PGP 10

Keesokan harinya Alea terbangun saat terdengar azhan subuh berkumandang. Dia segera bangun, terlihat Nina masih tertidur dengan pulas dibsampingnya.

Dia perlahan turun dari pembaringan. Setelah menatap sebentar wajah cantik itu, Dia berjalan pergi kekamar mandi.

Sambil bersenandung pelan dia membasahi tubuhnya dengan kucuran air yang keluar dari shower . setelah puas mandi , Alea segara memakai juga mandi dan keluar dari kamar mandi setelah mengambil air wudhu. Ketika sampai di luar terlihat Nina sudah bangun dan duduk di pembaringan.

"Sayang...sudah bangun...?" kata Rosa sambil tersenyum dan mendekat.

"Iya kak...kakak habis mandi...?" tanya gadis itu dengan lugu.

"Iya sayang...kau mau mandi juga...?" tanya Rosa sambil mengusap kepala dan menatap gadis itu.

"Iya kak..." jawabnya lagi.

"Kalau begitu tunggu kakak selesai solat dulu ya..?" ucap Rosa lembut.

"Tapi Nina bisa mandi sendiri..." jawab Nina .

"Iya kakak tahu, tapi kakak nggak tega kalau Nina mandi sendiri, takutnya Nina nanti jatuh..aah gini saja..kau mandi sama bik Narti ya...?" ucap Alea.

"Baiklah kak..." jawab gadis itu sambil tersenyum. Akhirnya Rosa memanggil kan bik Narti agar datang .

"Non Rosa memanggil bibik...?" tanya bik Narti pada Rosa yang berdiri di pintu bersama Nina.

"Bik..tolong mandikan Nina ya..aku masih mau solat..." kata Alea pada bik Narti.

"Baik Non..Bibik mandikan non Nina, jangan khawatir pasti beres..." ucap bik Narti sambil tertawa.

"Trimakasih bik...bibik memang yang terbaik, Oh ya..setelah selesai mandi biar Nina solat dulu, ajari dia bik...mukenanya ada di kamar dia..." ucap Alea .

"Bail Non...?" jawan bik Narti , Bik Narti pun segera pergi dari hadapan Rosa dengan menggandeng Nina di tangannya. Rosapun segera ganti baju dan di lanjutkan dengan solat Subuh. Setelah solat Rosa mengganti bajunya dengan baju olahraga. Setelah itu dia melakukan joging di sekitar rumahnya dan di lanjutkan dengan melakukan latihan bela dirinya. Setelah melakukan latihannya selama dua jam lebih, Rosa segera keluar dari ruang latihan yang memang sengaja dia buat saat membangun Vila ini. Vila ini keluarga besar Adi Kusuma tidak ada yang mengetahuinya. Juga beberapa toko perangkat komputer serta dua perusahaan besar Milik Kanaya , Keluarga besar Adi Kusuma tidak mengetahuinya. Di toko miliknya pun mereka tidak perna tahu sang pemilik. Mereka tahunya Johan lah sang pemilik , karena Alea selalu mempercayakan johan untuk datang melihat tokonya. Samoai saat inipun Alea tidak ingin mengekspos dirinya sang pemilik , Kanaya akan datang mengecek sendiri perusahaan dan tokonya sebagai pembeli atau pegawai Johan . Saat Rosa baru keluar dari ruang latihan, dia mendengar ponselnya berbunyi. Rosa segera melihat Ponsel yang ada di tangannya karena baru saja dia ambil dari meja yang ada di tempat latihan. Terlihat nama Mamat tertera di layar ponselnya.

"Asalamualaikum Mat ,Ada apa... ?" kata Alea .

"Non Rosa hari ini tidak kemana- mana kan..?" tanya Mamat .

"Tidak...memangnya ada apa Mat..?" tanya Rosa heran.

"Boleh Mamat membawa si Asep kesana Non...?" tanya Mamat lagi.

"Memang kenapa dengan dia Mat..?" tanya Rosa heran.

"Tadi malam saat Mamat pulang dari rumah Non Rosa, saya melihat Mamat menangis sambil melihat kamar Non Rosa. Mamat jadi kasihan padanya Non.." ucap Mamat dengan nada sedih.

"Baiklah kau bawa dia kemari. Kita akan membuat dia bahagia..." ucap Rosa sambil tersenyum .

"Trimakasih Non Rosa..." ucap Mamat .

"Ya sudah saya tutup dulu non...sebentar lagi kami akan kesana..!" ucap Mamat lagi dengan nada gembira.

"Iya..kalian makan saja di sini, aku tunggu kedatangan kalian... Assalamualaikum.." Ucap Alea mengakhiri panggilan .

"Baik non Waalaikum salam.." balas Mamat sebelum menutup telfonnya. Rosa melanjutkan langkahnya , Ketika melewati dapur, Rosa melihat bik Sum sedang Memasak.

"Pagi bik Sum...!" ucap Rosa pada bik Sum.

"Pagi Non Rosa...non Rosa habis olah raga ya...?" kata bik Sum dengan halus.

"Iya Bik...oh ya bik...bik Sum di sini sudah betah ...? Rosa harap bibik betah tinggal di sini..." ucap Rosa lembut .

"Betah Non...soalnya Bik Narti maupun Mang Dulah baik Non..." ucap bik Sum dengan wajah senang.

"Ya sudah, asal bibik bahagia di sini, Rosa juga ikut bahagia.." jawab Rosa .

"Oh ya bik..Memangnya bibik nggak punya keluarga...?" tanya Rosa lagi.

"Ada sich non..mereka putra bibik ada di kampung ..!" jawab bik Sum .

"Maksud bibik mereka...? Bibik punya anak lebih dari satu...?' tanya Rosa lagi.

"Iya non...bibik punya dua anak, yang pertama seorang wanita yang sudah berkeluarga, dan yang kedua anak laki- laki masih sekolah di lanjutan atas non.." jawab bik Sum lagi .

"Kelas berapa Bik...?" tanya Rosa lembut.

"Sekarang sudah ujian akhir non...?" jawab Bik Sum.

"Kalau begitu suruh sekolah di sini aja bik..biar nanti bisa tinggal di sini bersama Kita bik..." ucap Rosa

"Tapi apakah boleh sama teman Non Rosa...?" tanya Bik Sum lagi.

"Jangan khawatir bik...teman Rosa banyak rumahnya, dan dia kasihan sama Rosa akhirnya rumah ini di jual pada Rosa dengan cara mencicil bik , karena itu Rosa akan mencari pekerjaan lagi..." ucap Rosa sambil tersenyum .

"Alhamdulilah non..Pasti teman Non orang baik ya non..." ucap Bik Sum.

"Benar bik Dia baik sekali ... oh ya bik.. apa bik Sum tidak ingin mengirimkan uang bulanan untuk putra bik Sum..." tanya Rosa lagi.

"Bulan lalu sudah Non...bik Sum ngirinya dua bulan sekali. Jadi bibik ngirim lagi baru bulan depan non..." jawab bik Sum lagi.

"Oo gitu...kalau gitu bulan depan bibik bilang ke Rosa saat mau ngirim ya bik...biar Rosa yang ngirimkan uang bibik.." ucap Risa.

"Baik Non...oh ya non, masalah putra bibik sekolah di sini apa boleh bibik katakan sama anak bibik...?" tanya Bik Sum takut- takut.

"Boleh bik...silahkan saja bibik katakan pada anak bibik, agar dia bisa mempersiapkan diri serta mempersiapkan syarat- syarat untuk kuliah..." ucap Rosa dengan meyakinkan.

"Trimakasih Non..." ucap Bik Sum gembira.

"Sama- sama bik...Ya sudah bik , Rosa akan mandi dulu. Oh ya bik tolong buat makan agak banyakan, soalnya si Mamat akan membawa temannya kemari..." kata Alea sambil berjalan keluar dapur.

"Baik Non..." ucap bik Sum yang masih merasa bahagia karena sebentar lagi putra bungsunya akan tinggal dengan dia.

Rosa segera berjalan ke kamarnya yang ada di lantai atas. Ketika Rosa akan menaiki tangga rumah. Risa bertemu dengan Bik Narti yang sedang berjalan dengan Nina.

"Kakak....!" seru Nina dengan. gembira.

"Sayang.. dari mana..?" tanya Rosa sambil mencium pipi montok Nina.

"Menyiram bunga dengan bibik Narti di depan kak...?" jawab Nina senang.

"Kalau begitu kakak mandi dulu ya... soalnya kakak baru olahraga..." ucap Rosa.

"Baik kak..." ucap Nina sambil tertawa. Akhirnya Rosa pergi kekamarnya.

"Oh ya bik...kalau ada si Mamat sama asep, tolong suruh menunggu aku di ruang tamu ya...sekalian buatkan minum dan makanan ringan untuk mereka..!" seru Rosa dari depan kamarnya.

"Baik Non...!" jawab Bik Sum .

Rosa segera masuk kedalam kamarnya untuk Mandi dan ganti baju. Saat Rosa sedang merias diri tiba- tiba terdengar ketukan di pintu.

Tok tik tok

." masuk..." ucap Rosa.

Terlihat bik Narti membuka pintu.

"Maaf non mengganggu..." ucapnya pelan.

"Ada apa bik..." tanya Rosa.

"Den Mamat dan den Asep sudah datang..." ucap bik sumi.

"Sudah di buatkan minuman bik..?" tanya Rosa lembut.

"Sudah non..." jawab bik Narti.

"Ya sudah sebentar lagi saya turun Bik.". ucap Alea sambil tersenyum menatap bik Narti.

"Kalau begitu bibik turun Non" lanjut bik Narti.

"Silahkan , trimakasih bik.." kata Rosa.

"Sama - sama non..." bik Narti segera keluar dari kamar Rosa.

Setelah dirasa sudah cukup penampulannya, Rosa segera keluar dari kamarnya. Dia segera berjalan menuju ruang tamu.

Sesampainya di sana, terlihat Mamat sedang duduk bersama Asep. Melihat kedatangan Rosa , Mamat berdiri dari duduknya di ikuti Asep.

"Selamat pagi non Rosa..." ucap Mamat sambil tersenyum pada Rosa.

"Pagi Mat..sudah lama...?" kata Rosa sambil mendekat . terlihat Asep seperti menahan marah.

"Baru saja Non..." jawab Mamat .

"Maaf kenapa dengan temanmu Mat..?" tanya Rosa sambil melihat Asep yang. sedang menatap Rosa dengan sinis.

" Dia kaget dan marah ketika mengetahui Non Rosa menempati rumah Bos kami Non...dan dia mencurigai saya yang membawa anda kemari. .." jawab Asep sambil menatap sang sahabat.

"Memangnya kenapa ...siapa nama anda tuan ...?" tanya Rosa lembut.

"Asep Non..." jawab Mamat mewakili Mamat yang terlihat menatap Risa dengan sinis .

"Oo...tuan Asep...memang kenapa jika saya menempati Rumah ini tuan...? Memangnya saya salah...?" ucap Rosa .

"Salah sekali...karena Rumah ini milik Bos kami, dan kami tidak ingin anda tinggal di rumah ini...!" ucap Asep dengan marah.

"Lo salah saya apa..?kenapa saya tidak di perbolehkan tinggal di sini..?" ucap Rosa sambil menatap Asep dengan wajah tidak bersalah, walau dalam hati Rosa ingin tertawa.

"Karena Bos kami baru saja meninggal dan dia yang berhak dengan rumah ini. Walau Mamat yang membawa anda kemari, tapi saya harap anda angkat kaki dari rumah ini..." ucap Asep dengan marah.

"Tapi Mamat telah membawa saya kemari...apa salah saya.." ucap Rosa dengan wajah polos.

"Karena teman saya salah...dia seenaknya membawa anda kemari, walau anda kekasih Mamar tapi rumah ini bukan rumah Mamat..." seru Asep marah. hampir saja Rosa tertawa mendengar Mamat mengatakan kalau dia adalah kekasih Mamat.

"Memang salah ya tinggal di sini, tanpa ijin Bos anda...? tapi gimana..katanya Bos anda sudah meninggal...?" tanya Rosa dengan wajah sedih.

"Salah sekali Nona...karena itu saya harap anda segera keluar dari Rumah ini.." ucap Asep dengan tegas.

"Sep...apa- apaan kau...aku membawa kamu kemari bukan untuk mengusir Nona Rosa, lagian apaan sich kau ngomong nona Rosa pacar aku.." ucap Mamat dengan wajah terlihat merah karena malu.

"Masa bodoh dengan perkataan elu, pokoknya Nona Rosa harus keluar dari rumah ini...!" ucap Mamat tegas.

" Kalau aku tidak mau gimana Sep..?" kata Alea dengan tenang.

" Maaf...saya akan memaksa anda keluar dari rumah ini...!" jawab Asep terlihat marah.

"Apakah bisa tuan Asep Rana..." ucap Rosa dengan tenang. Terlihat Asep kaget mendengar ucapan Rosa. Dia terdiam namun tak lama dia berkata semakin marah.

"Jangan harap karena anda sudah mengucapkan nama saya dengan lengkap, anda mengharapkan saya luluh pada anda seperti sahabat saya..." ucapnya dingin .

"Aku tidak berharap demikian...?" kata Rosa lagi.

"Maaf, sekarang saya harap anda keluar dari rumah ini...saya berharap anda tidak memaksa saya menggunakan kekerasan ..." ancam Asep dengan menatap Rosa sinis.

"Bagaimana kalau kita bertanding. Jika tuan Asep menang dari saya, maka saya akan keluar dari rumah ini dengan senang hati..." jawab Rosa .

"Anda menantang saya..?" tanya Asep.

"Mungkin..." jawab Rosa tenang.

" Baik.. Saya bersedia, tapi jangan salahkan saya jika anda terluka..." ucapnya dingin.

"Nggak usah khawatir...belum tentu pukulan anda bisa mengenai tubuh saya.." jawab Rosa tenang.

"Sombong..." seru Asep kesal. mendengar ucapan Asep Rosa tertawa.

"kita buktikan tuan..." jawab Rosa.

"Baik mari..di mana kita bertanding..." tanya Asep dengan wajah dingin.

"Kita bertanding di tempat latihan..." jawab Rosa dengan wajah sabar .

"Baik mari...?" jawab Asep walau dalam hati dia kaget. kenapa tingkah wanita di depannya miring dengan Kanaya.

Mereka berjalan kearah tempat latihan yang ada di dekat dapur bersebelahan dengan musolah.

Mereka segera berjalan kearah ruang latihan. saat mereka berjalan ke ruang latihan, Rosa bertemu dengan bik Narti yang ada di dapur.

"Bik buatkan den Asep jus jeruk seperti biasanya bik...dan bawakan juga kopi pahit buat Mamat agar dia tenang melihat latihan Rosa..." ucap Rosa dengan santai. mendengar perkataan Rosa , Mamat kaget karena sikap ini adalah sikap Rosa jika akan berlatih dengan mereka di saat waktu senggang mereka.

'Baik Non..." ucap Bik Narti dengan hormat.

"apa- apaan ini...kenapa bik Narti terlihat sangat menghormati gadis itu seperti pada Kanaya . Siapa gadis itu sebenarnya... mengapa pengaruhnya sangat besar pada bik Narti dan Mamat.

ucap Asep dalam hati.

Dan tanpa terasa mereka telah sampai di depan ruang latihan. Rosa segera membuka ruangan itu . Mreka segera masuk kedalam ruangan itu. terlihat ruangan itu bersih sekali seperti sering di gunakan.

"Baik...mari kita mulai.." kata Rosa dengan tenang.

"Baik....karena saya juga ingin anda segera keluar dari rumah ini..." ucap asep dengan marah. Rosa hanya tersenyum mendengar ucapan Asep. merekapun segera memasang kuda- kuda. dan tak lama terlihat Asep mulai menyerang Rosa. dengan tenang Rosa menghindar hingga Asep memukul ruang kosong. melihat itu Asep kesal. dan dia mulai menyerang lagi. kali ini Rosa melawan . dan terjadilah pertarungan tangan kosong. Asep kaget melihat gerakan yang di gunakan Rosa. sebab gerakan itu adalah gerakan yang selalu Kanaya lakukan saat latihan dengannya. dengan penasaran Asep melawan Rosa dengan gerakan seperti dia menyerang Kanaya dan gadis itupun mengeluarkan pertahanannya seperti Kanaya lakukan dan sesekali dia menyerang Asep pada titik yang bisa membuat orang lumpuh atau pingsan. semua itu adalah gerakan Kanaya. melihat itu Asep berhenti menyerang.

"Ada apa tuan Asep ...?" tanya Rosa tenang.

"Siapa anda sebenarnya...?" tanya Asep dengan wajah tegang.

"Kenapa anda bertanya...bukankah anda sudah tahu saya Rosa...?" jawab Rosa sambil tersenyum .

"Tidak...semua gerakan yang anda lakukan adalah gerakan yang selalu Bos saya lakukan..." ucap Asep gemetar.

"Maaf...karena sayalah Kanaya itu..." ucap Rosa dengan tenang. Pernyataan Rosa membuat Asep Syok berat .

"Apaaa...!" terlihat wajah Asep kaget.

"Maaf Sep...maaf aku membuatmu kaget.." ucap Rosa merasa sedih.

"Tidak...ini tidak mungkin...!" ucap Asri dengan wajah menegang. Dia tak percaya kalau gadis di depannya adalah gadis yang Satu bulan lalu malah lebih telah di nyatakan meninggal dunia. dan jasadnya sudah di makamkan .

"itulah kenyataan yang sebenarnya Sep.." ucap Rosa dengan nada sedih.

"Gimana bisa..kami melihat jasad Kanaya di kuburkan,..." ucap Asep tak percaya.

"Ceritanya panjang Sep...tapibkalau kau mau aku akan menceritakannya, dan setelah itu tersera kau mau percaya atau tidak..." ucap Kanaya pelan. mereka kini duduk di bawa, di lantai latihan.

Rosa segera menceritakan apa yang dia ceritakan pada Mamat dan Johan, Terlibat wajah Asep tegang mendengar pembicaraan Rosa. Dia menatap Rosa bagai tak percaya. setelah menyelesaikan ceritanya , Rosa atau Kanaya berdiri dari duduknya.

"Kau percaya atau tidak itu masalah mu sendiri. aku sudah menjelaskan semuanya padamu , oh ya Sep... apa Ayahmu sudah sembuh dari setruknya, dan gadis cantik sebelah rumahmu apa masih mengejarmu, atau kau sudah jatuh cinta juga padanya....? jika iya selamat Ya...!" kata Kanaya sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Asep.

Mendengar perkataan Rosa, Asep menjadi semakin tegang. sebab masalah dia dengan gadis sebelah rumahnya hanya Rosa yang tahu, karena Rosa adalah tempat curhatnya.

"Dari mana anda tahu masalah gadis sebelah rumahku...!" seru Asep sambil bangun dari duduknya.

"Lo...bukankah kau sendiri yang mengatakan padaku soal itu...? kau mengatakan masalah itu padaku saat kita ada di Cafe Rinjani kan...?" ucap Rosa atau Kanaya sambil menatap Asep sebentar lalu berjalan keluar ruangan . namun langkah Risa terhenti kala dia mendengar tangisan di belakangnya. seketika Rosa berhenti dan menengok kebelakang. terlihat Asep menangis sambil sujud di lantai.

"Sep...ada apa...? kenapa kau menangis..?" tanya Risa kaget.

"Nona..ternyata kau benar- benar hidup..?" ucap Asep sambil menatap Rosa dengan wajah penuh air mata.

"Hey...kenapa kau menangis...? kau tidak suka aku hidup Ha...!" seru Rosa sambil membantu Asep bangun , dan tiba- tiba Asep memeluk Rosa erat. tentu saja Risa kaget bukan main.

"Non...jangan pergi lagi....jangan tinggalkan kami...!" seru Asep yang masih memeluk Rosa.

"Iya, insyaallah aku tidak akan pergi lagi. Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menikmati hidup ini. tapi Sep.. tolong jangan terlalu erat kau memelukkku, kau tahu aku merasakan sesak di dadaku..." goda Risa pada Asep. Mendengar perkataan Rosa atau Kanaya, Asep menjadi sadar. dia buru- buru melepas pelukannya.

"Ma...maaf Non...Maaf Asep terlalu bahagia melihat Non Kanaya masih hidup.." ucap Asep meminta maaf.

"Aku tahu...tapi namaku sekarang bukan Kanaya Sep...namaku Rosa..." ucap Rosa sambil tersenyum.

"Ah...masa bodoh dengan nama, asep tak peduli Non..Asep akan tetap memanggil Non dengan panggilan Kanaya...!" ucap Asep.

"Asep...kau bisa menyebut itu jika kita sudah menemukan siapa dalang di balik kematianku...!" tekan Rosa.

"Baiklah Non...Asep nurut aja..." ucap Asep pasrah. Alea tersenyum melihat tingkah pengawalnya yang memang sangat dekat dengan Kanaya selain si Mamat. akhirnya mereka keluar ruangan itu untuk makan. kini terlihat wajah Asep bahagiabsaat makan bersama , Asep sering mencuri pandang pada Rosa. dan terlihat senyum kebahagiaan di wajahnya.

Udahan dulu ceritanya ya...

jangan lupa Like Vote dan konennya aku tunggu.

Bersambung.

"

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑨𝒔𝒆𝒑 𝒔𝒆𝒏𝒆𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝑲𝒂𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒔𝒉 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 😉😉

2024-11-09

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kereennn deh....biarpun salah ketik nama itu mah biasa..

2024-08-12

0

Chatrin Silooy

Chatrin Silooy

ghA jelas...
namanya di ganti"...
alea/kanaya
asep/asri🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️

waktu nulis gantuk yha tor

2024-06-11

1

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!