Setelah selesai makan Kanaya mengajak kedua pengawalnya berbicara di taman belakang, Saat itulah Johan datang . Melihat Kanaya yang sedang berbincang dengan kedua pengawalnya Johan kaget. Begitu juga dengan Asep yang sedang berbicara dengan Rosa atau Kanaya.
"Asep kau di sini...!" seru Johan kaget.
"Johan...!" seru Asep pula. Mendengar Asep berseru memanggil nama Johan, Rosa dan Mamat melihat kearah suara datang.
"Jo..kau datang...?" tanya Rosa sambil tersenyum.
"Jadi Johan juga sudah tahu tentang ini Bos...!" seru Asep kaget.
"Dia menemukan kami di sini Sep...!" ucap Rosa .
"Dia memukuliku hingga aku terluka Sep.." ucap Mamat.
"Maksudnya...?" tanya Asep tak mengerti.
"Aku fikir dia membawa pacarnya untuk tinggal di sini Sep, tentu saja aku marah..." ucap Johan menjelaskan.
"Ha ha ha...lalu kau memukulinya...?" ucap Asep sambil tertawa.
"Benar.." kata Johan sambil duduk di dekat Rosa.
"Cih...kalian memang keterlaluan...!" ucap Mamat kesal.
"Salah siapa menyembunyikan keberadaan Nona untuk diri sendiri..." kata Johan lagi.
"Jangan salahkan dia Jo..aku yang menyuruh dia diam, karena aku belum siap bertemu dengan kalian..." kata Rosa membela Mamat.
"Ros...lebih baik kau bertemu dengan mereka anak buahmu Ros...agar kami tidak larut dalam kesedihan dan markas juga ada yang memimpin...!" ucap Johan lagi.
"Lebih baik aku tetap menjadi Kanaya yang sudah mati Jo, aku ingin tahu siapa yang berada di belakang kematianku...." ucap Rosa datar.
"Iya sich....tapi setidaknya biarkan kami delapan sahabatmu mengetahui keadaan dirimu...!" ucap Johan.
"Benar Bos , biarkan teman- teman di besecamp mengetahui keadaan non Rosa..." kata Asep pula.
Mendengar perkataan Asep dan Johan, Rosa terdiam dan berfikir .
"tidak salah juga mereka para sahabatku tahu keadaan gue..." ucap Rosa dalam hati.
Tak lama Rosa berucap sambil menatap mereka satu persatu.
"Baiklah aku akan menemui mereka . tapi beri waktu padaku satu minggu lagi. .." kata Rosa lembut.
"Baik kalau itu maumu Ros...kami akan menunggu kedatangan mu di basecamp kita..." jawab Johan.
"Oh ya Jo...ada apa kau kemari...?" tanya Rosa lagi .
"Ah hampir lupa ....gini Ros , aku ingin mengajakmu pergi ke perusahaan ..." ucap Johan sambil mengambil kue brownis yang ada di meja.
"Ck...aku kan sudah bilang kalau aku tidak ingin menjadi Bos dulu...!" ucap Rosa kesal.
"Hey...jangan marah...aku hanya akan memperlihatkan kantor perusahaan yang kau miliki. Sekalian akan kuperkenalkan kau sebagai adik kesayanganku..." ucap Johan sambil mengacak rambut Rosa .
Mendengar perkataan Johan Rosa terlihat berfikir. tak lama dia berucap.
"Baiklah aku mau , kalau begitu aku harus memanggilmu kakak dong...?" goda Rosa pada Johan.
"Tentu saja adik Cantik ku...!" seru Johan sambil ingin mengacak kembali rambut Rosa. Namun gadis itu telah memegang tangannya.
"Kau akan semakin merusak tatanan rambutku Jo..." ucap Rosa sambil cemberut. Melihat gadis di sebelahnya kesal , Johan si dingin tertawa senang hingga mbuat Mamat dan Asep heran.
"Jo...ternyata kau tampan juga jika tertawa seperti itu...!"seru Asep yang baru melihat Johan tertawa keras.
"Benar Jo...lebih baik kau sering tertawa agar wajah dingin dan jutekmu tidak menakutkan untuk para gadis..." kata Mamat menimpali.
"Memangnya Johan seperti itu ya...?" tanya Rosa heran. Sebab Johan tidak pernah memperlihatkan wajah dingin dan jutek jika berada di dekatnya.
"Cih...balok es saja lebih dingin Dia Bos.." ucap Mamat sambil mencibir pada Johan.
"Msak iya sich...?" tanya Rosa tak percaya.
"Benar Non...sebenarnya banyak gadis yang ingin mendekatinya, banyak juga yang tergila- gila padanya, tapi itu dia... ngelihat wajahnya yang dingin dan jutek , semua gadis pada lari ketakutan.." kata Asep menimpali.
"Ya ampun ...apa bener Jo...?" tanya Rosa sambil menatap sang sahabat yang berada di dekatnya.
"Ya elah Ros...kau percaya mulut kedua curut itu...?" Kata Johan sambil menunjuk kedua sahabatnya yang telah mengatainya.
"Tapi benar juga sich kata mereka berdua. Sebab aku sering melihat wajah tanpa exspresi saat kau di wawancara stasiun TV...!" kata Rosa sambil tertawa.
"Sudah ah...ayo ikut aku...!" seru Johan Pada Rosa .
"Baiklah ayo kita pergi...!" kata Rosa sambil berdiri di ikuti Asep dan Mamat .
"Kami juga ikut...!" seru Asep .
"Hey...gue ngajak Rosa ya...!" ucap Johan berusaha menolak Asep dan Mamat yang mau ikut mereka.
"Tidak bisa...kami adalah pengawal setia Nona Rosa...!" seru Mamat dengan cepat.
"Benar....! Kami tidak bisa di pisahkan dengan Bos kami.." timpal Asep .
"Biarkan mereka ikut Jo..." ucap Rosa menengahi.
"Baiklah...Bila itu permintaan adik cantikku..." kata Johan sambil berdiri dari duduknya. Mendengar perkataan Johan , kedua pengawal Rosa hanya mencebikkan bibir mereka. Dan akhirnya mereka pergi ke perusahaan Kanaya yang di pimpin oleh Johan.
Mereka menaiki mobil Johan dan asep sebagai sopirnya. Tak lama terlihat mobil keluar dari pekarangan rumah Rosa atau Kanaya .
"Jo...sekalian aku ingin melihat perusahaan satunya. Apa Pak Hendrik jujur mengerjakan semua tugas perusahaan Jo...?" kata Rosa pada Johan. Pak Hendrik adalah direktur yang di tunjuk Kanaya untuk mewakili perusahaan perhotelan milik Kanaya. Walau masih di bawa jabatan Johan.
"Jangan khawatir Ros...pak Hendrik orangnya sangat jujur dan kompeten dalam tugasnya. Kini anaknya juga sudah bekerja di cabang hotel kita.
"Oh ya..Baguslah..." jawab Rosa .
Tak berapa lama sampailah mobil mereka di perusahaan milik Kanaya yang menjadi tanggung jawab Johan. Mereka memasuki parkiran perusahaan . Rosa yang sekarang hanya memakai celana jins dan atasan baju lengan panjang dan memakai sepatu sport serta Rambut di kuncir kuda terlihat sangat cantik dan ceriah. Dia menghiasi wajahnya dengan kacamata hitam.
Saat mereka mulai masuk kedalam perusahaan terlihat banyak mata menatap kearah mereka. Para karyawan sangat kaget karena Bos mereka tuan Johan berjalan bersama seorang gadis yang sangat cantik dan di belakang mereka ada dua orang gagah yang mereka tahu adalah sahabat tuan Johan.
Terdengar bisikan dari beberapa karyawan yang penasaran pada kehadiran gadis yang bersama sang CEO. Namun mereka penasaran ketika melihat Bos mereka terlihat berbeda sikapnya saat berjalan dengan gadis itu. Terlihat keempatnya berjalan kearah lift dan segera masuk kedalam lift . Sedangkan Rosa yang ada di dalam lift terlihat cemberut.
"Jo...ada apa dengan mereka...?" tanya Rosa kesal.
"Jangan lupa adikku sayang...kau ini adikku, jadi panggil aku dengan sebutan kakak okey,...mereka hanya heran karena tidak ada gadis yang pernah berjalan masuk keperusahaan ini denganku, baru sekarang mereka melihatnya..." goda Jonatan kembali mengacak kepala Rosa.
"Hey ...kau membuat rambutku berantakan tahu...!" seru Rosa semakin kesal.
"Dan kau semakin cantik jika kesal sepeti itu..." ucap Johan sambil tertawa senang.
"Dasar capung lu..." umpat Rosa.
"Ha ha ha ...ternyata kau memang gadis bandel itu Rosa...!" seru Johan sambil tertawa dan kembali mengacak rambut Rosa.
"Johaaan...kau emang keterlaluan Ya.." teriak Rosa semakin kesal. dia memukul punggung Johan yang sedang tertawa dengan gemas. Sedang Mamat dan Asep hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka jika bertemu .
Tak lama mereka telah berada di lantai delapan tempat kantor Johan sekaligus kantor wakilnya yaitu Rendi berada. Mereka segera keluar saat lift mulai terbuka. Terlihat asisten Johan sekaligus sahabatnya menyambut kedatangan mereka.
"Pagi Bos..." ucap sang Asisten.
"Pagi Yo..." jawab Johan pada Setyo sang asisten.
"Kenalkan dia adik gue...?" ucap Johan pada Setyo.
"Adik...?" tanya Setyo heran.
"Iya adik gue sekalian pemilik asli perusahaan ini..." ucap Johan pelan.
Mendengar perkataan Johan Setyo kaget.
"Yang bener Jo..." tanya Setyo kaget.
Johan hanya mengangguk menjawab pertanyaan Setyo.
"Maaf...perkenalkan saya Setyo asisten tuan Johan sekaligus sahabatnya..." ucapnya sambil mengulurkan tangan ingin berjabat tangan. Rosa pun segera menyambut tangan Setyo.
"Rosa..." ucap Rosa ramah.
Melihat senyum Rosa , Setyo tercengang.
"Hey...kenapa lo...lepaskan tangan adik gue.." ucap Johan sambil menepuk bahu Setyo. Dia tahu kalau Setyo terpesona akan kecantikan Rosa.
"Ya sudah Ayo kita masuk kedalam ruangan ku..." ajak Johan sambil berjalan.
"Selamat pagi tuan..." sapa seorang gadis sambil tersenyum pada Johan .
"Hmm..." jawab Johan acuh.
"Jo...siapa gadis manis itu...? Sekertaris elo...?" tanya Rosa pada Johan.
"Dia sekertaris Rendi..." jawab Johan acuh.
"Lah sekertaris lo sendiri mana...?" tanya Rosa lagi.
"Itu cowok yang duduk di depan ruang gue..." jawab Johan tenang.
"Kok cowok Jo...?" tanya Rosa heran.
"Gue nggak suka sekertaris cewek, Ribet bawaannya..." jawabnya datar.
Sedang sang sekertaris berdiri saat melihat Johan dan aasistennya serta beberapa orang datang. Dia mengangguk kepalanya memberi hormat dan salam.
"Cih..dasar elo aja yang songong..." ucap Rosa kalem.
"Eee...siapa yang songong...?" seru Johan sambil tangannya ingin mengacak rambut Rosa. dengan cepat Rosa mengelak dan berucap ,
"Elo buat berantakan lagi rambut gue, gue habisin lo...!" seru Rosa dengan wajah cemberut. Melihat wajah Rosa ingin rasanya Johan mencubit pipi pitih itu. Dan diapun mencuri cubitan di pipi Rosa. tentu saja sang pemilik marah.
"Johaaan....!"teriaknya keras. Membuat semua orang yang berada di lantai delapan kaget bukan main, Apalagi sekertaris dan asisten johan. siapa yang berani memanggil Pimpinan mereka dengan keras dan sekasar itu...apalagi terdengar sekali kalau suara itu suara seorang gadis.
"Siapa dia...berani sekali dia berteriak pada Bos Johan...?" seru seorang hadis yang buru- buru ingin melihat bersama sekertaris Rendi. Begitu juga dengan Rendy. Dia keluar dari ruangannya.
"Siapa sih yang membuat keributan..." seru Rendy kesal. Namun saat dia dan beberapa orang sedang melihat keributan, mereka jadi tercengang melihat Johan tertawa keras saat tubuhnya sedang di pukuli Rosa. Dan dia buru- buru lari sambil masuk kedalam ruangannya sambil tertawa. Dan dua orang pria yang mereka ketahui adalah sahabat sang Bos juga sedang tertawa ikut masuk kedalam ruangan Johan.
Sedangkan Asisten dan sekertaris Johan hanya bisa bengong melihat tingkah Johan yang baru mereka lihat.
"Siapa wanita itu...apa dia kekasih Bos Johan...?" tanya sekertaris Rendy pada sang teman.
"Entahlah.. Tapi aku iri pada wanita itu , dia mampuh membuat Bos Johan tertawa sampai keras seperti itu. Bertahun- tahun aku bekerja di sini, baru sekarang aku melihat Bos Johan tertawa sekeras tadi. Dan bisa kau lihat gadis itu dengan berani memukuli Bos Johan. Dan Bos Johan hanya tertawa gembira..." kata gadis itu dengan wajah heran.
"Benar...aku yang dekat dengan ruangan kantornya, aku nggak pernah melihat dia tersenyum, apalagi tertawa seperti tadi.." ucap sang teman.
Rendy yang mendengar pembicaraan mereka, hanya bisa bingung . namun tiba- tiba terdengar dering ponselnya .buruk- buru Rendi masuk dan mengambil ponselnya. Ternyata Johan menelfonnya.
"Pagi Bos...ada yang bisa aku bantu...?" kata Rendy cepat .
"Kamu ke ruangan ku, ada yang akan aku katakan padamu..."kata Johan .
"Baik Bos aku akan kesana..." ucap Rendy . dia segera berdiri dan berjalan kearah ruangan sang Bos.
Sesampainya di sana terlihat gadis tadi sedang duduk di sofa bersama kedua pria sahabat Bos dan asisten nya. Dan yang Rendi tahu kalau mereka bernama Mamat dan Asep.
Rendy segera masuk dan duduk di depan Johan.
"Ada apa Bos , kau memanggilku...?" tanya Rendy sambil menatap Johan .
"Kumpulkan semua karyawan di aula, aku akan membuat pengumuman pada kalian semua..." ucap Johan pada Rendy.
"Baik Saya akan melaksanakan perintah itu. kalau begutu saya pergi dulu Bos, saya akan segera kembali memberitahukan pada Bos kalau mereka sudah berkumpul...."kata Rendi sambil berdiri.
"Pergilah aku tunggu..." jawab Johan. terlihat Rendy keluar dari ruangan Johan.
sambil menunggu kedatangan Rendy , Rosa melihat keadaan ruang kantor Johan .
"Jo...ruangan ku apa masih sering di bersihkan...?" tanya Rosa sambil menatap Johan Sekilas .
"Masih Ros.... hey gimana kalau kau menempati ruang itu mulai sekarang..? itung- itung membiasakan diri Ros..." ucap Johan .
"Itu sama aja gue ngantor Jo, bukankah aku minta waktu dua tahun Jo ..." jawab Rosa.
"Bukan gitu Ros....gue pingin kau mulai menempati tempatmu yang sesungguhnya..." rayu Johan.
Rosa terdiam mendengar perkataan Johan. sepertinya memang dia harus mulai memegang perusahaannya sendiri. untung saja sang sahabat orang baik. sudah bertahun- tahun dia berdiri di belakang layar.
"Baiklah Jo aku akan berusaha datang kemari sesering mungkin..." jawab Rosa akhirnya.
"Nach gitu dong... mulai hari ini kau harus menempati ruangan mu...Setelah ini kita akan melihat keadaan ruangan mu . kalau ada yang ingin kau rubah , silahkan kau katakan saja ...." kata Johan dengan bahagia.
"Baik..." jawab Rosa.
Bertepatan dengan berakhirnya kalimat Alea , tiba- tiba terdengar ketukan di daun pintu.
"Masuk ... !" seru Johan .
Terlihat Rendy masuk kedalam ruangan Johan.
"Jo...para karyawan sudah berkumpul di ruang aula..." kata Rendy.
"Bagus...kalau begitu mari kita pergi kesana, Ros kita pergi ke aula ..." kata Johan sambil berdiri. merekapun segera berjalan keluar ruangan Johan menuju aula kantor yang ada di lantai bawa. Ketika sampai di sana, Terlihat aula telah penuh dengan para karyawan perusahaan . Saat mereka masuk, terlihat semua karyawan menatap kedatangan sang pimpinan perusahaan. terutama pada gadis yang berada di dekat sang pimpinan . Johan dan kawan- kawan segera berdiri di depan mereka. Tak lama Johan mulai membuka acaranya.
"Selamat siang semuanya...!" ucap Johan lantang .
"Siang Pak...." ucap mereka serempak.
"Sebelumnya aku meminta maaf karena memaksa kalian untuk berkumpul di sini, hari ini Aku akan mengenalkan pada kalian kepada seseorang yang seharusnya kalian kenal sejak dulu . Karena dialah pemilik perusahaan ini yang sesungguhnya. Dia sejak dulu tidak ingin dikenal Publik, karena itu aku mewakilinya di dalam perusahaan ini . Tapi karena dengan paksaanku akhirnya dia mau datang untuk memperkenalkan diri. inilah dia pemilik perusahaan KAI yang sesunggunya , Dia adikku Rosa Yunisa...." ucap Johan sambil menunjuk Rosa yang kaget dengan perkataan Johan sejak tadi.
"Sialan dasar emang capung brengsek.. bukankah dia akan memperkenalkan gue hanya sebagai adiknya..." seru Rosa dalam hati.
sedangkan Johan hanya tersenyum senang sambil menatap pada Rosa dengan wajah menggoda. terlihat mata Rosa melotot kesal pada Johan.
"Silahkan ibu Rosa memperkenalkan diri..." ucap Johan sambil tersenyum lembut. membuat para karyawan wanita terpesona menatap kepadanya. Dan akhirnya Rosa dengan terpaksa memperkenalkan diri pada mereka. Dia mengucapkan terimakasih atas kinerja para karyawan di perusahaan itu. Dia juga berkata kalau dia tidak ingin di kenal publik karena masih menuntut ilmu . setelah berbicara seadanya Rosa segera mengakhiri Pidatonya. Para karyawan yang sejak mulai dia datang tadi sudah penasaran. akhirnya mengetahui siapa wanita yang begitu akrap dengan pimpinan yang dingin itu. Apalagi mereka tahu kalau wanita itu adalah pemilik perusahaan yang mereka tempati sekarang ini. Setelah berbicara sebentar akhirnya Johan mengakhiri pertemuan itu.
"Dasar Capung...Lo bilang cuma ngenalin gue sebagai adik elo Jo....lalu kenapa lo bilang yang sesungguhnya...!" kata Rosa kesal saat mereka berjalan kearah kantor Johan.
"Kalau bukan sekarang kapan lagi Elo di kenal mereka...secara lo adalah pemilik perusahaan ini yang sesungguhnya. gue nggak ingin mereka ngeremehin elo...gue tahu tadi mereka banyak ngegosipin elo saat kita datang sama- sama..." ucap Johan.
"Ck..kenapa lo perduliin mereka sich.." ucap Rosa lagi.
"Ya nggak bisa Ros... elo pemilik perusahaan yang sesungguhnya, dan gue nggak mau mereka ngeremehin elo..." ucap Johan lagi.
"Iya, iya...trimakasih kakakku tersayang.." ucap Risa atau Kanaya haru. Dia tak menyangka kalau Johan begitu menyayangi dirinya.
Setelah melihat keadaan kantor yang akan dia tinggali dan meminta merombak sedikit ruangan itu, mereka segera pergi ke tempat perusahaan Kanaya yang lainnya. mereka juga mengunjungi beberapa toko dan butik milik Kanaya. seperti Saat di kantor KAI (Kanaya Adi Grub) Johan memperkenalkan Rosa pada menejer atau Pimpinan perusahaan , Kalau Rosa adalah pemilik perusahaan , toko atau butik itu. Mereka kaget melihat sang pemilik sebenarnya adalah seorang gadis yang sangat cantik. begitu juga dengan pak Hendrik yang mengenal Kanaya . Alea memperkenalkan diri sebagai pengganti Kanaya yang sekarang sudah Meninggal . Setelah itu mereka segera makan Siang bersama di sebuah restoran mewah. Setelah dari sana Rosa berkata ingin keliling dulu, akhirnya. dia menaiki mobilnya sendiri bersama Asep yang ngotot ingin ikut Rosa .karena Johan harus kembali ke perusahaan karena ada miting , akhirnya Mamat dengan terpaksa harus mengantarkan Johan kembali keperusahaan.
"Bos saya mengantar Johan dulu...tapi nanti akan menyusul..." ucap Mamat.
"Kalau kau lelah kau bisa kembali kerumah Mat...gue cuma sebentar doang kok..." ucap Rosa .
"Baiklah Bos, saya akan kembali kerumah Bos..." jawab Mamat .
"Ros...nanti malam kau mau datang ke basecamp kan...?" tanya Johan.
"Johan kakakku sayang...gue udah bilang, gue minta satu minggu lagi tuan perintah....." jawab Risa.
"Baiklah aku tunggu kabarnya, aku pergi Asalamualaikum .." kata Johan sambil tersenyum mendengar omongan Rosa .
"Baik...Waalaikum salam..." jawab Risa. Dan mereka segera menjalankan mobil mereka kearah yang di tuju masing- masing.
Udahan dulu ya...gue lanjut besok..maaf kalau telat up date nya.
Jangan lupa, like, Vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒊 𝑱𝒐𝒉𝒂𝒏 𝒄𝒆𝒓𝒅𝒊𝒌 🤣🤣
2024-11-09
0
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
😄😆😅🥰🥰
2024-03-04
0
Kardi Kardi
waowww. new bos or old bossss
2023-02-08
1