Sean dengan Ji Luoxue masih saling berpelukan didepan pintu kamar Ji Luoxue.
"Kamu kusut banget, padahal Queen yang kenal dan lihat pertamakali begitu cantik dengan kakai panjang nan putih mulus" ucap Sean.
"Hiks....hiks...kamu gak kenapa-kenapa bukan?" ucap Ji Luoxue yang malah bertanya bukan menjawab perkataan dari Sean sebelumnya.
"Lah emangnya aku kenapa? Ini aku sekarang sedang berdiri dihadapan dirimu dengan kondisi yang baik-baik saja loh" jawab Sean bingung.
"Kita masuk dulu, baru aku cerita" jawab Luoxue sambil menarik Sean masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamar rapat-rapat.
Setelah keduanya masuk kedalam kamar dan duduk diatas kasur bersama-sama.
"Jadi ada apa?" tanya Sean penasaran dengan perkataan dari Luoxue sebelumnya.
"Sebelumnya aku dibawa pulang secara paksa oleh kakaku bukan?" tanya Luoxue.
Sean hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Setelah aku sampai rumah, aku dapat melihat bahwa seluruh anggota keluargaku menyaksikan sebuah layar yang menampilkan kau sedang dikepung orang-orang bersenjata api lengkap. Apakah aku benar?" tanya Luoxue.
"Benar, lalu?" tanya Sean.
"Aku takutnya itu adalah perbuatan kakeku, karena aku tahu betul sikapnya seperti apa pada orang yang dirinya tidak suka" jawab Luoxue.
Belum sempat buka mulut untuk menjawab perkataan dari Luoxue, Sean mendapatkan informasi dari Sistem.
{Layanan Informasi}
{Penyerangan yang anda hadapi sebelumnya dari orang-orang bersenjata adalah perbuatan orang lain dan bukan orang-orang anggota keluarga Ji}
"Makasih Sistem"
Kemudian Sean menarik Luoxue kedalam pelukan dirinya dan mengelus punggungnya dengan begitu lembut memberikan kekuatan dan ketenangan padanya.
"Kamu gak perlu khawatir soal itu, karena orang-orangku sudah memastikan bahwa penyerangan sebelumnya oleh orang-orang bersenjata tersebut adalah perbuatan kelompok lain bukan perbuatan keluarga Ji kalian" jelas Sean.
"Benarkah?!" seru Luoxue dengan semangat.
"Iya benar" jawab Sean.
"Syukurlah, lalu apakah keluargaku bersikap tidak suka padamu sebelumnya saat dalam perjalanan kemari?" tanya Luoxue.
"Aku harus melawan orang-orang suruhan kakek dan ayahmu terlebih dahulu, barulah bisa diterima dengan sangat baik dikeluargamu seperti sekarang" jawab Sean sambil tersenyum.
"Syukurlah" ucap syukur Luoxue.
"Sekarang kamu mandi dan dandan dengan cantik, aku akan ajak kamu makan keluar" ucap Sean.
"Baik, tunggu aku disini" jawab Luoxue semangat sambil berlari kearah kamar mandi.
Sean sendiri hanya diam dengan berbaring diatas kasur sambil bermain ponselnya.
Sambil menunggu Luoxue selesai mandi dan bersiap-siap, Sean melihat-lihat restoran mana yang terdekat dari sini yang bagus.
Saat tengah mencari informasi lewat internet mengenai restoran yang diinginkan sesuai kriterianya, sistem kembali membantu dirinya.
{Layanan Sistem}
{Sistem sudah memesankan ruangan makan untuk anda di Funzi atas nama anda}
"Sistem lagi-lagi kau membantuku, terimakasih dan ngomong-ngomong apakah itu mengurangi Layanan Sistem milikku hari ini?" tanya Sean penasaran.
{Tidak}
"Makasih"
{Sama-Sama}
Karena bosan menunggu akhirnya Sean memilih untuk bermain game dalam ponselnya.
Sampai 15 menit waktu berlalu, terlihat Luoxue keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya.
Sean yang mendapati pemandangan tersebut nampak sangat tertegun, dan bahkan dengan sedikit susah payah menelan salivanya sendiri ketika melihat penampilan dari Luoxue sekarang ini dihadapan dirinya.
"Ja-jangan lihat aku terus seperti itu, alihkan pandanganmu saat aku berpakaian!" ucap Luoxue dengan muka merona merah.
"Ahaha, baiklah" jawab Sean sambil membalikan badannya kearah lain dan memunggungi Luoxue yang sedang berpakaian tepat diarah belakangnya.
... ---------------...
Selesai berpakaian, Luoxue keluar dari dalam kamar dengan diikuti oleh Sean.
"Kita mau kemana?" tanya Luoxue.
"Hari masih siang, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?" jawab Sean.
"Terserah kamu" jawab Luoxue sambil merangkul lengan Sean.
Mereka bersua turun dari lantai atas dan berjalan melalui ruangan keluarga saat hendak keluar dari dalam rumah.
Dan didalam ruangan keluarga ada seluruh anggota keluarga Ji disana sedang berkumpul.
"Mau kemana kalian?" tanya sosok wanita paruh baya disana yang memilik wajah mirip dengan Ji Luoxue.
"Kami mau keluar ibu" jawab Luoxue.
"Nak, kami titipkan Luoxue padamu jaga baik-baik dan berhati-hatilah" tambah sosok sang ayah dari Luoxue.
"Baik" jawab Luoxue tenang.
"Kalau begitu kami pergi dulu" ucap Sean.
Sean membawa Luoxue pergi dari sana menggunakan bugatti miliknya dan pergi menuju mall.
"Mau kemana kita?" tanya Luoxue.
"Mall, dan belikan kamu banya barang" jawab Sean santai.
"Benarkah?!" seru Luoxue.
"Iya, nanti kau boleh beli apapun barang yang kau inginkan sesukamu" jawab Sean santai.
Tapi saat mobil mereka sedang dalam keadaan berjalan santai dijalanan, dari arah depan terlihat ada dua mobil container yang berjalan beriring dan menutup seluruh luas jalan.
"Sean bagaimana ini?!" teriak Luoxue panik melihat situasi mereka sekarang.
"Kamu tenang saja, cukup percaya padaku" jawab Sean sambil memulai aksinya.
Mobil yang semula berjalan dengan santai, kini mulai menambah kecepatan dan dengan segera melakukan gerakan putar balik dengan gerakan meluncur untuk berputar balik.
Namun siapa sangka dari belakang juga ada mobil container besar yang sama-sama menutup seluruh luas jalan.
Jadi dengan terpaksa Sean mengambil arah menuju sebuah jalanan sempit yang ada disebelah kirinya.
Namun siapa sangka malah jalanan tersebut rupanya berupa sebuah jalanan buntu namun jika dilalui bukanlah tidak mungkin, tapi jika dilalui maka akan membuat mobilnya melayang terbang sebelum mendarat.
"Sean bagaimana ini?" tanya Luoxue panik.
Saat hendak mengambil jalan mundur kebelakang, dari belakang nampak ada beberapa orang berpakaian hitam dengan senjata lengkap seperti kemarin yang mengepungnya.
Dan mereka kini muncul dari arah belakang.
"Tidak ada pilihan lain, pegangan yang erat kita akan terbang" ucap Sean smbil menancap gas.
Sehingga membuat mobil melaju lebih cepat seketika sampai membuat mobil tersebut ketika melompat benar-benar melayang tinggi diudara.
Sebelum pada akhirnya mendarat disebuah jalanan tanah yang menuju kearah jalanan lain.
"Sean apakah itu orang-orang yang sama dengan yang menyergap dirimu kemarin?" tanya Luoxue.
"Benar, sekarang sepertinya kita batal makan diluar dan hanya bisa makan dirumahku bagaimana?" usul Sean.
"Aku tidak masalah" jawab Luoxue.
Mereka pada akhirnya mengikuti jalur didepan yang membuat mereka memutar melalui jalanan sepi yang aman, sampai tiba kediaman milik Sean.
Rumah milik Sean di kota M ini tidak sebesar villa miliknya di kota SS namun itu sudah cukup besar dan mewah jika dibandingkan dengan milik keluarga Ji.
Sampai dirumah, Sean membawa Luoxue masuk kedalam.
"Sean, izinkan aku yang memasak" ucap Luoxue.
"Apakah kamu yakin? Tadinya aku yang akan memasakan makanan untuk makan malam kita hari ini" jawab Sean.
"Iya, percayalah pada pelayanmu ini" ucap Luoxue.
"Hah....sudah kubilang kau bukanlah lagi pelayanku Queen" jawab Sean tak kalah menggoda.
"Baik, tuan" jawab Luoxue makin menjadi.
"Dasar....terserahmu" jawab Sean sambil duduk disofa ruangan keluarga dan menonton televisi.
Sedangkan Luoxue sendiri pergi kedapur dan mulai memasak makan malam untuk mereka makan bersama-sama malam ini hanya berdua saja.
Setelah selesai memasak, Luoxue memanggil Sean untuk makan.
"Tuan, saatnya makan" ucap Luoxue memanggil.
"Huft...kau ini lupakan soal tuan dan pelayan itu" ucap Sean.
"Maaf tuan tidak bisa" ucap Luoxue.
"Huft.....terserahmu" jawab Sean.
Mereka kemudian pada akhirnya pergi makan malam bersama-sama.
Saat makan tidak ada obrolan diantara keduanya, yang ada hanyalah dentingan suara sendok dan piring saja.
... ----------...
Setelah makan malam usai keduanya tidur satu kamar, dan saling berpelukan dalam satu tempat tidur yang sama malam itu.
Mereka hanya sekedar tidur saja tanpa ada kegiatan lain-lainnya yang mereka lakukan.
Keesokan pagi harinya.
Sean bangun lebih awal dibandingkan Luoxue.
Setelah bangun Sean langsung mandi dan berpakaian dengan rapih.
Barulah kemudian Sean membangunkan Luoxue yang masihlah tertidur dengan pulas diatas tempat tidur dan dibawah selimut tebal yang lembut dan hangat.
Sean duduk ditepi ranjang tempat tidur, dan memperhatikan wajah Luoxue sejenak sebelum akhirnya mengusap lembut dan pelan pipi Luoxue.
"Luoxue, bangunlah sudah pagi" ucap Sean.
Merasa terganggung tidurnya, Luoxue mulai membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba untuk bangun dari tidur lelapnya.
Sampai matanya yang semula agak samar-samar dapat melihat dengan jelas bahwa ada sosok sang tuan dihadapannya sedang tersenyum pada dirinya.
"Tuan, selamat pagi" ucap Luoxue.
"Nah sudah bangun, segera bersiap dan kita akan pergi" jawab Sean.
"Kemana?" tanya Luoxue bingung.
"Mandi saja dulu, nanti kau juga akan tahu" ucap Sean sambil berdiri dan berjalan keluar dari dalam kamar untuk turun kebawah dan memasakan makanan.
Sementara itu Luoxue sendiri pergi mandi dan bersih-bersih, setelah selesai dengan berpakaian rapih maka dirinya segera turun kebawah untuk menemui Sean dibawah.
Sampai dibawah dapat dilihat oleh Luoxue bahwa Sean sedang menata makanan diatas meja makan dengan rapih.
"Sudah selesai, segera duduk dan cobalah makanan hasil masakanku" ucap Sean sambil menarik kursi dan duduk dengan tenang.
Sementara itu Luoxue tersenyum dan kemudian duduk dipangkuan Sean sambil menjawab "tuan, biarkan pelayan ini melayani anda"
Dengan telaten, Luoxue mengalas makanan keatas piring beserta dengan lauknya.
Setelah itu dirinya mulai menyuapi Sean dengan penuh perhatian dan tulus.
Sean hanya menerima saja tanpa ada bantahan yang dilakukannya, sesekali Sean juga menyuapi Luoxue yang dengan patuh menerima suapan dari Sean.
Selesai makan, mereka berdua sudah duduk berdampingan di sofa.
"Tuan, sekarang kita akan melakukan hal apa setelah ini?" tanya Luoxue penasaran.
"Bagaimana kalau....." Sean tidak melanjutkan perkataannya dan malah menindih tubuh Luoxue dan langsung menciumi lehernya yang begitu harum.
Sean terus saja mencumbu leher Luoxue, sementara Luoxue sendiri tidak memberikan perlawan atas kelakukan dirinya.
Sehingga akhirnya Luoxue pun hanya menikmati saja, sedangkan Sean sendiri terus saja melakukan apa yang dirinya inginkan saat ini tanpa ada pikiran lain-lain lagi dalam benaknya.
Sampai setelah puas mencumbu lehernya, Sean berpindah untuk mencumbu telinga Luoxue yang sukses memberikan rangsangan pada tubuh Luoxue yang begitu tidak tertahankan.
Sean terus saja menikmati semua kegiatan tersebut dengan nyaman bagi keduanya sekalipun tidak ada penolakan atas apa yang mereka hendak lakukan sekarang.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Ardi Provision
misi permintaan hangus lagi, author ini belum mampu buat cerita sistem mending cerita romantis aja gak lari dari judul
2024-12-12
1
kwon dae
sean friendly kwkwk
2024-11-06
0
Malaikat Maut
anjinggg...sampah...fuckkk
2024-07-16
1