki yang ingin menikahi ku, apakah dia tidak mendengarkan wacana dari Tuan Excel.
"Kalau boleh tau, siapa tuan kalian?" tanya Daisy.
"Maaf Nona, kami tidak berhak untuk menjawab pertanyaan anda. Karena tugas kami yang melayani anda, tidak untuk menjawab pertanyaan anda."
Daisy memicingkan matanya. Baru juga menjadi seorang pelayan sudah belagu.
Saat ini Daisy sudah tampil sempurna dengan gaun pengantinnya. Dia tidak tahu akan menikah dengan siapa, tetapi dia yakin jika laki-laki yang akan menikahi dirinya bukan lelaki biasa karena mampu menentang wacana dari Excel.
Saat pintu di buka, matanya terbelalak tak percaya melihat seorang wanita yang tidak asing lagi bagi dirinya. Dia adalah wanita yang memberikan nasi bungkus dan air mineral di pinggir jalan tadi. Tapi mengapa kini penampilan berubah sangat drastis. Dia berubah menjadi sosok wanita yang anggun dan sangat cantik.
"Bagaimana pelayanan, sudah beres?" tanya wanita itu.
"Sudah Nona."
"Baiklah, kalian boleh pergi."
Satu persatu pelayan sudah meninggal kamar, hanya tinggal Daisy dan juga wanita tersebut.
"Kamu sudah siap? Tuan dan juga Daddy kamu sudah menunggu kamu di bawah. Mari kita turun."
🌹 Bersambung 🌹
Jangan lupa jejaknya 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
🇮🇩Imelda🇰🇷
baru mampir Thor, moga suka ceritanya 💪 Thor
2022-10-14
1
irendunk
lanjut thor
2022-06-20
0
Sutinah Subekti
seru, lanjut thor
2022-06-06
3