JHSC 5

"Daisy ...!"

Daisy yang tersentak langsung terlonjak. Ia segara berdiri dan mencari keberadaan Excel yang memanggil namanya dengan melengking namun, Daisy tak menemukan keberadaan Excel saat ini. Apakah dia hanya bermimpi? Daisy kembali duduk sambil membuang kasar nafasnya. "Kapan akan kering lantainya?" gumam Daisy.

Excel berjalan dengan tersoek penuh hati-hati untuk menghampiri Daisy sebab, lantainya di kamarnya berubah menjadi basah dan berair.

"Excel ... " Daisy terkejut saat melihat Excel berdiri di depannya sambil memegang pinggangnya. Tatapan tajam bak menusuk jantung, Excel terlihat sangat murka.

"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Excel.

"Aku baru saja siap mengepel dan menunggunya kering agar bisa aku sapu," jelas Daisy.

Excel terbelalak saat mendengar pengakuan dari Daisy. Gadis yang gila atau memang bodoh. Dari mana sejarahnya mengepel dahulu kemudian baru di sapu. Excel hanya bisa menahan emosinya.

"Berapa banyak cairan yang kamu gunakan untuk mencampur air?"

"Satu botol," jawab Daisy santai.

"Apa ...!" pekik Excel melengking di daun telinga Daisy, membuat Daisy menutup telinganya.

"Sekarang aku tanya, kamu lulusan TK atau SD?"

"Lulusan S2, kenapa? Bukankah berita kelulusan ku pernah di liputan oleh media, meskipun nilai hanya pas-pasan, sih."

"Aku rasa dosen yang meluluskan mu sengaja kalian sogok pakai uang kan?"

Pagi ini Excel sudah harus merasakan migran akibat kelakuan konyol dari Daisy. Awalnya dia akan menyiksa perempuan itu hingga menderita, tetapi sepertinya dia sendiri yang akan merasakan penderitaannya itu. Hanya untuk hal sekecil itu saja Daisy tidak tahu, benar-benar perempuan yang bodoh. Jika bukan karena suatu hal, Excel tidak akan pernah mau menikahi Daisy, masih banyak wanita di luar sana yang mau menjadi istrinya, bahkan hanya tinggal tunjuk saja, Excel sudah bisa mendapatkan seorang istri.

"Pelayan, dimana kopi ku?" tanya Excel pada salah satu pelayan yang lewat.

"Maaf Tuan, kopi anda sedang dibuat oleh Nona."

"Berapa lama lagi aku harus menunggu?"

"Mungkin sebentar lagi, Tuan."

Di dapur Daisy merasa kebingungan saat hendak menyeduh kopi untuk Excel. Dia sudah mendapatkan bubuk kopi, tetapi dia belum menemukan dimana letak gula berada. Bahkan dia juga telah membuka setiap laci dan lemari gantung, tetap saja tak menemukan barang yang ia cari.

Hampir saja ia melakukan kesalahan karena hendak memasukkan serbukan garam ke dalam cangkir, namun Daisy mencicipinya terlebih dahulu sebelum menuangkan ke dalam cangkir.

"Kenapa pas di butuhkan tak ada satu orang pelayan yang nongol sih?" gerutu Daisy.

"Mungkin dia tidak pernah memakai gula, makanya tak ada gula yang tersedia."

Daisy sudah membawa kopi ke hadapan Excel yang sudah merasa kesal akibat menunggu terlalu lama.

"Kenapa lama?" bentak Excel.

"Maaf."

"Kamu sudah membuat sarapan?" tanya Excel lagi.

Daisy menggelengkan kepala membuat Excel menatapnya lebih tajam.

Saat menyeruput kopinya, Excel segera menyemburkan hingga mengenai wajah Daisy, sedikit panas rasanya. Ingin rasanya dia memakai Excel tetapi saat melihat sorot mata tajamnya, nyali Daisy menciut. Dia hanya bisa memejamkan matanya.

"Kamu sengaja ingin mengerjai ku?" bentak Excel yang menggema di seluruh ruangan, dan membuat Daisy sangat terkejut.

"Kamu sengaja tidak memberikan gula pada kopi ini kan? Sekarang minum dan habiskan!" bentak Excel lagi.

Daisy hanya terdiam saking takutnya dengan amarah Excel yang menggebu. Ternyata jika sedang marah Excel sangat menyeramkan dua kali lipat.

"Tunggu apa lagi? Cepat habiskan! Kamu dengar kan?"

"Ta-tapi ... "

Akhirnya dengan tangan bergemetar Daisy mencoba untuk meminum kopi, minum terlarang untuk dirinya hingga kandas. Daisy hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan air mata yang hendak menetes.

Aku kuat. Aku bisa. Daddy pasti akan mengeluarkan aku secepatnya.

Dengan suasana hati yang buruk Excel meninggalkan rumah begitu saja. Ternyata caranya untuk menyiksa perempuan itu salah karena nyatanya saat ini dia yang tersiksa.

Sepeninggal Excel, Daisy segera berlari ke wastafel untuk memuntahkan apa yang sudah ia minum tadi. Namun terlambat, rasa sakit di perut sudah melilit hingga Daisy mengaduh kesakitan.

Pelayan yang mendengar segera menghampiri Daisy. "Nona, anda kenapa?"

Daisy segera dibawa ke kamarnya, rasa sakit yang hilang-hilang timbul membuatnya merasa sangat tersiksa. Daisy juga menolak saat hendak akan di panggilkan dokter.

"Jangan katakan hal ini kepada Tuan kalian, mengerti?"

Para pelayan mengangguk pelan lalu meninggalkan Daisy seorang diri di dalam kamar.

Daisy yang riwayat sakit bawaan dan harus menghindari kafein, hari ini terpaksa harus melanggarnya dan ternyata hasilnya sangat menyakitinya.

****

Excel melempar kasar jas yang ia kenakan di sebuah sofa. Sambil melonggarkan dasi, Excel merebahkan tubuhnya di sofa dengan kasar. Sejenak ia memejamkan mata mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Sebuah kekacauan yang baru saja ia lalui.

"Maaf Tuan, anda sudah di tunggu oleh para dewan untuk segera memimpin rapat hari ini." Wanita cantik bernama Sherly, membuyarkan lamunan Excel.

"Baiklah."

"Apakah anda baik-baik saja, Tuan. Apakah ada masalah?" tanya Sherly.

"Hanya masalah kecil. Aku pasti akan membereskan segera mungkin. Oh ya, pantau lokasi nanti malam, jangan sampai kita kecolongan lagi."

"Baik Tuan. Saya akan pastikan kali ini akan aman."

"Bagus."

Setelah selesai memimpin rapat, Excel segera meninggalkan kantor untuk menuju suatu tempat bersama dengan Sherly. Wanita cantik itu akan selalu menemani kemampuan Excel pergi. Bisa menjelma menjadi wanita anggun, bisa juga menjelma menjadi wanita yang mengerikan.

"Tuan, sebaiknya kita atur ulang strategi, saya dengar di sepanjang pelabuhan sudah dijaga dengan ketat karena insiden tadi malam. Mereka pasti akan meningkatkan keamanan. Bagaimana kalau di hotel. Akan lebih jika melakukan transaksi di sana."

Pemikiran yang bagus. Itulah yang paling disukai oleh Excel terhadap kinerja Sherly, wanita dengan sejuta kemampuan. Tidak sia-sia dirinya merekrut Sherly untuk menjadi salah satu bagian dari anggotanya.

"Terserah padamu, aku serahkan semuanya padamu."

Hingga malam tiba, Daisy masih terbaring di atas ranjang milik Excel. Sadar jika hari sudah malam, dia segera bangkit dan membereskan tempat tidur itu agar tak terlihat seperti bekas untuk tidur.

Daisy keluar, lagi-lagi dua penjaga kamar menahannya. "Anda mau kemana, Nona?"

Daisy menautkan alisnya. "Aku mau mencari angin di luar," ketus Daisy.

"Maaf tetapi ini sudah malam. Sebaiknya anda bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Tuan Excel."

"Untuk apa aku menyambutnya? Dia tidak mengatakan apa-apa mengenai masalah itu."

"Mulai sekarang anda harus menyambut kedatangan, karena anda istrinya."

Mendengar kata istri Daisy tersenyum tipis. Andaikan mereka semua tahu jika dibalik pernikahan ini adalah untuk menyiksaku apakah mereka masih akan menyebutnya sebagai istri Tuan mereka yang lebih tepatnya disebut seorang tawanan.

🌹To Be Continue 🌹

.

.

.

jangan lupa jejaknya 😊

Terpopuler

Comments

Ida Idar

Ida Idar

aku suka😘😘

2022-06-15

1

ida fitri

ida fitri

hahaha niat hati mau nyiksa si deshy eh malah si exlle yng kna batu nya😆😆😆

2022-06-12

0

Wirda Lubis

Wirda Lubis

lanjut

2022-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 JHSC 1
2 JHSC 2
3 JHSC 3
4 JHSC 4
5 JHSC 5
6 JHSC 6
7 JHSC 7
8 JHSC 8
9 JHSC 9
10 JHSC 10
11 JHSC 11
12 JHSC 12
13 JHSC 13
14 JHSC 14
15 JHSC 15
16 JHSC 16
17 JHSC 17
18 JHSC 18
19 JHSC 19
20 JHSC 20
21 JHSC 21
22 JHSC 22
23 JHSC 23
24 JHSC 24
25 JHSC 25
26 JHSC 26
27 JHSC 27
28 JHSC 28
29 JHSC 29
30 JHSC 30
31 JHSC 31
32 JHSC 32
33 JHSC 33
34 JHSC 34
35 JHSC 35
36 JHSC 36
37 JHSC 37
38 JHSC 38
39 JHSC 39
40 JHSC 40
41 JHSC 41
42 JHSC 42
43 JHSC 43
44 JHCS 44
45 JHSC 45
46 JHSC 46
47 JHSC 47
48 JHSC 48
49 JHSC 49
50 JHSC 50
51 JHSC 51
52 JHSC 52
53 JHSC 53
54 JHSC 54
55 JHSC 55
56 JHSC 56
57 JHSC 57
58 JHSC 58
59 JHSC 59
60 JHSC 60
61 JHSC 61
62 JHSC 62
63 JHSC 63
64 JHSC 64
65 JHSC 65
66 JHSC 66
67 JHSC 67
68 JHSC 68
69 JHSC 69
70 JHSC 70
71 JHSC 71
72 JHSC 72
73 JHSC 73
74 JHSC 74
75 JHSC 75
76 JHSC 76
77 JHSC 77
78 JHSC 78
79 JHSC 79
80 JHSC 80
81 JHSC 81
82 JHSC 82
83 JHSC 83
84 JHSC 84
85 JHSC 85
86 JHSC 86
87 JHSC 87
88 JHSC 88
89 JHSC 89
90 JHSC 90
91 JHSC 91
92 JHSC 92
93 JHSC 93
94 JHSC 94
95 JHSC 95
96 Istri Buta Yang Malang
97 Pengumuman!
98 JHSC 96
99 JHSC 97
100 JHSC 98
101 JHSC 99
102 JHSC 100
103 JHSC 101
104 JHSC 102
105 JHSC 103
106 JHSC 104
107 JHSC 105
108 JHSC 106
109 JHSC107
110 JHSC 108
111 JHSC 109
112 JHSC 110
113 Separuh Hati Untuk Nafisya
114 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115 Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117 Promo Novel Baru Author
118 Promo : Hasrat Tuan Majikan
119 Promo : HIDDEN BABY 2
120 Wanita Milik CEO Arogan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
JHSC 1
2
JHSC 2
3
JHSC 3
4
JHSC 4
5
JHSC 5
6
JHSC 6
7
JHSC 7
8
JHSC 8
9
JHSC 9
10
JHSC 10
11
JHSC 11
12
JHSC 12
13
JHSC 13
14
JHSC 14
15
JHSC 15
16
JHSC 16
17
JHSC 17
18
JHSC 18
19
JHSC 19
20
JHSC 20
21
JHSC 21
22
JHSC 22
23
JHSC 23
24
JHSC 24
25
JHSC 25
26
JHSC 26
27
JHSC 27
28
JHSC 28
29
JHSC 29
30
JHSC 30
31
JHSC 31
32
JHSC 32
33
JHSC 33
34
JHSC 34
35
JHSC 35
36
JHSC 36
37
JHSC 37
38
JHSC 38
39
JHSC 39
40
JHSC 40
41
JHSC 41
42
JHSC 42
43
JHSC 43
44
JHCS 44
45
JHSC 45
46
JHSC 46
47
JHSC 47
48
JHSC 48
49
JHSC 49
50
JHSC 50
51
JHSC 51
52
JHSC 52
53
JHSC 53
54
JHSC 54
55
JHSC 55
56
JHSC 56
57
JHSC 57
58
JHSC 58
59
JHSC 59
60
JHSC 60
61
JHSC 61
62
JHSC 62
63
JHSC 63
64
JHSC 64
65
JHSC 65
66
JHSC 66
67
JHSC 67
68
JHSC 68
69
JHSC 69
70
JHSC 70
71
JHSC 71
72
JHSC 72
73
JHSC 73
74
JHSC 74
75
JHSC 75
76
JHSC 76
77
JHSC 77
78
JHSC 78
79
JHSC 79
80
JHSC 80
81
JHSC 81
82
JHSC 82
83
JHSC 83
84
JHSC 84
85
JHSC 85
86
JHSC 86
87
JHSC 87
88
JHSC 88
89
JHSC 89
90
JHSC 90
91
JHSC 91
92
JHSC 92
93
JHSC 93
94
JHSC 94
95
JHSC 95
96
Istri Buta Yang Malang
97
Pengumuman!
98
JHSC 96
99
JHSC 97
100
JHSC 98
101
JHSC 99
102
JHSC 100
103
JHSC 101
104
JHSC 102
105
JHSC 103
106
JHSC 104
107
JHSC 105
108
JHSC 106
109
JHSC107
110
JHSC 108
111
JHSC 109
112
JHSC 110
113
Separuh Hati Untuk Nafisya
114
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115
Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117
Promo Novel Baru Author
118
Promo : Hasrat Tuan Majikan
119
Promo : HIDDEN BABY 2
120
Wanita Milik CEO Arogan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!