Rosa membawa mobilnya kearah Mall. Sesampainya di sana ternyata hari sudah waktu duhur , dan dia belum solat duhur tadi di panti .dia segera mencari musolah yang ada di dalam mall itu. Namun Alea melihat ada Masjid di sebrang Mall. Dengan berjalan kaki dia menyebrang ke sebrang jalan. Setelah mengambil air wudhu Rosa segera solat di dalam masjid itu .Saat setelah selesai solat , Tanpa sengaja saat dia mengambil sepatu miliknya di depan masjid , Dia bertabrakan dengan seseorang dan dia hampir jatuh jika saja tangan kekar itu tidak meneluk tubuhnya dengan erat . Dia jatuh kedalam dada seseoarang yang memiliki dada bidang. Tercium harum lembut parfum milik orang itu. Yang terasa menenangkan hatinya. Namun Rosa sadar kalau Pria ini Pria asing. dengan segera dia melepas pelukannya. Dengan menatap sekilas Alea berkata.
"Maaf aku tidak sengaja...." ucapnya dan buru- buru berlari meninggalkan Orang itu. Dan dengan cepat dia menyebrang jalan. Sesampainya di Mall kembali Rosa bernafas lega walau dia masih merasa Malu . Dia akhirnya segera masuk kedalam mall untuk mencari baju , sepatu dan segala keperluan Nina. Dia juga membelikan boneka dan beberapa aksesoris untuk anak- anak. tak luoa dia juga membelikan beberapa baju untuk Bik Sun. Bik Narti dan Mang Dulah . Setelah semuanya selesai dia beli , Dia segera meminta layanan toko untuk mengirimkan barang itu kerumahnya. Sedangkan dia segera membeli beberapa makan ringan dan buah buahan.
'Fuu...lelah juga..." ucapnya senduri. ingin rasanya dia makan es cream faforitnya. namun di urungkannya karena sendirian. Baru saja dia melangkah akan ke mobilnya. Tiba - tiba pondelnya berbunyi. Ternyata dari mamat.
"Assalamualaikum Mat..ada apa..?" tanya Rosa.
"Non..kau dimana...?" tanya Mamat .
"Aku masih di Mall Mat..." jawab Rosa .
"Saya ada di depan Mall Non... Nona Rosa di sebelah mana...?" tanya Mamat lagi.
"Aku ada di depan toko ice cream , apa kau bawa mobil Mat..?" tanya Rosa.
"Tidak Non saya naik ojek..mobil saya taruh di rumah Non Rosa..." jawab Mamat.
"Ya sudah kemarilah aku tunggu kau di kedai Ice cream.." ucap Rosa. Dia segera membatalkan kepulangannya . Mendengar Mamat akan kesana, keinginan Rosa untuk membeli Es cream kembali timbul. jadi dia ingin membeli es crem yang dia batalkan karena sendirian.Kini setelah ada Mamat dia memutuskan untuk membelinya . akhirnya dia segera berjalan masuk kedalam kedai es cream dan segera memesan dua mangkok es cream untuk dia dam Mamat . dan tak lama Mamat datang dengan terengah- engah. Rosa segera melambaikan tangannya memanggil Mamat. Bersamaan Mamat duduk, pesanan es cream Rosa telah datang.
"Makan Mat..." ucap Rosa . terlihat di depan Mamat satu mangkok es cream rasa coklat .
"Non...anda masih tahu kesukaan Mamat..." ucap Mamat terharu.
"Ck.. Kau itu bodyguard ku tentu saja aku akan tahu kesukaanmu. Hanya sekarang yang aku sesalkan tak ada aseo di sini. Bagaimana keadaan dia Mat.." ucap Rosa lagi.
"Dia baik- baik saja Non..saat Non di nyatakan meninggal dia bagai orang kehilangan hidupnya. Satu minggu dia berada di dalam kamarnya Non...!" ucap Mamat.
"Dan Kau sendiri aku dengar sampai saat aku menelfonmu dulu. kau masih sering menangis, apa benar Mat...?" tanya Rosa sambil menahan tawa.
"Habis Saya dan Asep sangat sedih saat non Kanaya meninggal, kami merasa bagai kehilangan sebagian hidup kami Non..." ucap Mamat malu.
"Dasar kau memang cengeng...! " ucap Rosa. Dan Mamat hanya bisa tersenyum malu.
"Ya sudah kalau kau bisa, bawa si Asep kerumah...!" kata Rosa lagi.
"Benar Non...?saya boleh bawa asep kerumah non Rosa ..?" ucap Mamat tak percaya.
"Iya ...bawa aja dia kerumah...!" ucap Rosa lagi .
'Pasti Non...saya akan membawa Asep kesana..." kata Mamat gembira.
Mereka segera menyelesaikan makan es Creamnya lalu segera pulang. Kini Mamat yang membawa mobil Rosa.
Saat mereka menuju ke Vila milik Kanaya, Asep membawa mobil mereka di jalan pintas yang agak srpi, tapi lebih cepat sampai di Villa . Ketika mereka melewati jalan yang sepi mereka melihat dua orang pria sedang di keroyok hampir dua puluh orang pria berbadan kekar. Dan kedua orang itu seperti kewalahan walaupun di tanah sudah banyak yang tumbang. Entah dari musuh atau teman dua pria itu.
"Mat berhenti..Apa kita akan diam melihat itu...?" tanya Alea sambil menggerakkan kepalanya menunjuk kearah tempat perkelahian .
"Mana bisa Non...mereka hanya berdua dan musuh mereka terlalu banyak..." ucap Mamat.
"Benar katamu Mat. mereka tidak seimbang...lagian bukankah kita lama tidak latihan Mat...?" ucap Rosa dengan tenang.
"Tubuh itu apa kuat Non...?" tanya Mamat ragu.
"Jangan khawatir...aku sudah melatih tubuh ini agar kuat, kita coba yuk...?" ajak Alea.
"Bagus Non...kita bantu mereka.." ajak Mamat .
"Baik..siapa takut..." ucap Kanaya atau Rosa
Rosa keluar dari mobil sportnya di susul Mamat yang sudah menutup pintu mobil .
"Waah...kayaknya ada pesta nich...boleh dong kita ikutan..." ucap Rosa enteng.
Mendengar suara Rosa para penyerang itu melihat kehadiran Rosa.
"Nona jangan ikut campur urusan kami, pergilah sebelum kami marah....!" seru salah sati dari mereka.
"Ya nggak bisa dong bang...elo pada nggak malu , untuk menghadapi dua orang saja dengan menggunakan banyak orang , melihat itu masak iya gue harus diem, ya nggak bisa dong bang..?" ucap Alea yang membuat para penjahat kesal .
"Sialan...Bos kayaknya gadis ini minta di ajar juga Bos...!" seru salah satu dari mereka marah .
"Nona jangan membuat kami marah dan membuat kehilangan nyawa...!" seri sang pimpinan .
"He he he..apa kalian mampu menyentuh tibuhku...?" ejek Rosa sambil terkekeh.
"Ternyata kau tidak mau di kasihani nona..!" teriak pria itu marah.
"Boleh bang...kita main- main yuk..." ucap Rosa enteng .
"Brengsek...! Lu emang minta di hajar ya..teman- teman...ayo kita hajar mereka..!" teriak pria itu marah. Akhirnya perkelahian antara Rosa dan para penjahat yang menyerang dua pria tadi terjadi juga. Mamat dan Alea dengan cepat melumpuhkan mereka yang menyerang dia. Terutama Rosa. Dengan gerakan lincah dia membuat beberapa orang jatuh pingsan. Dan dalam beberapa menit saja Alea telah menyelesaikan perkelahiannya.
"Ffuu...akhirnya selesai juga..." ucap Rosa sambil menepuk tangannya yang tak kotor.
"Mat ayo pergi...Bos urusin sendiri mereka ya..." ucap Risa sambil ngeloyor pergi di ikuti Mmat
"Nona.. tinggu...!' seru salah satu dari mereka.
"Maaf tuan...kami masih ada urusan... selamat sore...!" ucap Rosa sambil masuk kedalam mobilnya. Dan tak lama Mamat telah menginjak gas mobilnya.
Sedang ditempat kejadian terlihat pria berjas hitam dan temannya tertegun sambil menatap kepergian Rosa.
"Dik...selidiki gadis itu...bukankah gadis itu tadi yang bertemu denganku di masjid...?" ucap Rifan dingin.
"Bertemu denganmu Bos...?" tanya Dikira sang sahabat sekaligus pengawal pribadinya.
"Benar...tadi aku sempat bertemu dengannya dan dia satu- satunya gadis yang tidak membuatku alergi sampai saat ini..!" Ucap Rifan lagi.
"Apa ..Bos tadi sempat bersentuhan dengan dia...? Kok bisa Bos...!" seru Dikra heran .
"Kami tadi bertabrakan saat mau mengambil sepatu kami...mungkin dia tadi lupa, sebab saat dia dalam pelukanku, dia cepat- cepat pergi menjauh. Sepertinya dia takut bersentuhan dengan pria..." ucap Rifan .
Rifan Soni Enggelo adalah seorang CEO dari perusahaan Eanggelo Multi Perkasa ( EMP) yang tersohor di seluruh Asia dan Eropa. Perusahaan itu bergerak di segala bidang. dari Real istate , tehnologi , sampai hiburan . semua itu membuat dia menjadi idola para gadis. Walaupun wajahnya dingin dam sombong. Dalam kehidupan keseharian. Dia sering menjadi sorotan publik. Karena ketampanan dan sikap dinginnya serta kekayaan keluarganya yang tak kan habis tuju turunan itu.
"Apaa...berpelukan... ?" tanya Dikra kaget.
"Benar..." jawab Rifan lagi yang membuat kaget Dikra.
'Tapi..tapi kau tidak apa- apa kan Bos...?" seru Dikra kaget. Rifan memang tidak bisa bersentuhan dengan yang namanya wanita. Jangankan soal memeluk, tersentuh sedikit saja, Rifan akan mengalami alergi kulit. yaitu kulitnya akan mengeluarkan ruam- ruam di dekujur tubuhnya. .
"Entah kenapa aku tidak mengalami alergi saat dia memeluk tubuhku tadi.." ucap Rifan juga heran.
" Kalau begitu dia satu - satunya orang yang bisa bersentuhan dengan anda tuan..." ucap Dikra .
"Karena itu selidiki gadis itu..." ucap Rifan dengan kesal.
"Baik Bos akan aku lakukan..." jawab Dikra .
"Aku tunggu dalam tiga hari laporan itu sudah ada di meja kerjaku PAHAM..!" ucap Rifan menegaskan.
"Tapi Bos...!" seru Dikra mencoba berkompromi.
"Tidak ada tapi- tapian Dik...atau kau akan ku kirim ke pelosok kalimantan...!" ancam Rifan.
"Yaa..si Bos..baiklah akan aku selesaikan tugas ini .." ucap Dikra pasrah.
"Panggil Joni, dan beberapa pengawal untuk membereskan ini semua. Bawa mereka yang masih hidup ke tahanan milik kita.." ucap Rifan lagi .
"Baik Bos..akan aku lakukan..." ucap Dikra yang segera memanggil Joni agar datang dengan membawa beberapa orang .
Sedangkan Rosa kini sudah berada di depan villa nya. Mereka segera masuk kedalam rumah.
Ketika mereka sampai di dalam, Bik Narti dam Mang Dulah berkata kalau ada kiriman barang dari tokoh.
"Non..tadi ada kiriman barang dari toko.." kata mang Dulah.
"Oo..itu baju milik, kalian semua...ada baju untuk bik Narti dan Mang Dulah, milik bik Sum dan juga milik Nina serta mainannya..." ucap Rosa.
"Non kenapa bibik juga di belikan...baju bibik masih banyak kok.." jawab bik Narti .
"Sudah lama Rosa tidak membelikan bibik kan ..." bisik Rosa atau Kanaya.
"Eh si non...baju bibik masih banyak yang baru..." ucap Bik Narti.
"Nggak masalah bik...lalu dimana Nina dam Bik Sum .?" tanya Rosa.
"itu ada di Kamar bik Sum Non..' jawab Bik Narti.
"kalau begitu kita buat kamar untuk Nina dulu yok Bik..." ucap Rosa.
"Baik Non...emang kamar non Nina di mana...?" tanya Bim Narti lagi.
"Gimana kalau di kamar yang ada di sebelah kamar Rosa...?" ucap Rosa sambil tersenyum..
''Boleh juga Non...nanti kalau ada apa- apa ada non Rosa di dekat kamar ya.." ucap Bik nanti lagi.
"kalau begitu ayo kita rias Bik..." ucap Rosa pada bik Narti .mereka segera berjalan ke arah tangga yang menuju lantai atas. Mereka ingin membuat Nina senang dan betah di rumah ini. Rosa membawa semua barang yang akan dia berikan pada Nona. barang Punya Bik Narti dan bik Sum dia berikan pada Bik Narti . setelah memerlukan waktu hampir dua jam akhirnya mereka bisa membuat kamar itu indah untuk seorang gadis kecil Nina. mereka membuat kamar itu penuh dengan boneka. setelah itu Rosa menggendong Nina dan membawanya pergi kedalam kamar itu.
"Kak...kita mau kemana...?" tanya gadis kecil itu.
"lihat saja nanti... oh ya waktu Nina di panti , Nina tidur dengan siapa..?" tanya Rosa dengan kembut.
"tidur sendiri...sebab tidak ada yang mau tidur dengan Nina..." jawab Nina polos.
"Kenapa...? apa Nina tidak suka ada teman tidur...?" tanya Rosa lagi.
"Mereka tidak suka Nina...katanya Nina anak nakal ...!" jawab Nina dengan sedih.
Rosa hanya bisa membelai gadis yang ada di gendongannya.
Ketika sampai di depan Kamar Nina , Rosa menurunkan Nina dari gendongannya.
"Kita sudah sampai....yuk masuk..!" ucap Rosa sambil membuka pintu kamar itu perlahan . Ketika pintu terbuka terlihat Nina begitu senang.
"Kau suka sayang....?" tanya Rosa pada Nina yang menatap kamar itu penuh bahagia. terlihat kepala kecil itu mengangguk dengan antusias.
"Kak...apakah ini kamar Nina...?" tanya Nina penuh kebahagia.
"Tentu saja sayang....ini kamar milik Nina. apakah Nina mau tidur sendiri...?" tanya Rosa sambil tersenyum.
"Mau...Nina memang suka tidur sendiri kak..." jawabnya Polos.
"Bagus...nach sekarang Nina mandi, mau di mandikan kakak atau mandi sendiri..?" tanya Rosa dengan sayang.
"Mandi sendiri kak...Rosa sudah besar bisa mandi sendiri..." ucap Rosa dengan bahagia.
"Oh ya...baguslah kalau begitu. sekarang Rosa mandi dan lihat...Rosa mau pakai baku tidur yang mana..?" tanya Rosa pada Nina yang terbelalak dengan.isi almari kecil yang di belikan Rosa dengan penuh gambar di pintu dan diding Almari.
"Apakah ini milik Nina semua kak...?" tanya Nina tak percaya.
"Tentu saja sayang...masak iya ini milik kakak...ya nggak muat dong..." goda Rosa sambil tertawa. Nina pun ikut tertawa malu.
"Ya sudah...sekarang nina mandi yang bersih, bersihkan badan dengan benar. ayo kita lihat kamar mandi untuk Nina.." kata Alea sambil menggandeng tangan Nina.
"Lihat ini sampo, ini sikat dam odol dan ini sabun buat Nina...atau bagaimana kalau hari ini kakak akan memandikan Nina lebih dahulu...?" tanya Rosa lembut.
"Baik kak..." jawab gadis itu. akhirnya Rosa mematikan Nina sambil bercanda. setelah selesai , Rosa mengangkat Nina dan membawanya masuk dengan tubuh terbungkus handuk.
"Nach...dekedai sudah...kita ganti baju ya sayang..." ucap Risa sambil menaruh Nina di atas kasur dan mengusap lembut tubuh Nina dengan handuk.
"Selesai sudah ...sekarang kita ganti baju Okey... dan baju yang Nina bawa dari panti tidak usah di pakai lagi ya...?" kata Rosa lembut.
"Baik kak... " jawab Nina gembira .
"di panti Nina di ajarkan Solat nggak sama ibu Panti...?" tanya Rosa lagi.
"Di ajarkan kak..." jawabnya lagi.
'kalau begitu mulai hari ini nina harus rajin Solat dan ngaji. kalau mau solat Nina bisa solat di sini atau di musolah bawah. Nina bisa solat di musolah bawah bersama bik Sum , Bik Narti dan Mang Dulah, dan kau bisa belajar mengaji pada Mang Dulah, Nina mau kan...?" ucap Rosa lembut sambil membantu Nina mengganti bajunya.
"Mau kak...Nina akan belajar mengaji sama mang Dulah..." jawabnya dengan yakin.
"Baguslah...nach sekarang karena sudah selesai ganti baju, rambut Nina kakak sisir ya..?" gadis itu mengangguk.
Rosa menyisir rambut Nina yang ternyata bergelombang seperti rambutnya dulu. dia lalu mengikatnya jadi ekor kuda. dan saat Nina sudah rapi. terlihat wajahnya cantik dam imut . benar apa yang di fikirkan Rosa tadi, kalau Nina bukan hadis Panti yang seperti gadis biasa. terlihat sekali wajah Nina yang cantik dengan kulit pitih walau sekarang terlihat agak kucel. dan mata itu...kenapa mata itu seperti yang pernah Rosa lihat. .. tapi di mana...?" Rosa berfikir dengan keras. namun tetap saja dia tidak ingat. dan akhirnya dia menyerah dan membawa Nina ke lantai dasar.
"Kak...kamar Kak Rosa yang mana.
"itu tadi kamar dekat kamar Nina yang kita lewati saat mau turun kebawah..." ucap Rosa dengan tersenyum.
"Nanti kalau Nina ketakutan, noleh nggak Nina mengetuk kamar kakak...?" katanya dengan terlihat wajahnya agak takut.
"Tentu saja boleh...nanti setelah maka. Nina bisa ikut kakak masuk kedalam kamar kakak .." jawab Rosa.
"Trimakasih kak..." ucap gadis itu sambil tersenyum manis. tak lama mereka telah sampai di ruang makan. terlihat bik Sum , bik Narti dan bang Dulah sudah menunggu dengan tenang kedatangan Risa dan Nina. dan mereka akhirnya makan bersama. Setelah makan Rosa membawa Nina pergi kekamarnya. Dia sangat senang melihat kamar Rosa. Dia berbicara dengan takut. apa boleh dia tidur bersama Risa. dan Rosa mengiyakan sambil terkekeh.
Maaf sekian dulu cerita author author sambung besok lagi ya... jangan lupa Like, Vote , dan Komennya author tunggu.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑵𝒊𝒏𝒂 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝑺𝒖𝒍𝒕𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒉 🤔🤔
2024-11-09
0
Oi Min
Dikira.....??? Dikira in siapa??? Dikira in kamu..... wwkwkwkwkkwk
2024-08-27
0
Oi Min
cieeee..... calon jodoh tu.....
2024-08-27
0