PGP 13

Mereka saling berpelukan tanpa menghiraukan pengunjung Restoran yang melihat perbuatan mereka. Namun Rosa sadar lebih dahulu di mana dia sekarang.

"Hey...kita di lihat orang banyak...kalian kembali kerja,ntar gue di marahin Mas Herman lo..." usir Rosa pada teman- temannya .

"Ha ha..kita lupa tempat...Ros jangan kemana- mana sebentar lagi kita pulang, kita ingin ngobrol dengan lo ..." ucap Siska sambil tersenyum bahagia.

"Baik...gue akan menunggu kalian, lagian gue juga nggak ada kerjaan..." ucap Rosa sambil tertawa.

"Baiklah kita pergi...oh ya elo mau pesan apa...?" tanya Riska pada Rosa.

"Gue pesen ayam bakar aja Ris sama jus alpukat..dan elo mau pesan Apa Sep... tanya Rosa pada Asep yang sejak tadi hanya bengong aja.

"Samain aja sama punya Non Rosa..." ucap Asep . Mendengar pria gagah di dekat Alea menjawab dengan nada hormat, ketiga temannya merasa heran.

"Kenapa pria ini begitu hormat pada Rosa.." batin mereka.

" Baiklah aku pesan dua porsi makanan dan minuman ..." ucap Rosa .

"Baik aku akan segera membawa pesananmu nyonya..." ucap Riska menggoda . Mendengar ucapan Riska, Rosa dan kawan- kawan tertawa .

Tak berapa lama makana pesanan Rosa datang. Rosa dan Asep segera makan makanan pesanan mereka.

Sedang di ruang kantor Komisaris perusahaan EKG terlihat nyonya Rika sedang berbicara dengan sang putra yang sedang mengintrogasi dirinya masalah Rosa. Setelah selesai rapat tadi. Rifan segera buru- buru masuk kedalam ruang kantor sang Ayah. karena dia ingin tahu kenapa Rosa bersama sang Mama. Dia tak perduli pada sang Papa yang masih belum keluar dari ruang rapat .

Sesampainya di ruangan sang Ayah dia melihat sang Mama sedang duduk membaca majalah .

"Rifan...apakah rapat sudah selesai...? mana Papa kok kamu sendirian datang..? lagian tumben keruang papa..?" tanya sang Mama beruntun . Sebab Rifan jarang masuk ke ruang sang Papa kalau tidak di panggil.

"Aku ingin berbicara sama Mama, Papa masih ada di ruang rapat. mungkin sebentar lagi Papa datang Ma..." kara Rifan menjawab pertanyaan sang Mama

"Kau mau menanyakan soal apa...kenapa wajahmu tegang seperti itu..?" tanya sang Mama.

Rifan duduk di dekat sang Mama, Dia menatap sang Mama dengan perasaan yang sulit di katakan.

"Ma...siapa gadis yang bersama Mama tadi...?" tanya Rifan sambil menatap sang Mama.

"Gadis yang bersama mama..?" tanya sang Mama membeo.

"Iya gadis yang sempat Rifan cari tadi Ma..!" seru Rifan tak sabar. namun sebelum nyonya Ratih menjawab perkataan Rifan, sang suami terlihat masuk kedalam ruang kantornya.

"Lo...Rifan ada di sini...? tumben ,ada apa Fan...?" tanya sang Papa.

"Rifan butuh penjelasan soal gadis yang bersama Mama tadi Pa...!" kata Rifan masih menatap sang Mama .

"Gadis yang bersama Mama..gadis siapa Ma..?" tanya tuan Alek pada sang istri.

"Oo...itu Pa, gadis yang telah menolong Mama tadi...ini juga soal keterlabatan Mama datang kemari..." kata Nyonya Ratih.

"Menolong Mama...? maksud Mama ...?" tanya Rifan tak mengerti.

"Iya Ma...maksud Mama apa sich...?" tanya tuan Alek juga tak mengerti.

Akhirnya nyonya Rati menceritakan kalau mereka tadi di hadang oleh tiga preman yang menghadang perjalanannya, sepertinya mereka tahu kalau dia membawa dokumen dan uang perusahaan yang dia bawa. mereka memukuli Parlan sopir mereka hingga babak belur dan ingin mengambil Dokumen dan uang dari tangannya. untunglah pada saat itu Rosa menolong dirinya . Rosa membuat pingsan ketiga preman tadi. dan mengantarkan parmin kerumah sakit serta mengantarkan dia ke kantor ini. tapi saat sampai di sini gadis itu menolak untuk masuk kedalam kantor ini.

"Jadi tadi Mama di hadang preman...?" tanya sang suami.

"Iya...untunglah ada Rosa yang menolong Mama..." jawab nyonya Ratih.

"Kenapa Mama tidak memaksanya Ma..!" seru Rifan kecewa.

"Sudah Fan...dia tidak mau, katanya masih ada kepentingan lain yang harus dia lakukan, tapi ngomong- ngomong kenapa kau terlihat kecewa nak...apa kau mengenal dia...?" tanya Nyonya Ratih pada sang putra.

"Rifan juga pernah di tolong gadis itu saat Rifan di kepung oleh puluhan penjahat bersama Dikra. dan gadis itupun segera pergi bersama temannya setelah menolong Rifan tanpa memberi waktu pada Rifan untuk mengucapkan terimakasih..." ucap Rifan dengan nada kesal.

"Fan...jangan bilang kau jatuh hati pada gadis itu...!" seru sang Papa sambil menatap Rifan dengan senyum menggoda. terlihat wajah Rifan memerah.

"Pa..gadis itu cantik sekali Pa...Mama belum pernah melihat kecantikan seorang wanita seperti gadis itu. walaupun dengan baju sederhana dan tanpa riasan di Wajahnya..." ucap sang Mama memuji.

"Apa benar Ma...?" kata sang suami penasaran . namun tiba - tiba ada pesan WA masuk kedalam ponsel Rifan . tertera nama Dikra di layar pinsel .dan bersamaan dengan ketukan di daun pintu.

"Masuk...!" seru tuan Alek datar.

Terlihat sekertaris Rifan masuk kedalam ruangan san Papa .

"Nisa..ada apa...?kenapa kau sampai menyusulku kemari..?" tanya Dikra dingin dan terlihat kesal saat melihat sekertarisnya datang kekantor sang Papa.

"Ada kiriman dari tuan Dikra untuk anda. dan beliau berpesan agar saya segera menyerahkan berkas ini sesegera mungkin pada anda...." kata sang sekertaris sambil memberikan amplop coklat pada Rifan.

"Taruh di atas meja Papa...." kata Rifan datar. Nisa sang sekertaris segera menaruh amplop itu di atas meja kerja sang pemilik perusahaan . Sedang dia sendiri segera pamit keluar.

Setelah sang sekertaris keluar ruangannya, Rifan segera membuka pesan dari Dikra.

*Aku kirimkan laporan tentang Gadis itu* tulis Dikra singkat.

Rifan tahu yang di maksud gadis itu. Dia segera mendekati meja kerja sang Papa. terlihat ketegangan di wajahnya.

"Ada apa Fan...?" tanya sang Papa.

"sebentar Pa...nanti pertanyaan Papa aku jawab..." kata Rifan sambil berjalan kearah meja sang Papa. dia segera mengambil amplop besar berwarna kuning itu. tak lama terlihat dia mengeryitkan Wajahnya dan tak lama kemudian terlihat senyum di wajah tampannya.

"Ada apa nak..." tanya sang Bunda.

"Kau sedang membaca laporan apa Fan...?" tanya sang Papa.

"Tentang gadis penolongku Pa, Ma..." jawabnya sambil tersenyum .

"Maksudmu Si Rosa...?" tanya sang Mama.

"Benar Ma...tentang gadis itu...ternyata dia seorang janda..." kata Rifan lagi.

"Janda...!" seru tuan Alek dan nyonya Ratih bersamaan.

"Benar Pa, Ma ...tapi dia masih gadis.." kata Rifan dengan senyum di bibir tipisnya.

"Janda tapi gadis maksudmu apa sich Fan...?" tanya sang Mama bingung.

"Mama dan Papa bisa baca sendiri .." kata Rifan sambil memberikan beberapa lembar kertas yang di kirim Dikra.

Setelah membaca kertas itu, terlihat sang Mama sangat marah.

"Brengsek...ada ya manusia seperti suami si Rosa itu...gadis secantik dia ditolak hanya karena tergila- gila pada bintang film yang murahan itu...!" seru sang Mama marah.

"Ya ampuuun...kasihan sekali hidup gadis itu...pria itu memang benar- benar kejam, tapi tunggu , bukankah dia putra dari si Danar Anggoro, ..!" kata tuan Alek kaget.

"Papa kenal mereka...?' tanya Rifan kaget.

"Tentu saja ..karena dia salah satu rekan bisnis perusahaan kita Fan..." kata sang Papa .

"Tapi untunglah Dia bodoh Ayah...kalau tidak , aku tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan gadis itu.." batin Rifan.

"Kenapa kau senyum- senyum sendiri Fan..?" tanya tuan Alek lagi ketika melihat putranya senyum- senyum sendiri .

"Nggak ada Pa...hanya saja aku tertawa melihat foto gadis itu saat bersama suaminya..." kata Rifan berbohong.

"Emang kenapa dengan dia...?" tanya sang Ayah.

"Lihatlah Pa...mana mungkin suaminya tertarik padanya jika penampilannya seperti ini, beda sekali dengan penampilan dia sekarang..." jawab Rifan sambil menyerahkan foto lama Rosa. melihat Foto itu tuan Alek tertawa.

"Ada apa Pa..?" tanya sang Istri .

"Lihatlah Ma...apa gadis ini yang bersamamu tadi...lalu mana cantiknya Ma...?"kata tuan Alek sambil tertawa.

"Fan...apa benar dia Rosa yang kita temui..?" tanya nyonya Ratih pada Rifan.

"Iya Ma...dia gadis itu, gadis yang sudah kita temui..." kata Rifan sambil tertawa.

Sedang di Restoran milik Herman, terlihat Siska , Riska dan Egik menghadap Herman, Karena ada Rosa mereka meminta ijin pada Sang Bos untuk pulang lebih awal. Dan bertepatan teman pengganti sip mereka telah datang. Akhirnya mereka berpamitan pada Herman. Herman yang melihat Rosa yang datang menyapanya, terlihat menatap Rosa dengan perasaan kagum. Dia tak menyangka sekarang Rosa berpenpilan berbeda.

Mereka segera pergi dari Restoran milik Herman. Rosa mengajak teman- temannya masuk kedalam Kafe yang biasa dia datangi bersama para bawahannya . Sesampainnya di sana mereka segera mencari tempat duduk di pojokan agar tidak terlalu mendapat perhatian dari pengunjung Kafe.

"Ros...kok elo kayak yang sudah biasa datang kemari...?" tanya Siska pada Rosa.

"Benarkah...mungkin karena beberapa hari ini gue sering di ajak dia datang kemari..." jawab Rosa asal sambil menunjuk Asep dengan dagunya.

"Ros...gue belum pernah melihat dia bersama elo, emang siapa dia...? Pacar elo...?' bisik Siska . Mendengar perkataan Siska Rosa tertawa.

"Bukan...dia sepupu jauh gue...kenalin namanya Asep..." ucap Rosa memperkenalkan Asep pada para sahabatnya. merekapun segera memperkenalkan diri pada Asep satu persatu.

"Jadi ternyata elo punya sepupu Ros... Lalu kenapa saat kau dalam masalah dengan si Danar dia tidak datang...?" tanya Egik kesal.

"Maaf...gue tidak tahu kalau sepupu gue dalam masalah. Kami baru bertemu beberapa hari lalu..." kata Asep datar.

"Benar apa kata Asep...kami baru bertemu beberapa hari lalu , jadi dia tidak tahu masalah yang aku hadapi. Dia juga tidak tahu kalau kedua orang tuaku meninggal. Karena dia pergi keluar Negri..." Bohong Rosa. Mendengar ucapan Rosa hampir saja Asep tertawa keras.

"Dasar Bos...bisa- bisanya dia berbohong seperti itu..." kata hati Asep.

"Ooo..gue fikir sepupu elo tidak mau tahu keadaan elo...maaf gue ngomong kayak gitu karena gue kasihan dengan hidup Rosa yang sangat menderita, Dia sangat di tindas oleh mantan suaminya.." ucap Egik .

"Sudah jangan di bahas masalah yang membuat kita marah...lebih baik sekarang kita membicarakan masalah yang membuat kita bahagia saja..." kata Rosa menengahi perkataan kedua orang itu .

"Benar kata Rosa, lebih baik kita membicarakan masalah yang baik- baik saja..." kata Riska.

Seorang pelayan Kafe datang menghampiri mereka. Rosa segera memesan makanan dan minuman yang akan mereka nikmati sambil berbincang.

"Ros..kau mau ikut kami kerja di perusahaan EKG nggak..." kata Siska tiba- tiba .

"Perusahaan EKG..?" tanya Rosa kaget.

"Iya perusahaan EKG yang besar itu.." kata Egik menegaskan.

"Kita Mau jadi apa di sana...?" kata Rosa heran.

"Kita akan mendaftar menjadi OB Ros.. Tante si Egik kerja disana menjadi kepala OB ..." kata Siska.

"Lalu gimana dengan kerja kalian di tempat mas Herman...?" tanya Rosa .

"Kami sudah berpamitan pada mas Herman, dan mas Herman sudah mengijinkan, enak Ros gajihnya lebih besar dua kali lipat dari gajih di Restoran mas Herman . dan siapa tahu kita bisa naik kedudukan jika pekerjaan kita bagus..." kata Siska lagi.

"Kau ikut saja ya Ros...biar kita bisa kerja bersama lagi...?" bujuk Riska pada sang sahabat.

"Gimana ya..." kata Rosa bingung. Sedang Asep tidak bisa berkata apapun. Karena dia tidak bisa menghalangi keinginan Rosa .

"Apa Tante elo mau aku ikut kerja dengan kalian Gik..." tanya Rosa pada Egik.

"Tentu saja bisa...aku sudah bilang panda tante kalau tiga teman gue ikut kerja..." kata Egik lagi.

"Baiklah aku ikut..." kata Rosa mengalah. Asep yang ada di sebelah Rosa sempat kaget. Masak iya Bos yang memiliki dua perusahaan dan beberapa toko dan butik mau jadi OB.. Seru Asep salam hati sambil menatap Rosa kaget.

"Yeee...gitu dong...kita kan bisa bekerja bersama lagi...!" seru Siska gembira. Begitu juga dengan Riska dan Egik. Mereka bahagia karena mereka akan kembali bekerja bersama- sama.

"Kapan kita mulai kerja Gik...?" tanya Rosa .

"Hari Senin elo bawa surat lamaran kerja serta beberapa persyaratan kerumah gue...atau apa gue kerumah elo...?" tanya Egik.

"Nggak usah...biar gue yang nganter kerumah elo..." kata Rosa.

"Baiklah gue tunggu di rumah ya..." kata Egik semangat.

"Baik...elo WA apa saja yang harus gue bawa..." kata Rosa sambil tersenyum. Dan merekapun melanjutkan perbincangan mereka. Sedang Asep hanya bisa dengan setia menunggu sang Bos selesai bernostalgia dengan kawan- kawannya. Jam delapan malam akhirnya mereka memutuskan keluar dari kafe. Hampir dua jam mereka berada di dalam kafe. Mereka berpisah di depan kafe dengan janji akan bertemu kembali hari senin di rumah Egik . Saat dalam perjalanan pulang Asep berkata pada Rosa .

"Non...kenapa Non Rosa mau jadi OB , bukankah Non Rosa seorang Bos besar dua perusahaan sekaligus...?" tanya Asep .

"Sep...gue ingin merasakan juga bagaimana jadi seorang OB. Dan gue akan merasakan pengalaman menjadi seoran Rosa yang sebenarnya sebelum gue menjabat sebagai CEO di perusahaan gue sendiri..." kata Rosa dengan tenang .

"Lalu apa yang harus saya lakukan untuk menjaga Nona...?" tanya Asep bingung.

"Kau dan Mamat bisa menjadi OB juga di sana kalau kalian mau, tapi kau harus mencari sendiri caranya..." kata Rosa cuek.

"Waah...ide bagus Non...kami akan mencari cara agar kami bisa menjadi OB juga di sana...!" seru Asep dengan wajah gembira.

"Hey...jadi lo mau jadi OB juga Sep...!" seru Risa kaget. Sebab tadi dia hanya ingin menggoda Asep.

'Ya iyalah Non...saya tidak ingin kecolongan lagi seperti hari yang lalu..." kata Asep dengan tegas.

Alea hanya bisa pasrah melihat tekat Asep.

Asep melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di rumah Rosa , ternyata Mamat telah menunggu kedatangan kedua orang itu dengan perasaan cemas. Setelah melihat mereka datang dalam keadaan baik- baik saja, Mamat segera bernafas lega. Setelah berbincang sebentar, akhirnya Mamat dan Asep segera pulang ke basecamp mereka. Sedang Rosa mendatangi kamar Nina . di sana terlihat bik Narti sedang menemani gadis itu yang sedang menggambar.

"Waah...gadis kecil kakak lagi nggambar apa nich, kok serius amat...?" tanya Rosa sambil berjalan mendekati Nina.

Mendengar dan melihat Rosa datang, Nina langsung menaruh buku dan pensil gambarnya lalu bangun dan berlari kearah Rosa.

"Kakak...kakak sudah tadi datangnya..?" tanya gadis itu sambil memeluk Rosa yang langsung mengangkat gadis itu dalam gendongannya.

"Tidak sayang...kakak baru datang kok.." kata Rosa sambil mencium pipi gembul Nina.

"Kak Rosa, kenapa kakak lama sekali perginya...?" tanya gadis itu sambil cemberut.

"Maaf kakak ,kakak harus kerja sayang.. Apakah Nina kesepian di rumah...?" tanya Rosa dengan lembut. Gadis kecil itu hanya menganggukkan kepalanya.

"Gimana kalau Nina sekolah, apakah Nina mau sekolah...?" tanya Rosa lagi.

"Tapi Nina takut kak..." kata Nina dengan wajah terlihat cemas.

"Kan ada bik Narti yang akan menunggui Nina...?" kata Rosa dengan lembut.

"Benarkah...jadi Nina tidak sendirian di sekolah...?" tanya gadis itu dengan polos.

"Tidak sayang...bik Narti akan menjaga Non Nina sampai kita kembali pulang.." ucap bik Narti.

"Baiklah Nina akan sekolah..." ucap gadis itu bahagia.

"Bik...apa tidak merepotkan bibik...?" tanya Rosa sambil menatap Bik Narti.

"Tidak Non...bukankah bibik juga tidak banyak pekerjaan setelah kedatangan bik Sum.." kata Bik Narti kembut.

"Kalau begitu besok aku akan mengurus soal sekolah Nina, biar hari senin Nina bisa langsung sekolah, trimakasih bik..." kata Rosa sambil mengusap kepala gadis kecil yang masih berada di dalam gendongannya.

"Sama- sama Non..." ucap bik Narti sambil tersenyum .

"Nach sekarang Nina tidur dulu ya...apa tadi sudah solat isyak...?" tanya Rosa. Mungkin karena pernah hidup mandiri di panti asuhan dan mereka sudah di ajarkan solat dan mengaji, maka tidak sulit bagi Rosa mengajari Nina tentang Solat dan mengaji .

"Sudah kak...tadi solat bersama Bik Narti , Bik Sum dan Paman Dulah, Nina juga mengaji bersama paman Dulah.." celoteh gadis kecil itu.

"Baguslah...sekarang Nina sikat gigi lalu tidur ya...kakak akan kembali dulu kekamar kakak..." kata Rosa sambil mencium lembut kening Nina.

"Baik kak..." jawab Nina .

"Kakak pergi dulu selamat malam sayang..." kata Rosa sambil mencium kembali kening Nina .

"Selamat malam kak..." jawab Nina.

Rosa segera meninggalkan kamar Nina setelah berkata pada Bik Narti untuk membantu Nina. Dia segera pergi kekamarnya . sesampainya di kamar, Rosa segera mandi dan langsung solat isyak. Setelah itu dia segera merebahkan diri dan pergi kealam mimpi.

###$$###

Sudah satu minggu ini Rosa pekerja sebagai OB di perusahaan EKG. Sedang Nina sudah mulai sekolah TK di sekolah yang dekat dengan rumah miliknya. Untuk mengantar jemput Nina dan Bik Narti, Rosa membelikan motor metik untuk Mang Dulah agar tidak terlalu capek bik Narti mengantarkan sekolah Nina. Sedangkan untuk dirinya sendiri. Rosa memakai motor balap salah satu koleksinya . Seperti hari ini, setelah memakai Jins belelnya dan baju kotak warna kuning lengan panjangnya , serta memakai jaket kulit kesayangannya . Rosa segera memakai helm tropong miliknya setelah lebih dulu mencium lembut kedua pipi dan kening Nina .

"Sayang...nggak boleh nakal, nurut apa yang di katakan Bik Narti ya...nanti kakak akan bawakan es cream kalau kakak pulang kerja.

"Yee...baik kak...Nina nggak akan nakal kok...!" seru gadis itu bahagia.

Rosa segera menjalankan motornya meninggalkan kediamannya setelah melambai pada Nina yang masih menatap kepergiannya. Dengan kecepatan sedang dia melajukan motornya menuju kantor EKG . tak berapa lama diapun sampai di kantor EKG .

Saat dia akan masuk kedalam parkiran kantor EKG , dia bertemu dengan dua pemotor yang memakai motor balap juga. dan dia tahu siapa pemilik motor itu .

"Hey...kalian ngapain kemari...?" tanya Rosa sambil mendekati kedua pengawalnya.

"Bukankah Bos bilang kami juga harus mau bekerja jadi OB kalau ingin dekat dengan Bos..." kata Asep sambil tersenyum.

"Dasar kalian...lalu bagaimana kalian bisa bekerja di sini dan kerja di bagian apa...?" tanya Rosa lagi.

"He he he..ada teman kami yang bekerja di sini , dan kami meminta tolong padanya agar kami bisa bekerja sebagai OB Bos.." kata Asep sambil nyengir kuda.

mendengar perkataan Asep, Rosa hanya bisa geleng kepala.

"Ya sudah ayo masuk...kalian pergi dulu menemui teman kalian..." kata Rosa sambil berjalan.

"Baik Bos...!" ucap mereka sambil berjalan bersama- sama.

"Tunggu...jangan kau banggil aku Bos, atau kau ingin aku memukul kepala kalian...!" seru Rosa marah.

"Maaf Bos, eh Nona...kami lupa..." kata Asep lagi. merekapun melanjutkan langkah mereka.

"Ketika sampai di loby perusahaan mereka berpisah. Rosa segera masuk kedalam lift para karyawan. setelah lift terbuka Rosa segera masuk kedalam lift tersebut. Rosa memencet lift angka tiga. karena di lantai tiga tempat pantri dan ruang OB berada. saat Rosa masuk banyak karyawan yang memandang dirinya, terutama para karyawan pria. mereka sudah banyak yang tahu kalau wanita yang bersama mereka adalah OB yang baru bekerja. memang satu minggu yang lalu mereka mengetahui kalau ada empat OB baru yang bekerja di perusahaan mereka dan salah satunya adalah gadis cantik yang berada di depan mereka. Gadis ini memang ramah , tapi terkesan agak dingin pada para karyawan pria.

Cukup dulu ya ceritanya, author lanjut besok. jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

ramah tp dingin??????

Nindi apa kabar kabaya;kok Kanaya atau Rosa gak nyariin Nindi sihhhh

2025-02-03

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒆𝒍𝒊𝒅𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒆𝒃𝒂𝒃 𝒌𝒆𝒎𝒂𝒕𝒊𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒋𝒈 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝑫𝒂𝒏𝒂𝒓 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 🤔🤔

2024-11-10

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

wah pada jadi ob...kapan jadinya nyeidiki pembunuh kanaya ni..

2024-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!