PGP 14

Rosa menaiki lift sampai kelantai tiga. Tak lama kemudian lift pun berhenti dan terbuka di lantai tiga. Rosa segera keluar dari lift dengan wajah cuek ketika menerima tatapan kagum dari beberapa orang karyawan. Dia langsung berjalan ke ruangan tempat para OB berkumpul .

Ketika sampai di sana dia melihat para sahabatnya sudah berganti baju dengan baju OB . dengan cepat Rosa segera mengambil baju OB nya di loker. Setelah selesai berganti baju dia segera keluar dari kamar ganti.

"Kalian belum pergi...?" tanya Rosa pada kedua sahabatnya.

"Nunggu elo..." jawab Siska.

"Si Egik udah datang...?" tanya Rosa lagi.

"Sudah...dia tadi keluar lebih dulu karena tante Vio sudah memanggilnya.." kata Siska lagi. Tante Vio adalah tantenya Egik yang membawa mereka masuk kedalam perusahaan EKG .

"Ya sudah ayo kita kesana..." kata Rosa sambil berjalan keluar ruangan di ikuti Riska dan Siska. Mereka berjalan menuju ruang pantri .

Ketika sampai di ruang pantri terlihat beberapa orang berdiri di sana.

"Lagi ngapain mereka di sana ...?" tanya Siska pada Rosa.

"Mana gue tahu...bukankah kita sama- sama baru datang...." jawab Rosa sambil mengedikkan bahunya.

Mereka berjalan mendekati beberapa orang yang sedang berkumpul di luar ruang pantri. Saat mereka melihat ketiga gadis itu datang. Terlihat mereka tersenyum ramah.

"Maaf...ini ada apa ya...ada yang bisa kami bantu mas...?" tanya Siska yang memang agak berani. Rosa bukannya takut tapi dia kesal jika harus berbicara dengan seorang pria.

"Ah tidak Nona...saya hanya ingin memesan segelas kopi untuk mejaku Nona..." jawab Pria itu. Namun matanya menatap Rosa tanpa berkedip.

"Iya aku juga memesan segelas kopi pahit..." kata pria yang berbaju biru navi.

"Aku jug Nona..." kata yang lain.

"Baiklah kami akan membawakan kopi kemeja kalian nanti , sekarang silahkan mas- mas kembali keruangan kalian..." ucap Siska datar .Dia tahu kalau mereka datang kemari karena ingin mencari perhatian si Rosa. Sebab sejak mereka datang seminggu yang lalu, setiap hari ada saja para karyawan laki- laki yang datang ke ruang pantri untuk sekedar melihat atau menyapa Rosa dengan alasan ingin membuat kopi atau teh . Sedang Rosa dan Riska sudah berjalan masuk dengan wajah cuek.

Mereka menatap kepergian Rosa yang masuk kedalam ruang pantri tanpa menyembunyikan tatapan kekaguman mereka.

Siska segera mengikuti kedua sahabatnya masuk kedalam pantri. Dengan segera mereka membuat beberapa kopi dan teh untuk di taruh di atas meja para karyawan. sedang oara karyawan tadi, mereka segera kemvali keruangan masing- masing karena waktu bekerja sudah di mulai . Saat Rosa dan Siska akan membawa gelas dan cangkir keruangan para karyawan, dua orang masuk kedalam ruangan dengan memakai baju OB .

"Biar kami yang membawa teh dan kopi itu di meja mereka Nona..." ucap Mamat pada Rosa yang akan melangkah keluar ruangan.

"Kalian sudah datang..." kata Rosa sambil tersenyum. Dia segera memberikan talam berisi minuman pada Mamat. Begitu juga dengan Asep. Dia segera mengambil talam dari tangan Siska.

"Egik...beritahu kami ruang mana yang harus kami taruh minuman ini..." kata Asep pada Egik yang masih tercengang dengan kedatangan mereka.

"Hey...kenapa masih bengong...ayo kita saja yang mengantarkan minuman ini pada mereka, biarkan para wanita membersihkan ruangan.." ucap Asep yang melihat Egik masih bengong. Akhirnya Egik mengambil minuman yang ada di tangan Riska. Mereka bertiga akhirnya pergi dari ruang Pantri .

Sedang ketiga wanita yang ada di dalam pantri hanya tersenyum melihat kepergian mereka. Setelah itu mereka segera membersihkan dan menyapu ruangan yang belum mereka bersihkan kemarin sore. Mamang mereka akan pulang terakhir kali dari karyawan yang laun, setelah mereka selesai membersihkan semua ruangan, agar keesokan harinya keadaan sudah bersih ketika para karyawan sudah berdatangan. Saat ini Rosa sedang memegang pengepelan, dia akan mengepel lantai di depan kamar kecil bersama Siska setelah membersihkan ruang terakhir yang harus mereka bersihkan. Saat Rosa sedang mengepel , Asep datang dan mengambil pengepelan dari tangan Rosa.

"Biar saya yang mengepel Nona..." ucap Asep .

"Ck kau ini..biar aku yang melakukannya Sep..." kata Rosa sambil ingin mengambil pengepelan itu lagi.

"Nona...biar Asep yang melakukannya..." kekeh Asep.

"Baiklah kalau itu maumu...aku ke pantri dulu..." kata Rosa akhirnya.

"Silahkan Nona..." jawab Asep sopan. Dan semua itu tidak luput dari tatapan Siska yang ada di depan kamar mandi.

"Kenapa Asep begitu menghormati Rosa, seakan dia bawahan Rosa..." gumam Siska dalam hati. Dia melihat Asep menggantikan pekerjaan Rosa dengan gembira. Sedangkan Rosa sendiri kini sudah berjan kembali ke pantri.

Setelah kepergian Rosa , Siska menghampiri Asep yang sedang mengepel lantai.

"Hai Sep kok kamu yang mengepel ...? mana Rosa, yang aku tahu tadi Rosa yang mengepel...?" tanya Siska pura- pura tak tahu.

"Hai Sis..gue ngegantiin Rosa, Rosa sekarang ada di pantri..." jawab Asep tenang.

"Oo..gue fikir terjadi sesuatu dengan Rosa..." kata Siska lagi.

"Tidak...dia baik- baik aja kok..." kata Asep tenang.

"Ya sudah gue tinggal ya...?" kata Siska sambil berjalan meninggalkan Asep yang sedang asyik dengan alat pengepelnya. Sedang Siska sendiri kini berjalan menuju Pantri. Ketika sampai di Pantri dia melihat Rosa sedang membuat minuman .

"Lagi buat apa Ros...?" tanya Siska sambil mendekat.

"Ini..katanya Bos lagi ada tamu penting, kita di suru membuat kopi susu buat mereka..." jawab Rosa.

"Kalau Bos biasanya Kopi aja Ros...?" kata Siska lagi. Mereka sudah tahu kesukaan sang Bos besar. Biasanya Siska lah yang membuatnya dalam satu minggu ini.

"Oo..gue tidak tahu, mereka hanya menyuruh gue membuat kopi susu tiga dan kopi hitam satu ..."jawab Rosa.

"Tapi sudah kau buatkan semua...?" tanya Siska lagi.

"Iya , sudah selesai gue buatin.. " jawab Rosa.

Tak lama Egik datang menghampiri mereka.

"Ros sudah selesai...?" tanya Egik.

"Sudah Gik ni kopi pesanan lo..." kata Rosa sambil mengangkat talam berisi empat cangkir kopi pesanan Egik tadi.

"Ya sudah gue bawa dulu kopinya..." ucap Egik sambil menerima talam dari Rosa. Setelah itu terlihat Egik keluar meninggalkan pantri menuju kantor si Bos. Selama satu minggu ini, Rosa tidak pernah pergi ke ruangan sang Bos besar. Dia lebih baik menghindar dari pada harus bertemu dengan para pemilik perusahaan . karena dia tak ingin ketika dia keluar dari perusahaan ini dan menjadi pemilik perusahaan dia sendiri , mereka akan tahu siapa Rosa . Gadis yang pernah jadi OB di EKG .

"Kok bukan elo sendiri yang membawa kopi itu Ros...?" tanya Siska heran.

"Tadi Egik yang mendapat perintah, lagian aku akan gugup jika berhadapan dengan para pembesar perusahaan, mending gue di sini tenang..." kata Rosa beralasan. Tadi saat Egik meminta tolong padanya. Dia mengatakan akan membuatkan minuman itu asal Egik sendiri yang akan mengantarkannya ke ruang si Bos, dan Egik pun menyanggupinya .

"Ya sudah yuk kita membersihkan ruang rapat bersama yang lain, katanya akan ada rapat besar besok..." ucap Siska sambil mengambil peralatan bersih - bersih. Mereka berdua segera berjalan keruang rapat yang ada di lantai dua. Saat mereka berjalan ke tempat ruang rapat. Rosa banyak mendapat sapaan dari para karyawan yang berpapasan dengannya. Namun terlihat gadis itu hanya menyunggingkan senyum tipisnya, sedang Siska dengan ramah menyapa mereka. Ketika sampai di sana ternyata Mamat, Asep dan Riska dan dua OB lama sudah berada di sana, mereka sedang membersihkan dan menata ruangan itu . Rosapun segera berbaur dengan mereka.

Waktu pun berlalu dengan cepat, tak terasa haripun menjelang sore. Setelah para karyawan pulang, tidak dengan para OB , mereka segera membersihkan ruangan yang ada di kantor EKG . agar keesokan harinya mereka tidak terburu- buri datang kekantor. Setelah menyapu dan mengepel setiap ruangan serta mengelap kaca. Rosa dan kawan- kawan segera turun kebawa sambil bercanda. Dan tanpa mereka sadari kalau sang CEO masih berada di dalam ruangannya bersama kedua asistenya.

"Gimana, apa kalian sudah menemukan keberadaan gadis itu...?" tanya Rifan pada Fikri dan Dikra yang berada di depannya.

"Fan...setelah gadis itu berpisah dengan suaminya, kami tidak bisa melacak keberadaannya..." jawab Dikra .

"Ck dasar kalian saja yang bodoh. Beberapa hari yang lalu dia telah membantu Mama dari usaha seseorang merebut dokumen penting yang di bawa Mama dari rumah. Untunglah gadis itu melihat kejadian itu, hingga dia bisa menolong Mama..." kata Rifan datar .

"Dari mana kau tahu kalau gadis itu dia ..?" tanya Fikri.

"Aku sempat melihat dia saat berbicara dengan Mama, namun aku telat menyadari kalau dia gadis itu.." kata Rifan.

"Yaa...kenapa bisa telan Fan...apa kau tidak menyadari kalau dia gadis itu..?" kata Dikra .

"Saat itu dia sedang berbicara dengan Mama membelakangiku, dan saat aku tahu wajahnya, dia sudah berjalan pergi.." jawab Rifan. Dia berjalan kearah jendela ruangannya yang mengarah ke arah jalanan yang ada di depan kantornya. Dan saat itu dia melihat beberapa orang yang sedang berbicara di dekat tempat parkiran. Dia tahu kalau mereka pasti karyawannya yang baru pulang, dan Dia sempat melihat ada tiga motor balap diantara para karyawan itu . salah satu dari ketiga pembalap itu sepertinya wanita. Karena dia baru memakai helemnya . dan Rifan bisa melihat rambut panjangnya yang di ikat ekor kuda.

"Dik...siapa karyawan kita yang memakai motor balap...?" tanya Rifan pada Dikra.

"Mana gue tahu Fan...emang gue tukang parkir...!" seru Dikra heran.

"Setahu gue , gue nggak pernah melihat karyawan kita memakai motor balap Fan...!" ucap Fikri.

"Itu buktinya ada...!" seru Rifan sambil tetap memandang kearah jalan yang ada di parkiran motor karyawan. Kedua sahabatnya segera berdiri dan berjalan kearah Rifan. Mereka brsama- sama melihat tempat yang di tunjuk Rifan. Terlihat tiga motor Balap yang terlihat mehal sedang berjalan perlahan meninggalkan kantor EKG .

"Hei...baru sekarang gue melihat motor itu..!" seru Fikri.

"Salah satu dari mereka sepertinya seorang wanita Dik..." kata Rifan lagi.

"Benarkah..? hebat dong...mungkin mereka karyawan baru Bos..." kata Dikra.

"Divisi mana yang merekrut karyawan baru, kenapa kita tidak tahu...!" ucap Rifan datar.

"Kita tanyakan besok pada bagian HRD Bos..." ucap Dikra lagi .

"Kalau begitu kau bisa menanyakan semua itu pada HRD besok. dan laporan itu aku tunggu besok setelah rapat..." kata Rifan dingin.

"Baik Bos..." jawab Dikra. .

Setelah itu mereka berdua bersama big Bos segera keluar dari ruangan Rifan. mereka segera pulang keapartemen mereka masing- masing.

Dan keesokan harinya Dikra mengatakan pada Rifan kalau perekrutan karyawan baru ada pada karyawan OB dan karyawan Kantin kantor. karena ada karyawan kantin yang keluar . Mendengar itu Rifan pun tak keberatan.

💥💥💥💥

Haripun berlalu dengan cepat. tak terasa Rosa dan kawan- kawan sudah bekerja di perusahaan EKG hampir enam bulan . Mereka sudah merasakan dan menikmati gajih besar yang mereka dapatkan dari perusahaan itu. Haripun di lalui Rosa dengan Aman- aman saja. hari sabtu dan minggu adalah hari di mana Rosa libur dari pekerjaan sebagai OB. dan pada saat itulah dia akan berada seharian penuh di perusahaan miliknya untuk mempelajari berkas- berkas kantor yang harus dia pelajari. terkadang dia juga datang keperusahaannya pada saat sore hari jika

dia mendapatkan ijin dari Tantenya Egik.

Hari ini sejak pagi bagian OB sangat sibuk membersihkan ruang rapat perusahaan karena besok akan ada rapat pemegang saham di perusahaan EKG .

"Ros kau bisa ambilkan alat pengisap debu di gudang nggak..?" kata Egik yang sedang membersihkan kaca cendela.

"Kenapa elo nggak ambil sendiri sich Gik.." kata Rosa kesal. sebab alat penyedot debu itu kini sedang di pakai Siska yang ada di lantai 22 tempat sang CEO berada. saat ini Siska dan Mamat berada di ruangan CEO karena di tugaskan untuk membersihkan ruangan itu .

"Tolong lah Ros...tanggung nich tinggal sedikit aja.." kata Egik mengiba.

Semenjak jadi karyawan OB perusahaan EKG ,Rosa memang tidak pernah datang ketempat sang pemilik perusahaan . dan semua temannya tahu tentang itu. tapi karena saat ini memang hanya Rosa yang terlihat tidak memiliki pekerjaan akhirnya dengan terpaksa dia menyanggupinya .

"Iya dech iya...gue akan ambilin buat elo.. crewet..." umpat Rosa dengan kesal.

"Trimakasih sayang...!"seru Egik bahagia.

"Untung hari sudah sore, pasti semua karyawan sudah pada pergi. semoga saja bos besar sudah pulang juga..." gumam Rosa sambil berjalan kearah lift perusahaan. setelah masuk kedalam Lift, Rosa segera memencet tombol angka 22 tempat Siska dan Mamat sedang membersihkan ruang sang Bos besar. tak berapa lama lift pun berhenti di angka 22 .Rosa segera keluar dari dalam lift itu.

dan ternyata di lantai 22 ini hanya ada satu ruangan saja. dan di depan ruangan itu ada tamannya.

"Gila...bagus banget ruangan ini..dan pasti di dalam pintu besar itu ruang si Bos besar . lalu di mana Siska dan Mamat berada.. masak iya ada di dalam ruangan itu..." batin Rosa sambil memandangi pintu yang tertutup .

"Masak iya gue masuk kesana..." gumam Rosa. namun saat melihat taman di deoan ruangan itu, dia sangat senang, hingga dia berhalan sambil menatap taman yang ada di depan ruangan Rifan . karena keasyikannya melihat bungah yang tertata tapi , tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang keluar dari ruangan yang ada di depannya.

"Astaga..!." seru Rosa perlahan ketika kepalanya menabrak dada bidang di depannya. hingga dia hampir terjatuh jika saja tangan kekar si pemilik dada tidak memegang lengannya dengan erat .

Dia segera menatap pada wajah sang pemilik dada bidang. terlihat wajah tampan dan dingin berada di depannya. namun wajah itu terlihat kaget ketika melihat Rosa. hingga mata itu melotot pada Rosa.

"Ma..maaf tuan..." ucap Rosa meminta maaf karena takut dan merasa bersalah.

"Ka..kau..." terdengar suara Rifan tergagap. Rifan kaget karena gadis yang kini berada di depannya adalah gadis yang selama ini dia cari.

"Maaf tuan...saya tidak sengaja..." ucap Rosa sambil menunduk merasa bersalah.

"Sedang apa kau disini...?" tanya Rifan setelah sadar dari keterkejutannya.

"Sekali lagi maaf tuan...saya sedang mencari teman saya yang sedang membersihkan ruangan tuan..." jawab Rosa tenang. masa Bodoh, kalau gue di pecat gara- gara nabrak Bos ini, mungkin sudah akhir dari pekerjaan gue di tempat ini kata Rosa dalam hati.

"Teman kamu...?" tanya Rifan dan dia baru menyadari kalau gadis ini memakai baju OB.

"Apakah gadis ini bekerja di sini...!" seru Rifan dalam hati kegirangan.

"Benar tuan..." jawab Rosa.

"Kau bekerja di sini...?" tanya Rifan meyakinkan

"Benar tuan..." ucap Rosa singkat.

"Jadi kau bekerja di sini sebagai OB...?" tanya Rifan lagi. Rosa hanya mengangguk mengiyakan.

"Rosa...lo kesini...!" seru seseorang dari belakang Rifan.

"Siska, Mamat...iya, gue di suru mengambil benda yang ada di tangan elo..." kata Rosa pada Siska .

"Oo.. ini...?" tanya Siska.

"Iya..ya sudah ayo kita turun...maaf tuan kami harus kembali keruang rapat, karena tempat itu belum selesai di benahi, sekali lagi maafkan saya...ayo Siska , Mamat kita pergi..." ajak Rosa pada sang teman sambil membungkuk pada Rifan di ikuti kedua temannya. setelah itu dia berjalan kearah lift kembali.

"Tunggu...!" seru Rifan menghentikan langkah Rosa dan kedua kawannya.

Mereka berbalik menghadap Rifan kembali .

"Siapa yang memberimu ijin pergi dari sini..." ucap Rifan dingin. walaupun di dalam hatinya dia ingin berteriak karena gembira.

"Maksud Bapak....?" tanya Rosa khawatir .

"Kalian berdua pergilah ke ruang rapat, dan selesaikan pekerjaan kalian dengan segera. biarkan gadis itu disini..." ucap Rifan dingin.

"Tapi pak..." kata Rosa ingin memprotes.

"Tidak ada tapi- tapian, cepatlah kalian pergi atau kalian ingin hukuman dariku...?" kata Rifan terlihat kesal.

"Baik tuan..." ucap Siska dan Mamat bersamaan. akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Rosa sendiri, walaupun terlihat Mamat tidak rela dan mencemaskan Rosa .

Setelah kepergian kedua temannya Rifan menatap wajah cantik di depannya dengan tatapan rindu .

"Kenapa kau tadi menabrakku...? sengaja ya...agar kau jatuh dalam pelukanku...?" ucap Rifan dingin. walaupun dalam hatinya dia ingin sekali memeluk gadis di depannya dengan sangat erat. hingga dia tidak bisa hilang lagi.

"Enak aja...mana mungkin saya sengaja nabrak bapak...kan saya sudah bilang kalau saya tidak sengaja..." kata Rosa sengit.

"bisa saja...bukankah banyak gadis yang ingin mendekatiku...siapa tahu kau adalah salah satu dari mereka..." ucap Rifan narsis .

"Ck...Ge er amat...Bos dengerin ya...walaupun bos itu kata orang tampan sekali...belum tentu semua gadis suka dan jatuh cinta sama bos... lagian saya baru saja ketemu sama anda, mana mungkin saya jatuh cinta,..." ucap Rosa kesal. dan kekesalan Rosa membuat Rifan gemas .

"Alasan...pokoknya sekarang kau harus mendapat hukuman..." kata Rifan lagi.

"Mana bisa tuan...Bukankah saya tadi sudah meminta maaf, lagian tuan juga tidak terluka, mana bisa tuan memberi hukuman pada saya..." protes Rosa kesal.

"Tidak perduli...karena kau telah berani menabrak tubuh indah saya, maka kau harus mendapat hukuman dariku, mulai sekarang kau harus membersihkan ruangan itu setiap pagi dan sore, tidak ada yang boleh menggantikan pekerjaanmu..." ucap Rifan dengan dingin. terlihat kekesalan di wajah Risa semakin terlihat , dan wajah putihnya menjadi merah karena menahan marah.

Melihat semua itu, Rifan semakin ganas menatap wajah cantik di depannya .

"Baiklah akan saya lakukan , sampai kapan hukuman saya berakhir..." kata Rosa sambil menatap Rifan dengan kesal.

"Entah...sampai aku merasakan cukup memberikan hukuman padamu..." kata Rifan datar.

"Ya nggak bisa begitu tuan...itu namanya tuan menyalahgunakan kekuasaan...!" seru Rosa kesal.

"Suka- suka aku lah...bukankah aku bos di sini..." ucap Rifan cuek.

terlihat Rosa mengepalkan tangannya karena kesal.

"Kalau begitu saya permisi..." ucap Rosa sambil berjalan meninggalkan tempat itu dan masuk kedalam lift setelah memberi hormat pada Rifan.

"Dasar Hitler..." gumamnya . dan ucapan Rosa yang pelan sempat di dengar Rifan. Rifan hanya tertawa bahagia mendengar umpatan Rosa. dan saat Rosa masuk kedalam lift khusus karyawan , tiba- tiba kedua sahabat sekaligus pengawal Rifan datang.

"Hey...ada apa kau Fan...kenapa kau terlibat tertawa bahagia sekali...?" tanya Dikra.

"Rahasia..." ucap Rifan sambil tersenyum misterius .

cukup dulu ya....jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒊𝒇𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒋𝒈 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑹𝒐𝒔𝒂 👏👏

2024-11-10

0

Umi Umi

Umi Umi

Rifan aneh

2025-03-01

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

penasaran dgn kabar si Damar.. gak puas kalau gak tau kabar penderitaannya..

2024-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!