Eps. 11

Didalam ruangan tamu, Sean dengan Luoxue masih saja dalam kegiatan intim mereka yang mana semakin menjadi-jadi.

Sean kini menatap wajah Luoxue yang sudah merona merah dengan nafas yang tersenggal-senggal terbaring lemas dibawahnya.

Sean sendiri memasang senyuman melihatnya, dan segera mengangkat tubuh Luoxue.

Luoxue segera mengalungkan kedua lengannya pada leher Sean, sedangkan kedua kakinya melingkar di pinggang Sean.

Sean kemudian menatap dalam mata Luoxue.

"Kau tidak menolak?" tanya Sean.

"Huft....huft....pelayan ini adalah milik tuan sepenuhnya" jawab Luoxue.

Sean tersenyum begitu mendengar perkataan tersebut, dengan perlahan Sean mendekatkan wajahnya pada wajah Luoxue.

Dan mereka mulai menyatukan bibir mereka perlahan-lahan sambil terus bercumbu bibir, Sean membawa Luoxue naik ke lantai atas.

Tapi secara tiba-tiba malah datang gangguan.

{Peringatan!}

{Peringatan!}

{Peringatan!}

Sean dapat mendengar bunyi sirene dan suara bising dari sistem yang memberikannya sebuah peringatan.

Sehingga dengan terpaksa Sean harus melepas cumbuan kenikmatannya pada bibir Luoxue.

Dan dengan kesal bertanya pada sistem.

"Apa yang kau lakukan sistem? Kenapa mengganggu dalam moment begini sih"

Luoxue yang sudah tidak tertahankan lagi hasratnya merasa heran saat Sean menghentikan cumbuannya yang terasa nikmat tersebut.

"Kenapa?" tanya Luoxue sambil menyandarkan kepalanya pada dada bidang Sean.

Sementara Sean tengah mendapatkan informasi dari sistem.

{Peringatan!}

{Terdeteksi tingkat bahaya yang mengancam nyawa anda sedang mendekat}

"Bahaya? Bahaya macam apa yang sampai bisa mengancam nyawaku" tanya Sean pada sistem.

{Terdeteksi sekelompok orang datang dari berbagai arah disekitar rumah anda dengan persenjataan lengkap}

"Sial! Kenapa disaat begini malah ada gangguan sih!" gerutu Sean kesal.

Luoxue yang merasa heran dengan perkataan Sean yang menggerutu merasa heran.

"Tuan, apakah ada yang salah?" tanya Luoxue.

"Kita harus segera pergi" jawab Sean sambil turun dari tangga menuju pintu samping yang langsung mengarah pada garasi.

"Tapi kenapa? Padahal kita akan-" ucapan Luoxue dipotong oleh Sean.

"Kita bisa lakukan nanti, sekarang yang terpenting adalah melarikan diri dari bahaya yang mengancam nyawa kita sekarang" jawab Sean sambil menurunkan Luoxue saat sudah berada disamping mobil.

"Segera masuk" perintah Sean.

Dengan tanpa banyak tanya, Luoxue mengikuti kemauan dari Sean untuk segera masuk kedalam mobil dan duduk tenang.

Sean yang juga sudah masuk kedalam mobil segera menyalakan mesin dan menancap gas dengan kecepatan tercepat yang dirinya bisa.

Melihat ekspresi dan situasi sekarang membuat Luoxue penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi sekarang ini, bahkan sampai harus mengganggu momen intim mereka yang hampir saja terjadi.

"Tuan, sebenarnya ada apa ini?" tanya Sean.

"Ingat orang-orang kemarin yang mencoba membunuh kita saat dijalanan?" ucap Sean.

"Saya ingat, apakah mereka datang lagi?" tanya Luoxue.

Sean hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

"Seb-" sebelum ucapan Luoxue selesai malah terjadi sebuah kejadian mengejutkan.

Hujan peluru datang begitu saja kearah kendaraan yang dikemudikan oleh Sean.

Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!

Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!

Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!

"Aahkkk!" Luoxue sangat terkejut.

Sean juga merasa terkejut karena mereka dapat mengejar dengan cepat dan bahkan tidak segan-segan melepaskan hujam tembakan kearah kendaraan mereka ketika dijalan raya.

"Pegangan yang kuat dan menunduklah!" perintah Sean.

Belum sempat Luoxue menuruti perintah dari Sean, satu peluru berhasil bersarang ditubuhnya pada bagian bahu sebelah kanan.

Sean juga hampir terkena tembakan tersebut namun beruntun dua tembakan dari arah samping tersebut yang satu melesat dan tidak mengenai tubuh Sean.

Namun tidak dengan peluru yang mengarah pada Luoxue yang berhasil bersarang pada tubuhnya dibagian bahu sebelah kanan.

"Ahk!" Luoxue mengeluarkan suara kesakitan saat peluru tersebut mengenai tubuhnya.

"Luoxue!" teriak Sean saat mengetahui Luoxue terkena tembakan dari arah depan tersebut yang datang dari mobil yang sudah menutup jalan didepan.

"T-uan...." ucap Luoxue dengan suara menahan sakit.

"Bertahanla, aku akan bawa kau pergi dari sini sengan segera dan aku pastikan kau akan selamat jadi bertahanlah aku mohon" pinta Sean.

Dengan perasaan marah dan geram Sean kemudian teringat akan Layanan Sistem yang dirinya miliki masih ada tiga Layanan Sistem hari ini.

"Sistem aku ingin orang-orang ini mati dan begitupun dengan dalanganya!"

{Layanan diberikan}

Seketika semua orang-orang yang mengejar dari belakang dan berada didepan langsung nati karena mobil yang mereka pakai meledak secara mendadak.

Boom!

Boom!

Boom!

Melihat situasi sudah lebih baik, dengan segera Sean menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati Luoxue yang keadaannya sudah kehilangan cukup banyak darah.

"Luoxue bertahanlah, kumohon!" ucap Sean sambil melajukan bugatti nya lebih cepat lagi.

Dan beruntung lokasinya tidak jauh dari rumah sakit terdekat.

Begitu sampai dirumah sakit, segera Sean menghentikan kendaraannya dan keluar dari mobil lalu membuka pintu penumpang yang langsung membawa Luoxue keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah sakit.

"Dokter segera datang dan tangani wanitaku!! Jika tidak akan kubuat kalian menderita!!" teriak Sean sambil berlari di lorong rumah sakit dengan membawa Luoxe di gendongannya.

Segera para perawat datang menghampiri dan membawa Luoxue menuju UGD dengan termasuk dokter yang sudah siap memberikan perawatan dan pertolongan pada pasien.

Sean sendiri duduk pada sebuah kursi panjang, dan berkata pada sistem.

"Sistem gunakan layanan sistem kedua miliku hari ini untuk mendapatkan segala informasi mengenai siapa dalang dibalik semua ini dan apa tujuan mereka!"

{Maaf tuan itu tidak bisa}

"Kenapa begitu sistem!!" ucap Sean sengan geram dan tercampur emosi.

{Tenangkanlah diri anda terlebih dahulu}

"Aku belum bisa tenang sebelum tahu siapa orang-orang itu dan yang menyuruh mereka, termasuk aku belum bisa tenang sebelum menyiksa mereka dengan tanganku sendiri!!"

{Anda sudah membunuh mereka semua termasuk dalang dibalik penyerangan anda}

Seketika Sean merasa bingung dan tidak bisa untuk tidak bertanya dan diam saja mendengar perkataan dari sistem barusan yang dirinya dengar barusan.

"Kenapa bisa begitu sistem?"

{Bukankah anda menyuruh saya membunuh orang-orang sebelumnya sekaligus denga dalangnya sebelum ini}

Seketika Sean mengingat kembali layanan apa yang diminta dirinya pada sistem pada saat di perjalanan tadi.

Dan barulah dirinya dapat ingat bahwa memang dirinyalah yang meminta layanan pada sistem untuk membunuh orang-orang sebelunya beserta dengan dalangnya sekalian.

"Huft.....Kau benar sistem, ini karena aku panik dan emosi sehingga melupakannya" jawab Sean yang mulai agak tenang.

Namun dirinya masihlah cemas saat mengingat kondisi Luoxue didalam sana.

Waktu demi waktu berlalu sampai pada akhirnya satu setengah jam berlalu, dokter keluar dari dalam UGD dan segera dtemui oleh Sean.

"Dokter katakan bagaimana situasinya?" tanya Sean.

"Syukurlah pasien segera dibawa kemari, oleh karena itu bisa nyawanya bisa kami selamatkan" ucap Dokter tersebut.

"Huft....syukurlah, segera pindahkan pasien kedalam ruangan VIP"

"Dan aku ingin bertemu dengan seluruh petugas medis yang terlibat dalam penanganan wanitaku sebekumnya, segera" ucap Sean.

"Baik, pak" jawab sang dokter.

Akhirnya setelah Luoxue yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri dipindahkan kedalam ruangan rawat VIP, para petugas medis yang terlibat dalam penangan Luoxue sudah berkumpul semua didalam ruangan rawat Luoxue.

Total ada satu dokter dan 3 suster disana.

"Terimakasih atas kerja keras kalian semua yang telah berhasil menolong dan menyelamatkan wanitaku" ucap Sean berterimakasih pada mereka semua.

"Sama-sama tuan, sudah tugas kami menolong pasien sebagai petugas kesehatan" jawab sang dokter mewakili.

"Kalau begitu berikan nomor rekening kalian, aku akan berikan kalian imbalan atas jasa kalian yang telah menolong wanitaku sebelumnya" ucap Sean mendiminasi.

Para perawat dan dokter nampak menolak dan enggan pada awalnya atas hadiah yang akan diberikan Sean pada mereka masing-masing.

Namun karena paksaan Sean akhirnya para perawat dan dokter menerima pemberian dari Sean.

Mereka begitu terkejut saat mengetahui berapa jumlah uang yang diberikan sebagai imbalan yang diucapkan oleh Sean.

Dimana mereka masing-masing dapat 2jt yuan.

Mereka sangat berterimakasih pada Sean, sebelum pada akhirnya pergi dari dalam ruangan tersebut meninggalkan Sean dengan Luoxue berdua.

Sean duduk disebuah kursi yang ada disamping tempat tidur pasien.

Sean duduk sambil menggenggam lengan dari Luoxue.

"Cepatlah bangun" ucap Sean.

... ---------...

Setelah beberapa jam tidak sadarkan diri sehabis diberikan penangan oleh dokter.

Akhirnya ketika malam tiba, Luoxue sadarkan diri.

begitu membuka mata dirinya dapat melihat berada di ruangan asing, namun ketika menoleh kesamping dapat ditemukan sosok Sean disana yang sedang terbaring tidur.

Luoxue memasang senyuman diwajahnya, dan menggerakan lengannya untuk mengelus kepala Sean.

"Tuan" panggil Luoxue berusaha membangunkan Sean.

"Tuan, bangun" ucap Luoxue kembali.

Akhirnya setelag dua kali dipanggil, Sean terbangun dari tidurnya dan mendapati Luoxue sudah sadar.

"Luoxue, syukurlah kau sudah bangun" ucap Sean senang sambil mengusap pipi Luoxue lembut.

"Maaf merepotkan anda tuan" jawab Luoxue lirih.

"Tidak, jangan bilang begitu. Ini salahku yang membuatmu terlibat hingga berakhir seperti sekarang" jawab Sean.

"Ehm...lalu orang-orang itu bagaimana tuan, apakah mereka akan datang kembali?" tanya Luoxue.

Sean tersenyum dan menjawab "tenang saja, mereka sudah aku bereskan dan dijamin tidak akan kembali mengganggu hidupku lagi"

"Syukurlah, tapi jika saya bole tahu sebenarnya siapa mereka itu?" tanya Luoxue.

"Itu hanyalah perbuatan dari orang yang merasa terancam akan kehadiran diriku saja dalam dunia bisnis" jawab Sean menjelaskan secara simple.

"Begitu.....lalu boleh saya tanya satu hal?" tanya Luoxue.

"Tentu saja boleh, apa yang kamu ingin tanyakan?" jawab Sean.

"Hubungan kita ini sebenarnya apa?" tanya Luoxue.

Sean terdiam begitu mendengar perkataan dari Luoxue, sesaat dirinya mengingat kembali kejadian yang telah dirinya lalui bersama dengan Luoxue selama ini.

"Menurutmu hubungan kita apa?" tanya balik Sean pada Luoxue.

"Tuan dan pelayan" jawabnya.

Sean tersenyum dan kemudian mengecup puncuk kepala Luoxue sekilas sebelum berkata "salah"

"Lalu hubungan kita apa?" tanya Luoxue kembali bertanya.

"Coba tebak lagi" jawab Sean.

"....Apakah kekasih?" tanya Luoxue.

"Kalau kamu menganggap begitu, aku tidak masalah" jawab Sean.

"Benarkah tuan?" tanya Luoxue dengan mata berbinar.

"Iya" jawab Sean.

"Boleh minta cium?" tanya Luoxue.

Chu~

Satu kecupan singkat Sean daratkan pada bibir Luoxue, lalu Sean berkata "sekarang kamu butuh apa?"

"Temenin aku tidur sini" ucap Luoxue.

Sean kemudian ikut berbaring pada tempat tidur pasien yang luas itu, dan memeluk Luoxue dengan penuh kasih sayang.

Sampai mereka tertidur.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Reza Aditiya

Reza Aditiya

musuh MC yg mana perasaan udah di beresin semua? bingung gua kagak ada penjelasan apa apa

2025-03-22

0

Hary

Hary

kan bisa sambil NGOBEL...

2025-03-05

2

kwon dae

kwon dae

jdi prihatin gw sm dokternya, jdi serba salah

2024-11-17

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!