Eps. 20

Kedua kekasih Sean sangat ketakutan saat akan terkena tamparan dari kedua polisi dihadapan mereka itu, namun setelah menutup mata dan pasrah. Tidak ada perasaan sakit apapun yang keduanya rasakan.

Sehingga saat membuka mata dapat melihat seorang pria tampan yang sudah berlabuh dihati mereka tengah menahan kedua lengan polisi yang hendak menampar mereka.

"Sayang"

Keduanya berteriak dengan senang dan menghambur kedalam pelukan Sean dari arah samping kiri dan kanan secara bersamaan.

Melihat kedua wanitanya begitu ketakutan membuat Sean sangatlah marah namun masih dirinya tahan dan sembunyikan dari kedua kekasihnya agar tidak membuat mereka takut pada dirinya.

"Kalian tidak kenapa-kenapa bukan? Gak ada yang luka?" tanya Sean berturut-turut.

Keduanya hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan sang kekasih hati, sedangkan kedua polisi disana merasakan pergelangan tangan mereka begitu sakit karena dicengkram kuat oleh pria tidak dikenal dihadapan mereka itu.

"Na-k lepaskan lenganmu itu, ini bisa dianggap kekerasan pada oknum kepolisian!!" teriak salah satu polisi disana.

Belum sempat Sean menjawab perkataan polisi tersebut, dari arah samping kanan datang dua mobil polisi lagi dan keluarlah sejumlah orang yang mana merupakan oknum kepolisan juga.

Kedua polisi tersebut yang lengannya masih dalam cengkraman kuat Sean merasa selamat karena datangnya ketua tim mereka.

Namun siapa sangka, bahwa sebenarnya kedatangan ketua tim kepolisian itu adalah untuk menangkap kedua polisi tidak benar tersebut.

"Ketu anda disini, lihatlah pria ini menyerang kami ketua. Segera kita tangkap dia" lapor salah satu polisi lainnya yang merupakan salah satu dari dua polisi yang mengganggu para kekasih Sean.

"Benarkah?" tanya ketua tim tersebut bertanya.

"Benar ketua, bahkan kedua gadis itu ugal-ugalan dengan mobil sport mereka" lapor polisi satunya lagi.

Sean hanya diam saja menyimak, begitupun dengan Luoxue dan Xu Qin.

Ketua tim kepolisian tersebut kemudian mengeluarkan perintah "tangkap dua orang polisi bodoh itu, dan berikan mereka hukuman yang pantas atas tindakan ilegal yang mereka coba lakukan serta tindakan kekerasan yang mereka hendak lakukan juga barusan"

Kedua polisi yang berusah memutarbalikan fakta itu merasa terkejut sekali, sebab kenapa bisa malah mereka yang tertangkap dan akan diberikan hukuman.

Sean melepaskan cengkraman lengannya pada kedua lengan polisi itu, dan membiarkan kedua polisi tersebut ditangkap oleh para anggota polisi yang lain.

Ketua kepolisian tersebut datang menghampiri Sean dan dua wanitanya untuk meminta maaf atas kejadian tidak menyenangkan barusan yang hampir bertambah besar bagi kedua perempuan Sean.

Dengan senang hati Sean dan begitupun kedua wanitanya menerima permintaan maaf dari ketua tim kepolisian tersebut.

Setelah akhirnya memberikan keterangan sedikit, Sean dan dua wanitanya pergi menggunakan kendaraan masing-masing dengan beriringan santai meyusuri jalanan kota.

Ketua kepolisian sebelumnya juga pergi dari tempat tersebut bersama dengan anggota tim nya dan kembali menuju kantor polisi dengan segera, agar bisa memberikan hukuman pada kedua polisi yang telah bertindak tidak sesuai aturan yang ada atau aturan yang telah ditetapkan.

...-----------------...

Sekarang Sean dengan dua wanitanya tengah makan sama-sama di restoran mewah.

Mereka makan dalam ruangan elite yang memiliki tempat khusus dan cukup nyaman hanya untuk makan secara tertutup dan mendapatkan pelayanan diatas umum.

Selesai makan, mereka menghabiskan waktu disana selama sejenak untuk bercerita mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya.

"Kenapa kalian bisa dicegat dua polisi tadi?" tanya Sean.

"Seperti yang sayang tahu, kami sedang test drive dengn mobil baru pemberiamu. Nah ketika di jalanan tadi sehabis lampu merah kami dihentikan dua polisi tadi tanpa sebab yang pasti"

"Kami awalnya menurut saja dan memperlihatkan kelengkapan surat-surat kendaraan, namun kami merasa aneh saat kedua polisi itu menilang kami"

"Jadi dengan emosi kami akhirnya cekcok dan terlibat adu mulut dengan kedua polisi tadi" jelas Luoxue.

"Tapi kalian bener-bener gak kenapa-napa kan?" tanya Sean kembali memastikan kondisi kedua wanitanya itu setelah kejadian yang terjadi sebelumnya.

"Tidak apa-apa, kami baik-baik saja dan tanpa luka sedikitpun" jawab Xu Qin.

"Dan untung tadi kamu datang tepat waktu, kalau enggak pasti pipi kami bengkak kena tamparan dua polisi sebelumnya" jelas Luoxue dengan agak sedih.

Sean tersenyum dan memberikan keduanya masing-masing satu kecupan pada kening mereka dengan penuh perasaan kasih sayang.

"Lainkali harus lebih berhati-hati lagi, ok?" nasehat Sean.

Kedua wanita itu hanya mengangguk patuh saja dengan dibarengi senyuman indah yang menghiasi wajah cantik mereka berdua.

"Hari sudah mau sore, sebaiknya kita pulang dan ingat harus hati-hati" nasehat Sean kembali.

"Baik, sayang" jawab keduanya berbarengan.

Dan bahkan sebelum berpisah mereka sempatkan memberikan satu kecupan pada pipi sebalah kanan dan kiri Sean secara bersamaan barulah setelah itu pergi berpisah.

...--------------...

Malam hari.

Tepat pukul 9 malam.

Sean dengan sepuluh anggota pasukan yang dirinya bawa sudah berada dihadapan pintu masuk bar DragonPrime yang nampak terdapat penjaga dengan wajah sangar dan besar disana.

Sean yang hendak masuk dengan kelompok ditahan oleh satu pria penjaga pintu masuk dengan sikap yang masih terbilang baik, terdengar dari nada bicaranya dan cara barusan dia bertanya pada Sean.

"Kami ingin bersenang-senang, apaka dilarang masuk?" tanya Sean pada penjaga yang mengentikan Sean dan rombongannya.

"Boleh saya tahu dengan siapa saya berbicara sekarang ini?" tanya pria penjaga pintu masuk tersebut.

Bukan jawaban yang diinginkan yang didapatkan oleh pria penjaga gerbang itu, malah sebuah pukulan keras pada perut pria itu hingg membuatnya merasa sesak dan tidak bisa bernafas sebelum akhirnya pingsan dalam sekali pukul saja.

Sedangkan teman penjaga gerbang lainnya sangat terkejut dengan aksi yang dilakukan salah satu orang yang ada dibelakang Sean sekarang ini.

"Lumpuhkan mereka" perintah Sean santai.

Dengan cepat No.7 dan No.8 yang posisinya lebih dekat dengan para target penjaga gerbang masuk itu langsung membekuk senua musuh yang tersisa sampai-sampai babak belur dan tak sadarkan diri.

"Baiklah, urusan didepan selesai maka tinggal didalam" ucap Sean.

Sean dengan rombongan masuk kedalam bar DragonPrime dengan menjadi pusat perhatian setiap pengunjung didalam bangunan tersebut.

Sampai dirinya berpikir "memang tempat yang bagus sebagai bisnis dan kejahatan" ucap Sean sambil mengendarkan pandangannya kesegala penjuru arah.

Hingga netra matanya menangkap dua orang pria yang satu berambut kuning dan yang satu berambut merah yang tengah duduk santai dan memperhatikan mereka balik.

"Serang tempat ini dan hancurkan, ambil saja berkas-berkas penting yang ada apapun itu" perintah Sen kembali pada para pasuknnya ketika didalam bar DragonPrime.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kekacauan akan segera dimulai sebentar lagi diantara kedua belah pihak di tempat tersebut dengan keras dan juga berisik sekali.

Sean juga tidak hanya berdiam diri saja dan ikut bergerak menyerang orang-orang disana yang dianggap sebagai lawan kelompoknya.

Sean kini berhadapan dengan empat orang pria badan besar, walau begitu bukanlah masalah besar baginya walau harus berhadapan dengan empat lawan sekaligus.

Satu pukulan yang datang dari depan dan samping kanan kearahnya dapat dihindari dengan menunduk dan memberikan serangan balik dari bawah dengan cara menendang kaki keempat orang tersebut dengan cara bergantian secara cepat dan tepat.

Dan hal tersebut sukses membuat keempat pria badan besar itu sedikit goyah pertahanannya tersebut.

Namun itu sudah cukup bagi Sean agar bisa memberikan serangan lanjutannya.

Dengan memberikan serangan kuat pada perut kemudian dada dan dagu secara kombinasi, membuat serangan Sean agak sulit ditahan lawan. Apalagi dalam posisi kuda-kuda yang goyah dan tidak kokoh.

Sehingga membuat keempat pria badan besar tersebut yang masing-masing terkena serangan kombinasi dari Sean langsung tumbang dalam keadaan cukup memilukan.

Sebab serangan yang berhasil didaratkan pada perut dada mereka yang keras membuat mereka masing-masing mengalami sesak nafas dan berakhir pingsan akibat serangan pada bagian dagu.

Selesai dengan empat lawan tersebut, Sean kemudian pergi menuju kelompok lain yang baru saja datang terlihatnya.

Ada sekitar enam orang dengan masing-masing memegang senjata ditangannya, dari mulai pemukul baseball sampai dengan senjata tajam berupa pisau.

Tidak ada takut bagi Sean, yang ada hanya rasa senang dan tertantang saat berhadaan dengan situasi sekarang ini.

Satu serangan keras dengan pemukul baseball datang kearahnya dari arah depan, dan dua serangan dari arah samping kiri dan kanan dengan pisau menghampiri.

Sedangkan dari atas datang juga serangan keras dengan pemukul baseball.

Sean memasang senyuman diwajahnya sebelum bergerak lihai menghindari serangan lawan dari berbagai arah tersebut dengan menghindar kebelakang dan melompat keatas untuk memberikan serangan balasan.

Sean menyerang mereka semua dengan tendangan keras pada leher dan kepala mereka, dimana sukses membuat keenam orang tersebut terjatuh dan melepaskan senjata mereka masing-masing.

Dengan santai Sean mengambil pemukul baseball ditangan kanannya dan pisau ditangan kirinya.

Barulah kembali menyerang dan melakukan seranga brutal dengan kedua senjata ditangannya sekarang ini.

Setiap ada serangan datang akan ditahan dengan pemukul baseball, dan semua lawan diberikan serangan balik dengan sebilah pisau tajam ditangan kirinya.

Bukan hanya Sean yang beraksi dengan begitu brutal, namun semua bawahan Sean yang lainnya juga melakukan serangan brutal di berbagai titik dalam bangunan bar DragonPrime.

Wakti berlalau.

Sean dengan semua anggotanya selesai membereskan tempat tersebut sampai semua tidak tersisa.

Dan dengan begitu tempat itu akan menjadi miliknya mulai dari saat itu hingga kedepannya.

Sedangkan bagi pemilik tempat sebelumnya sudah dalam keadaan kacau dan lemas dengan berbagai luka disekujur tubuhnya.

Namun yang mengejutkan Sean adalah bos dari pemilik tempat tersebut sebelumnya masih kuat berdiri dan berbicara.

Sean tidak terlalu khawatir melihat apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh orang tersebut sekarang dihadapan dirinya.

"Tuan muda, bolehkah saya bergabung dengan anda?" pinta orang tersebut sambil membungkukkan badannya dihadapan Sean dan kesepuluh orang-orangnya.

"Baiklah, dan kumpulkan semua bawahanmu sebelumnya yang ingin bergabung denganku. Tapi ingat jangan ada paksaan sedikitpun bagi mereka darimu" tegas Sean.

"Terimakasih tuan, saya akan jalanka tugas pertama dari anda ini dengan baik" jawab pria tersebut.

"Siapa namamu?" tanya Sean.

"Young Bu" jawab nya.

"Baiklah, pertama obati luka kalian semua" perintah Sean.

"Baik tuan" jawab Young Bu sopan dan hormat pada Sean.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

DigiDaw

DigiDaw

Cihuuy, Mahmud coy?!!

2025-03-18

1

DigiDaw

DigiDaw

brak bruk brak brak brak..

2025-03-18

1

dhani satria

dhani satria

ibu muda

2025-03-17

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!