"Boleh gabung?"
Daisy terkejut akan sosok yang ada didepannya. Seorang lelaki muda dengan wajah rupawan, apakah dia adalah salah satu malaikat dari surga yang diutus Tuhan untuk mengeluarkan dirinya dari belenggu dendam yang berkobar dalam hati Excel? Wajah yang bersih dengan senyum yang melengkung indah membuat Daisy terdiam untuk beberapa saat hingga lelaki itu mengulang lagi ucapnya.
"Boleh gabung?" ulangnya lagi
"Ah ... iya. Silahkan." gagap Daisy.
Daisy masih terbuai atas ketampanan lelaki di depannya.
"Felix." Lelaki itu menyodorkan tangannya kearah Daisy, sadar akan hal itu Daisy segera menjabat tangan Felix.
"Daisy," ucap Daisy malu-malu.
Keduanya terlihat obrolan kecil, karena Felix yang baru pertama kalinya menghadiri jamuan makan malam seperti ini, dia masih canggung dengan akan situasinya, beruntung dia menemukan wanita cantik seorang diri.
Akhirnya Daisy tahu jika ternyata Felix datang ke acara malam ini karena diajak oleh papanya. Felix yang baru saja lulus dari Universitas terbaik di Amerika ternyata adalah pewaris tunggal dari Maxion grup milik salah satu konglomerat ternama di kota ini. Tak jauh beda dengan Excel, perusahaan Maxion grup juga sudah menguasai manca negara, sama-sama memiliki nama diluar negeri.
Di sisi lain, sepasangan mata tengah menangkap Daisy yang sedang berbincang dengan seseorang. Namun, yang membuat dadanya semakin panas adalah ketika Daisy bisa tersenyum kepada laki-laki lain. Dengan dada yang panas, Excel menggoyangkan gelas yang dipegangnya sebuah ia meminum.
Larut dalam acara minum malam ini membuat Excel mabuk berat. Dan ini adalah kali pertamanya dia sampai mabuk berat. Dia sudah biasa dengan minuman yang beralkohol, tatapi malam ini dia benar-benar dimabuk oleh minuman itu.
Daisy sangat kesulitan saat membawa Excel keluar dari gedung tersebut. Sebisa mungkin dia memapah Excel untuk bisa segera sampai di parkiran.
"Menyusahkan orang saja," gerutu Daisy kesal.
Malam ini terpaksa Daisy harus mengemudikan mobil Excel, karena saat mereka datang tak membawa sopir. Aroma alkohol dari Excel seakan membuat Daisy muntah. Sepanjang perjalanan Daisy mencoba menutup hidungnya berharap tidak muntah di dalam mobil. Sepanjang perjalanan itu juga Excel mengoceh tidak jelas dengan menyebut nama Sisi.
Sesampainya di rumah kebesaran milik Excel, Daisy segera memanggil kepala pelayan agar membantu untuk membawa Excel kedalam kamar.
"Pak, tolong bantu aku bawa dia ke kamar."
"Baik Nona."
Dengan bantuan pelayanan akhirnya Excel sudah terbaring di tempat tidur. Daisy membuang kasar nafasnya. Ternyata orang mabuk itu merepotkan.
"Saya permisi Nona." Kepala pelayan undur diri.
"Iya Pak. Terimakasih."
Tak hentinya Excel mengigau dan terus menyebut nama Sisi. Daisy yakin jika nama yang disebut itu sangat berarti dalam hidupnya Excel. Tak ingin tau siapa dia, Daisy pun juga hendak pergi ke kamarnya. Namu, saat ia baru saja berdiri, tangannya sudah di cekal oleh Excel.
"Jangan pergi, aku mohon."
Daisy terpaku dengan degup jantung yang berpacu lebih kencang. Mendadak tubuhnya seperti sedang tersengat aliran listrik.
"Si, aku mohon jangan pergi. Maafkan aku."
"Excel, sadar. Aku bukan Sisi, aku Daisy!" tegas Excel. Tapi percuma saja berbicara kepada orang sedang mabuk, pasti tidak akan merespon dengan baik.
Tangan Excel segera menarik tangan Daisy hingga terjatuh diatas tubuhnya. Mulai menge.cup bibir Daisy dengan rakus tanpa kesadarannya. Daisy mencoba untuk memberontak dengan sekuat tenaganya namun, percuma saja. Nyatanya kekuatan Excel tak bisa ia kalahkan. Dengan berderai air mata Daisy mencoba merelakan mahkota yang direnggut paksa oleh Excel malam ini.
.
.
.
#Bersambung#
Mohon beri dukungan untuk novel ini, Terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
beby
sah deh jd suami istri
2022-12-08
0
kangsemen
ihh kurang hots thor🤣🔥
2022-11-21
1
Arin
haha cembru ya ngga ush gengsi boss,sy berhrp yg namanya sisi itu Daisy...
2022-08-09
0