Mamat segera membawa mobilnya ke arah Mall. Dan tanpa setahu Mamat, Johan menaiki Motor balap barunya yang baru dia beli. Dengan memakai helm dan motor Baru , Mamat tidak mengetahui kalau dia di ikuti Johan.
"Lo..katanya pergi kerumah orang tua Kanaya , kok arahnya lain...?" batin Johan. Dia tetap mengikuti Mamat dari belakang. Dan ketika mobil berada di depan Mall terlihat Mobil Mamat berhenti . tak lama mobil itu masuk kedalam parkiran Mall. Johan melihat itu dari jauh. Dia masih berada di atas motornya. Tak lama terlihat Mamat keluar dari mobil itu. Johan memarkirkan motornya dan mengikuti Mamat dari jauh. Tak berapa lama Johan melihat Mamat menemui gadis yang teramat cantik. Terlihat mamat berbincang - bincang dengan gadis itu. Terlihat sekali kalau mamat sangat hormat pada gadis itu.
'Siapa gadis itu...kalau dia kekasih Mamat tapi sikap Mamat sangat berbeda sebagai seorang kekasih...lalu siapa dia...?" batin Johan. Tak lama mereka membawa barang masuk kedalam mobil Kanaya. Ketika mereka masuk mobil, Jihan buru- buru pergi menaiki motornya . dia kembali mengikuti Mamat yang pergi bersama gadis cantik yang belum pernah Johan temui. Mobil Mamat ternyata menuju luar kota.
"Lo..mau kemana si mamat ini...batin Johan . dia tetap mengikuti Mamat dari jarak jauh. Tak berapa lama mereka telah sampai di Villa milik Kanaya.
"Hey...bukanya itu Villa milik Kanaya...? Tunggu...jangan bilang Mamat menyimpan gadis itu di rumah Kanaya..? Waah nggak beres nich anak...dia memakai mobil Kanaya. Dan sekarang memakai Rumah itu untuk gadis itu juga..tidak aku harus mencegah ini....!" seru Johan marah. Dia segera ikut masuk kedalam halaman rumah Kanaya. Saat motor johan Masuk Rosa dan Mamat terkejut , Apa lagi saat melihat siapa yang ada di atas motor itu setelah si pemilik membuka helmnya. dan Johan sudah berdiri di dekat motor dengan Helm terbuka. Johan Langsung mendekati Mamat. Tanpa bertanya Apapun , Dia langsung memukul muka Mamat dengan tinjunya. Kanaya yang masih tertegun dengan kedatangan Johan hanya diam saja.
"Jo...apa apaan kau ha...!" seru Mamat marah.
"Kau yang keterlaluan...!" teriak Johan sambil tetap menyerang Mamat. Namun Mamat sudah siaga. dia menghindar dari setiap pukulan Johan.
"Jangan menghindar ayo lawan aku..." teriak Johan masih marah.
"Kau ini sebenarnya kenapa...? Datang- datang langsung marah_ marah...apa salah gue ha...?" tanya Mamat yang nggak sadar perbuatannya .
"Kau masih nggak sadar kesalahan ha... Berani sekali kau membawa mobil milik Kanaya untuk gadis lain, dan kini kau bawa dia juga kerumah pribadi Kanaya, apa itu masih kurang bukti kesalahanmu..!" teriak Johan marah.
Mendengar perkataan Johan , barulah Mamat menyadari kesalahannya .
Melihat semua itu Kanaya atau Rosa menyadari kalau Johan belum tahu siapa dia. Kini dia serba salah , kalau dia diam pasti Mamat yang jadi korban kemarahan Johan. Mungkin sekarang Mamat masih bisa menghindar. Namun Mamat bukan tandingan Johan.
"Tunggu...Jo..kau salah paham pada Mamat ...!" teriak Kanaya.
"Jangan ikut campur urusan kami Nona.. Dan jangan sok akrab , kau bukan siapa- siapaku...!" teriak Johan yang kini semakin gencar menyerang Mamat
Dan Mamat sudah mendapatkan beberapa kali bogem mentah Johan.
"Jo...aku Kanaya...!" teriak Kanaya akhirnya. Mendengar teriakan Kanaya kepalan tinju yang hampir mengenai pipi Mamat kembali terhenti di udara.
"Apa katamu...kau Kanaya....? jangan menipu kami Nona, Kau bisa menipu pria bodoh ini, tapi bukan aku..Orang yang kau sebutkan tadi sudah meninggal , jangan kau nodai nama dia dengan tipu muslihatmu.." ucap Johan Marah.
"Baik..aku tidak bisa membuktikan kalau aku Kanaya, tapi sekarang ikut aku, jangan karena kau emosi kau membunuh temanmu sendiri Exsal yudi Prakasa..!" ucap Kanaya sambil melangkah pergi meninggalkan Johan yang tercengang. Sebab tidak ada seorangpun yang tahu nama kecil Johan selain Kanaya. Dan Kanaya akan memanggil nama aslinya jika sedang marah.
"Tunggu...!" teriak Johan menghentikan langkah kaki Kanaya yang sudah berada di ambang pintu rumahnya.
"Apalagi tuan Johan ...!" ucap Kanaya kesal.
"Darimana kau tahu nama itu...?" tanya Johan sambil berjalan kearah Rosa.
'Nama Apa...?" tanya Rosa heran.
"Kau jangan mempermainkan aku...kau sebut apa aku barusan. ..?" ucap Johan marah.
"Johan...emang salah ya...?" ucap Rosa heran .
"Ck..dasar pembohong...sudahlah..ayo mau kau ajak kemana aku..." ucap Johan pasrah.
"Cih...sok galak...tahu kecoak juga kencing di celana..." ucap Rosa tanpa sadar. Dan itu membuat Jonatan tertegun. Tidak ada seorangpun yang tahu kalau dia paling takut pada kecoak.dan hanya Kanayalah yang tahu itu.
"Kau bilang apa barusan...?" seru Jonatan marah.
"Memangnya aku bilang apa...?" tanya Rosa lagi .
"Kaauuu....!" seru Johan tertahan. Dia mengepal erat tangannya karena kesal.
"Apaa...? Mau marah lagi..?" ucap Rosa sambil menatap Johan sekilas. Dia tetap melangkah menuju Kamar kerjanya.
"Tunggu di sini sebentar..." Dan dia segera pergi mengambil kunci yang dia taruh pada sesuatu yang tidak ada seorangpun tahu kunci itu. Lalu dia kembali kehadapan Johan.
"Darimana kau...?" tanya Johan Pada Rosa.
"Ambil kunci , emang kita masuk kedalam mau dobrak pintu...?" tanya Rosa enteng.
Melihat tingkah Rosa johan ingat tingkah Kanaya yang ceplas ceplos. Rosa lalu membuka pintu dengan tenang. Namun saat Rosa mau masuk kamar kerjanya tiba- tiba Bik Narti masuk.
"Non Rosa mau di ambilin minumannya,.?" tanya bik Narti pada Rosa.
'Boleh bik... " jawab Rosa .
"Dan den Jo mau minum Apa...?" tanya Bik Narti yang sudah tahu dan mengenal teman- teman Rosa.
"Buatin aja dia jus mangga bik...bukankah mangga di belakang sudah berbuah banyak..!" seru Rosa sambil melangkah masuk kedalam ruang kerjanya . lagi- lagi Johan kaget melihat tingkah Rosa yang tidak dia sengaja. gadis itu seperti hanya reflek aja menjawab atau bertingkah laku seperti yang biasa Kanaya lakukan.
"Baik non...lalu den mamat.." ucap bik Narti .
"Aku teh dingin aja bik..." ucap mamat.
"Bik sekalian bawain kompres dan kotak P3k di kamar Rosa untuk muka Mamat.." ucap Rosa.
"Baik Non..." jawab bik Narti. wanita paruh baya itu segera pergi meninggalkan mereka bertiga menuju dapur.
Sedang Rosa berdiri di depan leptopnya.
'Nah sekarang aku mau tanya...apakah ada di antara anak buah Kanaya atau keluarganya yang bisa membuka atau meretas leptop ini..?" tanya Rosa .
"Ya nggak adalah...yang bisa ya cuma Kanaya sendiri..." ucap Johan.
"Lalu kenapa aku bisa..." ucap Kanaya sambil mulai berselancar di dunia maya . "Dan lihat ...aku bisa masuk keperangkat komputer pertahanan milik kalian..." kata Rosa lagi.
"Cukup Aya...aku tahu itu kamu...!" seru Johan sambil berlari memeluk Rosa erat. terlihat dia menangis.
"Jo..kenapa kau menangis...kau nggak suka aku masih hidup...?" tanya Rosa sambil balas memeluk sang sahabat. Mendengar omongan Risa , Johan kesal dan melepas pelukannya serta menatap wajah Rosa lekat.
"Bodoh...aku menangis karena bahagia kau masih hidup . kami semua sangat sedih kehilangan dirimu tau....!" seru Johan sambil menjitak kening Rosa pelan.
"Aauuu...sakit Jo...!" seru Rosa sambil memegang keningnya.
"Bodoh...lalu siapa gadis ini...kau tidak habis oprasi plastik kan..?" kata Johan.
"Sialan...kau fikir aku suka berbuat seperti itu...ini alami Jo...!" jawab Rosa.
"Lalu...?" tanya Johan heran.
"Ceritanya panjang Jo..." tak lama Risa mulai bercerita. Saat Rosa bercerita terlihat wajah Johan berubah- ubah. Sedih dan marah berganti- ganti. Hingga Rosa mengakhiri ceritanya.
"Gila ya calon kak Resa...tapi apa sudah kau katakan semua itu padanya...?" tanya Johan.
"Sudah...sudah kukirim semua bukti tentang Mirna. Aku juga mengirim ke sosmed..." jawab Rosa.
"Bagus...Lalu apa sudah kau bongkar kelakuan si brengsek laki lo pada papa mertuamu...?" kata Johan
"Sudah...eeh yang nikah si Rosa ya bukan gue...!" ucap Kanaya.
pp
"Ha ha ha...tapi sekarang ini Lo Rosa non...!" seru Johan yang sudah mengenali sang sahabat sekaligus Bos mereka.
"Iya juga sich... Karena itu kami bisa keluar dari rumah laknat itu.." ucap Risa .
"Dan Papa si Danar yang akan mengurus surat cerai itu..." jawab Rosa lagi.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Ka..."
"Jangan kau panggil aku Kanaya...aku sekarang Rosa..." ucap Rosa memotong omongan Johan.
"Baik...lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Ros...?" tanya Johan.
"Aku akan mencari pekerjaan lebih dahulu..." ucap Rosa lagi .
"Hey...kau ini pinya perusahaan sendiri, kenapa tidak bekerja untuk perusahaanmu sendiri...!" seru Johan heran.
"Tidak...kau tetap kendalikan dulu perusahaanku Jo...plis...kasi aku waktu dua tahun ...aku akan memegang kembali perusahaan itu. Tapi biarkan aku mencari pekerjaan lain dulu ya...sekalian aku akan mencari membunuhku..." ucap Rosa memohon .
"Baiklah...tapi janji hanya dua tahun...?" ucap Johan.
"Yes...trimakasih Jojo yang baik..." seru Rosa sambil memeluk Johan. Mendapat pelukan gadis yang baru Johan kenal , dia merasakan dadanya bergemuruh.
Mamat bahagia telah bisa melihat kembali tingkah Bosnya yang manja , namun terkadang galak kala ada yang salah.
Sedang Bik Narti bahagia karena dia semakin yakin kalau gadis di depan sana adalah benar- benar majikannya.
"Ya sudah ayo kita makan...bik apakah bibik tadi memasak...!" seru Rosa yang melihat Bik Narti di depan pintu.
"Kebetulan bik Sum dan saya memasak cukup banyak Non..." kaya Bik Narti sambil tersenyum.
"Kalau begitu siapkan makan malam untuk kami bik..." kata Rosa dengan semangat.
"Baik Non .. akan bibik siapkan ..." kata bik Narti lalu pergi.
Sambil menunggu makanan di siapkan bik Narti mereka merencanakan rencana selanjutnya.
Tak lama bik nanti datang mengatakan kalau makanan sudah siap. Mereka pun segera keluar kamar kerja Rosa . Dan tak lama terlihat mereka makan bersama dengan nikmat. Setelah acara makan, Johan segera pulang ke apartemennya setelah berjanji besok akan mengantar Rosa kepanti asuhan bersama Bik Sum, Bik Narti dan mang Dulah. Dan Mamat juga tak mau ketinggalan.
##%%#
Keesokan harinya Rosa bersama rombongan pergi kepanti asuhan untuk memberikan santunan. Dia memakai mobil miliknya sendiri bersama Johan. Sedangkan Mamat bersama rombongan bik Narti. Sesampainya di sana, mereka segera menemui pengasuh panti. Setelah memberikan beberapa pakaian yang telah di beli Rosa kemarin , serta uang dan bahan makan untuk mereka. Rosa seberapa berpamitan pulang. Namun ternyata anak- anak panti sangat menyukai Rosa yang gampang berbaur. akhirnya Rosa menunda kepulangannya. Dia kembali bermain dan bercanda dengan mereka. Hingga dia melihat gadis yang cantik sekitar umur lima tahun sedang duduk sendiri di pojok ruangan.
"Bu...kenapa dengan gadis itu..?" tanya Rosa pada ibu panti.
"Entah lah Non...dia kami temukan di depan panti sedang menangis.dan dia sulit di dekati..." Kata bu Siti pengasuh Panti.
"Kapan ibu menemukan gadis itu..?" tanya Rosa kembali.
"dua tahun yang lalu Non... " jawab Ibu panti lagi. melihat gaya gadis itu, sepertinya dia bukan anak orang biasa.
"Boleh saya mendekatinya Bu..." kata Rosa lagi.
"Boleh..silahkan non..." ucap Ibu panti sopan . Rosa segera berdiri namun sebelum kakinya melangkah, Rosa melihat Johan datang dengan terburu- buru.
"Ros..aku pulang dulu ya...ada klian yang datang mendadak hari ini.." ucap Johan dengan buru- buru.
"Boleh...bawa mobilku..." ucap Rosa.
"Tidak aku di jemput...maafkan aku...!" ucap Johan menyesal.
"Tidak masalah...kalau kau rugi, aku juga rugi..pergilah..." ucap Rosa lembut.
"Trimakasih...aku pergi dulu...Mat ..aku pergi...!" teriaknya pada Mamat.
'iya...!" seru Mamat sambil melambaikan tangannya. Mamat sedang mengajari sesuatu pada anak laki- laki di panti asuhan itu. Setelah itu terlihat Johan pergi dengan buru- buru. Setelah melihat Johan keluar dari panti. Rosa kembali melanjutkan langkahnya menuju gadis pendiam itu.
"Selamat pagi sayang...boleh kakak duduk...?" tanya Alea sambil menatap lembut gadis itu. Terlihat gadis itu menatap Rosa sebentar lalu mengangguk. Rosa lalu duduk di dekat gadis itu.
"Mau permen...?" tanya Rosa sambil memberikan satu permen lolipop pada gadis itu. gadis itu memandang Rosa dengan mata jernihnya yang terlihat sedih. Rosa tersenyum dam kembali mengulurkan permen lilipopnya. gadis itu lalu mengambil permen itu dari tangan Rosa.
"Bisa membuka sendiri...?" tanya Rosa lembut . gadis itu menganggukkan kepalanya. tak lama dia menikmati permen itu dengan tenang .
"Siapa namamu sayang...?" tanya Rosa lagi.
"Nina kak..." jawab gadis itu pelan.
"Kenapa tidak bermain dengan teman- teman..?" tanya Rosa lembut sambil menatap gadis itu. gadis itu hanya menggeleng.
"Kau tidak betah di dini ya...?" tanya Rosa lagi. gadisnitu menganggukkan kepalanya. melihat tingkah gadis itu Rosa merasa kasihan .
"Apakah kau mau ikut kakak pulang kerumah kakak...?" tanya Rosa lagi.
terlihat binar kebahagiaan di mata kecilnya .
"Apa boleh kak...?" ucapnya pelan.
"Tentu saja...ayo kita ke ibu panti untuk bertanya..." ucap Rosa. terlihat binar kembali di matanya. Entah kenapa ketika melihat gadis ini rasanya ada sesuatu yang membuat keinginan membawa anak ini pergi dari panti begitu besar . apalagi melihat binar di mata gadis yang sejak tadi seolah tidak miliki cahaya. mereka berjalan kearah ibu pengasuh panti.
"Waah...tumben gadis ini mau berjalan dengan orang...nak Rosa tahu nggak, hadis ini selama di sini tidak pernah bergaul dengan siapapun, tidak juga dengan ibu. terkadang ibu sangat kasihan padanya.
"Mungkin Jodoh Rosa dengan gadis ini Bu..." jawab Rosa.
"Bisa juga nak...?" jawab ibu Siti pengasuh panti asuhan itu.
"Bu...apa boleh Nina , Rosa adopsi...?" tanya Rosa lagi.
"boleh saja nak...tapi kamu harus melalui prosedur dulu...salah satunya harus sudah berkeluarga...?" jawab Bu Siti lagi.
"waah...gimana ya bu...saya masih sendiri. tapi saya ingin mengangkat dia menjadi adik Rosa, Rosa kasihan dia sendiri bu..lama- lama akan mengubah kepribadiannya ..." kata Rosa bingung.
"Baiklah ibu akan mengusahakan sebaik mungkin agar dia bisa nak Rosa adopsi..." jawab ibu Siti.
"Apapun caranya saya serahkan semuanya pada ibu. tapi apa boleh Nina Rosa bawa sekarang Bu....biar soal administrasi nya kakak saya yang mengurusnya...' ucap Rosa memohon.
""Baiklah demi kebahagiaan Nina ibu menyetujui,..." ucap bu Siti membuat Nina bahagia.
"Nach sayang kau sudah mendengar perkataan bu Siti kan...sekarang kau ambil barang- barangmu kita akan pulang sebentar lagi okey....?" ucap Rosa pada Nina.
"Baik kak...!" seru gadis itu bahagia.
Nina segera masuk kedalam panti diikuti oleh bu Siti . tak lama terlihat dia sudah kembali dengan membawa tas punggung kecil.
"Sudah selesai sayang...?" tanya Rosa.
"Sudah kak...!" ucap Nina gembira.
"Kak Rosa Memangnya Nina mau kemana...?" tanya gadis kecil yang bernama Sisi.
"Dia akan ikut kak Nina Si..bukanlah dia di sini tidak memiliki teman...?" kata bu Siti lembut.
"Kak...Sisi juga mau ikut kak Rosa..." ucapnya sambil akan menangis.
"Sayang tunggu sama bik Sum dulu ya..." ucap Rosa pada Nina. gadis itu hanya mengangguk dan mendekati bik Sum.
Rosa lalu mendekati Sisi.
"Sayang...denger, kakak akan sering kemari bersama Nina, jadi Sisi nggak usa ikut, sekarang kakak akan membawa nina agar Nina tidak sedih lagi . bukankah Sisi sering melihat Nina sedih.." ucap Rosa lembut.
"Baiklah tapi kakak janji akan kemari lagi ya...?" ucap Sisi sambil cemberut.
"Siap kapten..." ucap Rosa sambil menaruh tangannya di kepala seperti tentara hormat. melihat itu semua anak panti tertawa termasuk juga Sisi.
"Ya sudah kakak Janji.." ucap Rosa lembut sambil mencium pipi Sisi.
"Nach sekarang kakak pulang dulu, kapan- kapan kakak kemari lagi okey.." ucap Rosa pada semua penghuni panti.
"Okey kak..." ucap mereka serempak. setelah berpamitan pada bu Siti mereka segera meninggalkan panti Asuhan itu. Rosa menyuruh Mamat mengantarkan mereka kembali pulang termasuk Nina . sedang dia sendiri akan pergi ke Mall dulu. dia ingin membelikan baju dan semua keperluan Niken.
Sekian dulu ceritanya ya...
Jangan lupa like, vote, dan Komennya author tunggu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Rosmianti
masih berhamburan typonya namanya suka ganti² thor, padahal ceritanya bagus lho 🙏🏻
2025-02-09
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝑵𝒊𝒏𝒂 🤔🤔🤔
2024-11-09
0
Armah Maulana
Niken Saha?
2024-08-30
0