JHSC 8

Hampir saja istana megah milik Excel terbakar jika dirinya tidak segera datang ke dapur. Kepulauan asap yang mengepul membuat dada sesak, dirinya hampir saja mati muda akibat ulahnya sendiri.

"Puas kamu sudah mau membakar rumah ini?" bentak Excel pada Daisy.

Daisy yang masih mengatur nafasnya hanya bisa terdiam dengan tubuh yang bergemetar akibat rasa takutnya tadi.

"Jika kamu tidak bisa bekerja dengan baik, jangan harap hidup kamu juga akan baik. Masuk kamar!"

Dengan langkah tertatih Daisy menaiki anak tangga dengan lutut yang masih bergemetar. Air matanya menetes begitu saja. Disaat seperti ini dia ingin sekali memeluk mami-nya. Excel memang tidak punya hati. Seumur hidupnya, Daisy belum pernah sekalipun untuk menyalakan kompor, apalagi menginjak kaki di dapur bisa di hitung dengan hitungan jari.

"Mami... Dai rindu Mami .... "

Daisy menumpahkan air matanya. Tak lama Excel datang dengan membanting kasar pintu, membuat Daisy terlonjak dari sofa. Dadanya semakin berdebar saat Excel menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Daisy.

"Ini pertama kali aku memasak. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Bahkan kamu tak mengijinkan pelayan untuk membantuku," lanjutnya lagi.

"Diam, aku tidak memintamu untuk menjelaskan. Aku hanya ingin kamu tahu, mengapa kamu bisa berada disini dengan ikatan konyol. Karena selamanya aku tidak akan pernah menganggap mu sebagai seorang istri. Kamu hanya tawanan ku." Excel memasukkan kedua tangannya kedalam saku sambil berbalik membelakangi Daisy. Dia sungguh benci wanita yang cengeng.

"Selama 15 tahun lebih aku mencari keberadaan Tuan Arathorn dan akhirnya aku menemukan kalian disini, sungguh sebuah, keajaiban luar biasa untuk. Selama ini kalian bisa hidup tenang dan bahagia tanpa merasa berdosa telah membunuh salah seorang pelayan 20 tahu yang lalu. Apa kamu masih mengingatnya?"

Dada Daisy menjadi sesak kembali mana kala ia mengingat kembali kejadian 20 tahun yang lalu, dimana usianya masih 5 tahun. Salah seorang pelayan terjatuh dari tangga dan itu adalah murni sebuah kecelakaan karena dirinya sendiri.

"Kamu pasti mengingatnya, dan aku adalah anaknya." Excel membuang kasar nafasnya.

"Tapi bibi Liu meninggal akibat terpeleset, bukan di bunuh."

"Itulah yang media ketahui, tetapi tidak denganku. Selama ini Daddy tercintamu sudah berhasil menutupi kejahatannya selama bertahun-tahun, aku salut," kekeh Excel.

"Apa maksudmu, Daddy tidak membunuh bibi Liu!"

"Sudahlah, tikus kecil sepertimu tidak akan paham dengan masalah ini. Nikmati saja hidupmu di istanaku, aku yakin kamu akan menderita."

*

*

*

Hari berlalu hari, kini tahap Daisy sadari sudah satu bulan ia berada di dalam istana neraka milik Excel. Bahkan beberapa kali Daisy pernah di kurung di dalam gudang hanya karena tidak menyetrika pakaian yang akan Excel kenakan hari itu. Penampilan Daisy jauh lebih berubah dari awal dia masuk kedalam rumah itu, dulu glamor dengan pakaian style, kini hanya berpenampilan biasa saja kerena tugas dari Excel semakin bertambah. Bahkan saat ini dengan terang-terangan Excel telah memberikan kamar sendiri untuk Daisy dan letakkan di lantai bawah berderetan dengan kamar pelayan. Saat ini Excel benar-benar menganggap Daisy kayaknya seorang pelayan. Tak ada lagi Daisy yang semua keperluannya disediakan. Jika ingin sesuatu Daisy harus berusaha mengambil sediri.

Selama tinggal di rumah Excel, Daisy sengaja membuat sebuah taman kecil di sebelah kolam ikan. Dan ditempat itulah Daisy akan menghabis waktunya jika sudah tidak ada pekerjaan yang ia lakukan lagi. Tangan yang dahulu lembut kini sudah berubah sedikit lebih kasar, bahkan tak ada kuku panjang yang lentik nan indah.

"Dimana wanita itu?" tanya Excel pada kepala pelayan.

"Nona ada di taman, Tuan. Apakah anda membutuhkan sesuatu?"

"Tidak! Panggilkan saja dia!"

Kepala pelayan menundukkan kepalanya lalu segera menghampiri Daisy yang tengah menyirami taman mawar yang sudah satu bulan ini ia tanam. Berharap segera bermekaran.

"Nana, Tuan sudah pulang. Beliau memanggil anda."

Daisy menoleh. Tak biasa Excel akan pulang lebih awal. Tak ingin membuat Excel menunggu lama, Daisy segera meninggalkan kegiatannya. Namun sebelum itu dia mencuci bersih tangan dan kakinya terlebih dahulu.

"Beliau ada di ruang kerjanya, Nona,".kata kepala pelayan.

"Baik. Terimakasih."

Daisy segera menaiki anak tangga. Jika sedang menapaki tangga, hatinya selalu teringat akan rumah yang ia tinggalkan dimana dia hanya tinggal memerintahkan ini itu jika menginginkan sesuatu, tetapi saat ini hidupnya telah berubah drastis.

Daisy membuka pintu dengan pelan, terlihat Excel sudah duduk di meja kerjanya.

"Kamu memanggil ku?" tanya Daisy.

"Menurutmu?"

"Karena aku sedang berbaik hati, malam ini kamu temani aku dinner. Jika tidak mengingat Sherly sedang cuti, aku enggan untuk mengajakmu. Anggaplah malam ini kamu bisa cuci mata. Pergilah pelayan akan menyiapkan semuanya."

Daisy menautkan alisnya. Hanya ingin mengatakan itu saja harus kedalam ruang kerjanya. Apakah tidak bisa di luar sana?

Sesuai dengan permintaan Excel, penampilan Daisy malam ini bisa bisa disulap layak seorang Cinderella, karena memang dasarnya Daisy sudah cantik.

Dengan gaun berwarna putih panjang serta belahan sampai diatas pahanya, Daisy mampu melumpuhkan setiap mata yang memandangnya. Hal itu membuat Excel merasa lebih geram.

"Aku tau kamu sedang tebar pesona dengan para hidung belang, jika kamu menginginkan tidur bersama mereka, nanti setelah acara ini selesai," lirih Excel.

Daisy hanya terdiam. Tak ada gunanya untuk meladeni setiap ucapan yang keluar dari mulut Excel.

"Ingat, kamu harus bersikap ramah. Jangan sampai kamu membuat satu kesalahan jika tidak ingin kamu dikurung lagi di gudang." bisik Excel diikuti dengan meraih pinggang Daisy, membuat orang sangat iri kepada mereka. Pasang yang serasi, bahkan setelah menikah tak ada gosip tentang rumah tangga mereka meskipun pernikahan mereka secara terpaksa.

"Selamat malam, Tuan Excel, Nona Daisy. Kalian pasangan luar biasa malam ini," sambut Tuan Kim, tuan rumah acara dinner malam ini.

"Terimakasih Tuan Kim, anda terlalu berlebihan untuk memuji kami," balas Excel.

Daisy yang tidak pernah menghadiri acara seperti ini merasa sedikit pusing. Apalagi saat hidungnya mencium aroma alkohol, perutnya akan terasa mual. Daisy lebih memilih duduk menjauh saat Excel dan para lelaki lainnya sudah meminum alkohol, meskipun tidak menyengat tetapi Daisy yang tidak pernah mencium aroma seperti itu tetap saja ingin muntah.

Setelah mengambil makanan, Daisy memilih duduk disebuah meja sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah. Acara yang sangat mewah, tetapi Daisy yakin jika yang datang pada acara malam ini adalah para pejabat beserta asisten maupun sekretarisnya, karena wajah mereka masih muda-muda sedang lelakinya sudah berusia. Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.

"Boleh gabung?"

#To Be Continue#

Mohon beri dukungan untuk Novel ini dan Terimakasih kepada kalian yang sudah memberikan dukungan kepada Author 🙏

Maaf jika ternyata isinya melenceng dari judulnya. Udah aku bilang dari awal aku salah konsep. Sebenarnya judul awal bukan JHSC dan udah aku tulis 11 bab. Tidak mudah untuk merombaknya alurnya, dengan judul JHSC, maka dari itu aku minta maaf jika ceritanya tidak sesuai dengan judul. Ini lagi berusaha mencari jalan agar nyambung 🙏

Oh iya Othor cuma mau bilang kalau author tidak pernah menghapus komentar kalian, jika kalian merasa memberikan komentar lalu tidak muncul berarti sistem yang menghapusnya. Komentar yang sedikit vulgar atau semacam kritikan keras akan terdeteksi secara otomatis. Jadi mohon maaf jika ada yang merasa memberikan komentar, tetapi tidak ada di kolom komentar. Komentar itu hanya masuk ke notifikasi author saja. Author tetap baca kok 🥰

Terpopuler

Comments

pena_sf:)

pena_sf:)

banci Lo Excel berani sama cewek

2022-06-18

1

Masnawati Smj

Masnawati Smj

kncih cowokx gk bisa baek kan kasihan daisynya

2022-06-12

1

Amalia Pamujo

Amalia Pamujo

eh thor kasih visual buat si exel itu sama si daisy culun yg gak tau urusan dapur

2022-06-06

2

lihat semua
Episodes
1 JHSC 1
2 JHSC 2
3 JHSC 3
4 JHSC 4
5 JHSC 5
6 JHSC 6
7 JHSC 7
8 JHSC 8
9 JHSC 9
10 JHSC 10
11 JHSC 11
12 JHSC 12
13 JHSC 13
14 JHSC 14
15 JHSC 15
16 JHSC 16
17 JHSC 17
18 JHSC 18
19 JHSC 19
20 JHSC 20
21 JHSC 21
22 JHSC 22
23 JHSC 23
24 JHSC 24
25 JHSC 25
26 JHSC 26
27 JHSC 27
28 JHSC 28
29 JHSC 29
30 JHSC 30
31 JHSC 31
32 JHSC 32
33 JHSC 33
34 JHSC 34
35 JHSC 35
36 JHSC 36
37 JHSC 37
38 JHSC 38
39 JHSC 39
40 JHSC 40
41 JHSC 41
42 JHSC 42
43 JHSC 43
44 JHCS 44
45 JHSC 45
46 JHSC 46
47 JHSC 47
48 JHSC 48
49 JHSC 49
50 JHSC 50
51 JHSC 51
52 JHSC 52
53 JHSC 53
54 JHSC 54
55 JHSC 55
56 JHSC 56
57 JHSC 57
58 JHSC 58
59 JHSC 59
60 JHSC 60
61 JHSC 61
62 JHSC 62
63 JHSC 63
64 JHSC 64
65 JHSC 65
66 JHSC 66
67 JHSC 67
68 JHSC 68
69 JHSC 69
70 JHSC 70
71 JHSC 71
72 JHSC 72
73 JHSC 73
74 JHSC 74
75 JHSC 75
76 JHSC 76
77 JHSC 77
78 JHSC 78
79 JHSC 79
80 JHSC 80
81 JHSC 81
82 JHSC 82
83 JHSC 83
84 JHSC 84
85 JHSC 85
86 JHSC 86
87 JHSC 87
88 JHSC 88
89 JHSC 89
90 JHSC 90
91 JHSC 91
92 JHSC 92
93 JHSC 93
94 JHSC 94
95 JHSC 95
96 Istri Buta Yang Malang
97 Pengumuman!
98 JHSC 96
99 JHSC 97
100 JHSC 98
101 JHSC 99
102 JHSC 100
103 JHSC 101
104 JHSC 102
105 JHSC 103
106 JHSC 104
107 JHSC 105
108 JHSC 106
109 JHSC107
110 JHSC 108
111 JHSC 109
112 JHSC 110
113 Separuh Hati Untuk Nafisya
114 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115 Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117 Promo Novel Baru Author
118 Promo : Hasrat Tuan Majikan
119 Promo : HIDDEN BABY 2
120 Wanita Milik CEO Arogan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
JHSC 1
2
JHSC 2
3
JHSC 3
4
JHSC 4
5
JHSC 5
6
JHSC 6
7
JHSC 7
8
JHSC 8
9
JHSC 9
10
JHSC 10
11
JHSC 11
12
JHSC 12
13
JHSC 13
14
JHSC 14
15
JHSC 15
16
JHSC 16
17
JHSC 17
18
JHSC 18
19
JHSC 19
20
JHSC 20
21
JHSC 21
22
JHSC 22
23
JHSC 23
24
JHSC 24
25
JHSC 25
26
JHSC 26
27
JHSC 27
28
JHSC 28
29
JHSC 29
30
JHSC 30
31
JHSC 31
32
JHSC 32
33
JHSC 33
34
JHSC 34
35
JHSC 35
36
JHSC 36
37
JHSC 37
38
JHSC 38
39
JHSC 39
40
JHSC 40
41
JHSC 41
42
JHSC 42
43
JHSC 43
44
JHCS 44
45
JHSC 45
46
JHSC 46
47
JHSC 47
48
JHSC 48
49
JHSC 49
50
JHSC 50
51
JHSC 51
52
JHSC 52
53
JHSC 53
54
JHSC 54
55
JHSC 55
56
JHSC 56
57
JHSC 57
58
JHSC 58
59
JHSC 59
60
JHSC 60
61
JHSC 61
62
JHSC 62
63
JHSC 63
64
JHSC 64
65
JHSC 65
66
JHSC 66
67
JHSC 67
68
JHSC 68
69
JHSC 69
70
JHSC 70
71
JHSC 71
72
JHSC 72
73
JHSC 73
74
JHSC 74
75
JHSC 75
76
JHSC 76
77
JHSC 77
78
JHSC 78
79
JHSC 79
80
JHSC 80
81
JHSC 81
82
JHSC 82
83
JHSC 83
84
JHSC 84
85
JHSC 85
86
JHSC 86
87
JHSC 87
88
JHSC 88
89
JHSC 89
90
JHSC 90
91
JHSC 91
92
JHSC 92
93
JHSC 93
94
JHSC 94
95
JHSC 95
96
Istri Buta Yang Malang
97
Pengumuman!
98
JHSC 96
99
JHSC 97
100
JHSC 98
101
JHSC 99
102
JHSC 100
103
JHSC 101
104
JHSC 102
105
JHSC 103
106
JHSC 104
107
JHSC 105
108
JHSC 106
109
JHSC107
110
JHSC 108
111
JHSC 109
112
JHSC 110
113
Separuh Hati Untuk Nafisya
114
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115
Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117
Promo Novel Baru Author
118
Promo : Hasrat Tuan Majikan
119
Promo : HIDDEN BABY 2
120
Wanita Milik CEO Arogan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!