"Tuan...bukankah Kekasih anda sudah pulang, bagaimana kalau tuan menceraikan saya sekarang..." tanya Rosa.
Plaak...
"Kau ingin mengaturku ha...!" teriak Danar kembali menampar Rosa. Hingga kacamata Rosa hampir terlepas . Untung saja dengan cepat Rosa memegangi kacamatanya. Bik Sum yang melihat Rosa di hajar , hanya bisa meneteskan air mata.
"Sialan...dia kembali menamparku... sabar, sabar...semakin banyak kau menamparku, semakin sakit balasan dariku...!" teriak Kanaya dalam hati.
"Bukan..bukan begitu tuan...bukankah anda sudah bertemu Nona muda...apa salahnya kalian menikah..." ucap Risa sambil menangis .
"Enak saja...apa kau ingin orang tuaku tahu ha...dasar gadis murahan...hmm.. tapi baiklah kalau kau ingin lepas dari pernikahan kontrak ini, bisa saja asal kau bisa membayar uang finaltinya..." ucap Danar dengan wajah menghina.
"Maksud tuan yang dua puluh lima juta itu...?" tanya Rosa dengan wajah sedih dan air mata mengalir dengan deras.
"Nach itu kamu sudah tahu...?" ucap Danar sinis.
"Mana mungkin saya bisa tuan..." ucap Rosa sedih.
"Kalau begitu jangan bermimpi...! sudah sekarang cepat pergi sebelum aku lebih para menghajarmu , atau apa kamu ingin aku mengurungmu lagi tanpa makan dan minum selama dua hari ...!" bentak Danar.
"Tidak, tidak tuan...saya akan keluar..." ucap Rosa ketakutan. Dia segera mengambil tas miliknya serta tanoa detahu Danar dan Mirna dia mengambil ponsel rekamannya. Setelah itu dia berlari keluar rumah.
"Sesampainya di luar rumah. Dia berjalan sambil mengomel.
"Sialan sakit sekali tamparan pria itu.. Apa Rosa asli merasakan ini tiap hari..? Dasar pria laknat. Rasakan kehancuranmu mulai hari ini...!" seru Rosa sambil tersenyum devil. Sambil berjalan kearah restoran tempat dia kerja dia menelfon Mamat.
"Assalamualaikum Bos...!" seru Mamat bahagia.
"Waalaikum salam Mat..sudah kubilang jangan memanggilku Bos bodoh...!" ucap Rosa marah.
"Maaf Nona Rosa..." ucap Mamat patuh.
"Siapkan uang yang 30 jt. Tunggu aku menelfonmu untuk mengantarkan uang itu dan sekalian menjemputku...oh ya jangan memakai mobilku, pakai mobilmu saja...!" ucap Rosa datar. sebab mobil Mamat mobil Fortuner . jika bik Sum jadi ikut bisa masuk kedalamnya. tapi jika memakai mobil sport milikku, lalu bik Sum di taruh di mana..
"Siap Nona...Mamat akan membawa uang itu dan mobil milik mamat saat anda menelfon Mamat.." ucap mamat dengan gembira.
"Baik..jangan sampai kau jauhkan ponsel dari mu, agar aku tidak kesulitan menghubungimu..." ucap Rosa pada Mamat.
"Baik Nona..." ucap Mamat dengan sigap.
"Ya sudah aku kerja dulu Asalamualaikum..." ucap Alea sambil menutup sambungan telfonnya.
Setelah itu dia menelfon tuan Anggoro.
Pada dering ketiga baru terdengar suara seorang pria yang terdengar lembut.
"Asalamualaikum ..siapa ini...?" tanya tuan Anggoro lembut.
"Waalaikum salam Pa...ini Rosa pa istri mas Danar..." ucap Rosa lembut.
"Ya ampun nak...tumben kau menelfon papa...?" ucap tuan Anggoro kaget.
"Apakah Papa baik- baik saja...?" tanya Rosa .
"Kami baik- baik saja nak...gimana dengan kalian...?" ucap tuan Anggoro lembut.
"Kami baik- baik saja pa.. Oh ya Pa... apakah Papa punya waktu untuk datang kerumah kami Pa...?" tanya Rosa lagi.
"La ini Mamamu mengajak Papa kesana, Memangnya ada apa nak..?" tanya Tuan Anggoro lagi.
"Tidak ada Pa..hanya Rosa kangen sama mama...?" ucap Rosa .
"Baiklah sebentar lagi kami akan berangkat, mungkin nanti sore kami sudah sampai di rumah kalian..." lanjut tuan Anggoro.
"Trimakasih Pa...kami akan menunggu Papa..." ucap Rosa gembira.
'Ya sudah Rosa tutup dulu ya Pa soalnya Rosa mau kerja, Asalamualaikum.." kata Rosa mengakhiri panggilannya.
"Waalaikum salam..." jawab tuan Anggoro.
Tanpa terasa Alea telah sampai di tempat kerjanya. Sebelum masuk kerestoran cepat saji itu, Rosa kembali menelfon Mamat agar menyiapkan uang 30 juta dan di antarkan saat Rosa pulang kerja nanti. Setelah itu Risa segera masuk kedalam restoran .
Saat Rosa masuk Pipinya yang memera bekas tamparan , membuat para sahabatnya kaget dan marah .
"Ros...kau mendapat tamparan lagi...?!" seru Siska marah.
"Ya Tuhan...jahat sekali pria itu...!" ucap Riska marah .
"Kenapa tidak kita laporkan saja kejadian ini pada yang berwajib Ros...!" seru Egik.
"Tenanglah sahabatku...semua ini memang aku sengaja agar dia menamparku, ini semua kulakukan agar aku bisa bebas dari tangannya dengan hadiah khusus untuk mereka..." kata Rosa dengan tenang.
"Apa maksudmu...?" seru Siska kaget.
"Kalian bisa libat nanti..." ucap Rosa dengan tersenyum .
Ketiga teman- temannya saling berpandangan.
"Ya sudah ayo kita mulai kerja...!'Ucap Alea sambil terkekeh melihat para temannya menatapnya dengan wajah penuh tanya. Merekapun segera kembali kepekerjaan mereka. Alea melakukan tugas hari ini dengan baik. Karena hari ini dia akan mengundurkan diri lebih dulu untuk menghindarkan restoran mas Herman di kacaukan oleh Danar. Dan kalau Danar masih juga mengacaukan restoran ini walaupun dia sudah keluar, maka dengan terpaksa Rosa akan menggantinya. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Kini saatnya Rosa menyelesaikan masalahnya . saat sebelum pulang dia berbicara pada ketiga sahabatnya.
"Sahabatku, Siska , Riska dan Egik...aku berharap kalian jangan kaget ya... mungkin mulai besok aku tidak masuk dulu, untuk mencegah Danar melakukan sesuatu pada restoran ini, mungkin aku akan mengundurkan diri dulu dari restoran ini. Karena hari ini aku akan mengakhiri perkawinanku dengan Danar. Untuk itu jika ada sesuatu kalian hubungi saja aku..." ucap Rosa dengan wajah tenang.
"Jadi kau sudah memutuskan untuk pergi dari si keparat itu Ros..." ucap Egik.
"Iya...aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya..." jawab Rosa.
'Bagus aku mendukungmu sahabat..." ucap Siska.
"Aku juga...!" seru Riska .
"Aku Juga...!" kata Egik.
"Trimakasih sahabatku..." ucap Rosa sambil memeluk mereka bertiga bergantian. Setelah itu dia pergi ke ruangan Herman.
Saat Herman mendengar perkataan Rosa dia sangat kaget.
"Untuk apa kau keluar Ros...biarkan saja kau tetap bekerja. Dia tak akan berani melakukan itu pada restoran ini...!" seru Herman Marah.
"Mas..biarkan aku menghindar dari dia sementara, nanti kalau keadaan sudah tenang aku akan kembali bekerja di sini..." ucap Rosa dengan wajah memohon. Terlihat Herman menatap Rosa yang memakai kacamata tebalnya.
"Apakah kau tidak ingin membuka kacamatamu walau hanya sebentar Ros..?" tanya Herman pelan.
"Mas...apa hubungannya aku meminta ijin dengan membuka kacamataku ..?" kata Rosa Heran.
"Setidaknya aku bisa melihat wajah aslimu untuk terakhir kali Ros..." kata Herman Pelan.
"Jadi mas Herman mengijinkan aku pergi mas...?" kata Rosa senang.
"Yaaa...dengan terpaksa aku harus menyetujui permintaanmu walaupun aku harus kehilangan salah satu pegawaiku yang baik..." ucap Herman pelan.
"Baiklah karena Mas Herman sudah mengijinkan diriku pergi, aku akan membuka kacamataku..." kata Rosa sambil terkekeh. Tak lama terlihat wajah cantik Rosa yang tanpa make up sama sekali.
"Gadis yang cantik...bodoh sekali pria yang telah menyia- nyiakan wanita ini.." batin Herman .
"Ya sudah mas aku langsung Pulang, Selamat malam mas Herman... Assalamualaikum..." kata Rosa memberi salam.
"Walaikum salam Ros , hati- hati...dan ingat Restoran ini pintunya selalu terbuka untukmu..." ucap Herman saat Rosa akan menutup pintu.
"Trimakasih mas..." jawab Rosa sambil menutup pintu ruangan Herman.
Setelah Rosa pergi terlihat Herman termenung. Tak lama terlihat senyum di wajahnya. Entah apa yang ada di dalam fikiran herman .
Sedang Rosa sendiri kini berjalan kearah dapur kembali. Setelah berpamitan dengan para sahabatnya, Rosa segera keluar dari Restoran tempat dia bekerja. Ketika sampai di pinggir jalan, dia melihat Mamat dan mobilnya sudah menunggu di pinggir jalan. Dia segera menyebrang jalan dan menghampiri Mamat. Melihat sang Bos sudah keluar dia segera membuka pintu , dan segera masuk kedalam mobilnya setelah sang Nona besar sudah duduk dengan tenang di dalam mobil.
"Kita langsung pulang Nona...?" tanya Mamat pada Alea sambil menghidupkan mobilnya.
Kau sudah mengambil uang itu...?" tanya Rosa pada Mamat.
"Sudah Nona...itu di belakang..." jawab Mamat.
"Bagus...kita langsung pulang Mat..." jawab Rosa gembira.
Tak berapa lama mereka telah sampai di rumah besar Danar. Terlihat di garasi mobil ada mobil baru. Pasti itu mobil milik tuan Anggara.
"Ternyata mereka sudah datang..." batin Rosa .
Perlahan mobil Kanaya berhenti agak jauh dari rumah Danar. Rosa segera mengambil uang yang ada di jok belakang.
"Mat..kau tunggu disini ya...nggak apa- apakan kalau agak lama...?" kata Rosa.
"Tidak masalah Nona...aku akan menunggu anda kembali..." jawab Mamat
"Okey aku pergi...oh ya kalau jadi , nanti ada yang akan ikut kita Mat..!" ucap Rosa.
"Siapa Non...?" tanya Mamat heran.
"Bibik yang selalu membantu Rosa saat di tindas suaminya.." ucap Kanaya.
"Baik Nona..." jawab Mamat.
Akhirnya Rosa keluar dari dalam mobilnya setelah menaruh kotak berisi uang 30 jt itu kedalam tas punggungnya. Setelah itu dia melangkah kerumah danar melakui pintu depan. Ketika sampai di depan pintu. Dia melihat Papa dan Mama mertuanya ada di sana. Mereka sedang berbincang dengan Danar dan Mirna. Melihat semua itu Rosa tertawa dalam hati.
"Pas banget waktunya...ternyata pelakor sudah ada di sini . baguslah..." ucap Rosa tertawa.
Melihat kedatangan Rosa terlihat Danar sangat marah.
"Selamat malam Pa ..Ma...sudah lama..?" tanya Rosa sopan.
"Malam nak Rosa...apa kabar, Baru datang nak...?" tanya tuan Anggoro lembut.
"Baik Pa...maklum mencari uang buat makan Pa...." ucap Rosa tenang .
"Buat Makan...?" tanya tuan Anggoro heran.
"Iya Pa...buat makan, kalau Rosa tidak kerja darimana Rosa dapat uang untuk makan ..." kata Rosa tenang.
"Apa maksudmu...?" tanya tuan Anggara kaget.
"Ah...Rosa hanya bercanda Pa...iya kan sayang...!" ucap Danar sok mesra. Dia berdiri akan menghampiri Rosa.
"Tunggu tuan Danar...aku tidak sedang bercanda...jadi silahkan anda duduk dulu. Kita sekesaikan hari ini..." ucap Rosa dengan tenang.
"Papa...saatbini Risa akan berkata junur pada Mama dan Papa. sebenarnya selama ini Rosa bukan istri tuan Danar. Rosa di sini hanya penumpang tidur saja..." sebelum ucapan Rosa berlanjut terdengar teriakan Danar.
"Tutup mulutmu Rosa...!" teriak Danar marah.
"Kenapa tuan Danar yang terhormat.
.apakah anda takut pada Papa anda..?"
cemooh Rosa .
"Ada apa ini sebenarnya Danar...?" tanya tuan Anggoro mulai curiga.
"Tidak, tidak ada apa-Apa Pa..." ucap Danar mulai resah.
Melihat situasi yang semakin panas, Mirna tidak enak.
"Maaf lebih baik saya pergi..." ucapannya sambil berdiri.
"Tunggu dulu Nona...karena masalah ini berhubungan dengan nona besar...!" seru Rosa mencegah Mirna pergi.
"Apa maksudmu nyonya Danar...aku hanya tamu teman suami anda..." ucap Mirna merasa cemas.
"Cukup Rosa...!" teriak Danar marah.
"Tidak bisa tuan Danar...kita selesaikan hari ini...dan kau DUDUK....!" seru Rosa dengan nada mengintimidasi . Mirna akhirnya duduk.
"Ma, Pa....apakah saat Papa, dan Mama menyuruh putra anda untuk menikah dengan diriku sudah Papa dan Mama tanyakan kesediaannya...?" tanya Rosa pada tuan Anggoro .
"Memangnya kenapa nak...?" tanya tuan Anggoro kaget.
"Karena setelah selesai pernikahan dia memberikan kontrak pernikahan yang isinya kami hanya menikah dalam saru tahun dan setelah itu kami bercerai.
"bohong Itu Pa...!" teriak Danar.
"Diam kau...dan tutup mulutmu..." bentak tuan Anggoro pada putranya.
"Teruskan nak...!" ucap tuan Anggoro lagi pada Rosa dengan nada kembut.
"Kontrak itu akan berakhir satu tahun setelah sang kekasih kembali entah dari mana. Dan dialah kekasihnya...dan Apakah Papa tahu apa yang di lakukan oleh putra Papa padaku...? setiap hari aku akan mendapat tamparan atau pukulan jika parang atau wajahku terlihat oleh matanya. Dan itu tidak cuma sekali atau dua kalian. Apa papa juga ingin tahu kamarku...? Kamarku ada di belakang kamar bibik Sum yang dulu sebuah gudang. Kalau aku ingin keluar atau minta cerai karena aku tidak bisa, maka dia akan mengabulkan kalau aku bisa membayar denda finalti pada dia sebesar 25 jt. Baru dia akan mengabulkan permintaanku..." ucap Rosa sambil menatap wajah Danar dengan sinis.
"Bohong dia Ma, Pa...aku tidak berkata seperti itu..." teriak Danar .
"Bohong...? Aku ada buktinya tuan..Dan kekejaman putra anda bukan hanya itu Pa.... Satu bulan yang lalu dia memasukkan aku kedalam kamarku dan menguncinya dari luar selama dua hari tanpa minum dan makanan, sedang Bik Sum tidak bisa menolongku karena dia mendapat ancaman dari tuan besar Danar. Kalau Papa tidak percaya perkataanku , ada saksi bik Sum dan aku telah mengirimkan bukti perbuatan anak Papa dengan wanita itu sudah beberapa bulan mungkin juga tahun sebelum dia menikahi aku .silahkan Papa dan mama lihat sendiri Vidionya..." ucap Rosa sambil menatap Danar yang sudah berwajah merah. Dia bingung Vidio apa yang di kirimkan Rosa pada kedua orang tuanya.
"Dan ini kompensasi uang yang kau harapkan dariku ..di sana ada uang tiga puluh juta, kau bisa menikmati dengan kekasihmu itu...." ucap Rosa sambil melemparkan kotak uang yang berisi uang 30 jt.
Sedang tuan dan nyonya Anggoro melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat di dalam Ponselnya. Semua perbuatan Danar dan Mirna serta perbuatan Danar pada Rosa sudah terlihat jelas.
"Pa...akan kupanggilkan bik Sum.. Bik..apakah kau sudah siap...?'teriak Rosa.
"Sudah Non..."ucap bik Sum pada Rosa. Dia datang dengan membawa beberapa tas pakaian .
"Bik mau kemana...?" tanya Nyonya Anggoro .
"Bik katakan pada Mama dan Papa semuanya..." ucap Rosa.
"Yang di katakan Nona Rosa semuanya Benar Nyonya, tuan...maafkan saya yang hanya diam saja saat Nona Rosa di zolimi oleh tuan Danar. Karena itu saya mohon diri untuk pergi dari sini. Saya sudah tidak bisa tinggal disini lagi nyonya. Saya tidak kuat melihat penderitaan Nona Rosa.
"Kaauuuu...!" teriak tuan Anggoro sambil mendekati Danar. Dan
Plaak..
Plaak...
Empat tamparan mendarat dengan mulus di pipi Danar.
"Kau tahu siapa gadis yang kau siksa itu..?" teriak tuan Anggoro marah.
"Demi menolong nyawa Papa, kedua orang tuanya telah jadi korban, kalau tidak ada kedua orang tua gadis itu, Papa dan Mamamu tidak ada lagi di dunia ini. Tapi apa yang telah kau lakukan, demi gadis seperti pelacur ini kau mengorbankan nyawa kedua orang tuamu.
"Pa....! Dia kekasihku...!" teriak Danar marah.
"Bagus...karena kau sudah menganggap kedua orang tuamu lebih baik dari gadis itu. Maka kau ikut dia , dan kau tidak punya ikatan Apapun dengan Papa dan Mamamu....!" teriak tuan Anggoro marah. Lalu dia menatap kotak uang milik Rosa.
"Dan kau nak Rosa..bawa kembali uang ini..ini milikmu, aku yang akan menguruskan surat ceraimu. Setelah surat cerai selesai nanti akan aku telfon dirimu. Maafkan Papa nak..." ucap tuan Anggoro. Rosa membuka kacamatanya. Dan menaruh di dalam tas punggungnya. Kini terlihat wajah teramat cantik Rosa. Danar yang melihat penampilan Risa kaget bukan main, gadis yang sangat dia benci ternyata kecantikannya melebihi Mirna.
"Trimakasih Pa , Ma..kalau begitu Rosa undur diri. Assalamualaikum..." ucap Rosa sambil mengambil uang miliknya serta memberi salam sebelum keluar dari rumah Danar .
"Wa'alaikum salam..." jawab papa dan Mama Danar . sedang Danar hanya bisa tercengang melihat pada Rosa yang melangkah pergi bersama bik Sum.
Rosa segera membawa Bik Sum ke mobilnya yang berada tidak jauh dari rumah Danar. Saat sampai di mobil milik Mamat . Bik Sum kaget ketika Rosa menyuruh masuk kedalam mobil.
"Bik..silahkan masuk..." ucap Risa pada bik Sum sambil membuka pintu penumpang.
"Non...ini mobil siapa..?" tanya Bik Sum takut.
"Jangan takut bik...ini mobil milik teman Rosa..Rosa tadi pinjam untuk membawa bibik agar kita tidak kesulitan kendaraan.." kata Rosa berbohong.
"Ooo.. baik Non.." ucap bik Sum sambil naik kedalam. setelah bik Sum masuk, Risa segera masuk kedalam mobil dekat sopir. tak lama mobil itu pergi dari depan rumah Danar.
Setelah kepergian Rosa, tuan Anggoro segera berkata.
"Mana surat- surat perusahaan..." ucap tuan Anggoro dingin.
"Pa...maafkan aku Pa...!" ucap Danar ketakutan.
"Cepat...berikan surat- sirat perusahaan semuanya, juga ATM milikmu, karena semua uang yang ada di dalam ATM adalah milik perusahaan.
"Tapi Pa...." Danar berusaha merayu sang Papa.
"Cepaaat...!" teriak tuan Anggoro marah. Danar segera berlari mengambil surat- surat perusahaan. Dia lalu memberikan pada tuan Anggoro. Setelah mendapatkan surat- surat penting perusahaan , tuan Anggoro segera pergi dari rumah Danar.
Terlihat sang istri masih menangis. mereka tak percaya Danar putra mereka begitu tega menyiksa gadis yatim piatu istrinya sendiri.
maaf udahan dulu ya...jangan lupa like, vote dan komennya Author tunggu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒓𝒂𝒔𝒂𝒊𝒏 𝑫𝒂𝒏𝒂𝒓 𝒊𝒕𝒖 𝒃𝒍𝒎 𝒔𝒃𝒓𝒑 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒂𝒍𝒂𝒔𝒂𝒏 𝒅𝒓 𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒋𝒅 𝒕𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖 𝒔𝒂𝒋𝒂 𝒚𝒈 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒏𝒋𝒖𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒍𝒃𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒊𝒌 𝒍𝒈 😏😏
2024-11-09
0
Oi Min
yohke...... rasakno Danar danur
2024-08-27
0
Sandisalbiah
good kob Rosa... Damar sudah kere.. finansial dia sudah sekarat.. sekatang tinggal buat jasad nya juga menyusul sekarat..
2024-08-25
1