Meskipun Tanu berada di dalam rumah Excel, tetapi dia tidak bisa membawa kabur Daisy begitu saja. Ada resiko yang harus dia tanggung ketika dia mengambil keputusan yang salah. Keluarganya lebih penting dari segalanya dan tidak bisa dibeli dengan uang. Namun, meskipun Tanu tidak bisa membawa Daisy kabur, dia bisa mencari tahu tentang latar belakang Adel, salah satu pelayan yang ada di rumah Excel dengan mudah.
Niat untuk kabur dari kandang singa rasanya sudah bulat, apalagi melihat orang tua seolah tidak peduli akan dirinya lagi. Setelah kabur, tujuan Daisy hanya satu, dia akan keluar negri ke tempat paman-nya.
Saat ini Daisy hanya tinggal menunggu waktu saja, saat Adel mau mengatakan jalan pintas maka hidup Daisy akan terbebas dari tawanan penjara kandang singa ini.
Sudah dua hari semenjak kejadian malam itu, Excel tak lagi banyak bicara dengan Daisy. Bahkan untuk sarapan dan kopinya, Excel enggan untuk di layani oleh Daisy.
Baguslah jika tidak ingin melihatku, aku juga muak dengan wajahnya yang sok cool. Dua tugasku sudah lepas. Selanjutnya hanya tinggal menyuruh Mina untuk mengerjakan tugas berikutnya. Daisy tersenyum tipis dari arah dapur.
Pagi ini Sherly datang dengan terburu-buru untuk mendatangi Excel yang sedang menyantap sarapannya. Dengan wajah serius Sherly membisikkan sesuatu kepada Excel hingga membuat lelaki itu terlonjak dan segera bangkit dari tempat duduknya dengan mata yang membulat sempurna.
"Apakah itu benar?" tegas Excel.
"Itu benar, Tuan. Kita harus segera ke sana sekarang juga."
"Baiklah siapkan semua dengan baik. Aku akan mengambil perlengkapan lebih dahulu." Excel segera meninggalkan meja makan. Langkahnya segera bergegas menuju kamar. Sementara itu terlihat Sherly sedang berusaha menelpon seseorang dengan serius. Hal itu bisa Daisy lihat dengan jelas dari dapur.
Daisy yakin jika saat ini Excel sedang ada masalah. Mungkin ini cara Tuhan memberikan jalan untuk dirinya kabur dari rumah ini. Daisy akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Apalagi saat ini dia sudah mengantongi latar belakang Adel, dengan begitu Daisy akan lebih mudah untuk mengancam Adel.
Sebelum berangkat, Daisy sempat melihat Excel yang tidak mengenakkan pakaian kerja seperti biasa namun, pakaian serba hitam lengkap dengan mantel yang berlogo Ex di belakangnya.
"Kira-kira dia mau kemana ya? Kalau pakai pakaian serba hitam makin serem auranya," lirih Daisy.
Mobil telah benar-benar meninggalkan rumah megah ini dan kini saatnya Daisy menjalankan rencana untuk memeras Adel. Bagaimana caranya hari ini Daisy harus bisa keluar dari kandang singa ini.
Adel yang baru saja siap memberikan makan kepada kelinci sangat terkejut saat melihat kedatangan istri majikannya.
"Bagaimana Adel? Apakah kamu sudah mempertimbangkan permintaanku?" tanya Daisy segera.
"Maaf Nona, jawaban saya masih sama. Saya tidak bisa memberitahu anda meskipun ada jalan pintas untuk keluar dari istana ini," jawab Adel.
Daisy segera memberikan sebuah map kepada Adel lalu berkata, "Aku tahu kamu anak yang baik dan berbakti kepada orang tua. Aku punya kenalan seorang dokter dari luar negeri, jika kamu mau aku bisa membantumu untuk membawa ibumu berobat ke sana, tetapi harus dengan satu syarat. Bagaimana?"
Adel melihat beberapa foto ibunya yang sedang duduk di kursi roda dengan lemah tak berdaya.
"Maaf Nona, saya tidak bisa mengkhianati Tuan Excel."
"Ayolah Adel. Jika kamu membantuku, aku juga akan membantu ibumu agar cepat sehat seperti semula, bagaimana."
Pilihan yang sulit, tetapi setelah melihat foto sang ibu, hati Adel tergoyah. Akhirnya dia memberitahukan jalan pintas untuk bisa keluar dari ruang besar ini tanpa ketahuan atau terekam cctv.
"Terimakasih Adel, kamu wanita yang baik. Seorang Tuhan selalu bersamamu." Pesan Daisy sebelum meninggalkan kamar tersebut.
"Tapi ingat-lah Nona, jika anda tertangkap kembali jangan pernah mengatakan dari mana anda lewat."
"Beres itu."
******
Sherly membawa mobil dengan tinggi agar bisa sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu. Sherly baru tahu jika ada penyusup yang berhasil masuk ke markas untuk mengambil beberapa barang yang sedang dalam incaran lawan. Saat ini penyusup berhasil melarikan diri dengan membawa barang tersebut ke hutan.
"Tambah kecepatan!" perintah Excel pada Sherly.
"Baik Tuan." Sherly menambahkan kecepatannya, dia tidak merasa takut saat beberapa kali hampir menabrak kendaraan yang ada di depannya. Bahkan Sherly juga memotong truk container yang berada di jalan satu arah tanpa takut ada mobil dari depan.
"Jangan sampai kamu bawa aku mati! Aku belum berhasil menemukan Sysi."
"Anda tentang saja, Tuan. Kita tidak akan mati. Jika pun mati, itu adalah takdir," balas Sherly.
Sesampainya di lokasi, anak buah Excel sudah sudah berpencar untuk menemukan penyusup yang sudah berhasil membawa kabur barang berharga dengan jumlah fantastis. Entah bagaimana bisa orang itu masuk kedalam markas yang sangat ketat pengawasannya. Excel yakin dia adalah orang dalam karena tahu letak barang berharga tersebut.
Hutan belantara yang cukup luas membuat mereka sulit untuk menemukan seseorang. Namun, ternyata Tuhan masih memihak kepada Excel dengan sebuah jejak kaki di tanah.
Excel segera memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti kemana jejak kaki itu. Begitu juga dengan Sherly yang terus bersiaga di samping Excel.
Berkat jejak kaki, anak buah Excel dengan cekatan berhasil menangkap penyusup tersebut. Sempat terjadi perkelahian, namun karena satu banding sepuluh makan sang penyusup tak berdaya. Tak ingin mati sebelum diserahkan kepada Excel, mereka memilih untuk segera membawa ke hadapan Excel saat ini juga.
*****
Disaat Excel sudah berhasil membereskan tikus kecil, tiba-tiba dia mendapatkan kabar bahwa Daisy kabur dari rumah.
Dengan tangan mengepal, Excel murka dan segera mengerahkan anak buahnya untuk segera mencari keberadaan Daisy.
Sherly yang sedang mengemudi baru kali ini melihat Excel sangat marah hanya karena seorang wanita. Banyak wanita di luar sana, banyak juga cara untuk balas dendam, tetapi mengapa Excel malah tertarik untuk menikahi gadis bodoh itu yang tidak tahu apa-apa saking bodohnya
Aku tidak akan memberikan kamu lolos begitu saja. Sepertinya aku harus lebih tegas lagi agar kamu lebih jera. Kamu pikir aku akan diam saja, lihat apa yang akan aku lakukan untuk keluargamu, aku pastikan kamu menyesal.
Sesampainya di rumah, Excel segera mengumpulkan para pelayan. Saat ini dia sangat murka, bisa-bisanya Daisy kabur tida ada yang tahu.
"Maaf Tuan, tetapi kami tidak melihat Nona keluar dari pintu utama," ucap scurity keamanan.
"Lalu dia lewat mana? Satu-satunya jalan keluar hanya ada satu!" ketus Excel.
Tak ada yang berani untuk menatap Excel. Semua pelayan hanya menundukkan kepala, takut akan kemarahan Excel saat ini.
.
.
.
.
#Bersambung#
Halo-Halo, cuma mau bilang, terimakasih kepada kalian yang sudah mau membaca cerita ini dan memberikan hadiah untuk novel ini 🙏 Jangan lupa Like-nya biar makin semangat Othor nulisnya 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
beby
agak lama lah ketemu nya si daysi ini
2022-12-08
0
ida fitri
next
2022-06-16
1
kiran i like
keren bgt Aku jatuh cinta Sama Exel Galak galak gimana gitu wkwkwkwkkwk
2022-06-14
1