PGP 20

Sambil ngedumel Rosa keluar dari ruang kerja Rifan. Melihat Rosa keluar dari ruang Rifan, Nisa berdiri dan berucap.

"Ros nggak ada masalah kan...?" ucapnya cemas.

Rosa mendekati Nisa yang berdiri menatap padanya dengan wajah cemas .

".Kak...Bos kakak tadi pagi nggak salah makan obat kan...?" kata Rosa perlahan .

"Memangnya kenapa Ros..." tanya Nisa tak mengerti .

Namun sebelum Rosa menjawab pertanyaan Nisa , tiba- tiba pintu ruang kerja Rifan terbuka dan si pemilik ruangan berdiri di depan pintu.

"Ros..." ucap Rifan sambil menatap gadis yang dia gilai sedang bercakap- cakap dengan sang sekertaris. Mendengar suara Rifan Rosa tersentak .

"Eh si Bos...!" seru Risa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kau belum pergi...? apakah aku harus menghukummu dulu baru kau cepat pergi...!" kata Rifan datar. Mendengar ucapan Rifan , Rosa segera mencari Selamat . dia segera lari kearah lift dengan cepat sambil berucap pada

Nisa.

"Kak..aku pergi dulu...!" seru Rosa.

Melihat tingkah Rosa Nisa hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya . sedang Rifan tersenyum dan masuk kedalam ruangannya kembali.

Kabar tentang kejadian di ruang pantri tentang Rifan yang mendatangi OB Rosa dan memeluk serta menyeret Rosa pergi . ternyata menyebar dengan cepat di seluruh perusahaan EKG . Kejadian itu membuat gosip baru di perusahaan EKG . Dan berita itupun sampai pada sebuah ruangan seorang gadis yang menjabat sebagai kepala bagian Divisi keuangan . Biangka Rianto nama gadis itu . Gadis cantik namun sangat sombong dan angkuh itu sebenarnya putri seorang pengusaha kaya. Yang memiliki sebuah perusahaan properti . Namun karena dia jatuh cinta pada Rifan, dia rela bekerja di perusahaan Rifan agar bisa mendekati Rifan. Dia sudah mengenal Rifan semenjak dia masih duduk di bangku kelas 12 di SMA . Saat itu sang Papa yang merupakan sahabat dari tuan Alex papa Rifan, bertandang ke rumah sang sahabat bersama istri dan putrinya . Biangka bertemu dengan Rifan yang baru datang dari bepergian . Saat itulah Biangka mulai menyukai Rifan . Setelah lulus dari kuliahnya , Biangka meminta sang Papa untuk memasukkan dia ke perusahaan Rifan. Tuan Rianto yang tahu kalau Putrinya mencintai Rifan, dia sangat menyetujui dan mendukung keinginan sang putri . Dia menitipkan sang putri pada sahabatnya. Dan akhirnya Biangka bekerja di devisi keuangan . namun usahanya tak membuahkan hasil , sudah hampir tiga - tahun ini dia bekerja di perusahaan Rifan, namun tak sekalipun Rifan memberi respon sinyal cinta yang dia berikan . Dia hanya bisa menyapa Rifan yang dingin saat dia melaporkan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan saja. Dan kini dia mendengar kalau seorang OB bisa mendapatkan pelukan dari Rifan pujaan hatinya. Membuat dia tidak terima . Dengan kemarahan di dalam hatinya. Dia dan sang sekertaris mendatangi tempat ruang para OB.

Sedangkan saat itu Rosa sedang berbincang dengan kedua pengawalnya Mamat dan Asep . Rosa memberitahukan pekerjaan mereka yang baru.

"Udah sekarang kalian ikut gue keruangan bos arogan itu, kita pindah kesana. Bukankah elo berdua kerja di sini untuk menjaga gue kan...?" goda Rosa.

"Iya, iya.. kita- kita tugasnya menjaga keamanan elo Bos..." kata Mamat.

"Ya sudah kalau gitu kita ganti baju dan pergi ke ruang kerja CEO ..." kata Rosa .

"Baik Bos..." jawab mereka berdua serempak.

"Oh ya Bos..tadi Roni menghubungi kita, katanya ada berita yang ingin Roni sampaikan..." kata Asep sambil menghentikan langkah kakinya yang ingin berjalan kearah loker miliknya .

"Kenapa nggak nelfon langsung sama gue...?" tanya Rosa heran .

"Katanya udah beberapa panggilan tapi tidak bisa, ada apa dengan ponselmu Boss....?" taya Asep lagi.

"Masak sich..." Risa langsung mengambil ponsel yang ada di saku celana kerjanya . dan saat di lihat ternyata ponsel Rosa mati karena kehabisan batrainya..

"Terang aja kagak bisa , batarinya habis.." kata Rosa lagi ..

"Ya sudah bilang pada mereka kita kumpul nanti malam di Basecamp..." kata Rosa memerintah.

"Baik Bos...." jawab Asep.

Akhirnya Asep, Mamat, dan Rosa segera mengganti baju mereka. Saat mereka keluar dari ruang ganti, terlihat Riska dan Egik berada diruang OB .

"Lo kalian di sini...?" tanya Rosa kaget.

"Ros katanya Elo di pindah tugas ya..?" tanya Riska pada Rosa yang berjalan kearah mereka berdua .

"Iya Ris...tapi jangan khawatir, kita kan masih satu gedung, kita masih bisa sering bertemu. Eh gimana kalau elo berdua minta sama tante Vio untuk menugaskan kalian yang membersihkan ruang Bos kita tiap pagi dan sore..." kata Rosa memberi ide.

"Benar juga ide elo Ros...coba nanti gue bilang sana tante Vio.." kata Egik dengan wajah senang.

"Elo emang teman gue yang paling pinter Ros..." puji Riska .

"Siapa dulu , Rosa..." kata Rosa sambil tertawa. Dan merekapun tertawa bersama.

"Tapi tunggu Ros...si Mamat dan Asep apa ikut pinda tugas juga...? Mereka tidak jadi OB lagi...?" tanya Riska sambil menatap kedua orang yang berada di belakang Rosa.

"Iya...mereka sekarang jadi Bodyguard Bos Rifan..." jawab Rosa.

"Waah...kalian keren...tapi emang kalian pantasnya jadi bodyguard daripada OB..." kata Egik lagi. Egik memang pernah melihat ketiga orang di depannya ini sedang menolong dua gadis yang akan di perkosa oleh beberapa orang pria di jalan pinggiran hutan yang sepi. Saat itu Egik hambis mengantarkan sang Ibu ke rumah nenek . Setelah membuat semua penjahat pingsan dan memanggil polisi, mereka segera pergi . Egik saat itu tidak percaya kalau Rosa begitu ahli dalam beladiri. Mulai saat itulah Egik sangat menghormati ketiga orang ini.

Namun kegembiraan mereka ber lima terganggu ketika terdengar suara dari arah pintu ruangan.

"Cih...manusia- manusia rendah..." terdengar umpatan dari suara seorang gadis. mereka berlima segera memandang kearah pintu masuk. Terlihat dia orang gadis berdiri lalu masuk kedalam ruangan. Gadis yang di depan cukup cantik. Namun terlihat sangat sombong dan arogan sekali.

Gadis itu mendekati Rosa. Dan tanpa basa - basi dia menampar Rosa.

Plaak....

Plaak...

"Bukanya kau wanita jalan yang sengaja menggoda Presdir kan...?" ucapnya setelah dua kali menampar keras pipi Rosa . hingga terlihat wajah putih Rosa memerah . Melihat kejadian itu Asep dan Mamat sangat marah, Dia maju kedepan ingin memberi pelajaran pada Gadis itu. Namun langkah mereka terhenti ketika terdengar suara lembut Rosa.

"Biarkan saja Sep, Mat ..gue ingin tahu mau apa gadis gila ini...!" ucap Rosa dingin.

"Tapi Bos..." kata Asep tak rela pipi sahabat sekaligus atasannya memerah karena tamparan gadis ini.

Mendengar ucapan Rosa , gadis yang ternyata Biangka itu merasa marah . karena mulut tajam Rosa yang mengatakan dia gadis gila.

Dia ingin menampar kembali pipi Rosa, namun tangan lentik halus telah mencekal dan memelintir tanga Biangka yang ingin menampar Rosa.

"Kau fikir aku mau jadi bulan- bulanan tamaparanmu..Sombong...!" ucap Rosa dingin.

"Auu...lepaskan Ja***g..." teriaknya marah.

"Perasaan gue nggak ada masalah sama elo, tapi kenapa elo mencari gara - gara sama gue...?" kata Rosa dingin.

"Kau...dasar pe****r hina...kau sengaja menggoda kak Rifan kan...perlu kau ketahui kalau kak Rifan itu calon suamiku...! Kami akan segera bertunangan" ucapnya dengan nada marah.

"Lalu...masalahnya apa sama gue ha...!" seru Rosa kesal.

"Kau mencoba merayu dia...!" teriaknya marah. Teriakan wanita itu membuat mereka jadi tontonan karyawan yang tak sengaja lewat di depan pantri.

"Ck...lihatlah, kita jadi tontonan para karyawan, apa kau tidak malu he..." kata Rosa datar , Dia segera melepas tangan Biangka sambil mendorong gadis itu hingga menabrak Sekertarisnya .

"Kau tidak perlu khawatir, gue nggak ada hubungan apa- apa sama calon laki elo...kalau lo masich khawatir suru laki lo pecat gue...dan ingat jangan macam - macam sama gue..." ucap Rosa sambil keluar dari ruang OB bersama keempat temannya. Melihat tingkah Rosa yang berani , Riska sampai melongo heran.

Dia heran kenapa temannya yang dulu sangat polos dan penakut itu kini begitu kuat dan berani .

"Ros...ini benar- benar elo kan...?" kata Mimi saat Rosa akan berjalan kearah lift

"Emang lo kira gue siapa Nona cantik..." kata Rosa sambil menoel hidung Riska.

Tiba- tiba Riska memeluk Rosa.

"Gue senang Lo udah berubah Ros... Sekarang gue nggak cemas lagi soal kehidupan elo..." kata Riska.

"Trimakasih saudaraku.. Sekarang jangan khawatir lagi tentang gue , nach sekarang biarkan gue pergi , gue takut kalau gue kelamaan di sini Bos arogan itu akan marah....." ucap Rosa sambil melepas pelukannya.

"Ya sudah sana pergi...kapan- kapan kalau ada waktu kita makan bersama.." kata Riska sambil mendorong tubuh Rosa. Rosapun segera pergi bersama Mamat dan Asep. Setelah kepergian Rosa, terlihat Biangka keluar dari ruang OB sambil memegangi tangannya yang sakit.

"Dasar pe****r murahan. Awas kau... kau akan merasakan balasan dariku nanti...." geram Biangka sambil memegangi tangannya yang sakit karena ulah Rosa .

"Apa yang akan kita lakukan Bos...?" kata sang sekertaris .

"Kita akan melaporkan kekurang ajaran wanita itu pada kak Rifan, biar dia tahu nanti akibat berani membuatku terluka.." kata Biangka dengan tersenyum licik.

"Tapi kalau rumor itu benar, takutnya malah tuan Rifan membela dia Bos..." kata Sang sekertaris .

"Kau percaya rumor...? Pasti rumor itu dia yang membuat agar para karyawan menyangka dia gadisnya kak Bara.." kata Biangka dengan yakinnya.

"Lalu sekarang kita mau kemana Bos..?" tanya sekertarisnya .

"Kita langsung ketempatnya kak Bara.." jawab Biangka dengan yakinnya.

Sedang Rosa sendiri segera pergi bersama kedua pengawalnya , keruang sang Bos besar yang sudah menunggu kedatangannya . Ketika sampai di sana, dia melihat Nisa sedang duduk di depan leptopnya.

"Rosa...kok lama perginya...?" tanya Nisa ketika melihat kedatangan Rosa.

"Ada sedikit masalah Kak..." jawab Rosa sambil tertawa .

"Lo...kenapa dengan kedua pipimu..?" tanya Nisa ketika melihat kedua pipi Rosa memerah seperti habis kena tampat .

" Aah..tadi ada nenek sihir marah Kak.." kata Rosa sambil mengusap pipinya yang masih terasa sedikit sakit .

"Ros...langsung aja kau masuk... Tadi tuan sudah mengatakan kalau kau datang langsung di suruh masuk menemui tuan Rifan..." kata Nisa lagi.

"Baik Kak trimakasih..." kata Rosa sambil berjalan kepintu ruang Rifan.

"Kalian berdua tinggal di sini, gue akan menemui tuan Rifan dulu.." kata Rosa pada Mamat dan Asep.

"Baik Bos..." jawab mereka serempak.

Nisa yang mendengar ucapan kedua teman Rosa kaget.

"Lo kenapa mereka berdua memanggil Rosa Bos...batin Niken.

Sedang Rosa segera mengetuk pintu ruang kerja Rifan.

Tok tok tok

"Masuk...!" terdengar seruan dari dalam .

Perlahan Rosa membuka pintu ruang kerja Rifan. terlihat tiga orang berada di dalam ruang kerja Rifan. mereka sedang duduk di sofa. .

"Asalamualaikum..." sapa Rosa.

"Waalaikum salam..." jawab mereka serempak.

"Tuan...saudara saya sekarang juga ada di depan..." kata Rosa sambil melihat Rifan. namun Rifan kaget ketika dia melihat pipi Rosa yang terlihat merah agak bengkak. melihat itu Rifan segera berdiri mendekati Rosa dengan wajah cemas .

"Ros...kenapa dengan pipimu...?" tanya Rifan cemas, dia memegang pipi yang terlihat bengkak dan memerah .

"Aauu..." seru Risa yang masih merasakan rasa panas dan sakit.

"Sial...kenapa lama sekali sembuhnya sich..." batin Rosa dalam hati.

"Ini..seperti bekas tamparan...? siapa yang telah menamparmu...?" tanya Rifan marah.

"Calon istri bapak..." jawab Rosa tenang.

"Calon istriku...?" tanya Rifan heran, sedang kedua sahabatnya hampir tertawa mendengar jawaban Rosa .

"Jangan sembarangan Ros..aku tidak mempunyai calon istri...!" seru Rifan marah. dia menatap Pipi Rosa yang terlihat kedua- duanya bengkak memerah. Rifan segera menarik tangan Rosa dan membawanya duduk di sofa.

"Duduk..." ucapnya dengan khawatir . Dia segera berjalan mengambil kotak P3k .

Saat Rifan ingin melangkah kearah Rosa kembali , terdengar ketukan di daun pintu . Namun Rifan tak menghiraukan ketukan itu . dia tetap melangkah kearah Rosa.

"Tuan ada tamu...?" kata Rosa yang agak tak enak hati.

"Fik..lihat siapa yang datang...?" seru Rifan pada Fikri.

"Baik Bos .."jawab Fikri sambil berdiri . dia melangkah kearah pintu. Saat pintu terbuka terlihat Biangka berdiri di depan pintu bersama sang sekertaris.

"Siang pak Fikri.." sapa Biangka dengan angkuh.

"Siang Nona Biangka...ada yang bisa saya bantu..?" tanya Fikri datar . melihat gelagat Biangka , sepertinya Rosa bertengkar dengan gadis ini. dan kemungkinan besar yang mengaku calon istri Rifan pasti gadis ini. karena mereka tahu kalau gadis ini dengan segala cara ingin mendekati Rifan.

"Saya ingin bertemu dengan kak Rifan.." ucapnya sombong.

"Maksud Nona tuan Rifan..." ralat Fikri dengan sengaja.

"Cih..banyak omong..." ucapnya sinis.

"Tuan Rifan...Nona Biangka ingin bertemu anda...!" seru Fikri nyaring.

"Tuan pasti itu calon istri tuan yang ingin mengadu pada tuan, lebih baik tuan temui dulu dia..." kata Rosa datar .

Mendengar ucapan Rosa , Rifan ber kata

"Suruh dia masuk Fik..." ucap Rifan tanpa beranjak dari sisih Rosa. dia dengan lembut masih mengoleskan salep di kedua pipi Rosa.

Tak berapa lama terlihat Biangka masuk bersama sekertarisnya. ketika sampai di dalam ruangan, dia melihat Rifan sedang duduk di dekat Rosa sambil mengoleskan salep ke pipi Rosa . melihat semua itu, terlihat Wajahnya yang memerah karena marah.

"Kak Rifan..apa yang kau lakukan..? kau tega berbuat seperti itu di depanku...?" kata Biangka marah.

"Apa yang aku lakukan...? apa aku salah mengoleskan salep ke wajah Rosa..?" kata Rifan sambil asyik mengoles salep sambil menium memar di pipi Rosa.

"Tuan cukup...! calon istri tuan akan semakin marah padaku.." ucap Rosa pelan.

"Diam..." atau aku akan menutup mulutmu dengan bibirku ha..." ancam Rifan dengan tenang. Mendengar ucapan Rifan , mulut Risa seketika terdiam. Dia tidak ingin ancaman Rifan benar- benar terjadi. Sedang Dikra yang mendengar ancaman Rifan pada Rosa hingga membuat Rosa terdiam, hampir saja tertawa keras . dengan susah payah dia menahan tawanya.

"Kau melukai hatiku kak....Bukankah kau tahu aku mencintaimu..." kata Brangka sedih.

"Tapi kau juga tahu sejak dulu aku tidak pernah mencintaimu...dan tidak pernah menganggapmu sebagai calon istriku, lalu kenapa kau berani sekali menampar karyawanku dan mengaku calon istriku..!" kata Rifan dingin.

"I..i..itu karena dia melukaiku...! lihatlah tanganku sampai memerah..." ucapnya sendu .

"Apa benar itu Ros...?" tanya Rifan pada Rosa.

"Benar..." jawab Rosa datar.

"Kenapa kau melukai dia...?" tanya Rifan lembut. mendengar ucapan Rifan yang lembut pada Rosa, Biangka merasa hatinya sakit, panas. dan iri . dia mengepalkkan tangannya dengan erat , hingga melukai tangannya.

"Tanyakan sendiri pada calon istri tuan, kenapa dia mendapat perlakuan kasar dari saya... dan kalau tuan tidak terima, tuan bisa memecat sa..." ucapan Rosa belum selesai ketika sebuah kecupan lembut bibir Rifan mendarat di bibir merahnya. Tentu saja perbuatan Rifan membuat semua yang ada di dalam ruangan itu menjadi syok berat. apalagi Rosa yang kaget bukan main.

"Tu..tuan....! apa- apaan sich...!" seru Rosa marah tanpa sadar dia menampar pipi Rifan . Dia berdiri dan berlari keluar dari ruangan Rifan. Dia pergi karena menahan kemarahan pada Rifan, kalau dia tidak keluar, dia takut kalau dia tidak mampu menahan keinginannya untuk menghajar Rifan.

"Beraninya dia mengambil ciuman pertamaku.." seru Rosa dalam hati. Ketika sampai di luar ruang Rifan dia mengajak pada kedua Pengawalnya untuk pergi meninggalkan ruangan Rifan.

Asep dan Mamat segera mengikuti Rosa dengan cepat.

Sedang Rifan dan semua orang yang berada didalam ruangan tertegun dengan perbuatan Rosa. namun saat mereka sadar, Rosa telah pergi dari ruangan itu.

"Rosaaa...!" teriak Rifan sambil berlari keluar ruangan. dan dia sudah tidak melihat keberadaan Rosa dan kedua temannya.

"Nis...kemana Rosa...!" seru Rifan ketakutan .

"Di..dia sudah pergi tuan...!" seru Nisa takut.

"Siit...Fikri..Dikra...kejar gadis itu...!" seru Rifan ketakutan.

"Baik Bos..." jawab kedua pengawal itu.

Dikra segera menelfon satpam di luar agar menahan Rosa yang akan pergi. namun perintah Dikra terlambat, sebab Satpam melihat Rosa dan kedua temannya sudah pergi dari perusahaan EKG dengan mengendarai motor balapnya dengan cepat.

"Tuan...mereka telah keluar dengan mengendarai Motor mereka dengan kecepatan tinggi...!" seru sang Satpam.

"Brengsek...kita terlambat Fik...!" seru Dikra kesal.

"Ya Tuhan...semoga kita bisa menemukan mereka..." teriak Fikri sambil berlari kedalam lift khusus petinggi perusahaan. ketika mereka sampai di lantai bawah, mereka bergegas pergi ke parkiran mobil mereka . ketika mereka melewati pos penjagaan, Dikra bertanya pada satpam ,

"Ke arah mana mereka pergi...?" tanya Dikra .

"Kearah Sana pak...!' seru satpam sambil menunjuk arah kepergian Rosa . Dengan cepat mereka menujju arah yang di tunjuk Satpam. namun beberapa meter dari kantor EKG , ternyata ada perempatan jalan.

"Ya ampuun...kita pilih jalan yang mana Fik..?" tanya Dikra bingung.

"Belok kiri Fik...bukankah ini jalan menuju pantai...biasanya seorang cewek yang sedang marah akan memilih pantai untuk menghibur hati..." kata Fikri yang merupakan seorang Playboy . akhirnya Dikra setuju menuju arah sebelah kiri.

Sedangkan Rosa dan kedua pengawalnya

menuju ara berlawanan dari mereka , Yaitu arah sebelah kanan yang menuju arena sirkuit balap Motor. Ketika mereka sudah berada di dalam , Rosa berteriak pada Asep dan Mamat.

"Ayo kita latihan...gue lama tidak melakukan latihan...!" seru Rosa pada keduanya.

"Siapa takut..." teriak Asep.

"Kita lakukan lima kali putaran...!" seru Rosa lagi .

"Siap Bos.." jawab mereka berdua hampir bersamaan. tak lama terlihat tiga Motor balap saling berpacu di sirkuit balapan. Dan Rosa pun lupa akan kemarahannya tadi.

Sedang di dalam perusahaan EKG terlihat Rifan yang marah dan kesal. Melihat semua yang terjadi, Biangka merasa bahagia, karena dia melihat Rifan marah. Dia berfikir Rifan marah karena tamparan Yang dinlakukan oleh Rosa.

"Kak...Dia memang gadis Brengsek... berani sekali dia menamparmu. .."ucap Bingka mengkompori sambil berjalan kearah Rifan, Dia seperti mendapat kesempatan untuk mendekati Rifan. namun dia salah. mendengat Biangka menjelekkan nama Rosa, dia menjadi marah. Dia menatap Biangka yang akan mendekatinya.

"Stop jangan mendekat. apa hakmu mengatakan kalau Rosa salah..ingat semua ini karena dirimu, jika sampai Rosa tidak dapat mereka temukan, maka kau bersiaplah untuk keluar dari perusahaanku..." ucap Rifan dingin .

"Tapi Kak.. ak..." belum selesai ucapan Biangka , terdengar ucapan Rifan yang marah.

"Keluar kau....!" seru Rifan marah.

"Kak...!" kata Biangka berusaha merayu Rifan.

"Keluaaaar....!" teriak Rifan marah.

Akhirnya Biangka keluar bersama sang sekertaris dengan mengepalkan tangannya .

"Rosa.. semua ini gara- gara kamu . lihat saja nanti , kau akan merasakan balasan dariku, kau akan tahu akibat bermasalah denganku..." ucap Biangka marah .

"Maaf kita lanjut Besok lagi ya.

Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu .

Bersambung .

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒘𝒂𝒋𝒂𝒓𝒍𝒂𝒉 𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒎𝒂𝒓𝒂𝒉

2024-11-10

0

Oi Min

Oi Min

nyosor ae kyo soang rak kwe Fan....... nesu dadine

2024-08-28

0

Oi Min

Oi Min

pekok...... dasar sombonk.. ...... lu kagak tau siapa yg lu lawan Biang kerok????

2024-08-28

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!