Kanaya merasakan kepalanya pusing dan sakit sekali , dia melihat tempat di sekitarnya.
"Auuu...kenapa kepalaku pusing dan sakit...dan dimana ini...bukanya aku sudah mati jatuh kejurang...apa ini neraka ya...tapi kok seperti kamar sempit dan pengap..." fikir Kanaya sambil menatap ruang yang sekarang dia tempati. Namun tiba- tiba kepalanya semakin sakit dan diapun jatuh pingsan lagi. Dan saat itulah semua memori ingatan Rosa terlihat jelas di dalam mimpi Kanaya. Dari mulai Rosa kecil saat papa dan mama Rosa masih hidup sampai kedua orang tuanya meninggal , Juga saat dia di hajar dan di masukkan kedalam kamar itu sebagai hukuman untuknya . setelah memori kehiduoan Rosa tergambar jelas di otak Kanaya dia pun tersadar dari pingsannya.
Dia menatap seluruh isi kamar itu , ternyata persis seperti di dalam mimpinya. Perlahan dia berdiri. Dia merasakan tubuhnya lemas sekali.
"Ternyata Tuhan membiarkan aku hidup di dalam tubuh wanita ini... Ternyata hidup wanita ini sangat menderita. Semua ini gara- gara orang tua dan pria brengsek itu. ..baiklah karena Tuhan memberiku hidup di dalam tubuh ini, aku akan menolongmu gadis malang..aah... kenapa tubuh gadis ini lemah sekali.. berapa hari dia tidak di beri makan, dasar manusia rendah. Rasakan pembalasanku nanti... Ya Allah...kenapa gadis ini begitu menderita..." kananya perlahan berjalan kearah cendela kecil yang tertutup.
Perlahan dia membuka cendela itu. Dia merasakan hawa segar masuk kedalam kamarnya. membuat tubuhnya merasakan kesegaran walau masih lemah . Dia kembali melangkah menyusuri kamar itu untuk melihat isi kamar . Ada almari kecil, dan tempat tidur seukuran satu orang. Dan dia melihat sebuah ponsel ada di atas almari kecilnya. Perlahan dia mengambil ponsel itu. Ketika akan menghidupkan ponselnya ternyata batrai sudah habis. Kanaya segera mencari charger untuk mengisi batrai. Namun dia tidak menemukannya. Saat Kanaya sedang sibuk, tiba- tiba terdengar langkah kaki kearah kamarnya. Kanaya segera berjalan kearah tempat tidur kembali. Ketika pintu terbuka, seorang wanita paruh baya masuk kedalam kamar dengan membawa piring berisi makanan. Wanita itu terlihat menangis.
"Non...maafkan bik Sum ya...bik Sum tidak bisa memberi makan Non Rosa, soalnya kunci di bawa den Danar.." ucap wanita paruh baya itu.
"Tidak apa- apa bik...boleh aku makan nasi ini lebih dahulu bik...soalnya aku lapar banget..." ucap Kanaya Pelan.
"Boleh.boleh non..." ucap bik Sum sambil memberikan piring nasi pada Kanaya. Kanaya melihat di atas piring hanya ada nasi dengan lauk tempe dan kuah sop . melihat semua itu. Nafsu makan Kanaya hilang. Namun demi mengisi perutnya Kanaya memakan makanan itu dengan cepat. Setelah selesai Kanaya menatap bik Sum dengan wajah tenang.
"Lalu kenapa sekarang bibik bisa membuka pintu itu...?" tanya Alea .
"Den Danar tadi memberikan kunci ini agar saya membebaskan Non Rosa dari hukuman..." jawab bik Sumi.
"Sekarang den Danar di mana bik...?" tanya Alea lagi.
"Dia sudah berangkat kerja Non...apa non Rosa masih lapar..? Biar bibi ambilkan lagi nasinya, mumpung den Danar nggak ada..." ucap bik Sum prihatin.
"Nggak usah bik...Rosa sudah kenyang.." tolak Alea halus. Terlihat bik sumi menatap Alea dengan wajah prihatin.
"Berapa hari aku di hukum bik...?" tanya kanaya dengan wajah tenang.
"Non Rosa sudah lupa...?" tanya bik Sum kaget.
"Aku pingsan bik..." jawab Risa. Bukan cuma pingsan , tapi mati...ucap Kanaya dalam hati.
"Ya Allah non...maafkan bibik non ...non Risa di hukum dua hari non..?" ucap bik Sum dengan air mata mengalir dari mata tuanya.
"Dan itu tanpa makan dan minum...?" tanya Alea marah.
'Benar non...kemaren bibik sudah meminta kuncinya pada den Danar, tapi den Danar bilang bukan urusan bibik...
Non...maafkan bibik yang tidak bisa menolong non Rosa..." tangis bik sum pecah. Melihat bik Sum menangis Kanaya segera memeluk wanita paruh baya itu.
"Sudah bik jangan menangis, bukankah Rosa sekarang sudah baik- baik saja bik." ucap Kanaya sambil melepas pelukannya.
"Non..kenapa non Rosa tidak keluar dari rumah ini saja Non...bibik saja yang nggak di siksa merasa nggak betah apalagi non Rosa...?" ucap Bik Sum sambil menangis.
"Rosa tahu bik...oh ya apa bibik mau ikut Rosa kalau Rosa keluar dari sini...?" tanya Kanaya pada bik Sum.
"Mau non...mau...bibik mau ikut non Rosa saja. Bibik sebenarnya juga sudah tidak tahan melihat kekejaman den Danar pada Non Rosa. .." ucap bik Sum dengan kesal.
"Baiklah Rosa akan mencari uang untuk keluar dari rumah ini. Oh ya bik...apa bibi lihat charger Hp milik Alea...?" tanya Alea lagi.
"Non lupa ya kalau charger milik non Rosa di ambil den Danar saat dia memasukkan non Rosa kekamar ini..." ucap bik Sum lagi.
"Ah...aku lupa bik...mungkin terlalu lama tidak di beri makan bik jadinya pikiranku lemot..." ucap Kanaya berkelakar.
"Ih non Rosa ada - ada saja..." ucap bik Sum sambil tertawa.
"Mungkin memakai milik bibik bisa non..." ucap Bik Sum lagi.
"Kalau begitu bibik bawa aja punya bibik kemari..." kata Kanaya .
"Akan bibik ambilkan non..sekalian bibik bawa gelas dan piring non Rosa..." ucap bik Sum sambil mengambil piring dan gelas bekas makan Kanaya.
"Biar Rosa sendiri yang nyuci bik..." cegah Kanaya. Walau Kanaya putri seorang yang sangat kaya , namun dia tak pernah sombong pada para pembantunya.
"Biar bibik saja yang bawa non...non Rosa masih lemah, takutnya nanti jatuh.." kata bik Sum lagi.
"Baiklah terserah bibik..." ucap Kanaya pasrah. Setelah itu dia melihat bik Sum pergi meninggalkan kamarnya. Sambil menunggu bik Sum datang. Kanaya melihat Hp milik Rosa. Ternyata Hp milik Rosa tergolong Hp yang cukup mahal HP yang fitur di dalamnya cukup lengkap.
"Untung Rosa memiliki Hp cukup modern. Hp ini ketika pertama kali keluar bisa mencapai 15 jt. Tapi kalau sekarang entahlah...nggak kaget juga, bukankah Rosa putri seorang pengusaha kaya. Sayang sekali hidupnya bisa jadi begini. Tapi jangan khawatir sayang...kita akan membalas dendam semua sakit hatimu saudaraku. Kau telah mengijinkan diriku tinggal di tubuhmu, dan aku akan membuat orang yang telah menyakitimu menderita selamanya dan akan menyesali telah menindasmu . kau lihat nanti ya..." ucap Kanaya sambil tersenyum Devil . Tak lama Bik Sum masuk kedalam kamar.
"Non ini non..." ucap Bik Sum sambil memberikan charger miliknya.
"Bismillah semoga bisa bik..." ucap Alea berdoa. Dan untunglah charger itu bisa Alea gunakan untuk menambah daya batrai Hp milik Alea kehabisan daya.
Apa ini memang kebetulan atau Allah memberikan jalan. Akhirnya batari Hp Kanaya dapat di isi .
"Apa non Kanaya akan pergi bekerja..?" tanya Bik Sum lagi.
"Tentu bik...aku takut nanti aku di pecat.." kata Kanaya sambil tertawa.
Bik Sum agak tercengang melihat ada berubah pada sikap Rosa. Rosa yang lembut dan terlihat tidak memiliki percaya diri, Kini terlihat cerah dan banyak omong. Tapi bik Sum merasa bahagia juga melihat perubahan itu.
Alea segera mengambil handuk dan baju ganti sebelum melangkah kearah kamar mandi yang ada di ingatan Rosa.
Sedang bik Sum sendiri pergi ke dapur kembali.
Tak berapa lama terlihat Kanaya sudah memakai baju kerjanya . Setelah selesai dia segera mengambil Hp miliknya. Ternyata batrai sudah terisi 60 persen. Dia segera menghidupkan kembali Hp nya. Terlihat banyak panggilan dan sms dari beberapa nama yang Kanaya tidak tahu siapa mereka.
"Mungkin mereka sahabat Rosa..." gumam Kanaya pelan. Dia memanggil salah satu orang yang sempat menelfonnya. Tak butuh waktu lama telfon segera di angkat.
"Rosa ada apa denganmu ha...kau tidak apa- apa kan..kau tidak di jahati pria brengsek itu kan..kau sekarang di mana..kenapa kau dua hari ini tidak ada kabar beritanya..." terdengar suara seorang gadis dengan nada panik.
"Tunggu...kau kalau tanya pelan- pelan dulu...mana yang akan aku jawab kalau kau bertanya seperti itu .." ucap Kanaya.
"Kau ini...kau tahu kami panik tidak mendengar kabarmu...sekarang kau di mana...?" tanya gadis itu lagi.
"Aku ada di rumah suamiku, tolong kau jemput aku, aku agak lemas. Nanti aku ceritakan..." ucap Kanaya. Sebenarnya Kanaya tidak tahu di mana tempat kerja Rosa. Cuma di dalam ingatan Rosa ,kalau dia kerja di restoran cepat saji.
"Baik aku akan pergi menjemputmu.. Tunggu aku di depan rumahmu..." ucap gadis itu lagi.
"Baik aku akan menunggumu..." jawab Kanaya. Dia segera keluar dari kamarnya. Saat dia berada di luar kamar ,Dia melihat pintu di sebelah gudang yang bersebelahan dengan kamarnya.
"Bik...!" panggil Kanaya pada bik Sum.
"Ya Non..." ucap bik sum sambil menghampiri Kanaya.
"Itu pintu apa bik...?" tanya Kanaya .
"Ih si non..bukankah itu pintu keluar non.." ucap bik Sum lagi .
"Pintu keluar...?" tanya Kanaya lagi.
"Iya..pintu keluar menuju taman belakang, kita bisa menuju jalan tanoa melewati pintu gerbang, cuma lewat pintu belakang yang melewati taman non..." ucap bik Sum.
"Hmm..begitu..jadi selain pintu ini ada pintu lagi menuju luar rumah...?" tanya Kanaya.
"Benar Non...!" jawab bik Sum lagi.
"Kalau begitu Rosa lewat pintu itu saja bik , agar den Danar tidak melihat Rosa, lalu kenapa dulu aku tidak lewat sana saja...?" tanya Kanaya heran.
"Ya ampuun..non lupa ya, saat non Rosa pertama kali lewat sana , non Rosa hampir di gigit ular, karena itu Non Rosa takut lewat sana lagi..." ucap Bik Sum.
"Oo..begitu. Tapi sekarang Rosa ingin lewat sana aja bik, Rosa takut kena pukul den Danar lagi.." ucap Kanaya .
"Benar non lebih baik non lewat pintu itu saja saat pulang..." kata bik Sum menyetujui.
"Baiklah kalau begitu Rosa berangkat dulu ya bik...Assalamualaikum..." ucap Kanaya pada bik Sum.
"Waalaikum salam ..hati- hati non..." ucap bik Sum sambil menutup kembali pintu itu. Kanaya berjalan melintasi taman rumah Danar, dia melihat pintu yang ada di tembok samping rumah. Kanaya segera membuka pintu itu.
"Untuk apa sebenarnya pintu ini..." gumam Kanaya. dia segera membuka pintu dan keluar menuju depan rumah . Ketika Kanaya sampai di depan rumah. Dia melihat seorang gadis sedang duduk di atas sebuah motor metik dia menatap kearah rumah Danar.
Samar ada bayangan gadis itu di dalam benaknya tak lama ingatan Rosa masuk kedalam otaknya.
"Siska...!" panggilnya.
"Gadis itu merespon menoleh kearahnya.
"Rosa...!" serunya sambil menjalankan motornya menuju Rosa yang sedang berdiri.
"Ayo cepat naik..aku menunggu penjelasanmu..." ucap gadis itu .
"Iya nanti aku akan bercerita..." kata Kanaya lembut. Mereka segera melaju di jalanan setelah Kanaya naik keatas motor di belakang tubuh siska. Tak berapa lama mereka telah sampai di depan restoran cepat saji tempat Rosa bekerja. Siska segera membawa Kanaya masuk kedalam restoran itu. Sesampainya di dalam, tiba- tiba Kanaya telah di peluk dua orang sambil menangis.
"Ros...kamu tidak apa- apa kan...?" tanya gadis yang Kanaya tahu bernama Riska.
"Kau tidak apa- apa kan Ros..." ucap cowok yang ikut memeluk Kanaya. Pria itu bernama Egik. Mereka ternyata tiga sahabat Rosa.
"Sekarang cepat kau ceritakan, apa yang sebenarnya terjadi padamu hingga kau tidak ada kabar beritanya selama dua hari ini..." kata Siska .
"Boleh aku duduk..?" ucap Kanaya lembut.
"Ya bolehlah..." jawab Riska sambil membawa Kanaya untuk duduk di kursi yang sudah di ambilkan Egik.
"Sekarang ceritakan semua yang terjadi padamu, kami akan mendengarkan.." kata Egik pelan. Akhirnya Kanaya menceritakan semua yang dia ingat tentang Rosa, Rosa yang di hajar Danar, serta Rosa yang mendapat hukuman kurung selama dua hari tampa makan dan minum hingga mati, cuma mati di gantin pingsan oleh Kanaya . mendengar perkataan Kanaya semua sahabat Rosa marah.
"Dasar bajingan...ingin rasanya aku mencek lehernya...manusia biadap...!" seru Siska marah. Mereka kembali menangis.
"Ros...lebih baik kau keluar dari rumah itu, kau pergi jauh saja kenapa sich..!" seru Riska marah.
"Ck..apa yang kau maksud aku harus kabur gitu...?" tanya Kanaya .
"Iya...lebih baik kau kabur dari pria terkutuk itu..."ucap Riska lagi.
"Ya nggak bisa sayang...namaku jadi taruhannya. Dia bisa memfitnahku kabur bersama pria lain, dan bukan salahnya dia menceraikanku..." ucap Kanaya .
"Benar juga sich...lalu bagaimana agar kau lepas darinya...?" tanya Siska.
"Aku akan mencari uang untuk kompensasi itu. Dan aku akan menjebak dia agar mama dan Papanya tahu apa yang dilakukan anak kesayangan mereka kepadaku..." ucap Kanaya lagi.
"Gimana caranya...dan dimana kau akan mendapatkan uang itu...?" tanya Siska .
"Tenang saja sahabat- sahabatku...kau akan tahu apa yang akan aku lakukan sekarang..ya sudah ayo kita kerja lagi, untung belum ada pembeli, kalau tidak pasti Bos marah pada kita..." ucap Kanaya sambil tersenyum manis.
Merekapun segera kembali melakukan rutinitas seperti biasanya. Dan saat Herman tahu Rosa datang, dia mendatangi Rosa, Dia memberi Kanaya libur dua hari saat mendengar cerita Rosa dari Siska, namun Rosa tak mau karena kalau di rumah dia takut Tuan Danar yang terhormat akan menyiksanya. dan dia takut kalau dia lepas kendali menghajar Danar, kalau itu terjadi. kesalahan pasti ada pada Rosa dan itu merugikan kanaya, Sebab Kanaya ingin Danar merasakan penderitaan yang membuat dia ingat perbuatannya .
Saat pulang kerja Siska ingin mengantar Kanaya , namun Kanaya menolak karena dia sudah tahu jalan kerumah Danar. Akhirnya Siska pulang sendiri.
Setelah berpamitan pada Mas Herman sang pemilik restoran . Kanaya segera keluar dari restoran tempatnya dia bekerja. Dia berjalan sendirian di jalanan yang mulai terlihat agak sepi. Sesampainya di rumah dia melihat keadaan ruma lampunya masih terang benderang, sepertinya di rumah besar itu kedatangan tamu . Perlahan Kanaya berjalan kearah belakang rumah. Sesampainya di sana dia membuka pintu. Dia melihat keadaan taman belakang sepi . Dia segera masuk kedalam rumah. Sampai di depan gudang dia melihat Bik Sum masih terlihat sibuk di dapur. Dengan perlahan dia masuk kedalam kamarnya. Ketika dia ingin menutup pintu kamarnya bik Sum lewat.
"Kau sudah datang nak...?" tanya bik Sum lembut.
" Iya bik...banyak tamu ya...?" tanya Kanaya.
"Iya nak...den Danar membawa beberapa temannya datang kesini, untung kau lewat belakang. Kalau tidak pasti kau terkena hukuman lagi..." ucap bik Sum lembut.
"Benar bik..untung saja ada jalan lain... Ya sudah Rosa istirahat dulu bik, maaf tidak bisa membantu bibik .." ucap Roda
"Ndak masalah...tidurlah, selamat malam nak..." ucap bik Sum pada Kanaya.
"Selamat malam bik..." jawab Kanaya lembut. Lalu dia menutup pintunya.
Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu. maaf kalau banyak typo dan salah ketik nama🙏
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒔𝒊𝒉 𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒈 𝒃𝒆𝒏𝒆𝒓 𝒏𝒚𝒂 🤔🤔
2024-11-09
0
Atoen Bumz Bums
Alea siapa sih
2025-02-03
0
Andriyati
nama yg sebenar nya, alea apa Rosa,, soalnya aku bingung, sebentar roso pas baca lagi yg muncul alea,,
2024-10-09
0