PGP 15

Keesokan harusnya demi tidak ingin bertemu dengan CEO dingin yang menyebalkan itu, Rosa datang pagi sekali. Dia datang jam enam pagi. , hingga pak satpam Yono yang masih muda itu heran .

"Mbak Rosa kok datang pagi sekali...?" tanya Yono tak percaya.

" Iya Yo ada tugas yang harus gue kerjakan...ada siapa lagi yang datang sepagi ini Yo...?" tanya Rosa sambil masuk kedalam gerbang PT EKG .

"Yaaa...mana ada yang datang sepagi ini mbak...!" seru Yono sambil tertawa.

"Ha ha ha ...benar juga kata elo Yo..ya suda gue masuk dulu Yo..." ucap Rosa .

"Iya mbak..." jawab Yono sambil menatap kagum Rosa yang ada di atas motor balapnya.

"Waah benar - benar keren mbak Rosa ini...sudah cantik , ramah, baik hati dan terlihat sangat keren dengn motor balapnya. .." gumam Yono sambik melihat Rosa yang memarkirkan kendaraannya di parkuran karyawan.

Sedang Rosa sendiri segera masuk kedalam ruang OB untuk berganti baju. Setelah itu dia mencari kunci ruang si Bos besar. Lalu berjalan masuk lift menuju lantai 22 . sesampainya di lantai 22 dia segera masuk kedalam ruang sang Bos yang memiliki pintu besar itu. Tapi dia sempat mengagumi taman kecil di depan ruang sang CEO yang menyebalkan itu .

"Ruang yang begitu indah...apa ruangan milik gue di perusahaan gue buat seperti ini juga ya..." batin Rosa.

Namun hayalannya terputus saat dia ingat tujuannya dia datang kemari.

"Sialan...gara- gara pria dingin itu, gue harus masuk keruangan ini..." omel Rosa sambil membuka pintu ruangan. Dan saat dia masuk kedalam ruangan sang CEO dia sempat tercengang .

"Gila...nich kantor atau hotel ya...emang dasar orang kaya...kantornya aja ada mini Bar nya...!" seru Rosa kagum. Namun dia tak berani berlalu - lama mengagumi keindahan ruang CEO itu. Dia mulai membersihkan ruangan itu dengan rapi. Dia mulai menata barang yang terlihat berada tidak pada tempatnya sesuai seleranya. Dan dia juga melihat kalau di ruangan itu memiliki ruangan lain , perlahan dia masuk kedalam ruangan itu. Ternya ruang itu kamar tidur yang memiliki perlengkapan seperti ruang tidur yang cukup mewah walaupun kecil.

"Gue nggak nyangka kalau ruang CEO dingin itu begitu indah...apa tempat ini tempat dia membawa gadis atau pacarnya ya..ha ha ha...kenapa gue jadi kepoh..!" seru Rosa sambil tertawa.

Rosa segera keluar dari ruangan itu setelah membersihkan dan merapikan ruangan itu. Sesampainya didalam ruang kerja CEO lagi, terlihat Rosa bernafas lega.

"Nach...ini baru tatanan yang benar... masak ruang CEO yang indah ini memiliki tata ruangan yang amboradul.." ucap Rosa merasa puas melihat hasil kerjanya. Setelah mengepel dan mengelap kaca hingga kinclong. Rosa segera mencari pengharum ruangan . terlihat beberapa pengharum ruangan yang berada di laci sebuah rak yang berada di pijokan ruangan. Namun dia sedikit kaget karena pengharum ruangan itu memiliki harum bunga mawar yang sangat dia sukai.

"Hey...apa dia memiliki kesamaan menyukai bunga mawar ya...ha ha ha..tumben gue melihat seorang pria memiliki pengharum ruangan yang memiliki harum bunga mawar, biasanya orang suka harum jeruk.. " ucap Rosa pelan sambil terkekeh. Setelah memasang pengharum di ruangan itu. Dia segera keluar ruangan sang CEO . Setelah itu dia membersihkan ruang sekertaris CEO dan taman yang ada di depan ruangan itu. Setelah menyiram tanaman dan bunga, barulah Rosa kembali kelantai tiga. Dan ternyata sudah ada karyawan yang datang . Rosa segera masuk kedalam ruang OB. Terlihat ketiga teman - temannya dan dua pengawalnya belum datang juga.

"Ternyata gue datang pagi banget. Tapi kalau tidak gue akan bertemu dengan CEO dingin itu ketika harus membersihkan ruangannya..sial dasar CEO songong..cuma nabrak tubuhnya doang , gue harus dapat hukuman... nasib- nasip...apa gini ya jadi orang tidak punya...Ma, Pa...maafkan Aya yang pernah menjadi anak manja Mama, maafkan Aya jika pernah jadi putri bandel Mama dan Papa... Aah..gimana keadaan Mama dan Papa sekarang ya...apa Mama sudah keluar dari rumah sakit..? Apa gue telfon Mama aja ya..." ucap Risa dengan wajah sedih. Perlahan dia mengambil ponselnya di tas kecil yang berada di saku baju OB nya. Dia segera menelfon nomor sang Mama. Tak butuh waktu lama, sang Mama telah mengangkat ponselnya . terdengar suara merdu sang Mama yang menyapanya .

"Halo Assalamualaikum...." sapa sang Mama dengan lembut . mendengar suara orang yang sangat dia rindukan, tanpa terasa Rosa meneteskan air matanya . Dia terdiam tanpa bisa bicara hingga suara sang Mama mengagetkannya.

"Halo siapa ini...?" tanya Bu Safitri heran. Karena tidak ada jawaban dari sebrang .

"Waalaikum salam , maaf tante ini Rosa teman Kanaya saudaranya Mamat ." ucap Rosa dengan gugup.

"Ya ampuuun ...ini Rosa ya...ya Tuhan nak...tante kangen nak Rosa, tante sudah lama mencari nak Rosa, tapi tante tidak bisa menemukan dirimu nak..." ucap sang Mama terlihat bahagia.

"Maaf tante, Rosa banyak kesibukan hingga belum sempat menjenguk tante lagi, apa tante sudah sehat...?" tanya Rosa. Tanpa terasa air mata menetes di pipinya.

"Tante sudah sehat nak...tante sudah pulang kerumah tante. Nak...apakah nak Rosa mau datang kerumah tante...? tante kangen pada nak Rosa... Maaf kalau permintaan tante mengganggu Nak Rosa..." ucap sang Mama dengan nada sedih.

"Nggak apa- apa tante.. Rosa akan usahakan datang kerumah tante..." jawab Rosa.

"Benarkah....? Trimakasih nak...tante akan sangat bahagia kalau kau mau datang kerumah tante,..." kata nyonya Safitri dengan bahagia.

"Ya sudah tante, Rosa tutup dulu ya... soalnya Rosa mau bekerja..." kata Rosa yang melihat tiga temanmu telah datang.

"Iya nak...silahkan kau bekerja dulu, Asalamualaikum..." ucap sang Mama dari sebrang.

"Waalaikum salam tante..." akhirnya Rosa mengakhiri panggilannya. Ketiga temannya terlihat kaget ketika melihat Rosa telah datang.

"Ros..elo sudah datang...tumben elo datang pagi ....?" kata Siska sambil menatap Rosa .

"Benar...elo mimpi apa datang pagi- pagi Ros..?" tanya Egik.

"Ini semua gara- gara lo kemaren Gik.." kata Rosa kesal.

"Kok gue...emangnya ada apa...?" tanya Egik tak mengerti .

"Gara- gara elo menyuruh gue mengambil penyedot debu, gue dapat masalah dengan Bos dingin itu...!" ucap Rosa kesal.

"Jadi msalah itu belum kelar Ros..." tanya Siska heran.

"Bos Dingin siapa...?" tanya Egik penasaran.

"Bos dingin kita, si tuan Rifan..." jawab Siska.

"Apaa...kau ketemu Bos Rifan Ros...!" seru Egik kaget.

"Iya...saat gue kesana Dia belum pulang , dan gue dapat masalah..." ucap Rosa.

'Dapat masalah...?" tanya Egik.

"Gue dapat hukuman dari dia..." jawab Rosa kesal.

"Hukuman....!" ucap mereka serempak.

Rosa hanya mengganggukkan kepala dengan lesuh menjawab pertanyaan ketiga sahabatnya.

"Hukuman apa Ros...? Jangan bilang lo di pecat..." kata Siska khawatir .

"Kagak se extrim itu kali Sis....gue hanya dapat hukuman membersihkan ruangan itu sendiri setiap pagi dan sore, dan semua itu tanpa bantuan atau di ganti oleh orang lain,....nyebelin..." ucap Rosa kesal.

"Ha ha ha...jadi lo dapat hukuman seperti itu..." seru Egik sambil tertawa.

"Ros tahu nggak lo...kalau gue mendapat hukuman seperti itu malah suatu kebahagiaan, sebab gue bisa memandang si bos tampan itu sepuasnya. .." goda Riska.

"Cih..bos tampan apaan, bukannya tampan..nyebelin iya..." ucap Rosa semakin kesal .

"Ros lo jangan terlalu sebal dengan dia.. ntar lo jatuh hati padanya lo..." goda Egik yang tahu Rosa tidak mudah di dekati yang namanya seorang pria.

Semenjak kejadian di rumah tangganya, Egik melihat perbedaan Rosa yang sangat jelas. Dia tidak lagi lemah, dia jadi ceriah , lebih cantik, dan agak dingin pada kaum pria selain sahabat- sahabatnya.

"Jatuh hati...? Dich amit- amit...jatuh hati pada pria sedingin dia...? Emang tidak ada pria lain apa...lagian gue tidak ingin menjadi musuh dari pengemar bos dingin itu..." ucap Rosa bergidik . melihat tingkah Rosa ketiga temannya tertawa.

Namun tanpa mereka sadari kalau di dalam hati Siska ada kekecewaan di dalam hatinya. Dia yang biasanya membersihkan ruang Bos besarnya. Kali ini bakal tidak bisa melihat wajah tampan sang CEO tampan itu lagi. Dan dia tidak bisa menikmati keindahan taman milik sang CEO .

Sedang di tempat lain, terlihat Rifan sudah bangun dari tidurnya. Dia buru - buru membersihkan badannya. Lalu mengambil pakaian yang dia rasa pantas untuk dia pakai hari ini . namun beberapa baju dia rasa tidak cocok melekat di tubuhnya. dia kebingungan sendiri .

"Aah...aku harus pakai baju yang mana nich...aku harus terlihat keren di depan gadis itu hari ini. Tapi baju yang mana yang harus aku pakai....?" ucap Rifan kesal. Akhirnya dia memakai baju berwarna Navi dengan jas senada dengan pakaiannya. Setelah itu dia menyisir rambutnya dengan rapi. Setelah melihat penampilan di depan cermin , dia merasa puas melihat penampilannya.

Setelah menyemprot parfum kesayangannya dia segera berjalan keluar dari kamar tidurnya.

"Hari ini aku harus berangkat pagi- pagi agar bisa melihat dia bekerja. Ah... kenapa aku baru tahu sekarang kalau dia bekerja di kantorku sendiri..tapi kenapa jadi OB..pasti kecantikannya menjadi konsumsi para karyawan perusahaan. Sial...akan aku pindahkan dia di ruanganku..." ucap Rifan sambil memakai sepatu mahalnya. Setelah itu dia segera berjalan keluar dari apartemen mewahnya. Sesampainya di lantai bawah terlihat Toyo sang super sudah menunggu .

"Berangkat sekarang tuan...?" tanya Toyo kaget. Sebab biasanya sang tuan akan pergi saat jam menunjukkan pukul delapan kurang 15 menit. nach sekarang baru pukul tuju lebih 15 menit.

"Hmm..." jawab sang tuan dengan dingin. Dengan cepat Toyo segera mengambil tas ditangan tuannya dan berjalan mendahului Rifan. Dia segera membuka pintu mobil agar sang tuan masuk. Setelah itu Toyo segera masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju kantor sang majikan.

Sesampainya di kantor, satpam pun ikut kaget ketika Bos besarnya datang pagi sekali.dengan cepat dia memberi hormat. Toyo menurunkan sang majikan di depan pintu masuk kantor EKG. Melihat sang Bos besar sudah datang , para karyawan segera menuju ruang mereka masing- masing dengan cepat . Sedang Rifan sendiri menuju ruangannya dengan senyuman di bibirnya. Saat sampai di lantai 22 tempat ruang kerjanya. Rifan melihat sang sekertaris baru datang dan baru duduk.

Melihat kedatangan Rifan , sang sekertaris segera berdiri memberi hormat.

"Pagi Bos..." sapa Nisa ramah .

"Pagi...apakah OB sudah datang...?" tanya Rifan lagi.

"OB...?" tanya Nisa tak mengerti .

mendengar pertanyaan Nisa , Rifan segera masuk kedalam ruangannya. Namun betapa kagetnya ketika dia masuk kedalam ruangannya , ruangan itu telah tertata dengan rapi dan harum, tatanan ruangannya juga beda dengan biasanya. melihat semua itu, terlihat senyuman manis di bibir tipisnya.

"Kau gadis sangat mengesankan sayang.. kau ternyata sudah datang lebih awal agar tak berjumpa denganku... mana bisa aku membiarkan kau lepas dari penglihatanku...dasar gadis nakal.. kau membuatku semakin jatuh cinta padamu sayang..." ucap Rifan sambil tersenyum . Dia tak pernah memiliki obsesi pada seorang wanita seperti saat ini. dia yang memiliki penyakit alergi terhadap sentuhan seorang wanita selain Mama dan keponakannya sangat kesulitan bergaul dengan wanita. karena itu dia sangat dingin dan benci pada wanita. penyakit itu dia miliki saat kecil dulu ,dia pernah di culik oleh pembantu orang tuanya. dan saat di culik itulah dia mengalami penyiksaan dan hampir di lecehkan oleh seorang wanita yang dendam pada sang Papa. wanita itu sangat mencintai sang Papa namun cintanya ditolak dan sang Papa menikah dengan putri seorang jutawan yaitu Mama Rifan sekarang. Karena itulah setiap Rifan di dekati wanita dia akan sangat ketakutan dan akhirnya menjadikan dia Alergi pada wanita sampai sekarang . Namun betapa terkejutnya dia saat dia turun dari masjid yang di depan Mall miliknya, tiba- tiba dia bertabrakan dengan seorang gadis . Karena gadis itu hampir jatuh , secara reflek dia memeluk gadis itu untuk menyelamatkan dia dari jatuh . dia sempat tertegung dan berdebar jantungnya, saat gadis itu dalam pelukannya. namun kesadaran kembali saat gadis itu pergi setelah mengucapkan terimakasih. Ketika dia sadar dia baru melihat kalau gadis itu tidak terpengaruh oleh ketampanannya. dan dia semakin heran ketika tubuhnya tidak terpengaruh oleh sentuhan gadis itu. biasanya jangankan satu jam. baru tersentuh sebentar dengan seorang gadis , dia akan keluar ruam sekujur tubuhnya .

Dan pada pertemuan keduapun gadis itu tidak memperdulikannya. seolah dia tak terpengaruh siapa dirinya. Setelah membantunya menumpas penjahat , dengan seenaknya dia pergi meninggalkan dirinya dan Dikra .

"Dan sekarang setekah kau berada di dekatku, kau akan menjauh dariku.. mana mungkin kubiarkan gadis nakalku.." ucap Rifan sambil tersenyum licik.

sambil masih tersenyum, dia mengangkat telpon memanggil sekertarisnya.

"Nisa..kemari.." ucapnya.

"Baik Bos..." jawab Nisa.

Tak lama terlihat Nisa sudah mengetuk pintu ruangannya.

Tok tok tok...

"Masuk..." ucap Rifan datar.

"Saya tuan.." kata Nisa .

"Panggil OB yang bernama Rosa . bawa dia kemari, kau sendiri yang pergi. bawa dia sekalian bersamamu..." kata Rifan datar.

"Baik tuan..." jawab Nisa.

Nisa segera keluar dari ruangan Rifan , Dia segera berjalan menaiki lift ke lantai tiga tempat para OB berada. Ketika sampai di pantri, Dia melihat para OB sedang membuat minuman . untuk karyawan. dan terlihat oleh Nisa, banyak karyawan pria yang mondar - mandir di depan ruang pantri.

"Ada apa ini...kok para karyawan banyak berkumpul di sini...?" kata Nisa dalam hati. Ketika Nisa sampai di sana, Dia segera berucap .

"Maaf semuanya.. Saya mencari OB yang bernama Rosa..." ucap Nisa dengan lantang. Rosa yang sedang membuat teh di pojokan segera mendongakkan kepalanya. dia segera mendekati Nisa.

"Ibu mencari saya...?" tanya Rosa ramah.

Melihat gadis cantik yang mengaku bernama Rosa mendekati dirinya, Nisa tertegun menatap Rosa .

"Jadi OB yang di cari tuan Rifan adalah gadis cantik ini...terang aja di luar santri ini banyak karyawan pria ..." batin Nisa dalam hati.

"Ikutlah denganku , tuan Rifan memanggilmu..." ucap Nisa lantang.

"Tuan Rifan...?" tanya Rosa tak mengerti.

"Ros...elo punya salah apa lagi sama Bos besar....." Bisik Siska.

"Gue juga nggak tahu Sis..." jawab Rosa.

"Bu..bukankah saya sudah menyelesaikan tugas saya Bu..." kata Rosa berusaha menolak.

"Aku tidak tahu masalahmu...sekarang ikutlah denganku, tuan Rifan memanggilmu..." ucap Nisa sambil membalikkan badan dan mulai berjalan meninggalkan pantri. Sedang Rosa enggan mengikuti wanita itu .

"Ros...cepat ikuti wanita itu...kalau tidak salah dia itu sekertaris tuan Rifan..." kata Egik.

"Benar Ros...dia sekertaris tuan Rifan..." kata Siska menimpali.

"Ck...dasar menyebalkan..." ucap Rosa sambil berlari mengejar bu Nisa yang sudah agak jauh meninggalkan Ruang pantri .

"Bu..sebenarnya ada apa sich, kok saya di panggil keruangan tuan Rifan...?" tanya Rosa saat di dalam lift yang menuju lantai 22.

"Mana aku tahu... bilau hanya menyuruh saya memanggilmu secepatnya..." ucap bu Nisa sambil menatap gadis cantik di depannya . Gadis ini teramat cantik, dia tidak pantas jika hanya sebagai OB . dan Nisa merasakan kalau gadis ini bakal menjadi wanita spesial di perusahaan ini.

"Kenapa ibu menatap saya seperti itu..?" tanya Rosa saat Nisa menatap wajahnya tanpa berkedip. Mendengarkan perkataan Rosa , Nisa sadar diri.

"Aah..tidak ada apa- apa..ibu hanya kagum saja padamu..." jawab Nisa yang kini memberikan senyum lembut pada Rosa.

"Kagum kenapa Bu...?" tanya Rosa heran.

"Kau cantik , lembut, tapi kenapa mau jadi OB.." kata Nisa pada Rosa.

"Demi mencari sesuap nasi Bu... apapun akan Rosa lakukan asal pekerjaan itu halal Bu..." jawab Rosa dengan tenang . Mendengar perkataan Rosa , Bu Nisa tersenyum menatap Rosa sekilas.

Dan tak terasa lift pun sampai di lantai dua. mereka segera keluar dari dalam lift.

"Kau langsung saja masuk kedalam ruangan tuan Rifan Ros..." kata Bu Nisa lembut. Wanita itu menatap Rosa yang terlihat enggan masuk kedalam ruang CEO nya. ternyata gadis ini beda dengan gadis- gadis lain, jika gadis lain akan sangat senang masuk kedalam ruang itu. apalagi CEO sendiri yang memanggil .

Nisa bisa melihat kalau di mata Rosa bukan ketakutan yang dia lihat saat dia di suruh masuk kedalam ruangan sang Bos. tapi keengganan seolah tak suka bertemu dengan tuan Rifan.

"Tunggu apa lagi Ros.. kau masuk saja kedalam ruangan itu..." perintah Bu Nisa.

"Apakah saya harus masuk sendiri Bu...?" tanya Rosa lagi.

"Ya iyalah Ros...bukankah tuan Rifan hanya memanggilmu...?" ucap Bu Nisa lagi.

Akhirnya dengan terpaksa Rosa mengetuk pintu besar itu perlahan.

Tok tok tok..

"Masuk..." terdengar suara bariton dari dalam ruangan.

Dengan perlahan Rosa mendorong pintu besar itu. Ketika pintu terbuka terlihat Rifan sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap layar leptop nya.

"Asalamualaikum....tuan memanggil saya.. ?" tanya Rosa pelan.

"Wa'alaikum salam...iya aku memanggilmu.." jawabnya dengan tenang.

"Apakah saya melakukan kesalahan lagi tuan...?" tanya Rosa datar.

"Apakah kau sudah melaksanakan perintahku...?" tanya Rifan lagi.

"Sudah tuan...bukankah ruangan sudah terlihat rapi...?" kata Rosa tenang.

"Rapi...? ruang seperti itukah yang kau bilang rapi...?" kata Rifan sinis. rosa melihat ruang yang di tunjuk oleh Rifan. dan betapa terkejutnya Rosa ketika melihat ruangan Rifan bagai kapal pecah.

"A..apa..apa ini...tuan...ruangan ini tadinya sudah bersih dan rapi kok...benar sumpah tuan...!" seru Rosa kaget .

"Lalu kau menuduhku yang melakukan semua ini..?" kata Rifan meninggikan suaranya. walau dalam hati dia ingin sekali tertawa. demi membuat gadis ini kembali bekerja di dekatnya Rifan yang biang kebersihan dengan rela mengobrak- abrik kantornya.

"Bu..bukan begitu...tapi ..." belum selesai kalimat Risa terucap, Rifan telah memotong.

"Aku tak perduli, pokoknya kau bersihkan kembali ruangan ini sampai seperti semula dan kau tidak boleh keluar sebelum ruangan kembali bersih dan rapi.." kata Rifan dingin. Rifan bisa melihat kekesalan di mata gadis yang dia ingini. Dan gadis itu dengan wajah kesal berdiri dari duduknya , dia melangkah kearah pintu .

"Hey...mau kemana kau...!" seru Rifan .

"Mengambil sapu dan lap bersih tuanku.." ucap Rosa dingin bernada sarkasme . Rifan hanya bisa menahan tawanya , ketika Risa keluar dari ruangannya Rifan tertawa bahagia . tak lama terlihat Rosa telah kembali dengan membawa Sapu, lap dan tempat sampah .

Cukup dulu ya ceritanya, gue lanjut besok lagi. jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒍𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝑹𝒊𝒇𝒂𝒏 𝒌𝒍 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒖𝒉 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒏𝒚𝒆𝒔𝒆𝒍 𝒍𝒉𝒐 😅😅

2024-11-10

0

Amelya Ratulangi

Amelya Ratulangi

ini gmna sihh bukanx mencari siapa yg membunuhnx malah santai2 sj

2024-08-31

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hadeh.. ternyata jatuh cinta bisa membuat si tuan sempurna bisa bersikap konyol 🤦🏼‍♀🤦🏼‍♀

2024-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!