PGP 4.

Pagi sekali Kanaya atau Rosa memakai baju olah raga yang dia beli kemaren bersama Siska saat istirahat siang. Dia memakai baju dan sepatu olahraga yang dia beli dengan harga murah.

"Aah...baru sekarang gue memakai baju seperti ini,.." ucap Kanaya sambil tertawa. Tentu saja karena selama hidupnya Kanaya hanya memakai baju yang bermerk saja. Setelah terlihat rapi dengan rambut di ikat ekor kuda, Alea segera keluar dari rumah mewah itu. Dia berlari di sepanjang jalan di sekitar rumahnya. Ternyata tempat itu tidak terlalu jauh dari lapangan sepak bola . karena Alea perginya pagi- pagi sekali, maka hanya beberapa orang saja yang ada. Namun satu jam kemudian tempat itu terlihat banyak para pelajar dan orang tua yang sedang berolahraga pagi berdatangan.

Setelah 30 menit kemudian, dia memutuskan untuk kembali ke rumah Danar. Karena hari hampir siang, dengan gerakan cepat dia masuk kedalam rumah Danar. Dia takut. Ketahuan Danar. Untunglah pintu keluar tidak terlihat dari lantai atas. Karena bertepatan cendela dan balkon ada di disi lain. Dia segera masuk dan kembali mandi. Setelah berpakaian kerja, Kanaya segera keluar dari kamarnya. Melihat bik Sum tidak terlihat, Kanaya tahu kalau wanita tua itu pasti sibuk di dapur. Karena takut berjumpa dengan Danar, akhirnya dia memutuskan tidak berpamitan dengan Bik Sum. Dia segera keluar dari rumah Danar . Dengan berjalan kaki 30 menit, Rosa sampai di tempat kerjaan . Dia segera bertemu dengan ketiga sahabatnya.

"Waah...kau memakai kembali kacamatamu Ros..?" tanya Riska sambil tertawa.

"Iya...aku takut ketahuan Danar..." ucap Rosa.

"Lebih baik kacamatamu kau pakai Ros..kalau wajah cantikmu terlihat Danar, aku takut dia tidak akan membiarkan dirimu lepas darinya, bagaimanapun kau tetap istri dia . Di mata hukum kau sah istri Danar.." ucap Siska dengan bijak.

"Benar ucapanmu Sis...walau di hukum agama aku bukan lagi istrinya. Sudah enam bulan lebih dia menyiksaku dan nafkah lahirpun dia tak memberi..." kata Rosa kembali.

"Benar dalam hukum agama tiga bulan istri tidak di beri nafkah lahir batin, maka katanya sudah jatuh talak..." lanjut Egik .

"Ah..sudahlah untuk apa kita membahas masalah pria gila itu..lebih baik kita lanjutin kerja.." ucap Rosa sambil berjalan kedapur restoran. Dan ketiga rekannyapun menyetujui dan mengikuti dia kedalam . Merekapun terlihat mulai sibuk bekerja.

Sedang di markas Kanaya, terlihat Mamat sedang menunggu telfon dari Kanaya sang Bos. Namun karena di tunggu tidak ada tanda - tanda ponselnya berdering. Akhirnya dia memutuskan mencari Alamat yang Kanaya sebut kemaren. Karena daerah Jakarta memang sangat luas Akhirnya Mamat bisa menemukan Alamat yang di katakan Kanaya , Setelah mencari empat jam lebih putar- putar daerah yang di katakan Kanaya . Ketika sampai di sana dia bisa melihat keberadaan restoran California yang di ucapkan sang Bos besar. Karena hari sudah siang dan perut minta di isi. Akhirnya Mamat masuk kedalam restoran itu dengan wajah sedikit ragu. Dan dengan membulatkan tekat, akhirnya Mamat masuk kedalam restoran tempat Kanaya bekerja. Saat dia masuk, Rosa sedang mengambilkan pesanan seorang pembeli. Namun setelah dia berbalik dari meja pembeli, dia bisa melihat Mamat sedang duduk di salah satu meja makan.

"Ist...kenapa pria bodoh ini masuk kemari..." batin Alea. Akhirnya dia mendekati meja Mamat.

"Pesan apa pak...?" tanya Alea lembut.

"Tolong saya minta steak dan es teh saja..." ucapnya dengan suara khas miliknya .

"Baik tuan...anda tunggu sebentar..." jawab Kanaya. Kanaya segera pergi meninggalkan Mamat. Terlihat Mamat sedang memperhatikan keadaan restoran itu. Setelah pesanan mamat tersedia. Alea segera berjalan mendekati mamat dengan membawa makanan pesanan Mamat.

Dia segera menata masakan di atas meja . dan dia menyelipkan secarik kertas di meja mamat.

"Silahkan menikmati tuan..." ucap Kanaya ramah. Mamatpun segera mulai membuka piring di depannya. Dan di sana dia melihat secarik kertas berada di dekat piring. Dengan perasaan heran Mamat membuka kertas itu. di sana dia membaca kalimat yang membuat dia bahagia.

*jangan membuat gerakan mencurigakan, cepatlah makan, tunggu aku di mobil setelah kau habis makan. sebentar lagi saat makan siang untukku , aku akan menemui mu di mobil. Bersikaplah biasa saja...*

Melihat surat kecil itu , Mamat terlihat kembali meneteskan air matanya. Buru- buru dia menguasai matanya. Sedang Kanaya yang kini sudah masuk kembali kedapur sempat melihat Mamat yang sedang mengusap Air matanya dan mencari keberadaannya. Namun Kanaya sudah masuk kedapur. Dia ikut meneteskan air matanya. Mamat segera menyelesaikan makannya dan kembali kemobil nya. Dan ketika saat makan siang, Kanaya segera menelfon Mamat.

"Asalamualaikum Bos..." sapa Mamat.

"Walaikum salam, kau sudah ingat tatacara menelfon ya...?" kata Kanaya lagi . mendengar perkataan Kanaya , Mamat hanya tersenyum malu .

"Maaf Bos.." jawab Mamat.

"Tunggu aku sebentar di mobil, aku akan ijin dulu pada pemilik restoran..." ucap Kanaya.

'Ijin pada pemilik restoran Bos...?" tanya Mamat tak mengerti.

"Jangan cerewet...nanti aku ceritakan..." ucap Kanaya.

"Baik Bos..." jawab Mamat patuh.

Kanaya segera mematikan ponselnya. Dia segera mengambil tas miliknya dan berjalan kearah tempat sang bos berada. Sesampainya di depan ruangan Herman Kanaya atau Rosa segera mengetuk pintu itu.

Tok tok tok..

"Siapa..." terdengar suara dari dalam. Dan Kanaya tahu itu suara Herman sang pemilik restoran .

"Aku mas...Rosa..!" jawab Rosa tenang.

"Oo kau Ros, masuklah..." ucapnya .

Perlahan Kanaya membuka pintu ruang Herman. Terlihat Herman sedang berada di depan meja kerjanya. Saat melihat tampilan Rosa seperti biasanya. Herman tersenyum.

"Assalamualaikum mas..." sapa Alea.

"Waalaikum salam...Kenapa kau pakai kembali kacamata lamamu Nona...?" goda Herman.

"Agar tidak membuat orang terkejut mas, takutnya mereka kena serangan jantung." ucap Alea tenang. Mendengar ucapan Rosa , Herman tertawa.

"Kau sekarang berubah Ros..." ucap Herman sambil menatap Rosa yang berpenampilan lain tidak seperti Risa yang dulu. Namun penampilan Rosa yang sekarang membuat Herman senang.

"Setelah kematian hampir menghampiriku, Rosa yang dulu telah mati mas, jadi di gantikan Rosa yang sekarang..." ucap Rosa sejujurnya. Walaupun Herman tidak tahu itu.

"Baguslah kalau begitu..Aku lebih suka melihat Rosa yang sekarang dari pada Rosa yang dulu...Rosa yang sekarang lebih optimis.." ucap herman memuji.

"Trimakasih mas..." jawab Rosa.

"Oh ya, kamu kesini mau apa...?" tanya Herman lagi.

"Anu mas...boleh Rosa minta ijin kerja setengah hari mas, soalnya ada sesuatu yang harus Rosa lakukan..." ucap Rosa meminta ijin.

"Kau mau pergi...?" tanya Herman .

"Iya mas...cuma hari ini..besok aku masuk seperti biasa..." kata Rosa lagi.

"Boleh...apa kau membutuhkan uang...?" tanya herman.

"Tidak Mas trimakasih...kalau begitu saya pamit dulu mas, Asalamualaikum." pamit Alea memberi salam .

"Waalaikum salam hati- hati Rosa.." ucap Herman .

"Baik mas..." Rosa segera keluar dari ruangan Herman dan menutup pintu ruangan herman perlahan. Setelah itu dia segera menemui teman- temannya untuk berpamitan.

"Lu mau kemana sich Ros...?" tanya Siska kepo. Dia sebenarnya merasa Sangat Khawatir pada sang sahabat yang polos ini.

"Ada dech...kepo banget lo..." goda Rosa pada Siska.

"Ih kau ini...aku khawatir tau...!" seru Siska sambil mencubit pipi Rosa.

"Trimakasih sayang...kalian memang sahabat terbaik ku...tapi jangan khawatir, Rosa yang sekarang sudah tidak polos and bodoh lagi okey...." ucap Alea sambil memeluk Siska.

"Kau janji tidak akan berbuat yang membuatmu celaka..." ucap Siska pelan.

"Iya, iya aku janji..." jawab Rosa sambil melepas pelukannya. Setelah memeluk Riska dan Egik, Rosa segera berjalan keluar dari restoran. Sesampainya di jalan dia melihat Mamat yang berada di sebrang jalan di depan mobil sport nya. Rosa segera mendekat. Mamat melihat gadis berkacamata dan berwajah polos dan lugu mendekatinya, Mamat diam saja karena merasa tidak kenal . Namun saat gadis itu berada di dekatnya dan berucap.

"Masuk..." dengan nada tegas. Membuat Mamat terlonjak. Dia bagai tak percaya , dia menatap gadis itu, dan gadis itu mengisyaratkan agar dia masuk kedalam mobilnya. melihat gaya gadis itu seperti Kanaya, dia segera berlari masuk kedalam mobil sang Bos. Dan gadis lugu itu juga masuk. Setelah di dalam mobil gadis itu membuka kacamata tebalnya. Mamat sangat terkejut melihat kecantikan hadis itu. Dia sampai lupa menutup mulutnya.

"Kau kenapa mat...tutup mulutmu itu..!" seru Kanaya ketika melihat sang pengawal menatapnya tak berkedip.

"Nona...nona benar- benar Nona Kanaya..?" ucap Mamat tak percaya .

"Iya ini aku Kanaya...Bosmu yang telah mati..." jawab Kanaya enteng .

"Lalu..kok Nona bisa hidup di dalam tubuh gadis ini ...?" tanya Mamat tak mengerti.

"Ceritanya panjang, tapi lebih baik kita ke Kafe aja, eh tunggu kau belikan aku baju dulu mat...tidak enak jalan- jalan pakai seragam ini. Tapi pakai uangmu ya...aku tidak punya uang, gadis ini tidak memiliki uang banyak..." kata Kanaya lagi.

"Ini Non...ini Mamat bawakan dompet Non Kanaya yang tertinggal di markas...." kata Mamat.

"Kau pegang saja Mat.. Nanti saat aku membutuhkan aku akan menelfonmu.." jawab Alea.

"Tapi Bos aku ingin berada kembali sebagai pengawalmu...?" ucap Mamat dengan sedih.

"Tunggu saja Mat...tidak lama lagi kita akan berkumpul kembali, tapi sebelum itu aku akan keluar dulu dari rumah itu. Dan siapkan saja uang tigapuluh juta untuk kebebasanku..." ucap Rosa dengan wajah terlihat sangat marah.

"Baik Bos..." jawab Mamat. Mereka diam sejenak. Tak lama kebisuan di antara mereka terusik dengan ucapan dari Mamat.

"Bos...jadi beli bajunya...?" tanya Mamat.

"Ya iyalah Mat...!" seru Alea.

"Kalau begitu saya akan membelikan baju Non Kanaya dulu..." ucap Mamat.

"Panggil Aku Rosa Mat...sekarang namaku Rosa..." kata Kanaya.

"Baik Non Rosa..." ucap Mamat.

Mamat segera menghentikan mobilnya di sebuah toko pakaian ternama. Dia lalu segera turun dan berjalan masuk kedalam tokoh pakaian itu. Tak berapa lama Mamat telah kembali dengan paper bag di tangannya.

"Ini Nona..." ucap Mamat sambil masuk kedalam mobil.

"Kita ke kafe Mat...akan aku ceritakan semuanya..."Kata Rosa.

"Baik Nona..." jawab Mamat. tak lama mereka telah sampai di depan Kafe yang biasa Kanaya datangi. Saat Kanaya dan Mamat masuk pelayan Kafe menyapa Mamat.

"Lama tidak kemari bang...?" kata pelayan kafe yang berwajah manis itu.

"Sibuk Li..." kata Mamat sambil tersenyum pada pelayan Kafe yang bernama Lili.

"Kok tidak bersama Bos Abang...? " tanya Mimi lagi.

"In..." belum selesai Mamat ngomong, Rosa sudah memotong.

"Mbak...di mana kamar kecilnya ya..." tanya Rosa pada Lili .

"Ooo itu mbak, jalan aja terus lalu belok kiri..." ucap gadis yang bernama Lili.

"Trimakasih mbak...ayo Mat antar aku." ucap Rosa pada Mamat .

"Baik..." ucap Mamat. setelah agak jauh dari pelayan Kafe , Rosa memarahi Mamat.

"Mamat...bukankah sudah kubilang, jangan bongkar keberadaanku. aku masih ingin para musuhku tahunya aku sudah mati. dan barusan kau ingin menggagalkan rencanaku...!" seru Rosa menahan agar suaranya tidak nyaring.

"Maafkan Mamat Bos..." seru Mamat merasa bersalah.

"Ya sudah jangan kau ulangi lagi..." ucap Kanaya tegas.

"Siap Bos..." jawab Mamat .

"Ya sudah sana pergi..." usir Rosa.

"Baik Bos..." Rosa pun segera masuk kedalam kamar kecil. Tak berapa lama Kanaya atau Rosa telah keluar dengan memakai Jin dan atasan baju hem Kuning Lengam panjang. dengan sepatu ber hak tinggi. penampilan Rosa kini benar- benar berbeda. dia bagai artis papan atas.

Rosa segera mendekati Mamat yang tercengang dengan penampilannya dansedang menunggu nya di pintu .

"Kenapa kau berwajah seperti itu Mat...?" tanya Alea.

"Bos...wajah dan tubuh gadis yang kau gantikan sangat cantik dan bagus bos.." ucap Mamat mengagumi.

"Kau jatuh cinta padaku...?" goda Rosa.

"Ih si Bos...mana Berani Mamat Bos..." seru Mamat Malu.

"Tapi nasip gadis ini mengenaskan Mat..." kata Alea sedih.

"Maksud Bos Kanaya...?" tanya Mamat .

"Rosa Mat..." ralat Rosa.

"Iya maksud Mamat Rosa Bos .." ulang Mamat nurut apa kata Bos.

"Kita cari tempat duduk dulu Mat, dan tolong pesankan capucino dan kue Bronis kesukaanku..." ucap Rosa sambil berjalan.

"Siap Bos...mari ikut saya..." ucap Mamat sambil berjalan mendahului Rosa. setelah mendapatkan tempay duduk, Mamat segera pergi meninggalkan Rosa. Tak berapa lama dia sudah datang kembali dengan barang pesanan Rosa.

"Ini Bos pesanan Anda..." ucap Mamat. kini dia sudah yakin kalau gadis di hadapannya adalah gadis yang di gantikan Rohnya oleh Kanaya.

Mamat memilih duduk di depan Rosa.

"Bos sekarang ceritakan semuanya pada saya, ..." kata Mamat.

"Bailah dengarkan ceritaku dan jangan kau potong perkataanku..." ucap Rosa.

Akhirnya Rosa atau Kanaya mulai bercerita . di mulai ketika dia mendapat telfon kalau sahabatnya Nindi di sandera untuk menjebak Kanaya. sampai akhirnya dia masuk kedalam tubuh Rosa. dan dia juga mengetahui penderitaan Rosa. Mendengar cerita Kanaya Mamat menjadi marah.

"Jadi Bos Rosa melihat calon kakak ipar Bos ada di antara mereka...?" tanya Mamat kaget.

"Benar Mat... dia tersenyum sinis saat melihat mobilku terjun kedalam jurang.." jawab Rosa.

"Emang salah apa hingga dia marah sama Bos Rosa.

"Karena akulah kak Resa belum menikahinya..Aku merasa kalau gadis itu hanya mengincar kekayaan keluargaku.." jawab Rosa.

"Dasar iblis...berani sekali dia membunuh Bos , tapi Bos... gimana dengan pemilik tubuh ini...?" tanya Mamat.

"Sepertinya si pemilik tubuh ini dendam pada suaminya Mat...!" jawab Kanaya.

"Tentu saja dendam Bos...di pukuli lalu di masukkan kedalam kamar tanpa di beri makan dan minum selama dua hari hingga ajal menjemput. bagaimana tidak dendam ..." ucap Mamat marah.

"Karena itu aku akan membongkar kedoknya di depan Mama Papanya sebelum aku menghancurkannya..." ucap Alea dengan Marah. sebenarnya orang tuanya juga salah . setelah memaksa seorang gadis untuk menikah dengan putranya , eeh..malah di biarkan saja. .." kata Rosa dengan marah.

"Bos aku akan membantumu untuk balas dendam..." ucap Mamat.

"Mat...jangan memanggilku Bos dulu, takutnya kau akan membongkar rahasiakku.." kata Rosa.

"Baik Bos..eh maksud Mamat Nona Rosa..' Ucap Mamat lagi.

"Oh ya bagaimana kabar keluargaku...?" tanya Kanaya lagi.

"Semua bersedih saat Nona di ketahui meninggal dalam kecelakaan . dan yang paling parah Mama Nona .." ucap Mamat lagi.

"Kenapa dengan Mama...?" tanya Rosa dengan wajah cemas.

"Beliau mengalami serangan jantung ringan, Beliau di masukan kerumah sakit..." ucap Mamat lagi.

"Lalu sekarang ...?" tanya Rosa .

"Masih ada di rumah sakit Nona.." jawab Mamat.

"Rumah sakit Mana...?" tanya Rosa.

"Rumah sakit Bakti Husada , Papa Nona yang memasukkan Mama Nona kesana.." ucap Mamat lagi.

"Ya sudah kita kesana , aku ingin melihat keadaan Mama. ingat jangan memanggilku Bos, dan kenalkan aku sebagai sahabat Kanaya...." ucap Rosa pada Mamat.

"Baik Nona..." jawab Mamat.

Merekapun segera keluar dari kafe dan menuju rumah sakit Bakti Husada .

Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Mamat dan Rosa telah sampai di depan Rumah sakit Bakti Husada. Mamat segera memarkirkan mobil Kanaya di tempat Parkir rumah sakit. Ketika mereka sampai di rumah sakit. bertepatan saat itu Resa dan kekasihnya baru saja keluar dari menjenguk sang Mama. untung mereka tidak bertemu .

Saat mereka masuk Rosa dapat melihat sang Papa sedang duduk dengan wajah sedih di dekat pembaringan sang Mama.

"Ayah..." ucap Kanaya perlahan. namun sang ayah seakan mendengar gumaman sang anak.

"Kanaya..." ucap Pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu. badannya yang kuat seakan luluh dalam kesedihan.

"Selamat sore Om..." sapa Mamat yang baru saja masuk bersama Rosa . untung mereka sempat membeli buah- buahan tadi untuk buah tangan .

"Mamat kau datang ...apa kabar nak..." sapa Ayah Kanaya dengan lembut.

"Baik Om...maaf Mamat baru bisa menjenguk tante..." ucap Mamat sopan santun

Tidak masalah nak...oh ya, siapa gadis itu...pacarmu Mat..?" goda orang tua Kanaya.

"Bukan Om...dia sahabat Kanaya,.." ucap Mamat .

"Dia sahabat Kanaya..?" tanya papa Kanaya.

"Benar Om..." jawab Mamat. dan kedatangan Rosa memberi dampak positif. tiba- tiba Mama Kanaya yang sudah beberapa minggu ini tidak bangun, tiba- tiba tangannya bergerak .

Rosa yang sejak tadi menatap tubuh sang Mama , dia melihat gerak tangan mama Rosa.

"Om...tangan Tante bergerak...!" seru Rosa . Tentu saja seruan Rosa membuat tuan Rendra kaget. sebab selama ini sang istri tidak mau bangun dari tidur banjangnya.

Udah dulu ya...besok aku sambung lagi.

Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.

Bersambung...

.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑲𝒂𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒃𝒂𝒍𝒂𝒔 𝒅𝒆𝒏𝒅𝒂𝒎 𝒚𝒂

2024-11-09

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

karena tdk pindah dimensi jd Kanaya masih bisa melihat org tuanya.. pasti sedih banget... ada di depan mata tp tdk bisa memeluk mereka

2024-08-25

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

hmmmm....nyesek ya...calon kk ipar ternyata musuhnya

2024-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!