PGP 5

Tuan Rendra kaget mendengar Rosa berseru kalau sang istri bergerak. Dengan cepat dia menatap sang istri. Terlihat wanita paruh baya utu menggerakkan tangannya. Dengan cepat tuan Rendra memencet tombol memanggil dokter dan perawat. Tak lama dokter segera datang. Mereka di suru keluar oleh seorang suster.

Dengan perasaan cemas tuan Rendra keluar dari ruangan itu bersama Rosa dan Mamat. Dan tak berapa lama, Dokter keluar bersama para perawat.

"Tuan Rendra...silahkan anda masuk. Nyonya telah siuman dari pingsannya..." ucap Dokter itu .

"Apa benar dokter...?" tanya tuan Rendra tak percaya.

"Benar tuan...silahkan kalian masuk, kami akan pergi dulu..." pamit dokter itu.

"Alhamdulillah...trimakasih dokter..." ucap syukur terucap dari mulut tuan Rendra. Rosapun berucap syukur karena sang Mama telah siuman. Mereka segera masuk kedalam ruang inap nyonya Safitri ibu dari Kanaya.

"Mas...mana Putri kita...?" tanya nyonya Safitri saat melihat suaminya berjalan kearahnya.

"Mama...tenanglah..." ucap sang suami sambil memeluk sang istri.

"Tidak mas...aku tahu putri kita telah pergi, tapi aku tadi sempat mendengar suaranya hingga membuat aku tersadar dari rasa ingin pergi dari dunia ini..." ucap sang istri.

"Sayang...mana mungkin suara Putri kita ada di sini kalau dia sudah pergi.." ucap tuan Rendra dengan sabar. Tanpa sadar nyonya Safitri melihat kehadiran Rosa di dekat pintu.

"Pa...siapa gadis itu...?" ucapnya sambil melepas pelukan pada sang suami.

"Oo..dia sahabat Kanaya , dia ikut Mamat menjengukmu, kau ingat Mamat kan..? salah satu teman putri kita...?" ucap tuan Rendra lembut.

Nyonya Safitri menatap pada Rosa. Dia melihat tatapan lembut dan senyum gadis itu sangat femiliar buatnya. Dan dia merasakan kedamaian seperti melihat Kanaya di dalam tubuh gadis ini.

"Nak...apa benar kau sahabat putriku Kanaya...?" tanya nyonya Safitri lembut .

"Benar tante..." jawab Rosa . hatinya serasa ingin memeluk sang Mama.

"Boleh tante memelukmu sayang...?" tanya nyonya Safitri lagi. Entah kenapa dia ingin memeluk gadis itu.

"Tentu saja tante..." ucap Rosa sambil berjalan kearah tempat pembaringan Nyonya Safitri. Dengan lembut dia memeluk sang Mama. Tanpa terasa Rosa menangis. Begitu juga dengan nyonya Safitri . Dia merasakan bagai memeluk putri cantiknya. Sedang Mamat yang melihat kejadian itu terharu. Dia mengusap air matanya yang tiba- tiba jatuh di pipinya.

Rosa dengan cepat mengusap air mata yang menetes di pipinya.

Setelah puas nyonya Safitri melepas pelukannya.

"Nak siapa namamu...?" tanya nyonya Safitri lembut.

"Rosa tante..." jawab Rosa.

"Di mana rumahmu nak...?" tanya Nyonya Safitri lembut. mendengar pertanyaan sang Mama Kanaya sedikit bingung.

"Saya penumpang di rumah teman tante.." ucap Rosa akhirnya.

"Apakah kedua orang tuamu masih hidup...?" tanya Nyonya Safitri lagi. Mendengar pertanyaan sang Mama Risa menjadi bingung. Apa yang harus dia katakan.

"Dia hidup sendiri tante...Rosa yatim piatu..." ucap Mamat. Memang benar Rosa adalah yatim piatu ,Bukan Kanaya.

"Benarkah...? Kalau begitu apakah kau mau menjadi putriku...?" tanya Nyonya Safitri lagi. Mendengar perkataan sang Mama Kanaya tersenyum.

"Ma...aku memang putri Ma..." teriak Kanaya dalam hati.

"Baiklah tante...demi kesembuhan tante, Rosa mau jadi Putri tante...tapi tunggu tante..apakah tante tidak memiliki anak..?" ucap Alea lembut.

"Kami punya tiga orang anak nak...dua anak laki- laki dan satu anak perempuan, tapi Putri Kami telah meninggal hampir satu bulan yang lalu..." tuan Rendra yang menjawab pertanyaan Rosa.

"Oo..maaf Om , tante... baiklah Rosa mau jadi putri tante..." ucap Rosa dengan lembut .

"Trimakasih sayang...Mama bahagia, kini mama telah punya putri lagi..." seru Nyonya Safitri bahagia. Dia kembali memeluk Rosa.

"Mulai sekarang kau harus memanggil tante Mama dan Om Rendra Papa..." ucap nyonya Safitri lembut.

"Iya Ma...Rosa akan lakukan itu.." ucap Rosa lembut. Melihat sang istri terlihat bahagia, tuan Rendra tak bisa berbuat apa- apa. Walaupun baru saja mereka kehilangan putri semata wayangnya, namun demi kebahagiaan sang istri biarlah mereka mengangkat wanita ini sebagai putri mereka. Toh gadis ini sahabat dari Kanaya. Apalagi dia anak yatim piatu.

Rosa agak lama di sana, dia menghibur sang Mama serta sempat menyuapinya .Setelah hari menjelang malam, Rosa berpamitan pada sang Mama. Dengan berat hati nyonya Safitri melepas kepergian Rosa. Setelah mereka berada di dalam mobilnya kembali , Mamat bertanya.

"Bos...sekarang kita akan kemana..?" tanya Mamat sambil menghidupkan mobilnya.

"Sepertinya saat ini aku harus pulang Mat...Rosa jam segini pulang dari restoran tempat dia bekerja..." ucap Kanaya.

"Kalau begitu aku anter ya bos..." ucap Mamat.

"Antar aku ke kafe atau restoran dulu.. aku mau ganti baju sekalian kita makan, perutku sudah lapar Mat..." kata Kanaya lagi.

"Baik Bos..." jawab Mamat semangat. Mereka segera pergi kerestoran terdekat, dan Rosa segera mengganti baju bagusnya dengan baju lamanya . Setelah makan mereka segera pulang. Sesampainya di dekat rumah Danar, Kanaya atau Rosa kembali memakai kacamata .

"Bos..itukah rumah suami si Rosa...?" tanya Mamat.

"Benar Mat...Suaminya seorang CEO sebuah perusahan properti yang cukup lumayan besar..., setelah keluar dari rumahnya akan kuhabiskan seluruh kekayaannya. Hingga dia akan merasakan penyesalan yang tak terkira. Lihat saja nanti..." terlihat senyum devil di wajah cantiknya. Yang kini sudah tertutup kacamata tebal .

"Tenang Bos...kita akan menamatkan riwayatnya...!" ucap Mamat ikut geram.

"Baiklah aku turun dulu Mat..ingat saat aku memintamu untuk membawakan uang 30 jt kau harus membawakan itu untukku, dan kau harus datang menjemputku..." ucap Rosa dengan wajah serius .

"Siap Bos...!" seru Mamat dengan sigap.

Rosa membetulkan kembali letak kacamatanya dan segera turun dari mobilnya. Setelah melihat Alea masuk di gang sebelah rumah Danar, Mamat menjalankan mobilnya dengan perasaan cemas pada sang Bos.

Sedang Kanaya sendiri kini sudah berada di dalam rumah Danar. Saat dia mau masuk kedalam kamarnya, dia mendengar tawa seorang Wanita. Melihat itu dia segera mengambil ponselnya. Dengan perlahan dia mengintip kedalam ruang keluarga. Dan betapa terkejutnya Kanaya ketika dia melihat Tunangan sang Kakak berada di sana sedang bercumbu dengan Danar.

"Siit... Ternyata wanita sialan itu bermain serong di belakang kak Resa. Cih dasar wanita gatal...uf akan kuabadikan ini he he he..." ucap Kanaya dalam hati. Dia segera mengambil vidio untuk kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu. Namun keasyikannya terhenti ketika melihat Bik Sumi datang. Saat bik Sumi akan menegurnya , cepat- cepat Alea menaruh telunjuknya di bibirnya. Melihat tingkah Rosa bik Sum terdiam dan dia mengikuti cara Alea. Memang dari kamar bik Sum , tidak bisa melihat kejadian di ruang tamu. Dan saat bik Sum tahu Apa yang di lihat Rosa dia membungkam mulutnya sendiri yang hampir berteriak . Dia melihat Danar berbuat tak senono dengan Kekasihnya. Mereka sudah hampir kehilangan baju mereka.

Melihat itu Bik Sum menatap Rosa . namun Bik Sum tidak melihat kesedihan di wajah Rosa , malah terlihat mata yang memandang jijik pada kedua orang itu.

"Bik Siapa wanita itu...?" bisik Rosa dingin.

"Dialah kekasih tuan Danar...?" jawab bik Sum ikut berbisik .

"Siapa namanya bik...?" tanya Kanaya lagi.

"Namanya Nona Mirna, mereka telah lama berpacaran Non...malah mereka melakukan itu sudah sering sekali..." jawab bik sum.

"Begitukah...lalu kenapa mereka tidak menikah...?" tanya Kanaya lagi.

"Entahlah...sepertinya Nona Mirna yang tidak mau, tapi entah mengapa bibik juga tidak tahu...!" jawab Bik Sum lagi.

Kanaya kembali melihat kedua insan yang sedang bercumbu lalu terdengar Mirna berucap.

"Mas ...kita kekamar saja ya...?" ucap Mirna dengan suara serak.

"Baiklah sayang..." jawab Danar dengan suara serak juga. Dan Kanaya tahu mereka sudah ingin melakukan sesuatu yang di larang agama. Terlihat Danar mengangkat tubuh setengah telanjang Mirna. Sedang Danar pakaian atasnya sudah hilang. Kanaya tetap merekam semuanya. Saat mereka berjalan di tangga menuju kamar Danar. Rosa berucap.

"Bik tunggu di sini ya...aku akan mengikuti mereka.

"Baik non.." bisik bik Sum pula.

Dengan perlahan Kanaya mengikuti mereka dari jauh. Dan saat mereka masuk kedalam kamar Danar, Kanaya juga sudah sampai di tangga. Perlahan dia naik keatas. Dan saat kamar Danar ingin Kanaya Buka.

Uuff...

Ternyata kamar ini tidak di kunci.

"Cih bodoh banget mereka...mungkin karena sejak dulu aman- aman saja, mereka tidak butuh di kunci.." gumam Kanaya atau Rosa.

Perlahan Kanaya membuka pintu kamar Danar. Dan dia melihat mereka bergumul di atas ranjang Danar. Karena keasyikan mereka, mereka tidak menyadari kehadiran Rosa. Dengan tenang Rosa merekam semuanya. Setelah dia rasa cukup sebagai bukti, Rosa segera kembali menutup pintu dan berjalan kembali kebawa. Ketika sampai di sana Kanaya mendekati bik Sum yang terlihat pucat dan gemetar.

"Bik...ada apa...? Kenapa wajah bibik pucat, dan bibik terlihat gemetar....?" tanya Rosa sambil menatap bik Sum yang terlihat masih gemetar.

"Non...bibik takut Non Rosa ketahuan den Danar..." jawab bik Sum dengan wajah pucatnya.

"Ih si bibik...Rosa yang ngerjain, tapi bibik yang gemetaran...dasar orang tua.." ucap Rosa sambil memeluk bik Sum dengan sayang.

'Bik...trimakasih ya telah menyayangi Rosa..." ucap Rosa sambil memeluk bik Sum dan mengusap punggungnya.

"Sama- sama neng...karena non Rosa sudah bibik anggap sebagai putri bibik sendiri..." kata bik Rosa sambil menangis.

"Trimakasih bik...oh ya bik..kalau Rosa keluar dari rumah ini apakah bibik mau ikut Rosa...?" tanya Rosa lagi.

"Mau non mau...sebenarnya bibik sudah lama ingin pergi dari rumah ini., tapi bibik kasihan sama non Rosa, siapa yang akan membantu Non Rosa jika Non Rosa di jahati lagi oleh den Danar.." kata Bik Sum lagi.

"Kalau begitu bik Sum harus membereskan barang - barang bik Sum yang akan kita bawa. Kita akan pergi kalau nggak besok ya besok lusa..." jawab Alea.

"beneran Non...?" tanya Bik Sum tak percaya.

"Beneran...nah sekarang kita tidur yuk.." ucap Rosa.

"Baiklah Bibik akan membereskan barang- barang bibik, mariki tidur..." ucap bik Sum bahagia. Rosa segera masuk kedalam kamarnya.

Namun dia tidak tidur, dia mengirim pesan lewat Wa. Pada sang kakak.

*Hati- hati dengan kekasihmu..*

tulisnya singkat.

*Siapa ini...sembarangan memfitna orang...*

Balas Resa.

*Dia tidak mencintaimu...*

tulis Alea lagi .

*keparat siapa kau...kau ingin merusak hubungan kami.? Janga. berharap kau !"

Terlihat Resa marah .

*Kau dalam masalah *

Tulis Rosa lagi.

"*persetan denganmu. *

tulis Resa, sepertinya dia semakin marah

*Waah tuan besar marah...akan kutunjukkan bukti perselingkuhan kekasih tuan, jangan sakit hati lo..., tapi kau harus berjanji merahasiakan ini dari kekasihmu itu , karena aku ingin menyelidiki tentang dia. Dan satu lagi , kau percaya atau tidak itu urusanmu, adikmu dia yang membunuh...! *

Tulis Rosa lagi.

*Brengsek kau keterlaluan, jangan kau bawa- bawa adikku yang sudah tiada.. kalau kau memang punya bukti Tunjukkan bukti itu padaku.....*

Tulusnya.

*Kau harus berjanji dulu, karena keselamatan keluargamu taruhannya.*

Tulis Rosa lagi.

*Baik aku janji..*

Balasnya.

*Jangan bilang dulu pada siapapun *

Tulus Rosa.

*Crewet...! Kau terlalu banyak omong... Atau kau tidak memiliki bukti itu..!*

Balas Resa.

* Ha ha ha...kau memang tak pernah berubah kak..*.P E M A R A H.*

Tulis Rosa meninggalkan pesan kebiasaan Kanaya. Dia segera mengirim vidio yang baru saja dia buat.

Sedang di tempat Resa. Resa sedang tertegun melihat kalimat yang di kirim seseorang lewat WA .dan tak lama dia mendapatkan kiriman Vidio. Saat dia membuka isi Vidio, dia melihat kekasihnya berhubungan badan dengan seseorang. dan darinpercakapan dua wanita, kalau mereka melakukan itu sudah lama.

"Jadi saat dia sebagai kekasihku Dia juga milik pria itu...!" ucap Resa dengan tanfan terkepal karena menahan marah . Dia merasakan hatinya yang terluka. Dia tak pernah menyangka Mirna yang dia anggap gadis yang paling baik adalah wanita seperti itu. Wanita itu tega menghianatinya . Dia terduduk lemas di sofa kamarnya. Ingin rasanya dia pergi mencari atau menelfon wanita itu , tapi dia ingat perkataan orang yang meberinya bukti itu., Apa benar Mirna adalah orang yang berada di belakang kematian adik kecil yang sangat dia sayangi itu, jika itu benar, dia tak akan membiarkan Mirna lolos dari jerat hukum. Lalu apa motif dia membunuh Kanaya.... Mungkinkah karena Alasan ini Kanaya tidak membiarkan dia menikahi Mirna. Mungkin Kanaya tahu kebusukan Mirna., Atau....Ya Allah...apa karena ini Mirna membunuh Kanaya...? Resa merasa banyak pertanyaan berada di dalam kepalanya.

Semalaman Resa tidak bisa tidur. Jam dua pagi dia tertidur sebentar, dan saat bangun dia melihat jam didinding menunjukkan pukul tiga, Dia segera menunaikan solat tahajud agar Allah memberi penerangan pada hati dan fikirannya . dia menangis di hadapan Allah, namun dia juga berucap syukur , Allah telah menunjukkan sifat asli wanita itu . Setelah solat dan ber zikir serta membaca Alquran Resa segera beranjak pergi ke balkon kamarnya. Dia menatap kekejauhan . Kini hati dan pikirannya telah kembali tenang. Walau sakit hati masih dia rasakan. Dia berfikir apa dia masih bisa berpura- pura baik pada wanita itu. Sambil menunggu Adzan subuh Resa mencoba menelfon Mirna.

Telfon pertama tidak di angkat, telfon kedua juga tidak. Baru pada telfon yang ketiga terdengar suara Mirna

"Halo..."

"Siapa itu sayang...ngganggu orang tidur saja.." terdengar suara seorang Pria menanyakan pada Mirna.

"Entah aku juga tidak tahu sayang..." ucap Mirna. Mendengar percakapan mereka Resa jadi tahu kalau orang yang mengirim vidio itu tidak bohong, lalu siapa dia...? Pikir Resa. Resa tak bersuara lalu menutup telfonnya.

"Halo...." namun beberapa saat si penelfon menutup sambungan telfonnya.

"Dasar kurang kerjaan..." ucap Mirna sambil menaruh telfonnya kembali di atas nakas. Karena masih ngantuk mereka kembali tidur. Maklum mereka baru tidur dua jam yang lalu..

Sedang Rosa mencari cara untuk mencari masalah pada Danar agar bisa mengajaknya bertengkar.

Namun sebelum itu dia menelfon kedua orang tua Danar. Dia mencari nomor mertua Rosa.

"Tuan Anggoro..." gumam Rosa Dia ingat dengan samar nama itu di dalam ingatan Rosa . sambil melihat daftar kontak WA.. Namun nama itu tidak ada.

"Coba Papa mertua..." gumamnya lagi.

Dia kembali melihat Ponselnya. Namun nama itu juga tidak ada.

"Aah...lebih baik aku tanyakan pada Bik Sum , mungkin dia memiliki nomer kontak milik tuan Anggoro ..." ucap Rosa pelan. Dia segera menemui bik Sum. Terlihat orang tua itu baru saja pulang dari pasar.

"Bik..." panggil Rosa.

"Ya Non..." jawab bik sum sambil menatap kedatangan Rosa.

'Bibik punya nomer telfon tuan Anggoro nggak bik...?" tanya Rosa pelan.

"Punya Non... " ucap bik Sum .

"Rosa minta ya bik..." ucap Rosa dengan wajah gembira.

"Baik Non...ayo ikut bibik kekamar bibik..." ucap Bik Sum dengan gembira.

"Baik Bik..." ucap Rosa gembira pula.

Mereka segera masuk kedalam kamar Bik Sum. Setelah mendapatkan Nomor itu, Rosa tidak langsung menelfon orang tua Danar. Dia mengikuti bik Sum kedalam dapur.

"Banyak banget belanjaan bibik hari ini...?" tanya Rosa.

"Iya Non...semalam Non Mirna kan menginap, jadi sekarang bibik akan membuat sarapan pagi untuk mereka..." jawab bik Sum dengan wajah sedih. Entah mengapa tiba- tiba Rosa memiliki ide untuk membuat Danar marah. Untung- untung kalau si ****** itu ikutan dalam sandiwara Rosa.

"Baiklah tuan besar...kita akan membuat sebuah film yang membuat kau bahagia.." ucap Rosa perlahan.

"Non Rosa ngomong sama bibik...?" tanya bik Sum pada Rosa.

"Ooh ini bik...Rosa ingin membantu bibik memasak...?" ucap Rosa.

"Jangan Non...nanti non Rosa di marahi den Danar Lo...!" seru bik Sum ketakutan.

"Gitu ya bik..." ucap Rosa bodoh. Dan bik Sum mengangguk mengiyakan.

"Ya sudah Rosa masuk dulu bik..." kata Rosa.

"Non Rosa tidak kerja...?" tanya bik Sum.

"Sebentar lagi bik..." jawab Rosa. Rosa segera berpakaian seragam kerjanya dan berdandan seperti Rosa biasanya.

Setelah itu dia berjalan kearah dapur namun sebelumnya Rosa menaruh ponselnya yang hidup dalam mode merekam vidio. Dan di taruh di sudut setrategis yang bisa menangkap gambar dari ruang dapur dekat meja makan. Setelah itu dia menaruh tas kerjanya di lantai dekat ponselnya.

Terlihat bik Sum telah menata makanan yang sudah matang di sana. Rosa sengaja menunggu sepasang kekasih itu keluar dari kamar mereka. Saat mendengar kamar mulai terbuka Rosa mendekati Bik Sum. Dan saat itulah Danar dan Mirna melihat Rosa ada di dapur.

"Rosaaa...!" teriak Danar marah. Rosa pura- pura kaget dan ketakutan. Dia menatap Danar yang datang dengan marah. Rosa memposisikan dirinya berada di sudut tepat arah kameranya.

Plaak....

"Aku sudah bilang jangan kau perlihatkan wajahmu saat aku berada di rumah , berani sekali kau masuk kedapurku saat ada aku ha...!" teriak Danar marah.

"Tapi..tapi tuan...sa..saya hanya ingin meminta minum pada bik Sum..." ucap Rosa sambil memegang wajahnya yang kena tampar.

"Alasan..kau hanya ingin meminta makan kan...?" ucap Danar marah.

"Ti..tidak tuan..benar saya hanya ingin meminta air minum, saya tahu kalau saya tidak boleh makan hasil jerih paya tuan, saya tahu itu...karena itu saya tahu diri, saya tidak minta makan pada bibik kok, tanyakan saja pada bibik...." ucap Rosa sambil mengeluarkan air matanya.

"Sumpah sakit banget tamparan pria jahat ini...andai saja bukan untuk bukti, ogah gue di tampar serigala ini..." umpat Rosa dalam hati.

"Sayang sudahlah , bukankah sebentar lagi dia kau ceraikan...!" ucap Mirna sambil memeluk Danar dengan mesra.

"Bagus ******...peluk saja srigala milikmu itu..lebih mesra lebih bagus...!" sorak Rosa dalam hati.

"Tuan...bukankah Kekasih anda sudah pulang, bagaimana kalau tuan menceraikan saya sekarang..." tanya Rosa.

Maaf sobat sekian dulu ceritanya. besok aku lanjut lahi okey...

Jangan lupa, like,vote, dan komennya aku tunggu selaku...

Bersambung.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑹𝒐𝒔𝒂 𝒂𝒚𝒐 𝒕𝒖𝒏𝒋𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒂𝒉𝒍𝒊𝒂𝒏𝒎𝒖 😏😏

2024-11-09

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

cih...jalang sm ular...tunggu bentar lg miskin lo

2024-08-12

0

X'tine

X'tine

najis bgt punya laki kayak kayu damar... pengen tak bakar hidup2 anu'nya...😡

2024-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 PGP 1.
2 PGP 2.
3 PGP 3
4 PGP 4.
5 PGP 5
6 PGP 6
7 PGP 7
8 PGP 8.
9 PGP 9
10 PGP 10
11 PGP 11
12 PGP 12.
13 PGP 13
14 PGP 14
15 PGP 15
16 PGP 16
17 PGP 17
18 PGP 18
19 PGP 19.
20 PGP 20
21 PGP 21.
22 PGP 22
23 PGP 23.
24 PGP 24
25 PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26 PGO 26 Nina sakit.
27 PGP 27.
28 PGP 28. Nina Kembali.
29 PGP. 29.
30 PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31 PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32 PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33 PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34 PGP 33 ALERGI RIFAN .
35 PGP . BERTEMU SASKIA .
36 PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37 PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38 RAHASIA KANAYA.
39 CINTA ROSA.
40 PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41 USAHA PEMBUNUHAN
42 PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43 PGP . PENYERGAPAN .
44 PGP . MENCARI NINDI.
45 PGP. MENCARI NINDI 2
46 PHP . KEMBALI .
47 PGP. PENYESALAN RIFAN
48 PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49 PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50 PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51 PGP MAMA TERLUKA.
52 PGP . MENJAGA MAMA.
53 PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54 PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55 PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56 PGO TUAN CHAN.
57 PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58 PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59 PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60 PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61 PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62 PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63 PGP. PULAU K.
64 PGP. PULAU K 2.
65 PGP. KELUARGA HARTANTO .
66 PGP. TUAN HARTANTO . 2
67 PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68 PGP . BERTEMU TIKA.
69 PGP. DI RUMAH SAKIT.
70 PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71 PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72 PGP.
73 PGP. KELUARGA IRAWAN .
74 PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75 PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN
Episodes

Updated 75 Episodes

1
PGP 1.
2
PGP 2.
3
PGP 3
4
PGP 4.
5
PGP 5
6
PGP 6
7
PGP 7
8
PGP 8.
9
PGP 9
10
PGP 10
11
PGP 11
12
PGP 12.
13
PGP 13
14
PGP 14
15
PGP 15
16
PGP 16
17
PGP 17
18
PGP 18
19
PGP 19.
20
PGP 20
21
PGP 21.
22
PGP 22
23
PGP 23.
24
PGP 24
25
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .
26
PGO 26 Nina sakit.
27
PGP 27.
28
PGP 28. Nina Kembali.
29
PGP. 29.
30
PGP. USAHA PEMBUNUHAN
31
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .
32
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .
33
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA
34
PGP 33 ALERGI RIFAN .
35
PGP . BERTEMU SASKIA .
36
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.
37
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.
38
RAHASIA KANAYA.
39
CINTA ROSA.
40
PGP. RENCANA TUAN BURHAN
41
USAHA PEMBUNUHAN
42
PGP .USAHA PEMBUNUHAN 2
43
PGP . PENYERGAPAN .
44
PGP . MENCARI NINDI.
45
PGP. MENCARI NINDI 2
46
PHP . KEMBALI .
47
PGP. PENYESALAN RIFAN
48
PGP .PENYESALAN RIFAN 2.
49
PGP. PENYERANGAN PADA GENK KROYA .
50
PGP .KEMBALI KE INDONESIA
51
PGP MAMA TERLUKA.
52
PGP . MENJAGA MAMA.
53
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.
54
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN
55
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2
56
PGO TUAN CHAN.
57
PGP. MELIHAT TUAN SIO.
58
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO
59
PGP . KEMBALI KE INDONESIA
60
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .
61
PGO RAPAT PEMEGANG SAHAM.
62
PGP. PENANGKAPAN TUAN CHAN LUO.
63
PGP. PULAU K.
64
PGP. PULAU K 2.
65
PGP. KELUARGA HARTANTO .
66
PGP. TUAN HARTANTO . 2
67
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT
68
PGP . BERTEMU TIKA.
69
PGP. DI RUMAH SAKIT.
70
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.
71
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO
72
PGP.
73
PGP. KELUARGA IRAWAN .
74
PGP KAKEK IRAWAN SAKIT .
75
PGP . PERKAWINAN ROSA DAN RIFAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!