PGP 19.

Rifan menunggu sang sekertaris datang membawa Rosa. Dia mondar- mandir di dalam kantornya bagai setrikaan.

"Bos...kenapa kau tak duduk saja dengan tenang...sebentar lagi Rosa pasti datang bersama Nisa..." kata Fikri yang memang paling berani dalam berbicara.

"Diam kau...! Kalian sudah tahu aku salah ngomong, kenapa tidak memberitahukan kesalahanku...!" seru Rifan marah.

"Mana kita tahu kalau kau salah ngomong Fan...!" seru Fikri kesal.

"Cih...dasar kau sahabat tak berguna... " ucap Rifan kesal.mendengar umpatan Rifan, Dikra segera memegang tangan Fikri agar tak memprofokasi Rifan . Tak berapa lama terdengar ketukan di daun pintu . Mendengar ada ketukan di pintu, Rifan segera menghampiri pintu ruangannya . dia berharap Rosa yang ada di balik pintu.

Namun saat pintu terbuka, Dia menjadi kecewa .karena yang sekarang berdiri di di depannya hanya ada Nisa seorang . tidak ada Rosa bersama Nisa .

"Lo..mana Rosa ...?" tanya Rifan pada Nisa.

"Maaf Bos...Nisa tidak kami temukan bersama kedua temannya...!" kata Nisa dengan wajah takut.

"Apaa...Rosa tidak ada...? Apa sudah kau cari di seluruh perusahaan ini...!" kata Rifan lagi.

"Sudah tuan...tapi teman- temannya juga tidak melihat Rosa sejak tadi pagi.." jawab Nisa.

"Siit...gimana ini Dik...!" seru Rifan bingung sekaligus ketakutan . Hilang sudah keangkuhan Rifan ketika mendengar Rosa tidak berada di perusahaannya.

"Kenapa tak kau tanyakan ke kepala OB...?" tanya Fikri.

"Beliau tidak ada di kantor , dia meminta ijin karena putranya masuk rumah sakit..." kata Nisa lagi.

"Ya Tuhan...Dik...cari gadis itu secepatnya, atau kalian semua akan mendapat sangsi dariku..." seru Rifan dingin. Ketiga orang di depan Rifan kaget mendengar perkataan Rifan.

"La ini salah siapa...Dia tadi yang berkata sinis, kenapa mesti kita yang mendapatkan sangsi...!" seru Nisa dalam hati.

Mereka segera keluar dari ruang kerja Rifan . sedang Rifan sendiri terlihat duduk diam di kursi kebesarannya. Dia mengingat kembali apa yang dia ucapkan tadi pagi pada Rosa.

" Siit...ternyata memang aku yang salah, Sayang...tolong jangan pergi dariku. Aku memang bodoh... Aku janji saat kau kembali. Aku akan membuatmu tidak akan pernah berfikiran akan pergi dariku... " ucap Rifan sambil menatap keramaian kota dari ruang kantornya.

Sedang Rosa dan Mamat, serta Asep mana mungkin bisa ditemukan , karena setelah menyelesaikan soal kekacauan komputer perusahaan, Rosa langsung menghadapi tumpukan pekerjaan di kantornya, seharian penuh dia berada di dalam ruangannya . sedangkan Asep dan Mamat kembali ke basecamp mereka bersama Roni dan Gilang yang tadi datang ke perusahaan KAI . Jam sembilan malam Risa baru keluar dari perusahaan KAI bersama Johan.

"Ros..gue anter.. ?" tanya Johan yang berada di sebelahnya .

"Kagak usah Jo... Gue bawa motor.." jawab Rosa .

"Biar Motor lo , anak- anak yang bawa.." paksa Johan.

"Kagak usahlah.. Sekalian gue mau refresing seharian tadi lo buat gue diam di dalam kantor...." jawab Rosa.

"He he..maaf...tapi tugas elo emang menunggu lama..." kata Johan sambil tertawa.

"He he..memang bukan salah elo Jo.." kata Rosa ikut tertawa. Akhirnya mereka berpisah di parkiran kendaraan . dengan wajah tenang Rosa kembali kerumahnya . tanpa dia sadari kalau dia seharian sudah membuat kehebohan di perusahaan EKG .

Sesampainya di rumah dia di sambut Nina dengan tawa bahagia. Setelah bermain sebentar dengan Nina, Rosa pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

Keesokan harinya Rosa pergi ke kantor EKG seperti biasa. Ketika sampai di perusahaan EKG dia langsung masuk ke gerbang depan Perusahaan EKG . Ketika melewati pos penjagaan dia bertemu dengan Yono si satpam Muda yang akrab dengan Rosa.

"Mbak Rosa...?" seru Yono kaget.

"Iya..ada apa Yo...?" kata Rosa sambil menghentikan motor balapnya di depan Yono yang terlihat kaget .

"Mbak Rosa kemaren kemana...?" tanya Yono heran .

"Kemaren..? Ooo..ada kepentingan keluarga Yo, emangnya ada apa Yo...?" tanya Rosa heran.

"Kenapa mbak Rosa tidak ijin saat pulang...?" kata Yono lagi .

"Ijin...? Sudah Yo...mbak ijin sama bu Vio...emangnya kenapa Yo..?" tanya Rosa .

"Ahh...ndak apa- aoa mbak..nanti mbak akan tahu sendiri.." kata Yono teka- teki.

"Emangnya ada apa sich Yo...?" tanya Rosa penasaran.

"Nanti juga mbak tahu sendiri..." jawab Yono lagi .

"Ya sudah kalau gitu mbak tinggal dulu.." kata Rosa tak ingin memaksa Yono menjawab pertanyaannya .

"Iya mbak..." jawab Yono.

Rosa pergi meninggalkan Yono yang menatap Rosa dengan pandangan kasihan. apa yang akan terjadi nanti pada Rosa yang telah membuat para Bos besar bingung mencari keberadaannya kemaren . Sedang Rosa sendiri segera memarkirkan kedepannya di parkiran kendaraan karyawan. Setelah itu dengan tenang dia masuk kedalam kantor Perusahaan EKG. Ketika sampai di loby dia di sapa Tuti si resepsionis cantik yang ada di loby.

"Rosa..kau datang...?" tanya Tuti dengan kaget.

"Lo... ya iyalah mbak...kan Rosa kerja di kantor ini...?" kata Rosa.

"Ah..maaf..." ucap Tuti sambil tersenyum canggung. Rosa segera berjalan kearah lift khusus karyawan. Dia tak perduli dengan pandangan para karyawan yang sedang menatap padanya. Sesampainya di ruang OB Rosa bertemu dengan Siska dan Ratih. Terlihat wajah siska masih terlihat tidak bersahabat dengannya.

"Ah..bodo amatlah, kalau emang dia tidak mau bersahabat dengan gue, apa gue harus sedih..." batin Rosa. Siska terlihat sangat cuek padanya, Risa menanggapinya dengan dingin.

"Ros...elo kemarin kemana...?" tanya Riska . sambil mendekati Rosa.

"Jangan mentang- mentang dekat dengan Presdir lalu seenaknya aja kerja.." ucap sinis Siska.

Mendengar ucapan Siska , Rosa menatap siska dingin. Dia tak habis fikir, cuma karena Rosa di minta sebagai pembersih di ruangan Bos Rifan, Siska terlihat cuek dan sinis padang .

"Sis...jaga ucapanmu...gue nggak tahu elo punya masalah apa sama gue , tapi jangan kau kira karena elo sahabat gue, lalu elo seenaknya aja ngomongnya, elo tahu gue kemarin ada urusan keluarga dan gue sudah pamit sama tante Vio.." ucap Rosa dingin.

"Cih...kalau emang sudah pamit kenapa para atasan nyariin elo..." ucapnya dengan nada sinis kembali .

"Mana gue tahu...." ucap Rosa.

"Udah, udah...kenapa kalian malah bertengkar sich...!" seru Riska melerai.

"Mulut temanmu itu suru jaga Ris... Jangan sampai persahabatan kita putus karena mulutnya yang tak bersahabat.." ucap Rosa tajam . Rosa segera berjalan kelokernya dan mengambil baju seragam OB nya. Sedang Siska dan Riska berjalan keluar dari ruang ganti.

Setelah mengganti bajunya dengan baju OB. Rosa segera keluar dari ruang ganti. Dia berjalan kearah pantri. Seperti biasa sesampainya di pantri, Risa segera sibuk dengan membuat minuman yang akan di taruh di meja para karyawan.

Sedang di ruangan Presdir, terlihat Rifan baru saja datang. Terlihat wajah dinginnya semakin dingin . Dia terlihat masich marah .Parjo sang supir hanya bisa mengikuti tuannya dengan diam sambil membawa tas sang majikan. Saat dia sampai di depan pintu ruangannya terlihat Nisa sedang memberi salam padanya.

"Pagi tuan..." sapa Nisa yang terlihat agak ketakutan melihat wajah Bos Rifan. Namun dia ingin mengatakan pada Rifan kalau Nisa sudah datang . tadi saat Nisa sampai di loby , Tuti si gadis resepsionis berkata kalau Rosa masuk kerja .Namun ketika melihat wajah Rifan, Nisa jadi takut . Tapi dia nekat berkata kalau tidak dia takut Rifan semakin marah .

"Tuan...ada yang ingin saya sampaikan.." kata Nisa pelan .

Mendengar suara Nisa, Rifan berhenti melangkah.

"Ada apa...jangan menyampaikan berita yang nggak penting, karena aku tidak ingin mendengar berita yang membuatku marah..." kata Rifan datar .

"Ini tentang Nona Rosa tuan..." kata Nisa takut. Mendengar nama Rosa , Rifan kaget .

"Apa Rosa...?ada apa dengan dia...!" seru Rifan segera.

"Rosa sudah datang...dan sekarang dia ada di lantai tiga , tepatnya di ruang pantri .

"Apaaa....!" seru Rifan kaget . dia segera berbalik badan dan kembali ke lift diikuti Nisa . Nisa segera memencet tombol lantai tiga. Walau dalam hatinya menghawatirkan Rosa, akan tetapi Nisa tidak bisa berbuat apa- apa. Dia hanya bisa berdoa agar tak terjadi sesuatu pada Rosa nanti . ketika lift berhenti di lantai tiga, Rifan segera keluar dan berjalan kearah pantri. Saat para karyawan melihat Rifan yang berjalan cepat kearah pantri, dalam benak mereka bertanya- tanya.

"Ada apa ini...kenapa Presdir pagi- pagi datang ke lantai tiga...ucap mereka dalam hati. mereka menatap Rifan dengan wajah begitu kagum namun penuh tanda tanya .

Sedang di lantai tiga sendiri Rosa sedang membuat minuman untuk para karyawan bersama Riska, sedang Siska sendiri terlihat membersihkan meja pantri dan sesekali melirik ke arah Rosa dengan wajah sinis . sedang Egik terlihat sibuk mengelap gelas . namun Egik yang menghadap kearah pintu ruangan menjadi tertegun ketika di sana terlihat sang Presdir datang bersama sekertarisnya. Egik kaget dia buru- buru memberi hormat. Namun sebelum dia mengucap salam , tiba- tiba dia di kejutkan dengan perbuatan sang Presdir yang menarik Rosa dalam pelukannya.

Tentu saja Rosa kaget, sebelum dia memukul sang penyerang, tiba- tiba dia melihat Sekertaris Nisa berada di belakang orang yang sedang memeluknya. Kontan saja Rosa menjadi kaku , membeku dan kaget sekali , ketika dia sadar siapa yang sedang memeluknya. Begitu juga dengan orang yang berada diruangan itu, juga beberapa karyawan yang sempat melihat kejadian itu

"Tu..tu..tuan..." ucap Rosa tergagap.

Setelah memeluk Risa beberapa saat, Rifan melepas pelukannya, namun sekarang dia menyeret Rosa keluar dari pantri menuju lift khusus CEO.

"Tu..tuan..mau kemana...?" tanya Rosa dengan cemas. Rifan diam saja tanpa menjawab perkataan Rosa, dia hanya membawa Rosa kedalam lift , Nisa hanya bisa mengikuti mereka berdua. Sedang para karyawan hanya bisa melongo menatap Bos mereka yang menyeret Rosa pergi .

"Tu..tuan..." kata Rosa lagi. Dia berusaha melepas tangannya dari Rifan. Namun pegangan tangan Rifan ditangan Rosa cukup kuat.

"Diam..." ucap Rifan dingin.

Rosa seketika diam membeku mendengar nada suara Rifan yang dingin . tak lama mereka sampai di lantai 22 tempat ruang kantor Rifan. Dan Rifan kembali menyeret Rosa keruangannya. Nisa hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi sesuatu yang menyakiti Rosa.

Dengan membuka kasar pintu ruangannya, Rifan menarik Rosa masuk kedalam ruangannya. Dan dia segera menutup pintu dengan kasar. setelah pintu tertutup ,Rifan menyudutkan Rosa di balik pintu ruangannya.

"Apa maumu ha...hanya karena aku memarahimu seperti itu, lalu kau lebih marah dariku...!" seru Rifan dengan marah. Tentu saja Rosa kaget dan heran, ada apa dengan si arogan ini...apa dia salah minum obat ya..." pikir Rosa dalam hati.

"Tunggu tuan...apa maksud tuan...? Bukankah anda kemaren sudah tidak membutuhkan saya...tentu saja saya pergi..." kata Rosa merasa tak bersalah. melihat wajah Rosa yang tak berdosa, ingin rasanya Rifan menghabisi wajah cantik di depannya dengan ciuman- ciumannya .

"Kaauuu..." Rifan menyentil kening Rosa dengan gemas. dasar gadis nakal... aku yang kelabakan kehilangan, dia hanya menjawab dengan tenang ...seru Rifan dalam hati.

"Aauu...Ck..kenapa sich tuan suka sekali mejitak kening, sakit tahu..." sungut Rosa sambil mengusap keningnya.

"Itu agar kau menyadari kesalahanmu..." kata Rifan yang sudah lumer kemarahannya melihat wajah cantik itu kini telah berada di depannya.

"Lalu kemana kau seharian kemaren, dan kenapa tidak minta ijin lebih dahulu.." kata Rifan kesal . dia masih berada di depan Rosa dengan tangan berada di kanan kiri kepala Rosa yang tersudut di daun pintu .

"Sudah...siapa bilang saya tidak berpamitan... saya sudah minta ijin pada Bu Vio dan beliau mingijinkan..." kata Rosa lagi .

"Kenapa kau pergi keluar kantor saat jam kerja..." tanya Rifan .

"Ada urusan kuarga yang harus saya sekesaikan tuan..." jawab Rosa . mendengar perkataan Rosa , Rifan menghela nafas lega . Rifan kembali membawa Rosa kedalam pelukannya . Tentu saja Rosa kaget .

"Tuan...ada apa lagi ...?" tanya Rosa heran .

"Ada apa lagi dengan pria ini..." batin Rosa . Dia sedikit Risih saat Rifan kembali memeluknya .

"Kau ini...lain kali kalau mau pergi ijinlah lebih dahulu...jangan pergi begitu saja, jangan membuatku cemas..." ucap Rifan sambil membelai rambut gadis cantik yang masih dalam pelukannya.

"Saya kan sudah minta ijin sama bu Vio.." kata Rosa merasa kalau dia kemarin pergi sudah seijin bu Vio. Mendengar ucapan Rosa. perlahan Rifan melepas pelukannya .

"Kau itu Asisten pribadiku, tentu saja kau harus minta ijin padaku.." ucap Rifan kesal. dia mencubit hidung mancung Rosa.

"Yaa...bukannya tuan sudah tidak ingin saya jadi asisten pribadi tuan..." kata Rosa dengan wajah heran.

"Siapa bilang...kau ini ..bukannya minta penjelasan kenapa aku marah, malah balik marah...siapa dua pria yang bersamamu saat kau pulang dari kantor itu..." kata Rifan kesal .

"Dua pria...? siapa...? selain Mamat dan Asep saya nggak pernah jalan bareng pria manapun ..?" kata Rosa .

"Lalu siapa Asep dan Mamat...!" tanya Rifan datar .

"La ..dia itu sahabat sekaligus saudara Rosa, yang menjadi syarat Rosa kalau Rosa mau jadi asisten tuan besar Rifan.." ucap Rosa . Melihat Wajah Rosa yang tidak menyadari kalau Rifan cemburu, rasanya Rifan ingin ******* bibir seksi gadis cantik di depannya ini. andai dia tidak tahu sifat Rosa yang dingin, pasti sudah dia lakukan sejak tadi. dia takut Rosa akan membenci dirinya. dengan menahan sekuat tenaga godaan di depannya. akhirnya Rifan melepas pelukannya.

"Baiklah bilang pada kedua saudaramu itu, mulai sekarang mereka adalah pengawal pribadiku, mereka bisa berjaga di depan ruanganku bersama si Nisa. kalau boleh tahu apa ijasah terakhir mereka...?" tanya Rifan .

"Hmm...sebenarnya mereka lulusan universitas X jurusan Bisnis dan menejemen..." jawab Rosa pelan.

"Apaa...!" seru Rifan kaget . Sebab Rifan tahu kalau Universitas X itu adalah Universitas terbaik dikota ini.

"Ck sampai segitunya Bos ..." ucap Rosa ketika Rifan berseru.

"Lalu kau sendiri...?" tanya Rifan pada Rosa.

"Hmm..kalau aku..." Rosa terdiam ketika dia ingin mengatakan pendidikannya . Melihat keraguan di wajah Rosa, Rifan menjadi curiga .

"Duduk..." ucap Rifan.

"Apaa..." kata Rosa kaget.

"Kau duduk di situ...atau aku akan mengangkat tubuhmu dan mendudukanmu di pangkuanku..." ancam Rifan datar. walau dalam hati dia ingin tertawa saat melihat Rosa dengan cepat duduk di kursi yang ada di depan meja kerjanya .

"Sekarang kau jawab sejujurnya siapa kau dan apa pendidikan terakhirmu..." kata Rifan dengam tegas.

"Tuan...bukankah di biodata surat lamaran kerja saya, sudah ada semua tentang diri saya..." kata Rosa mengelak.

"Nona Rosa...jangan membuat aku kesal, kau tahu kan kalau aku sedang kesal dan aku bisa nekat memberi hukuman sesuai keinginanku,..." kata Rifan dengan nada tak sabar.

"Apa maksud anda tuan...?" kata Rosa sambil mengerutkan dahinya saat menatap Rifan.

"Aku bisa membawamu sekarang juga ke KUA untuk menikah denganku...!" kata Rifan dengan datar.

"Ck...emang segampang itu orang nikah.." ucap Rosa kesal.

"Coba saja kalau kau ingin membuktikan kebenaran ucapanku..." jawab Rifan sambil tersenyum licik.

"Cih...siapa juga yang mau... enak saja.. baiklah aku akan menjawab pertanyaan anda.." kata Rosa dengan nada kesal . dia diam sebentar. Sedang Rifan hanya bisa tertawa dalam hati ketika melihat wajah rosa yang kesal ketika menerima ancaman darinya. baru sekarang ini Rifan melihat seorang gadis yang tidak menginginkan dirinya sama- sekali. gadis yang tak melihat ke tampanan dan setatusnya . Membuat Rifan semakin tidak ingin kehilangan gadis yang berada di depannya, apalagi gadis ini membuat dia tidak alergi sama- sekali .

"Nama saya Rosa, saya sorang janda dari pria brengsek yang pernah jadi suami saya . dan saya pernah kulia di fakultas kedokteran...apakah sudah cukup..." kata Rosa sarkas. walaupun Rifan sudah tahu siapa Rosa. namun dia syok juga ketika mendengar langsung dari mulut Rosa.

"Janda...? itu berarti kau sudah oernah menikah...? lalu kenapa kau berpisah dengan pria itu..?" kata Rifan datar. ada perasaan sakit saat mengingat Rosa pernah hidup dengan pria lain .

"Ya ampuun Bos...kenapa saya seperti di introgasi ya..? Bukankah itu kehidupan pribadi saya Bos.." kata Rosa cemberut .

"Maaf...bolehkah saya mengetahui masalah itu Ros...?" kata Rifan berharap. dia menatap Rosa lembut.

"Baiklah akan aku katakan pada dia , agar dia menjauh dariku setelah tahu kehidupan Rosa yang sebenarnya..." batin Rosa, atau Kanaya .

"Baiklah akan saya ceritakan... Saya menikah dengan suami saya atas paksaan dari mama mertua saya yang merasa mempunyai hutang nyawa pada kedua orang tua Saya yang telah menyelamatkan mereka dari kematian.

Kedua orang tua saya meninggal saat menolong mereka. dan dengan alasan amanah dari Papa, orang tua Danar memaksa saya menikah dengan Putra mereka. namun ternyata Danar sebenarnya tidak menginginkan pernikahan itu..." Rosa terdiam sejenak. dan akhirnya dia menceritakan penderitaan Rosa saat menjadi istri kontrak Danar. namun dia tidak mengatakan kalau Roh Rosa telah di gantikan oleh Roh Kanaya . sampai akhirnya mereka bercerai. Mendengar pengakuan Rosa, terlihat wajah Rifan memerah. dia sangat marah pada Danar yang telah begitu jahat pada Rosa. terlihat tangannya mengepal karena marah.

"Nah ceritanya seperti itu tuan..itulah kehidupan saya yang tak ingin saya ingat lagi. Aoakah anda tahu atau mengenal artis Mirna Gunawan...?" kata Rosa sambil menatap Rifan.

"Ya aku tahu wanita itu, tapi aku tidak mengenalnya .." ucap Rifan .

Dia tahu wanita itu, karena wanita itu pernah mengejarnya sampai ingin menjebaknya.

"Dialah wanita kekasih Danar . yang sudah hidup bagai suami istri dengan Danar..." kata Rosa sambil tertawa sinis.

"Apakah kau mencintai Danar...?" tanya Rifan lagi . dia merasa jantungnya berdegub kacang saat menanti jawaban Rosa.

"Cinta...? ha ha..mana ada cinta di antara kami tuan... sejak pertama kali bertemu pria itu , Saya sudah jijik melihat wajahnya. apalagi menerima siksaan darinya..." kata Rosa getir. dia teringat kembali penderitaan Rosa yang teringat di memori otak Rosa asli. mengingat itu tanpa sadar air mata menetes di mata lentik Rosa. Kanaya tidak berbohong dengan ucapannya jika dia jijik pada Danar sejak dia masuk kedalam tubuh Rosa . melihat Risa menangis. Rifan kaget dan dia merasakan sakit di hatinya. dengan cepat dia berjalan dan memeluk tubuh Rosa.

"Sudah, sudah..jangan kau ingat lagi tentang masalah itu, maafkan aku yang telah membuatmu kembali mengingat kehidupan yang membuatmu menderita.." kata Rifan Posesif.

"Tidak, tidak apa- apa tuan...saya bukan lagi Rosa yang dulu..saya tidak akan merasakan lagi sakit seperti itu..." kata Rosa sambil melepas pelukan Rifan. Rifan dengan lembut mengusap air mata di pipi Rosa.

"Ya sudah, mulai sekarang kau bekerja menjadi asistenku. itu sekarang tempatmu, dan kau tidak boleh menolak apapun yang aku putuskan buatmu..." kata Rifan sambil menunjuk meja dan kursi yang ada di ruangan Rifan .

"Tapi tuan..." Rosa masih ingin protes. sebab dia tidak ingin satu ruangan dengan Rifan .

"Tidak ada tapi- tapian atau penolakan... sekarang ganti baju kerjamu dengan bajumu tadi, dan kau bisa menyuruh kedua temanmu untuk menempati ruang di depan ruang kita. biar nanti Fikri dan Dikra yang akan memberi pekerjaan pada mereka selain mengawal kita saat kita keluar...sekarang kau bisa pergi..." kata Rifan sambil mengusap bekas air mata di pipi Rosa dengan tisu basa yang ada di meja Rifan. di meja Rifan memang ada tisu basa yang selalu Rifan butuhkan.

cukup dulu ceritanya Ya...

Jangan lupa Like, vote, dan komennya author tunggu selalu.

Trimakasih yang masih setia dengan author. maaf jika ada salah kata atau tulisan yang tidak sengaja author lakukan.

Bersambung.

"

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒌𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒊 𝒑𝒂𝒓𝒕 𝒔𝒃𝒍𝒎 𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒊𝒇𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒚𝒂 𝒌𝒊𝒔𝒂𝒉 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒌𝒐𝒌 𝒅𝒊 𝒔𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒐𝒍𝒂𝒉" 𝑹𝒊𝒇𝒂𝒏 𝒈𝒂𝒌 𝒕𝒉 🤔🤔

2024-11-10

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

akhirnya rifan berhasil membuat rosa jd asistennya

2024-08-12

0

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🫠🫠🙃🙃🥰🥰🥰

2024-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!