PGP 18

Rosa yang kini sedang berada di basecamp miliknya terlihat sedang berbicara dengan para sahabatnya.

Ya..dia telah menemui kelima anak buahnya yang lain. Terlihat delapan anak buahnya duduk bersama di ruang pertemuan di salam basecamp nya.

"Ron...gimana apa masich belum kau temukan siapa pemilik dari mobil yang bersamaku saat kecelakaan itu...?" tanya Rosa pada Roni.

"Sudah Bos..satu milik sahabat si Mirna sedang satunya milik Mirna sendiri.." jawab Roni.

"Lalu apa motif sesungguhnya dari penculikan sahabat gue itu...?" tanya Rosa kembali.

"Sepertinya ini terjadi karena permintaan dari si Mirna. Aku meretas ponsel yang dia punya. Dari percakapan WA si Mirna , Mirna meminta Mereka menculik sahabat anda untuk memancing kedatangan Anda. Mirna menang sengaja ingin membunuhmu Bos ..dia marah padamu karena kaulah satu- satunya penghalang dia mendapatkan Kak Resa.." kata Roni.

Mendengar perkataan Roni semua orang terlihat sangat marah.

"Gila...gadis itu sudah gila kalik...hanya karena merasa terhalang maksudnya dia berani membunuh .." kata Asep marah.

"Kalau memang dia mencintai kak Resa, kenapa dia berhubungan dengan suami si Rosa ini..?" kata Rosa atau Kanaya.

"Mungkin karena harta Ros...!" seru Yoyok.

"Bukankah si Danar juga seorang pengusaha yang cukup kaya...dan sepertinya dia berhubungan dengan si danar sebelum bertemu dengan kakak dech..." ucap Rosa yang merasa heran dengan tingkah Mirna.

"Mungkin kak Resa lebih kaya dari si Danar Bos..." kata Mamat memberi masukan .

"Yap...itu bisa jadi Ros..." kata Johan menimpali.

"Bisa juga sich.... Emang kalau gue lihat, si Danar sama kakak gue, emang lebih kaya kak Resa jauh sich..." jawab Rosa .

"Nach itu dia ..lu juga bisa membedakannya...!" kata Johan.

"Gue kok jadi penasaran ya... Siapa teman si mirna itu, Ron elo bisa nyari info tentang teman Mirna, atau elo masich butuh tangan gue untuk mencari informasi tentang dia..?" kata Rosa datar .

"Maaf....gue akan cari informasi itu lebih ditel Bos..." kata Roni sambil menundukkan kepalanya.

"Ron...gue nggak suka sahabat gue ngomong sambil menundukkan kepala. Kalau ngomong pandang wajah gue. " kata Rosa sambil menatap Roni .

Mendengar omongan Rosa Roni segera menegakkan kepalanya.

"Baik Bos..."jawabnya dengan segera.

"Ya sudah karena hari sudah larut malam, gue rasa pertemuan ini sampai di sini dulu, Ron gue tunggu kabar dari elo, sekalian coba kau lihat pembukuan di toko elektro kita, aku tunggu sekalian laporannya di rumah gue. Dan untukmu Jo...aku mohon maaf, untuk beberapa waktu ini gue nggak bisa datang kekantor , Mungkin kalau ada pertemuan yang nggak bisa elo gantikan , gue usahakan datang. Elo WA aja gue..." Kata Rosa pada para bawahannya.

"Baik Bos..." kata Roni.

"Baik Ros...tapi apa elo nggak bisa datang pada hari sabtu atau minggu.?" tanya Johan .

"Akan gue usahakan... Ya sudah pertemuan kita akhiri dulu. Gue pulang dulu, Asalamualaikum..." pamit Rosa sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Basecamp mereka. Karena hari sudah larut. Rosa pulang sendiri mengendarai Mobil sportnya .

Ketika sampai di rumah, ternyata hari sudah larut malam, Semua penghuni rumah sudah pada tidur semua. Rosa segera naik kelantai dua. Dia melihat sebentar kekamar Nina, terlihat Nina sudah tidur . wajah cantik itu sekarang tidak lagi seperti dulu, kini wajah itu terlihat lembut , cantik seperti malaikat yang tak punya dosa. Perlahan Rosa masuk kedalam kamar Nina . Dia mencium lembut pipi dan kening cantik itu . setelah itu dia duduk di kursi sebelah ranjang tempat tidur Nina .

"Sayang...siapa yang tega membuang gadis secantik dirimu ini . wajah bagai malaikat ini betapa tega kedua orang tuamu membuang dirimu sayang..." ucap Rosa sambil mengusap rambut Nina. Dan tanpa sengaja Rosa melihat kalung kecil melingkar di leher Nina. Bandul yang berbentuk separuh hati terlihat menggantung di leher Nina. Mungkin karena mendapat usapan dari Rosa, Nina perlahan membuka matanya.

"Kakak..." sapanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Kau bangun sayang....? Maaf..kau terganggu karena usapan kakak ya...?"tanya Rosa pada Nina.

"Mungkin kak...tapi Nina senang...kalau tidak Nina tidak akan bisa bertemu kakak..." jawab Nina sambil tertawa kecil .

"Kau ini...ayo tidur lagi...bukankah besok kau harus sekolah sayang..." kata Rosa lembut.

"Kak...boleh Nina tidur dengan kakak...?" tanya Nina berharap .

"Kau ingin tidur dengan kakak...?" tanya Rosa lembut. Terlihat kepala Nina mengangguk.

"Baiklah kakak akan tidur dengan Nina, tapi sepertinya tempat tidur ini tidak cukup untuk kita berdua dech, gimana kalau kita tidur di kamar kakak..?" kata Rosa sambil mencubit hidung mancung Nina.

"Yeee...Nina tidur di kamar kak Rosa..!" serunya gembira . melihat wajah Nina yang bahagia, Rosa hanya bisa tertawa.

"Ya sudah ayo kekamar kakak..." kata Rosa sambil nerentangkan tanganmu akan mengggendong Nina.. Nina segera melimpah dalam pelukan Rosa. Tak lama terlihat Rosa keluar dari kamar Nina dengan Nina di dalam gendongannya.

Mereka berdua berjalan masuk kedalam kamar Rosa . Setelah sampai di kamarnya, Rosa segera menaruh Nina di atas pembaringannya.

"Nach sekarang Nina tidur di pembaringan kakak, Sekarang Nina tidur dulu ya...kakak akan kekamar mandi dan ganti baju dulu..." kata Rosa sambil manudurkan Nina yang masih duduk di aras kasur. Setelah itu menutupi tubuh Nina dengan selimut miliknya sampai sebatas dada. Nina segera menatap wajah Risa sambil tersenyum. Melihat tingkah Nina, Rosa tersenyum dan mencium Pipi gadis imut itu .

"Selamat malam sayang..." ucap Rosa.

"Selamat malam kak..!" ucap Nina.

Rosa segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sekalian mengganti bajunya dengan baju tidur. Karena tadi sudah solat isyak berjamaah dengan para anggotanya, akhirnya Rosa segera berbaring di dekat Nina untuk tidur. Tak berapa lama terdengar dengkuran Halus dari mulur Rosa yang tidur sambil memeluk tubuh mungil Nina.

Keesokan paginya jam 02.30 pagi Alea susah bangun dari tidur lelapnya. Dia melihat Nina masih tidur dengan lelap. Perlahan dia bangun dari tidurnya. Dia segera mandi dan mengambil air wudhu . setelah itu dia segera menunaikan solat tengah malam dengan khusuk. Setelah wiritan dia mengambil Alquran dan membaca beberapa Ayat sambil menunggu adzan subuh. Nina yang mendengar lantunan ayat suci Alquran yang di baca Rosa jadi terbangun. Dia melihat kakak angkatnya yang sedang mengaji. Terlihat senyum manis dan pancaran kebanggaan di mata kecilnya.

"Kak...aku bahagia hidup dengan kakak.. Walau aku tahu kakak bukanlah kedua orang tuaku ataupun saudaraku. Tapi aku akan menganggap kakaklah orang tuaku sekaligus kakakku... Walaupun aku masih kecil kak...aku akan berjanji tak akan pernah mengecewakan kakak..." ucap Rosa dalam hati. Tanpa dia sadari air mata menetes di pipi cubinya.

Satu jam kemudian terdengar adzan subuh berkumandang. Rosa segera mengakhiri bacaannya. Dia melihat pada Nina yang ada di tempat tidur. Terlihat gadis kecil imut itu sedang menatap kearahnya .

"Hey..kau sudah bangun sayang...?" tanya Rosa pada Nina.

"Iya kak...aku terbangun mendengar suara merdu kakak membaca Alquran.." jawab Nina.

"Maaf kau terganggu dengan suara kakak ya..?" tanya Rosa sambil berjalan mendekati Nina dan tersenyum lembut.

"Tidak kak...Nina malah senang mendengarnya..." jawab gadis itu lagi.

"Kalau begitu ayo bangun, kita solat berjamaah di bawa yuk..." ajak Rosa.

"Bain kak...!" seru Nina. Dia segera bangun dan berlari kearah kamar mandi yang ada di kamar Rosa.

"Nina...pelan sayang...!" seru Rosa kaget ketika gadis itu masuk kedalam kamar mandi sambil berlari.

"Iya kak...!" seru Nina dari dalam kamar mandi. Tak lama gadis kecil itu keluar dari kamar mandi.

"Sudah ambil wudhu sayang...?" tanya Rosa.

"Sudah kak.." jawab gadis imut itu .

"Kalau gitu ayo turun..." ajak Rosa.

Merekapun segera turun kelantai dasar.

Saat sampai di musola keluarga, terlihat Mang Dulah, Bik Narti dan Bik Sum serta dua penjaga rumah sudah berada di sana.

"Pagi semua..." sapa Rosa.

"Pagi Non..." jawab mereka serempak.

Mereka segera menunaikan solat subuh berjamaah dan Mang Dulah sebagai imamnya. Setelah Solat, Rosa mengajak Nina untuk lari pagi mengitari desa yang ada di dekat Villa miliknya. Setelah berlari hampir satu jam setengah , ternyata Nina mampu melakukannya.

Melihat kemampuan Nina, Rosa tersenyum. Sebenarnya dia ingin mengajari Nina dasar dari ilmu beladiri. Namun hari ini adalah hari pertama dia menjadi asisten pribadi si tuan arogan, jadi dia tidak berani telat, takut memberi kesempatan si tuan arogan menghukumnya.

"Sayang..ayo kita masuk , saat hari libur nanti, kakak akan mengajari Nina berlatih beladiri, Nina mau berlatih beladiri..?" tanya Rosa.

"Mau kak...Nina ingin kuat seperti kak Rosa...!" seru Nina gembira .

"Ya sudah, ayo kita masuk..sebab kakak akan berangkat kerja agak pagian.." kata Rosa . Setelah melakukan sedikit pemanasan, akhirnya Rosa mengajak Nina masuk kedalam rumah untuk bersiap- siap pergi ke kantor. Dan Nina pergi kesekolah.

Setelah selesai bersiap- siap, mereka segera makan pagi bersama. Rosa akan mengajak seluruh orang yang ada di dalam rumah itu untuk makan bersama .

Setelah itu Rosa segera berangkat kekantor EKG dengan mengendarai motor balapnya. Karena hari ini Dia menjadi asisten pribadi Rifan, Dia memakai celana katun warna hitam dengan atasan kemeja kotak Warna merah tua. Serta memakai sepatu pantofel berhak rendah. Tubuhnya yang mamang agak tinggi. Akan semakin tinggi jika dia memakai sepatu berhak tinggi. Ketika sampai di kantor, dia segera memarkirkan motornya . setelah merapikan rambut yang dia kuncir ekor kuda hingga memperlihatkan leher jenjangnya, Rosa segera berjalan masuk kedalam kantor EKG. Namun sebelum dia masuk kedalam lift dia berjumpa dengan kedua pengawalnya.

"Nona...kau baru datang juga...?" tanya Mamat.

"Iya...kalian nanti bersiaplah pindah pekerjaan kalian..." kata Rosa.

"Maksud Nona...?" tanya Mamat tak mengerti.

"Ck kau ini...apa perkataanku tadi malam kau lupa..." kata Rosa pelan sambil berjalan masuk kedalam lift bersama kedua pengawalnya dan juga beberapa orang karyawan yang juga akan menuju ruang mereka.

"Oo..itu..maaf Nona Mamat lupa..tapi Mamat sudah siap Kok..." jawab Mamat. saat di dalam lift . Rosa tersenyum mendengar ucapan Mamat.

Di dalam Lift Rosa merasa sedikit risih melihat tingkah para karyawan Pria yang seperti ingin mencari perhatian darinya. sedangkan Rosa juga melihat tatapan beberapa karyawan Wanita yang menatapnya dengan pandangan iri dan julid padanya. Saat semua orang sudah keluar satu- persatu dari lift, Rosa baru turun saat lift sampai di lantai 22 . Ketika dia keluar dari lift, Rosa melihat Nisa sudah berada di depan meja kerjanya.

"Asalamualaikum kak Nisa..." sapa Rosa ramah.

"Waalaikum salam ..Rosa...! tumben pagi sekali kau sudah berada di sini...?" tanya Nisa kaget sambil membalas senyum ramah Rosa.

"Sejak saat ini kakak akan sering melihat wajah Rosa .." kata Rosa dengan wajah lembutnya.

"maksudmu...?" tanya Nisa tak mengerti.

" Dengan terpaksa aku akan menjadi asisten pribadi Bos Angkuh kak..." bisik Rosa pada Nisa. mendengar panggilan Rosa untuk Bos Rifan, Nisa tertawa.

"Benarkah...? kalau begitu selamat ya..?" ucap Nisa sambil mengulurkan tangannya .

"Idih apaan sich kak...kalau bukan karena terpaksa , Rosa ogah jadi asisten pribadi pria dingin itu.." ucap Rosa lagi. dan perkataan Rosa kembali membuat Nisa tertawa keras.

"Kak jangan keras- keras...apa beliau sudah datang...?" tanya Rosa sambil melihat pintu ruang Rifan.

"Kenapa..takut..?.tumben kau takut Ros..?" kata Nisa di sela tawanya.

"Risa takut dapat hukuman dari dia kak.." ucap Rosa dengan wajah kesal. Nisa kembali tertawa sampai air matanya keluar.

"Jangan khawatir Ros...dia belum datang kok...mungkin sebentar lagi beliau datang..." kata Nisa sambil tersenyum.

"Ya sudah Rosa masuk dulu kak.. Rosa akan merapikan ruangan tuan Besar.." kata Rosa sambil melangkah masuk kedalam ruang kantor Rifan. Namun sebelum kaki Rosa melangkah. Lift khusus CEO terbuka, dan terlihat Rifan dan kedua orang kepercayaannya keluar dari dalam lift.

"Pagi tuan..." sapa Rosa dan Nisa bersamaan. Rifan bisa melihat penampilan Rosa yang terlihat Cantik frees dan anggun dengan baju yang sekarang dia pakai. melihat leher jenjang Rosa membuat dada Rifas semakin berdebar keras . Namun kemarahannya yang kemaren ketika melihat Rosa bersama Mamat dan Asep, membuat egonya keluar.

"Pagi...Ngapain kau ada di sini Ros..?" tanya Rifan datar dan sinis .

"Lo...apa saya salah ruangan tuan...? kalau begitu maaf saya akan segera keluar..." kata Risa kaget dan segera melangkah keluar ruangan itu dengan cepat. Risa segera berlari masuk kedalam lift.

"Dasar plin plan...dia yang menyuruh , eeh...malah sekarang dia mengusirku... tapi untung juga buat gue...!" seru Rosa sambil tersenyum gembira. Ketika dia keluar dari dalam Lift, dia berjumpa dengan kedua pengawalnya.

"Non Rosa..kok disini...?" tanya Mamat.

"Syukurlah kita nggak jadi kerja di sana.." kata Rosa pada kedua rekannya. tapi tiba- tiba terdengar dering telfon milik Rosa. Rosa dengan segera mengambil Ponselnya di dalam tas kecilnya. terlihat nama Johan tertera di layar ponsel.

"Asalamualaikum Jo...ada apa..?" sapa Rosa sambil berhenti melangkah.

" Waalaikum salam, Ros gawat..kalau bisa kau datanglah kekantor , Ada masalah dengan keamanan perusahaan kita...!" seru Johan panik..

"Ada apa Jo...?" tanya Rosa khawatir .

"Seseorang Meretas keamanan perusahaan, sebagian fail perusahaan hilang di curi..." kata Johan lagi.

"Giman dengan Roni...!" seru Rosa panik juga.

"Dia tidak mampu ..sementara ini dia masih bisa mempertahankan pada fail- fail penting milik perusahaan. .." ucap Johan.

"Baiklah aku segera kesana...!" seru Rosa. sambil nenutup panggilan telfon.

"Ada apa Bos..." tanya Mamat ikut panik melihat kecemasan di wajah Rosa.

"Keamanan komputer milik perusahaan di retas seseorang. dan Roni tidak mampu...sekarang kita harus kesana, kalian tunggu aku di parkiran, aku akan pamit dulu pada tante Vio.." kata Rosa dengan nada khawatir.

"Baik Bos...kami pergi kesana dulu..." jawab Asep yang langsung pergi bersama Mamat. untunglah mereka belum ganti baju OB .

Saat Rosa akan melangkah keruang Tante Vio, ternyata tante Vio baru saja keluar dari dalam Lift khusus karyawan.

"Tante Vio..." kata Rosa sambil mendekati tante Vio.

"Ada apa Ros...kenapa wajahmu terlihat cemas..." Tanya tante Vio .

"Tan...Rosa dan kedua saudara Rosa mohon ijin satu hari ini ya...soalny ada keperluan mendadak yang sangat urgent yang harus kami tangani..!" ucap Rosa cepat.

"Urgent...masalah apa nak...?" tanya Tante Vio.

"masalah keluarga Tan..." jawab Rosa.

"Ya sudah sana pergi...!" kata tante Vio sambil mengusap kepala Rosa.

"Trimakasih Tan...Asalamualaikum.." ucap Rosa memberi salam.

"Waalaikum salam..." terlihat Rosa segera masuk kedalam lift yang ketepatan terbuka. dia segera memencet nomor lantai bawah. Dia segera berlari kearah parkiran ketika sampai di lantai dasar. di sana dia sudah melihat kedua rekannya sudah berada di atas motor mereka masing - masing. Setelah Rosa memakai Helmnya, mereka segera membawa motor mereka dengan kecepatan tinggi. tak butuh waktu lama , Rosa dan kedua pengawalnya sampai di Perusahaan miliknya.Ketika Mereka sampai Di Perusahaan KAI (Kanaya Adi Industri) terlihat Johan sudah menyambut mereka di depan perusahaan. mereka segera berjalan dengan cepat menuju ruang Kontrol perusahaan. ketika sampai di sana , terlihat Roni dan beberapa orang karyawan perusahaan yang menangani Komputer perusahaan berada di depan layar komputer. Dengan cepat Rosa masuk kedalam.

"Gimana Ron..." kata Rosa khawatir.

"Mereka terus Menyerang Bos...mereka ingin membobol data- data penting milik perusahaan..." kata Roni .

"Ck...dasar keparat..." umpat Rosa tanpa sadar.

"Sekarang biar aku yang menangani Ron...!" seru Rosa marah. Roni segera berdiri dan memberikan tempat duduknya pada Rosa. dan Rosa mengga tikan tempat duduk Roni. tak berapa lama terlibat tangan lentik Rosa mulai berselancar di atas kiboard dengan cepat dan lincah. semua orang menatap dengan perasaan tegang. namun hanya memerlukan waktu 15 menit saja komputer terlihat kembali normal.

Kini terlihat Rosa bernafas lega.

"Sudah selesai...dan rasakan sekarang akibat keberanian kalian mengganggu perusahaanku, kalian akan merasakan hukuman dariku..." ucap Rosa sambil tersenyum devil.

"Bos...sudah selesai Bos...!" seru Roni tak percaya.

"Kau lihat sendiri Ron..." ucap Rosa sambil tersenyum. Roni dan ketiga pegawai Johan ternganga tak percaya. sebab mereka sejak tadi pagi berusaha melawan para heker itu. namun mereka tidak mampu mengatasi . sampai saat ini mereka hanya bisa melindungi data- data perusahaan . namun Rosa...hanya hitungan menit sudah mampu menghalau pengacau yang ingin mencuri data- data mereka.

Sedang di perusahaan Lawan perusahaan KAI terlihat seorang pria sedang marah dan melempar Leptopnya dari atas meja kerjanya. Heker yang dia bayar dengan sangat mahal tidak mampuh meretas basis kekuatan dan keamanan komputer milik Perusahaan KAI malah komputer milik mereka meledak dan data- data perusahaan hangus dan hilang karena virus yang di kirim oleh lawan.

"Brengsek...percuma aku membayar kalian dengan sangat mahal...!" teriak pria itu dengan marah.

"Kami sebenarnya hampir berhasil meretas jaringan komputer mereka Bos.. namun pada detik- detik terakhir, tiba- tiba mereka bisa mengusir kami dengan mudah..." kata ketiga Heker yang di sewa oleh pemuda tadi.

Pria itu hanya bisa marah dan melepas barang yang ada di atas megang.

Sedang di perusahaan KAI kebahagiaan terlihat di wajah- wajah para karyawan perusahaan KAI. Apalagi ketika mereka mendengar kalau orang yang ingin meretas jaringan komputer mereka akan kehilangan semua data yang ada di komputer mereka.

"Bos...kau memang benar- benar jago Bos.. ..aku akan lebih banyak belajar padamu Bos...!" seru Roni pada Rosa. Sejak dulu dia sangat bangga pada Rosa atau Kenaya. Dia sangat mengidolahkan Kanaya.

"Sebenarnya kau itu pandai...hanya saja kau itu malas berlatih..." kata Rosa sambil menepuk pundak Roni.

Roni yang mendapat pujian dari Rosa sangatlah bahagia.

Lain di perusahaan Rosa , lain pula di perusahaan EKG . Rifan yang melihat Rosa tidak mengikuti dia masuk sangat kaget . tadi ketika dia menegur Rosa dengan cuek sebenarnya karena dia masih merasa marah pada Rosa yang terlihat sangat akrab dengan kedua saudaranya itu. bagaimanapun mereka juga seorang pria yang membuat dia cemburu. Saat itu dia tidak memperhatikan kalimat yang dia ucapkan, dan dia juga tidak memperhatikan kalimat yang di ucapkan Rosa. ketika dia sudah masuk kedalam ruangan, dia tidak melihat Rosa mengikutinya masuk juga. dia mengira mungkin Rosa takut dengan ucapannya. karena itu dia hanya diam dan membahas sola pekerjaan dengan Fikri dan Dikra. Namun saat sudah lama Rosa tidak masuk, Diapun menjadi heran dan resah.

"Ck...kenapa gadis itu tidak masuk juga, Fik..suruh gadis itu masuk...!" perintah Rifan pada Fikri.

"Gadis yang mana Bos...?" tanya Fikri tak mengerti .

"Ya ampun Fik...ya Rosa lah...!" seru Rifan kesal.

"Lo bukannya tadi Bos sendiri yang menyuruh dia pergi dari sini...?" kata Fikri dengan heran.

"Menyuruh dia pergi...?" kata Rifan kaget .

"Iya...masak Bos lupa...?" kata Fikri heran

"Apaaa...! kapan...?" seru Rifan cemas.

"tadi Bos bilang pada Rosa , ngapain kau disini..." kata Fikri menirukan ucapan Rifan yang sinis.

"Apa aku berkata seperti itu...?" tanya Rifan kaget. terlihat kecemasan di wajahnya.

"Iya Bos...kau dengar juga kan Dik...?" kata Fikri pada Dikra.

"Benar Bos kau berkata seperti itu tadi...dan nona Rosa segera berjalan cepat kearah lift , mungkin sekarang dia berada di ruang OB kembali..." kata Dikra .

"Ya ampun...tolol, tolol, tolol...kenapa aku bisa berkata seperti itu..!" seru Rifan cemas. dia segera menyuruh sekertarinya untuk memanggil Rosa.

Setelah sang sekertaris keluar ruangannya. terlibat wajah Rifan semakin merah karena cemas .

"Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya...besok aku sambung lagi. Jangan lupa, like, Vite dan komennya aku tunggu selalu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒎𝒂𝒌𝒂𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒊𝒇𝒂𝒏 𝒌𝒍 𝒏𝒈𝒐𝒎𝒐𝒏𝒈 𝒅𝒊 𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒂𝒔𝒂𝒍 𝒋𝒆𝒑𝒍𝒂𝒌 😤😤

2024-11-10

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒎𝒂𝒌𝒂𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒊𝒇𝒂𝒏 𝒌𝒍 𝒏𝒈𝒐𝒎𝒐𝒏𝒈 𝒅𝒊 𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒂𝒔𝒂𝒍 𝒋𝒆𝒑𝒍𝒂𝒌 😤😤

2024-11-10

0

Oi Min

Oi Min

kapok..... Rifan dadi pekok goro2 cinta kro Rosa rasa Kanaya

2024-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!