Kanaya membawa Bik Sum ke rumah peristirahatannya yang berada di dekat pantai. Mamat memasukkan mobilnya langsung di pekarangan vila milik Kanaya.
"Non...ini rumah siapa...?" tanya bik Sum .
"Ini rumah teman Rosa bik...dia memberikan rumah ini untuk kita tempati.." ucap Kanaya sambil tersenyum.
"Oo...teman Non Rosa kaya dan baik ya...?" kata Bik Sum sambil melihat keadaan tempat itu. Karena malam hari bik Sum tidak bisa melihat keadaan di sana. Tak lama terlihat sepasang suami istri paruh baya datang menghampiri mereka.
"Selamat malam den Mamat.." sapa mereka.
"Selamat malam bik Narti, paman Dolah...ini Mamat bawa teman Non Kanaya bik..." ucap Mamat .
"Oo..teman Non Kanaya..mari masuk Non...maaf bibik tidak tahu kalau kalian akan kemari...!" ucap bik Narti ramah.
"Maaf kami mengganggu nyonya.." ucap Bik Sum sungkan.
"Eee...jangan manggil saya nyonya , saya pembantu disini ...panggil saja saya Narti bukankah nyonya lebih tua dari saya..." ucap Bik Narti sambil tertawa.
Mendengar perkataan Bik Narti semua tertawa. Akhirnya mereka di persilahkan duduk. Setelah berkenalan dan Mamat mengatakan maksud mereka datang ke sini, Bik Narti segera membawa bik Sum ke kamarnya yang berada dekat kamar bik Narti , Setelah mereka kembali , Kanaya membawa kedua suami istri itu ke ruangan kerja milik Kanaya.
Bik Narti dan pak Dolah sempat kaget . ketika tamu itu tahu seluk beluk serta kunci ruang kerja milik Kanaya. Dengan perasaan heran dan bingung mereka masuk mengikuti wanita yang baru mereka kenal itu masuk kedalam ruang kerja milik Kanaya. Kanaya segera mempersilahkan mereka duduk di depan Kanaya di meja kerjanya.
"Mat...tutup pintunya..." ucap Rosa tenang. Kedua pasutri itu melongo melihat Mamat yang merupakan bodyguart Kanaya begitu tunduk pada gadis yang berada di depannya.
"Bik Narti dan mang Dulah pasti heran , kenapa saya tahu semua seluk beluk rumah ini dan kalian pasti heran kenapa Mamat begitu patuh padaku. Iya kan...?' kata Kanaya Pada kedua pasutri itu.
"Maaf...aapa yang Nona katakan memang benar , kami heran bagaiman bisa Nona yang baru datang kerumah ini begitu tahu keadaan rumah ini. Nona juga tahu kunci kamar kerja Nona Kanaya sedang saya yang bertahun- tahun di rumah ini tidak tahu...." jawab Mang Dulah.
"Maaf.. karena saya adalah Non Kanaya itu sendiri..." ucap Kanaya dengan tenang.
"Apaaa...ma... mana mungkin Nona... Non Kanaya kami sudah meninggal sebulan yang lalu, dan kami ikut ke pemakamannya..." seru bik Narti tak percaya dan juga takut .
"Ceritanya panjang bik...tapi saya akan menceritakan semuanya pada kalian berdua , tapi kalian jangan katakan ini pada siapapun ..." ucap Kanaya pelan.
terlihat bik Narti dan Mang Dulah saling berpandangan.
"Baik kami janji..." jawab mereka berdua. Walaupun mereka kebingungan.
Akhirnya Kanaya menceritakan semua kejadian yang dia Alami, dari mulai membantu sang sahabat sampai pada dirinya yang tiba- tiba berada di dalam tubuh gadis ini. Mendengar cerita Kanaya , kedua orang tua itu menganga tak percaya.
"Nach kalau kalian tidak percaya akan kukatakan pada kalian kalau aku adalah Kanaya. Pertama bibik menjadi pembantu di sini dengan mang Dulah karena Kanaya membawa Bibik dan Mang dulah saat di usir kakak mang Dulah dari rumah Mamang Sendiri. Mamang yang serakah mengusir Mamang karena ingin menguasai harta Mamang . tapi saat aku akan membalaskan dendam , mamang malah mengikhlaskan rumah itu pada kakak mamang. Apa benar mang...?"
Ucap Kanaya dengan Wajah tersenyum.
"Dan satu lagi. Ini rahasia kita berdua dan bik Narti tidak tahu. Karena Kanaya ingin buah mangga milik tetangga. Mamang dengan rela mencuri buah itu untuk Kanaya. Dan mamang membuatkan juga bubu rujak yang Kanaya minta. dan kita memakannya di dalam kamar Kanaya Benar kan mang...?" ucap Kanaya pada Mang Dulah. Seketika Mang Dulah menangis dia berucap.
"Ya Allah...Dia benar - benar Non Kanaya..." serunya . lalu dia turun dan bersujud di lantai dan berucap.
"Ya Allah...Terimakasih kau kembalikan gadis kami . walaupun dia berujud orang lain. Terimakasih ya Allah...." ucapnya sambil bersyukur dan menangis. Melihat sang suami seperti itu sang istri ikut juga bersujud dan menangis. Setelah itu mereka menatap Alea yang sudah berdiri dengan kedua lututnya di samping mang Dulah.
"Apa kalian tidak ingin memelukku...?" tanya Kanaya Pada Kedua pasutri itu sambil merentangkan kedua tangannya.
Tanpa bicara mereka berdua segera memeluk Kanaya dan menangis .
"Nak...trimakasih kau masih hidup..." ucap Bik Narti sambil menangis.
"Jangan berterimakasih padaku bik... Kita harus bersyukur pada Allah yang memberi kesempatan padaku untuk hidup kembali. Kita akan pergi kepanti asuhan untuk mengucapkan syukur atas karunia ini Bik , Mang..." ucap Kanaya.
"Benar Non..bibik akan mengikuti keinginan non Kanaya ..." ucap mang Dulah.
" Trimakasih Mang...tapi ingat jangan kalian katakan pada bik Sum masalah ini.." ucap Kanaya.
"Emang dia siapa Non..apa orang tua gadis ini...?" tanya Bik Narti.
"Bukan bik...gadis ini yatim piatu, dia pembantu suami gadis ini...ceritanya panjang bik..." akhirnya Kanaya menceritakan soal gadis Rosa yang menderita.
'Ya ampun...kejam banget suaminya , tapi untung Non Rosa belum di apa- apain sama dia..." kata bik Narti.
"Ya sudah sekarang kalian harus memanggilku Rosa bukan Kanaya. Dan kalau ada yang tanya , aku adalah saudara sepupu Mamat sekaligus sahabat Kanaya...." ucap Kanaya.
"Baik Non kami mengerti. .." ucap kedua orang tua itu .
"Baiklah kalau begitu kita keluar. Ingat bik jangan bilang pada siapapun, dan tolong buatkan aku makanan bik, aku merasa lapar, tadi belum sempat makan....".kata Kanaya mengingatkan.
"Beres Non.." jawab mereka.
Merekapun segera keluar dari dalam kamar kerja Kanaya. Setelah mereka keluar, tak lama Kanaya juga keluar dari ruang kerjanya. Dia pergi kekamarnya yang ada di.lantai dua. Sesampainya di sana, dia segera mandi dan mengganti bajunya. Sebelum turun dia membuka ponselnya yang sejak keluar dari rumah Danar dia matikan. Terlihat tuan Anggoro beberapa kali menelfonnya.
"Ada apa Papa si brengsek itu menelfon Rosa. ..." kata Kanaya pelan . Akhirnya dia menelfon tuan Anggoro.
Tak butuh lama Pada dering kedua pria paruh baya itu telah mengangkat panggilannya .
"Asalamualaikum nak...kamu di mana..?" tanya pria paruh baya itu.
"Waalaikum salam pa...kami ada di rumah teman Pa..Papa mencari Rosa ada apa pa..?" tanya Kanaya lembut. Kanaya tahu sebenarnya kedua orang tua Danar berniat baik membalas budi kematian orang tua Rosa. Hanya kesalahannya mereka tidak memperhatikan keadaan Rosa setelah menikah dengan sang anak.
'Nak...apakah tidak sebaiknya kau tinggal bersama kami...kami sangat mencemaskan keadaanmu ..." ucap orang tua itu.
"Tidak perlu Pa.. Rosa tidak enak jika orang tahu kalau katanya sudah berpisah dengan putra Ayah tapi masih tergantung pada Ayah...jadi biarkan Rosa hidup sendiri, lagian sekarang Rosa sudah hidup lebih baik Pa. Dan pekerjaan Rosa cukup untuk makan Rosa..." ucap Rosa datar.
'Maafkan Papa nak...Papa tidak menyangka perbuatan putra Papa sekejam ini..." ucap orang tua itu sedih .
"Tidak masalah Pa...ya sudah hari sudah malam, kapan- kapan Rosa akan mampir kerumah Papa..selamat malam Pa Asalamualaikum..." kata Kanaya mengakhiri percakapan mereka.
"Waalaikum salam.." jawab tuan Anggoro dengan perasaan sedih. Dia berdosa telah menelantarkam gadis itu . Dia tahu kalau Rosa sangat marah pada mereka.
Sedang ditempat Rosa, terlihat gadis itu sedang bermain ponselnya.
Kini dia sedang memgirim Wa pada Resa.
*Hati- hati dengan kekasihmu, setelah ini dia pasti akan memintamu cepat- cepat menikahinya*
tulis Kanaya.
*Siapa kau sebenarnya, Kenapa kau bisa tahu hubunganku dengan gadis itu*
Jawab Resa.
*Maaf aku tahu tentangmu tapi aku hanya ingin kebaikanmu, jika itu bermasalah padamu maafkan aku *
Balas Rosa.
"Bukan itu..darimana kamu tahu tentangku aku hanya ingin mengucapkan Terimakasih padamu.*
*oo..tidak perlu asal kau bahagia dan memiliki calon istri yang baik aku juga akan bahagia,cuma kalau bisa jangan dia, kasihan mamamu, yang aku tahu gadis itu sama sekali tidak menyukai mamamu.*
tulis Kanaya.
*Trimakasih..*
Balas Resa.
* Kalau bisa jauhkan keluargamu dari gadis itu. Jangan sampai dia mencelakai keluargamu. Cukup Kanaya saja yang jadi korbannya. *
Tulis Kanaya lagi .
*Apakah kau punya bukti kalau dia membunuh adikku..?*
*kalau aku punya bukti, pasti sudah kubawa dia ke jalur hukum, maaf aku masih mencari..*
Tulis Kanaya.
*Maaf...*
*Tidak masalah...kalau saranku lebih baik kau putuskan dia secepatnya , ya sudah aku tutup dulu selamat malam..*
*terimakasih sarannya, selamat malam juga...*
Akhirnya Kanaya mengakhiri pecakapannya dengan sang kakak. Dia segera menaruh ponselnya di nakas.tak berapa lama terdengar ketukan di daun pintu. Kanaya segera membuka pintu kamarnya . terlihat bik Narti berada di depan pintu kamarnya sambil membawa makanan kesukaannya.
"Masuk bik..." ucap Kanaya.
"Iya non..." jawab bik Narti sambil berjalan masuk kedalam kamar. Setelah itu menaruh makanan di atas meja kamar Kanaya.
"Bik...apa bik Sum sudah di kasih makan..?" tanya Kanaya.
"Sudah non..." jawab bik Narti.
"Beri dia pekerjaan bik...aku akan tinggal di sini dan dia juga.." kata Kanaya.
"Beres Non...karena dia non hidup kembali , maka saya akan membuat dia betah di sini Non, .." ucap bik Narti sambil tersenyum
"Bisa saja bibik..." kata Kanaya sambil tertawa. Kanaya melanjutkan makan makanan yang di bawakan bik Narti . setelah Kanaya selesai makan Bik nanti membawa bekas makana Kanaya masuk kedapur. Sedang Kanaya atau Rosa segera tidur.
#$$#
Keesokan harinya Kanaya masuk kedalam kamar kerjanya. dia mulai menghidupkan komputer miliknya yang sudah dua bulan tidak bekerja. dia mulai mencari data kematiannya. dan terlihat di sana data kematiannya tanggal 28 februari . dan sekarang tanggal 24 april jadi jarak kematiannya sampai saat ini satu bulan 14 hari . dan Alea ingat kalau tebing tempat dia jatuh adalah sebuah tebing yang dekat dengan sebuah vila..kini tangannya mulai mencoba meretas CCTV milik vila itu. kemungkinan saja Villa itu memiliki CCTV . terlihat jari lentiknya bermain di atas keyboard dengan sangat lincah. dan..
"Yes...aku mendapatkannya. " teriak Kanaya dengan gembira. dia mendapatkan rekaman yang sangat jelas. saat mobil Kanaya jatuh terlihat sekali Mirna keluar dari mobil hitam bersama ke empat temannya. terlihat wajah gembira wanita licik itu.
"Tapi bukan ini yang akan membuatmu merana. sekarang rasakan balasan dari Rosa untuk kalian berdua.
Kanaya mulai mengirimkan vidio penyiksaan Danar pada si polos Rosa, pada publik dan perselingkuan Danar dengan Mirna.
"Rasakan sekarang apa yang akan terjadi dengan karirmu Nyonya pelakor..." ucap Kanaya pelan. Setelah itu dia menghapus Jenjak si pengirim. dan tak butuh lama berita itu membuat jagat Maya ramai . banyak orang menghujat Danar dan Mirna. Mirna yang seorang model dan seorang Artis mendapatkan hujatan dari nitizen , serta para penggenarnya sangat kecewa dan menghujatnya pula . Berita itu membuat kalang kabut agensinya .
Dan kejadian itu memberikan kesempatan pada Resa untuk memutuskan Mirna . namun keputusan Resa tidak semuda itu , Mirna menolak keputusan Resa, tapi dengan segala alasan dan pertengkaran akhirnya mereka bisa putus . kejadian itu membuay Mirna marah dan mencari si biang rusuh. namun dengan segala cara Dia tidak bisa mengetahui siapa yang telah membuat namanya jatuh . begitu juga dengan Danar. Danar yang telah di marahi ayahnya tidak bisa bekerja lagi di perusahaan sang Ayah . akhirnya dia bekerja pada sahabatnya. saat mendengar kehebohan di dunia maya. sang sahabat baru tahu kenapa Danar kena Marah sang Ayah.
Sedang di markas Kanaya terlihat Roni dan kawan- kawannya menjadi hebo . karena ada pesan singkat untuk Roni.
*Kanaya tidak mati karena kecelakaan tetapi di bunuh. kalau kau mendapatkan bukti Kanaya di bunuh. kalian akan bertemu Kanaya. selidiki kematiannya.*
Rk 1.
"Apa ini...!' teriak Gilang marah.
"Kanaya di bunuh...?" ucap Yoyok kaget.
"Aku sudah menyangka itu..." ujar Johan marah.
"Keparat...siapa yang berani membunuh Kanaya...!" teriak Asep marah.
"Lalu apa maksudnya dengan kalau kita mendapat bukti Bos di bunuh , kita akan bisa bertemu dengan Bos...apa maksudnya ini...?" seru Roni tak mengerti. sedang Mamat yang berada di sana bersama teman- temannya hanya bisa diam. bagaimana dia bisa berkata pada para sahabatnya kalau bos mereka masih hidup dan berada di dalam tubuh wanita lain.
"Mat...mengapa kau diam saja...?" seru Asep Pada Mamat yang terlihat linglung.
"Aku tak menyangka kalau Bos masih hidup.." ucap Mamat tanpa sadar.
"Apa maksudmu Bos masih hidup...?" tanya Gilang tak mengerti . mendengar perkataan Gilang , Mamat kaget.
"Ha...apa...?" tanya Mamat sambil kebingungan harus menjawab apa.
"Apa maksudmu Bos masih hidup...?" tanya Gilang lagi.
"Ooh...Roni tadi kan ngomong, kalau kita bisa menemukan bukti Bos di bunuh. kita akan bertemu bos , bukankah itu bertanda Bos masih hidup, iya kan..?" ucap Mamat gelagapan.
"Benar juga kata Mamat. kalau ada yang berkata seperti itu. tandanya Bos masih hidup...benar juga katamu Mat..!" teriak Roni gembira.
"Jadi kita harus menemukan bukti kalau Bos Kanaya di bunuh...!" teriak Gilang.
"Benar kataku Lang...kalau begitu kita mencari bukti itu. Ron biasanya kau yang bisa mencari atau memecahkan masalah ini...!" teriak Yoyok.
"Kalau begitu kita mulai bagi tugas Okey..." seru Johan . namun saat mereka fokus berunding. tiba- tiba terdengar suara ponsel berbunyi. dan ternyata itu milik si Mamat.
"Maaf..ponselku yang bunyi..aku angkat dulu..." ucap Mamat sambil berdiri dan keluar dari markas. ternyata itu telfon dari Rosa.
"Asalamualaikum Non..." sapa Mamat.
"Waalaikum salam Mat..kau bisa menjemputku Mat...aku ada di mall..." kata Rosa .
"Baik Non... Emang Non Rosa tadi naik Apa..?" tanya Mamat.
"Aku naik ojek Mat...Bukankah mobilku masih berada di markas...?" kata Rosa.
"Bagaimana kalau saya bawa kesana Non..." kata Mamat lagi.
"Boleh...tapi apa teman- teman tidak curiga...?" tanya Rosa.
"Saya akan bilang membawa mobil itu ketempat Papa Nona..oh ya apa Nona tadi Mengirim pesan ke Roni..?"tanya Mamat .
"Kenapa ...? apa mereka gaduh...?" tanya Rosa.
"Benar Non..." jawab Mamat .
"He he he..maaf Mat...sebenarnya aku rindu sama mereka, tapi aku belum bisa bertemu mereka..." jawab Rosa.
"Mereka juga Rindu pada Nona..." ucap Mamat lagi.
"Ya sudah cepat kau kemari. aku sudah gerah...!" kata Rosa lagi.
"Baik Non..." jawab Mamat. Setelah itu Mamat segera pergi kegarasi markas. dia segera menaiki Mobil sport milik Kanaya. dan tanpa Mamat sadari. seorang pria tampan teman satu Gengnya mendengarkan percakapan mereka. saat itu dia curiga. mamat akhir- akhir ini sering keluar. dan mamat yang saat di tinggal Kanaya bersedih dan tak punya semangat hidup kini bagai memiliki Boster untuk memulai hidupnya kembali.
Dan terlihat tadi Mamat begitu akrab dengan wanita yang di panggil Nona Rosa di dalam telfon. dan sekarang Mamat dengan berani membawa mobil Kanaya yang berada di garasi basecamp mereka. Johan melihat Mamat berada di dalam mobil Kanaya.
"Mau kemana Mat...?" tanya Johan.
"Mengantarkan mobil kerumah Orang tua Bos Kanaya..." kata Mamat sambil melajukan mobilnya dengan cepat.
Maaf sekian dulu ya...besok aku lanjut .
Jangan lupa like, vote, dan komemnya selalu aku tunggu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒂𝒘𝒂𝒍 𝒋𝒅 𝒏𝒊𝒌𝒎𝒂𝒕𝒊𝒍𝒂𝒉 𝑫𝒂𝒏𝒂𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝑴𝒊𝒓𝒏𝒂 😏😏
2024-11-09
0
Sandisalbiah
harusnya si Mirna itu di buat lebih hancur lagi.. siluman rubah seperti dia harus di musnahkan
2024-08-25
0
Shinta Dewiana
ha....ha...ha....mamat hampir ketahuan ni
2024-08-12
0