PGP 12.

Akhirnya Rosa dan Asep pergi jalan- jalan keliling kota. Mereka mengelilingi jalanan ibukota dengan perasaan santai.

"Bos.. sejak keluar dari rumah suami Bos. Eh maksud gue suami si non Rosa yang sesungguhnya , apakah Bos Rosa nggak pernah lagi ketemu sama dia...?' tanya Asep sambil melihat sekilas pada Rosa.

"Kagak Sep, Moga aja gue nggak akan pernah ketemu sama dia Sep...soalnya kalau ketemu bawahan gue pingin ngabisin tu muka dia yang sok kegantengan..." ucap Rosa atau Kanaya dengan kesal. Mendengar ucapan Rosa , Asep tertawa.

"Emang dia cakep Bos...?" tanya Asep di sela tawanya.

"Kagak sich Sep...kagak cakep juga , mungkin karena modalnya aja tebal. Jadi banyak gadis yang ingin dekat dengan dia..." ucap Rosa lagi.

Mendengar ucapan Rosa atau Kanaya, Asep hanya bisa tersenyum sebab tidak ada pria yang berwajah tampan di mata Kanaya . gadis yang hanya terlihat sangat akrab dan teramat dekat dengan teman atau bawahannya saja . dan Dia akan terluhat teramat cuek dan dingin pada Pria lain, apalagi pada Pria yang memperlihatkan ketertarikannya pada gadis itu. Asep memaklumi ucapan Rosa.

Merekapun melanjutkan perjalanan mereka sambil berbincang dan bercanda di perjalanan. hingga akhirnya mereka melewati tempat yang terlihat agak sepi. Dan saat itulah Rosa dan Mamat melihat sebuah mobil dan dua buah motor yang terparkir di pinggir jalan terlihat aneh di mata Rosa.

"Sep...berhenti kayaknya ada seseorang yang butuh pertolongan Sep..elo berhenti dulu di sini, biar gue yang lihat kesana..." ucap Rosa .

"Benar Bos...gue juga merasakan itu..??." ucap Asep sambil menepikan mobilnya.

Rosa segera turun dari dalam mobil dan berjalan dengan tenang mendekati mobil dan dua motor itu. Sesampainya di sana Rosa melihat dua orang pria sedang Memukuli seorang pria paruh baya yang kemungkinan sopir mobil itu. Sedangkan seorang pria lagi sedang menganiaya seorang perempuan yang berada di dalam mobil itu . Sepertinya pria itu ingin merebut Tas miliknya. Rosa segera mendekat dan berkata.

"Bang...elo nggak malu ya menganiaya perempuan yang sudah tua, apa elo nggak punya urat malu bang...?" ucap Alea sambil bersandar di body belakang mobil.

Mendengar ada suara yang mengejek , pria itu melepas pegangannya di tangan ibu - ibu itu. Dia mencari asal suara. Saat melihat seorang gadis yang sedang bersandar di mobil sambil melipat tangannya di dada . Dia ternyum sinis kepadanya.

"Brengsek...jangan ikut campur urusan kita neng..mendingan lo ikut kita- kita aja ya, setelah kita merampas barang milik wanita tua ini..." ucapnya sambil menatap Rosa dengan wajah mesum nya.

"Mana bisa bang....apa elo nggak ingat ama ibu elo sendiri... gimana kalau ibu itu ibu abang yang mendapat perlakuan kasar seperti itu...?" kata Rosa tenang . Mendengar ucapan Rosa pria itu menjadi marah.

"Cih...nggak perlu sok pahlawan , lebih baik elo pergi dari sini kalau nggak ingin gue habisin..." ucapnya dengan nada marah.

"Emang abang bisa...?" kata Rosa memprofokasi.

"Brengsek lo...lo Fikir karena elo seorang cewek. lalu elo kira gue nggak tega ngebunuh elo...!" teriaknya marah.

Mendengar temannya berteriak, kedua pria yang sedang menghajar sang sopir segera menghentikan perbuatan mereka. Mereka segera melihat ada apa dengan teman mereka. Mereka melihat teman mereka sedang berbicara dengan seorang gadis cantik.

"Ada apa Dol...?" tanya mereka pada sang teman.

"Nich ada orang sok ingin jadi pahlawan...!" ucap Dol dengan marah.

Kedua teman penjahat itu mendekati sang teman yang sedang berhadapan dengan Rosa.

"Waah...ternyata ada bidadari yang datang , kenapa elo malah marah- marah Dol..."kata sang teman.

"Kalau Dia tidak sok ikut campur gue nggak akan marah- marah Min..." kata Dol dengan wajah merah menahan marah .

"Neng ...nggak usah ikut campur urusan kami , nanti setelah kita selesai dengan urusan kami ini kau bisa ikut kami, Bos kami pasti suka dengan neng cantik..." kata salah satu teman Dol sang penjahat.

"Benar Neng...kau diam saja di situ ... ayo Dol kita lanjut urusan kita..." ucap penjahat yang tadi dipanggil Min .

"Kalian kira gue pingin ikut ama elo pada...! Jangan kalian lanjutkan perbuatan kalian...atau kalian akan berurusan sama gue..." ucap Rosa dingin.

"Waah...ternyata kau tidak dapat di kasih tahu dengan kesabaran ..Min hajar wanita ini, gue mau lanjutin pekerjaan gue...!" seru si Dol . Dan dia segera bergerak ingin kembali mengambil barang milik Wanita itu. Namun sebelum perbuatan berlanjut sebuah tendagan di kakinya membuat dia terjatuh di atas tanah di luar pintu mobil . Melihat perbuatan gadis itu penjahat itu jadi marah besar .

"Brengsek...! Elo nggak bisa di kasih hati ya...!" teriak Dol dengan marah. Dia segera berdiri dan mengajak teman- temannya menyerang Kanaya atau Rosa. Tak berapa lama terlihat Rosa telah di serang oleh ketiga preman itu .

Sedang Asep hanya bisa diam saja, karena dia tadi di larang ikut menolong orang yang ada di dalam mobil hitam itu. Dia yakin sang Bos bisa melakukan itu sendiri. Dan benar apa yang di fikirkan Asep. Tak berapa lama terlihat ketiga preman tadi jatuh terkapar semuanya. Dan Rosa terlihat menendang salah satu penjahat yang ada disana. Sepertinya mereka di buat pingsan oleh Rosa .

"Ck...ilmu segini aja sombongnya selangit...." ucap Rosa dengan wajah kesal. Dia segera mendekati mobil mewah itu. Dia menengok kedalam mobil. Terlihat seorang wanita paruh baya yang masih duduk dengan wajah cemas.

"Ibu tidak apa- apa..?" tanya Rosa lembut.

"Tidak Nona , terimakasih telah membantu kami .. apa boleh saya meminta tolong sekali lagi...?" tanya Sang Nyonya yang ada di dalam mobil itu dengan wajah terlihat cemas. Ada air mata di pipinya . Melihat wanita itu Rosa seperti melihat sang Mama .

"Boleh Bu kalau saya mampu melakukannya..." jawab Rosa .

"Apa bisa kau membantu Kami membawa superku kerumah sakit, Dan juga membawaku ke kantor Putraku... Sebab aku harus nengantarkan barang ini secepatnya ke kantor putraku .." kata Wanita itu.

"Bisa nyonya...saya akan mengantar nyonya. " kata Rosa lagi.

"Trimakasih nak..." kata wanita itu.

Rosa segera membantu sang Sopir yang nasih dalam keadaan sadar walaupun sudah terluka cukup parah . untuk berjalan kedalam mobil .

"Gue bantu Ros..." tiba- tiba Asep telah berada di dekat Rosa.

"Trimakasih Sep ..." kata Rosa. Namun tiba- tiba Rosa mempunyai ide .

"Nyonya...bagaimana kalau super nyonya biar teman saya yang membawa dia pergi ke rumah sakit...!" ucap Rosa pada nyonya yang ada di dalam mobil. Mendengar kalimat Rosa terlihat ada binar di mata wanita itu .

"Boleh nak...apa temanmu bisa mengantarkan soperku kerumah sakit...?" kata wanita itu .

"Bisa nyonya...dia juga bawa mobil...!" ucap Rosa .

"Apa tidak merepotkan kalian...? maaf soalnya aku memang sangat terburu - buru harus sampai di kantor anakku..." kata Wanita itu lagi .

"Tidak masalah nyonya...sebab kami juga sedang tidak sibuk..." ucap Rosa lembut.

"Kalau begitu saya ucapkan terimakasih nak..sebab ibu harus cepat- cepat sampai di kantor milik putraku..." kata ibu itu dengan wajah bahagia.

"Baiklah kalau ibu sudah setuju... Sep antar bapak ini kerumah sakit terdekat. Nanti kau beritahu nama rumah sakit tempat kau membawa supir ini...hampir lupa Sep, Nomor pinselmu.."kata Rosa pada Asep .

"Baik Bos.."kata Asep pelan sambil memberikan nomor Ponselnya pada Rosa .

Setelah itu mereka segera membawa pria itu kedalam mobil milik Kanaya atau Rosa.

Setelah membantu Asep membawa sang Supir. Rosa segera masuk kedalam mobil mewah milik ibu tadi.

"Kita kemana ibu..?" tanya Rosa setelah berada di dalam mobil mewah itu.

"Kita ke perusahaan EK Grup.." ucap sang ibu yang berada di bangku penumpang. mendengar nama perusahaan itu, Rosa jadi kaget karena perusahaan milik putra ibu itu adalah perusahaan terbesar di seluruh Asia.

Perusahaan Engelo Kompeny Grup adalah perusahaan terbesar di seluruh Asia, yang Rosa atau Kanaya dengar kalau perusahaan itu memiliki seorang CEO yang cerdas dan pintar, namun bersifat sangat dingin dan kejam .

"Baik Bu...saya akan mengantar anda kesana..." kata Rosa lembut. Dia segera menjalankan mobilnya menuju perusahaan itu . dengan kecepatan rata- rata Rosa membawa ibu itu kekantor putranya.

"Namamu siapa nak...?' tanya Ibu itu dari belakang. Rosa tahu ibu itu ingin mengisi kecanggungan di antara mereka.

"Rosa Bu..." jawab Rosa ramah .

"Nama cantik secantik pemiliknya...oh ya kenalkan nama ibu Ratih..." ucap ibu itu Ramah. Mendengar ucapan ibu Ratih Rosa hanya tersenyum . sebab Rosa Asli memang memiliki wajah yang sangat cantik. walaupun wajahnya yang asli juga cantik( maksudnya wajah Kanaya) tapi lebih cantik wajah Rosa.

"Kau sudah bekerja Nak..." tanya ibu Ratih lagi.

"Belum Bu...masih pengangguran..." jawab Rosa sambil tersenyum .

"Waah...kenapa kau tidak melamar pekerjaan di perusahaan putraku saja...?" kata Ratih memberi ide.

"Mana mungkin saya bekerja di perusahaan sebesar itu Bu...sedang ijasah saya saja hanya tamatan SMA..." kata Rosa merendah . Tentu saja dia tamatan SMA. Sebab kuliah Rosa sendiri di bangku kuliah Kedokterannya hanya sebatas semester emat, sedangkan Kanaya walau di semester Akhir namun dia belum sampai lulus kuliah.

"Bisa saja Nak...biar ibu yang memintakan pada anak ibu..." ucap bu Ratih dengan antusias.

"Maaf Bu...Rosa tidak suka melakukan cara seperti itu. Sebelumnya trimakasih atas saran ibu, .." kata Rosa lagi.

Dia menolak itu karena dia tidak mau masuknya dia di perusahaan itu karena adanya orang dalam, apalagi mungkin ini karena balas budi ibu Rika yang telah dia tolong .

Namun tiba- tiba ponsel Rosa berbunyi menandakan kalau ada pesan WA masuk .

Dia segera mengambil ponselnya. Terlihat nama Asep berada di layar ponselnya.

*Bos...super udah gue bawa kerumah sakit DH..* tulis Asep.

*Ya sudah setelah itu elo pergi ke perusahaan EKG ternyata ibu ini ibu dari CEO perusahaan itu..lu gue tunggu di luar gedung itu...jangan lama- lama..*

Balas Rosa .

*Beres Bos...ntar kalau gue kesana gue WA lagi..* balas Asep .

*Iya hati- hati..*

Rosa pun menaruh kembali ponselnya di tas kecil yang menggantung sejak tadi di tubuhnya.

"Bu...supir ibu ada di rumah sakit DH..." ucap Rosa sambil menatap Bu Ratih dari spion mobil .

"Trimakasih nak...kalau tidak ada dirimu tadi , entah apa yang akan terjadi pada kami..." kata Bu Ratih sambil tersenyum menatap Rosa dari kaca spion juga. Entah kenapa Bu Ratih merasa sangat senang pada sikap dan tingkah laku Rosa. Dia teringat pada gadis muda putri sahabatnya Safitri Renata yang telah meninggal dunia karena kecelakaan yang membuat sang sahabat berada di rumah sakit beberapa waktu lalu.

"Sama- sama Bu...sudah menjadi kewajiban kita sebagai sesama umat manusia Bu..." ucap Rosa bijak.

"Kau gadis yang baik nak..." kata bu Ratih lagi.

"Trimakasih Bu..." kata Rosa sambil tersenyum .

Tak berapa lama mereka telah sampai di perusahaan EKG . Rosa segera masuk kedalam area perusahaan EKG dan memarkirkan kendaraannya. Setelah mengunci pintu mobil, Rosa segera memberikan kunci mobil pada Bu Rika.

"Ayo nak kau ikut masuk kedalam..." ajak Bu Ratih yang sedang membawa tas dan mab di tangannya .

"Maaf Bu...saya harus pergi..." ucap Rosa lembut.

"Tapi nak..ibu mau meperkenalkan dewi penolong ibu pada suami dan anak ibu..." kata Bu Ratih dengan wajah mengharapkan Rosa mau mengikutinya .

"Sekali lagi maafkan saya Bu...saya menolong ibu tanpa mengharapkan apa pun Bu , jadi sekali lagi saya minta maaf tidak bisa ikut ibu masuk , saya mohon pamit Asalamualaikum..." kata Rosa lembut.

"Waalaikum salam, sekali lagi trimakasih nak Rosa..." kata bu Ratih dengan hati sedikit kecewa, namun dia sangat terharu dan bangga pada gadis cantik yang kini berjalan menjauhinya.

Rosa segera pergi dari hadapan Bu Ratih setelah memberi salam.

"Nak...boleh kapan- kapan kita berjumpa lagi ...?" kata Bu Ratih ketika Rosa sudah agak jauh .

Mendengar namanya di panggil lagi, Rosa berhenti dan membalikkan badan menatap kembali Bu Ratih .

"Insyaallah kalau kita memiliki umur panjang, Kita akan berjumpa lagi Bu..."kata Rosa sambil tersenyum manis. dan dia kembali berjalan meninggalkan kantor EKG yang mega itu. dan untunglah sampai di pinggir jalan terlihat Asep telah menunggunya . Bu Ratih sendiri telah berjalan masuk kedalam kantor sang putra. Dia tahu anak dan suaminya sedang menunggu kedatangannya .

Sedang di lantai dua di dalam ruang Pertemuan perusahaan EKG. seorang pria tampan dan dingin sedang jenu menunggu sang Mama yang sedang membawa dokumen penting dari rumahnya , sang Papa tadi lupa membawa dokumen itu. Dia adalah Rifan sang CEO perusahaan EKG. untuk menyuruh Dikra dan Fikri, mereka memiliki tugas sendiri keluar kota. dan untuk menyuruh orang lain dia tidak berani mengambil resiko. karena dokumen itu sangatlah penting sekali. akhirnya sang Papa menyuruh istrunya membawa dokumen itu ke kantor sendiri. tapi sampai saat ini sang mama belum juga datang . sambil menahan kegelisahan di dalam hatinya . Dengan perasaan cemas, Dia berdiri dan berjalan ke arah jendela . Dia ingin melihat apakah sang Mama sudah datang. dan saat itulah sang Mama terlihat sedang berbincang dengan seorang gadis.

"Mama....mama sudah datang, dengan siapa Mama itu berbicara..." kata Rifan dalam hati . Gadis itu berdiri membelakangi gedung EKG . hingga Rifan tidak bisa melihat wajah si gadis .Dan tak lama terlihat gadis itu berjalan meninggalkan tempat itu. namun beberapa saat sepertinya sang Mama sedang berbicara kembali pada gadis itu. dan saat gadis itu membalikkan badannya, Betapa terkejutnya Rifan karena gadis itu adalah gadis yang selalu ada di dalam ingatannya. gadis yang membuat dia kebingungan mencari keberadaannya. gadis yang memporak porandakan kehidupan nya .

"Ya ampun gadis itu...!" seru Rifan kaget. dia segera berbalik badan dan berjalan cepat , bukan lagi berjalan cepat, tapi berlari keluar dari ruang Pertemuan. yang membuat sang Papa kaget.

"Fan..mau kemana...?" tanya sang Papa.

"Sebentar Pa...!" serunya dari luar ruangan. dia segera berlari masuk kedalam lift dengan cepat . Di dalam lift dia merasa lift sangat lambat. Rasanya Rifan ingin mendorong lift itu agar berjalan cepat . akhirnya sampai juga lift di lantai dasar. Dengan cepat Rifan keluar dari dalam lift , Rifan segera keluar. namun sang mama justru sudah berada di depannya.

"Rifan..." seru sang Mama kaget melihat Putra kesayangan nya keluar dari lift yang akan dia naiki.

"Mama...!" seru Rifan kaget.

"Mau kemana kau...?" tanya sang Mama heran.

"Ma...mana gadis yang bersama mama tadi...!' seru Rifan pada sang Mama.

"Gadis ...? gadis yang mana...?" tanya sang Mama terlihat kebingungan.

"Yang tadi bersama Mama datang kemari..?" kata Rifan lagi.

"Datang bersama Mama...?" beo sang Mama.

"Iya gadis yang memakai celana Jins dan memakai hem lengan panjang tadi Ma.." ucap Rifan menjelaskan dengan cepat .

"Oo..Nona Rosa...?" kata sang Mama.

"Iya dia...mana dia Ma...?" tanya Rifan lagi.

"Dia sudah pergi...Dia ada kepentingan yang harus dia selesaikan..." ucap sang Mama.

"Kenapa Mama tidak mengajak dia masuk..." ucap Rifan merasa kecewa.

"Dia tidak mau coba kau lihat dia di depan, mungkin dia belum pergi...!" kata sang Mama.

Rifan segera pergi keluar kantor perusahaannya. namun Dia sudah tidak melihat keberadaan Rosa. Setelah melihat kesana- kemari dan hasilnya Rosa tidak ada, akhirnya Rifan kembali masuk kedalam kantornya. ternyata sang Mama belum masuk kedalam lift.

"Sudah tidak ada Fan...?" tanya sang Mama.

"Nggak ada Ma..." jawab Rifan lesuh. melihat tingkah Rifan sang Mama kaget.

ada apa dengan putra dinginnya ini..batin sang Mama. namun saat dia melihat banyak karyawan yang menatap keberadaan dia dan sang Putra, akhirnya dia mengajak Rifan untuk pergi lebih dulu walaupun banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada sang Putra.

"Fan ayo kita pergi keruang meeting dulu...kau di lihat karyawanmu..." ucap sang Mama.

Dengan perasaan kecewa Rifan mengikuti sang Mama masuk kedalam lift . ketika sampai di lantai dua, Mereka segera menuju ruang Rapat . Setelah sang istri datang membawa dokumen yang akan mereka bahas, Rapat pun segera di mulai kembali.

Sedang Rosa yang sudah berada di dalam mobilnya kembali kini sedang berjalan- jalan mengelilingi kota .

"Bos kita mau kemana...?" tanya Asep.

"Sep kita ketempat kerjaku dulu yuk..." ajak Rosa.

" Baik Bos..." kata Asep semangat. merekapun menuju Restoran cepat saji tempat Rosa bekerja dulu. Ketika sampai di Restoran California . Asep segera memarkirkan mobilnya . dan mereka segera masuk kedalam Restoran yang terlihat sudah banyak pengunjungnya.

Rosa dan Asep mengambil tempat duduk di pojokan . tak lama terlihat Risa sang sahabat menghampiri mereka berdua.

"Mau pesan apa mbak, mas..." sapanya sopan. dia belum tahu kalau sang pelanggan adalah sahabatnya. sebab saat itu Rosa duduk membelakangi Risa.

"Kami hanya ingin bertemu denganmu Nona...!" kata Rosa sambil menatap sang sahabat . mendengar suara orang yang sudah lama dia rindukan, Risa kaget dan secara reflek dia menatap ke arah Rosa.

"Rosa...!" serunya nyaring dan di segera memeluk Rosa yang tersenyum kepadanya.

"Ros.. kemana saja kau...kenapa kau lama tidak kemari...?" ucapnya sambil menangis.

"Hey...kenapa menangis...apa kau tidak menyukai kedatanganku...?" goda Rosa sambil memeluk sang sahabat .

"Sialan kau...aku kangen tahu...!" serunya kesal . melihat wajah sang sahabat Rosa tertawa. melihat keributan itu. banyak tamu yang melihat ke arah mereka. begitu juga dengan Egik dan Siska. mereka segera melihat ada apa..? Dan ketika dia melihat Risa yang sedang memeluk seseorang mereka kaget. namun saat tahu siapa yang di peluk Risa, Siska dan Egik keluar dan ikut memeluk Rosa.

Terlihat mereka menangis sambil memeluk Rosa. Mereka tak menghiraukan kalau mereka menjadi tontonan para tamu.

Udahan dulu ya...besok aku sambung lagi SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI MOHON MAAF LAHIR BANTIN. dan author mohon maaf jika ada salah author.

maaf jika ada typo dan salah ketik.

Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒕𝒆𝒓𝒉𝒂𝒓𝒖 😭😭😭

2024-11-09

0

Oi Min

Oi Min

oohhh..... terhura kan.......

2024-08-27

0

Oi Min

Oi Min

camer ternyata....... mo ke kantornya calon suami ye Ros??

2024-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!