Sean sudah tiba dirumah sakit.
Begitu masuk kedalam ruangan rawat inap Luoxue, Sean mendapati bahwa Luoxue belum tertidur meski hari sudah larut malam.
"Kenapa baru datang!" ketus Luoxue dengan wajah jutek.
Sean tersenyum dan duduk disamping Luoxue menggunakan kursi yang ada, barulah menjawab "tadi ada sedikit masalah"
"Apa itu? Apa lebih penting dari pacarmu yang sedang dalam masa pemulihan ini dan butuh support" tanya Luoxue.
Sean melirik sejenak kebelakang dan menemuk Ibu dan Ayah, serta kakak Luoxue sudah tertidur di sofa yang ada didalam ruangan tersebut.
"Kenapa gak jawab?!" tanya Luoxue lagi.
Sean tersenyum dan kemudian mengecup bibir Luoxue dan tidak ada penolakan, namun tidak ada balasan juga.
Setelah melepas kecupan tersebut, Sean mulai buka suara untuk menjelaskan "temanku dalam masalah, jadi aku harus menolongnya"
Luoxue sendiri wajahnya tengah merona karena ulah Sean barusan, dan tidak fokus mendengarkan penjelasan dari Sean.
"Maafkan aku, ok?" ucap Sean sambil menggenggam lengan Luoxue.
Luoxue hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Sean tersenyum dan kembali mendaratkan satu kecupan, namun kali ini pada bagian punggung lengan Luoxue.
Luoxue sendiri sudah tidak lagi merasakan kekesalan pada hatinya karena sang kekasih datang terlalu lama untuk menemui dirinya.
"Dokter bilang aku sudah boleh pulang besok" jelas Luoxue.
"Benarkah?" tanya Sean.
Luoxue hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Itu bagus, karena dengan begitu kita bisa kembali menikmati banyak waktu untuk bersama-sama nantinya" jawab Sean sambil tersenyum dan mengeluk rambut belakang Luoxue.
"Aku laper" ucap Luoxue.
"Kebetulan aku bawa makanan, mau?" ucap Sean menawarkan makanan yang dirinya bawa untuk Luoxue.
Luoxue melihat makanan yang dibawa oleh Sean adalah sebuah bakpao.
"Aku mau" jawab Luoxue dengan semangat karena bakpao adalah salah satu makanan kesukaan dirinya.
Sean lalu menyuapi Luoxue dengan bakpao, dan Luoxue dengan senang hati menerima suapan bakpao dari Sean.
Sementara mereka berdua bermesraan disana, tanpa mereka sadari ada sosok sang ibu yang memperhatikan kemesraan mereka dengan memasang sebuah senyuman diwajahnya sebelum kembali tertidur pulas.
Selesai menyuapi Luoxue, Sean menyuruh agar Luoxue untuk segera tidur karena haris sudah benar-benar larut malam.
...--------------...
Keesokan pagi harinya.
Luoxue dibawa pulang kerumahnya di kota SS, sedangkan Sean tidak ikut dengan alasan masih ada urusan yang belum diselesaikan di kota M.
Dengan berat hati Luoxue harua berpisah dari Sean untuk sementara waktu.
Selesai melakukan perpisahan, Sean kini menuju perusahaan RVS miliknya yang ada di kota M.
Sampai di perusahaan Sean langsung mengumpulkan semua bawahan miliknya yang semalam baru didapatkan dari Layanan Sistem, yang dimana mereka dipekerjakan oleh Sean sebagai pegawai di perusahaan RVS miliknya ini.
Dalam ruangan rapat, Sean dengan 30 orang bawahannya sudah berkumpul bersama dan duduk pada kursi masing-masing.
"Langkah pertama sebaiknya kita melakukan perkenalan terlebih dahulu" ucap Sean memulai pertemuan.
Akhirnya satu demi satu bawahan barunya tersebut mengenalkan diri degan menyebutkan nama masing-masing.
Kemudian Sean yang terlalu rumit untuk memanggil mereka dengan nama masing-masing memutuskam untuk memanggil mereka dengan nama RV1S sampai dengan RV30S.
Urutan pemberian nomor ditentukan oleh Sean dari yang terkuat hingga yang terlemah, sesuai karakteristik status yang diberikan oleh sistemnya.
Selesai memberikan nama panggilan pada mereka masing-masing, Sean mulai pada inti pembahasannya.
"RV1S sampai dengan RV10S kalian sebagai sepuluh teratas akan kuberikan tugas untuk membereskan setiap anggota geng atau kelompok kriminal di kota M ini"
"Dan aku minta tidak ada kegagalan dalam misi ini, paham?" tegas Sean.
"Baik" jawab sepuluh orang yang dipilih sebagai eksekutor tugas barusan.
"RV11S sampai dengan RV20S kalian akan kuberikan perintah untuk mengambil alih semua peluang yang ada dan memanfaatkannya sebagai bisnis milik kita, apakah ada yang keberatan atau ingin ditanyakan?" ucap Sean.
"Tidak ada" jawab mereka yang dipilih.
"Kalau begitu aku harap kalian semua melakukan tugas dengan secepatnya" jawab Sean.
"Kemudian RV21S sampai dengan RV30S akan bertugas mengelola seluruh keuntungan bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh RV11S sampai dengan RV20S nantinya termasuk untuk kalian yang harus bisa menjalankan tempat ini sebagai pusat controlnya, paham?" ucap Sean kembali memberikan pengertian dan perintahnya.
"Baik" jawab orang-orang yang dipilih.
"Semua sudah dapatkan tugas masing-masing, maka selama bekerja keras dan aku menantikan hasil terbaik dari kinerja kalian" ucap Sean.
Merasa semua sudah disampaikan, Sean menyuruh mereka semua pergi dan mulai mengerjakan tugas yang diminta.
Setelah semua pergi dari ruangan rapat perusahaan, Sean kembali menuju ruangan kantornya.
Baru saja dirinya duduk di kursi, ada sebuah notifikasi dari sistem.
{Progres penguasaan kota M dalam persentase 0%}
"Eh......apa ini sistem?"
{Itu adalah perhitungan dari tingkat kesuksesan penguasaan kota M yang sedang coba anda kuasai}
"Begitu, lalu bisakah aku dapatkan hadiah setelah progres 100% complete?"
{Tidak dapat memberikan informasi yang diinginkan}
Melihat dirinya tidak mendapatkan apa yang diingikan, membuat Sean berkata "ini pertama kalinya aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan darimu sistem"
{Maaf tapi semua sudah diatur dalam regulasi Layanan Sistem}
"Yah bukan masalah, setidaknya itu akan terjawab saat progres sudah 100% complete"
Sean yang sedang berbicara dengan sistem terganggu karena mendengar sebuah ketukan pintu.
Setelah Sean mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu, akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan sosok perempuan cantik dengan nilai penampilan 89 poin.
"Maaf mengganggu tuan, perkenalkan saya adalah Biluo dan merupakan asisten baru anda disini" jelasnya.
Sean jujur merasa terpana dengan penampilan Biluo, dan memang sebelumnya dirinya sendiri yang meminta asisten sebelumnya untuk mencarikan asistem baru untuk dirinya disini.
Sedangkan asisten lama sudah diganti posisi nya menjadi direktur dan diberi tugas lain.
"Jadi nona Biluo yang cantik ini adalah asisten pengganti yang saya minta rupanya" ucap Sean sambil berdiri dari duduknya daan berjalan menuju sofa untuk duduk disana.
"Duduklah disampingku, dan tutup pintunya" ucap Sean.
Segera perintah diterima dan dilaksanakan oleh Biluo, yang kemudian saat ini sudah duduk tepat disamping Sean.
Sean terus saja menatap kearah tubuh Biluo, lebih tepatnya pada bagian dua buah yang menggoda.
Biluo tahu bahwa tuannya ini memandang kearah mana, namun teringat akan pesan dari asisten tuannya sebelum ini yang mengatak turuti saja semua keinginan dari tuan muda jika tidak ingin cari masalah.
Sean mulai duduk mendekat kearah Biluo sehingga tidak ada lagi jarak antara keduanya saat ini dan membuat tubuh mereka bergesekan.
"Tu-an, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Biluo dengan gugup.
Dirinya memanglah bukan wanita yang sok suci, namun juga bukanlah wanita yang jahat dan kejam.
Ketika melihat kesempatan untuk menggoda bos muda nya datang da berada tepat didepan mata, Biluo merasa bimbang.
Karena apakah dirinya memanglah harus begini? Lagipula apa tujuannya jika menggoda sang tuan muda.
Yang membuat Biluo pada akhirnya hanya bisa duduk diam saja disamping sang tuan muda.
Sean sendiri dapat mencium aroma parfum dari tubuh Biluo yang begitu menyeruak harum, bahkan membuat tubuhnya merasakan desiran pada tubuhnya.
Namum Sean tersadar bahwa dirinya sudah memiliki Luoxue, tapi dirinya sesaat berpikir apakah salah bagi pria seperti dirinya yang kayar raya dan berkuasa juga tampan memiliki lebih dari satu wanita?
Hingga saat mendengar perkataan Biluo barusan, Sean segera berdehem dan berkata "kamu tolong periksa berkas-berkas diatas mejaku apakah ada yang salah atau tidak, dan jika ada saran tolong katakan padaku"
"Aku ingin mengetes kemampuan milikmu" tambah Sean.
"Baik, tuan muda" jawab Biluo sambil beranjak berdiri dan mengambil berkas-berkas diatas meja kerja Sean kemudian membaca dan memeriksa semua berkas-berkas tersebut dengan teliti dan benar.
Karena dirinya tahu jika sampai melakukan kesalahan sedikit saja pada saat ini, maka dirinya bisa saja kehilangan posisi yang sudah susah payah dirinya dapatkan saat ini.
Sean hanya memperhatikan saja sambil sesekali melirik ketempat lain matanya.
Setelah lima belas menit.
Biluo selesai memeriksa semua berkas-berkas yang ada ditangannya sekarang.
Lalu Biluo dengan berani menjelaskan penilaian miliknya pada sang tuan muda.
"Semua berkas tidak ada masalah tuan muda, dan jika saran saya untuk kemajuan perusahaan kedepannya kita lebih baik harus memikirkan cara bagaimana agar bisa mempertahankan konsumen pada kita dan tidak berpaling pada perusahaan lainnya"
"Kau benar, lalu saran apa yang kau miliki untuk itu?" tanya Sean.
Biluo mulai menjelaskan ide yang dimilikinya, sampai jelas dan tuntas.
Sean kagum dengan pemikiran dan ide yang diberikan oleh Biluo padanya barusan, karena ide itu sama dengan ide yang dirinya pikirkan sebelumnya.
"Maka segera lakukan idemu, aku percayakan padamu Biluo" ucap Sean sambil menarik Biluo kedalam pangkuannya.
Sean hanya tersenyum ketika melihat wajah Biluo yang merona merah dalam pangkuannya.
"B-aik, saya akan melaksanakannya dan berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan anda" jawab Biluo.
Sean menaruh lengannya pada pinggang Biluo, dan berkata "jika kamu berhasil meningkatkan kinerja perusahaan dengan idemu itu dalam satu minggu ini, maka aku akan berikan kamu hadiah"
Chup~
Sean memberikan tanda kissmark pada lehe jenjang milik Biluo, hingga tercantum cukup jelas pada kulit lehernya yang putih mulus dan bersih.
"Ahnnm~"
Biluo tidak bisa menahan suaranya itu sehingga lepas begitu saja.
Sean kemudian melepaskan Biluo dan berkata "tahu artinya kan tanpa harus dijelaskan olehku?"
Biluo mengangguk sebagai tanda jawaban.
"Baiklah, segera jalankan idemu sekarang" ucap Sean.
Biluo turun dari pangkuan Sean dan segera merapihkan pakaiannya, kemudian menutupi tanda merah dilehernya dengan foundation sejenak sebelum keluar.
Lalu Sean sendiri mengkitu Biluo berjalan keluar dari ruangan kantornya sehingga menjadi pusat perhatian para pegawai kantornya sendiri.
Sebelum berpisah, Sean berpesan pada Biluo "jangan lupakan perkataan dariku saat dikantor sebelumnya, mengerti?" tanya Sean mengingatkan Biluo.
Biluo menganggukan kepalanya sambil menjawab "baik tuan"
Setelah itu mereka berpisah dan melakukan kegiatan masing-masing.
Sementara itu dilain tempat tengah terjadi sebuah kekacauan, dan menyebabkan sebuah kepanikan serta kecemasan bagi setiap orang disana.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Inyoman Raka
bo sikatsekali
2025-03-25
0
Zyy Official
setia dong thor masa setiap novel sistem cewek nya banyak mulu kocak bener
2024-07-19
3
Danish Haqim
bodyguardnya mna adminn
2023-06-21
1