Eps. 16

Selesai makan malam bersama, Sean pamit pergi dari rumah Liu.

Kemudian dirinya langsung menuju kota SS sengan menggunakan mobil milik perusahaan yang dirinya kemudikan sekarang.

Perjalanan cukup jauh dan Sean memilih berkendara cukup cepat agar bisa lebih cepat sampai di kota SS.

...-------------...

Setelah dua jam perjalanan, Sean sudah tiba di villa miliknya yang ada di kota SS.

Baru saja duduk di sofa, Sean mendapatkan panggilan telpon dari Luoxue.

Belum sempat dirinya mengatakan apapun, Luoxue sudah terlebih dahulu mencecar dirinya melaluo telpon dengan banyak pertanyaan.

"Sayang!! Apakah aku tidak begitu penting dalam hidupmu sampai-sampai sepertinya kau lupa padaku?"

Baru akan dijawab kembali Luoxue berbicara.

"Atau jangan-jangan kau memang tidak peduli padaku dan hanya main-main dengan hubungan kita ya?!"

Baru akan dijawab, lagi-lagi Luoxue berbicara.

"Kamu jahat sekali, dasar tidak berperasaan!"

Barulah akhirnya Sean bisa berbicara setelah mendapatkan rentetan pertanyaan-pertanyaan dari Luoxue.

"Maafkan aku sayang, kemarin benar-benar tidak bisa kasih kabar kamu sama sekali" jawab Sean.

"Kenapa? Sibuk pacaran ya dengan wanita lain" silidik Luoxue.

"Bukan-bukan begitu, tapi aku sedang ada urusan bisnis dikota M jadi kemarin sangat sibuk" jawab Sean setengah berbohong.

"Lalu kapan akan menemuiku?" tanya Luoxue.

"Mungkin nanti malam" jawab Sean.

"Sekarang!! Aku mau sekarang bertemu denganmu" teriak Luoxue.

"Tap-" belum sempat menjawab.

Sean dapat mendengar tangisa Luoxue disebrang sana.

"Hiks...hiks....kamu gak sayang sama aku ya" ucap Luoxue sambil menangis.

"Ok-ok aku datang sekarang kesana" jawab Sean.

"Janji?" tanya Luoxue.

"Iya" jawab Sean.

Setelah sambungan telpon dimatikan, segera Sean pergi menuju rumah Luoxue.

Dan perjalanan yang ditempuh oleh Sean tidak terlalu lama hanya 20 menit saja sebelum pada akhirnya sampai di kediaman keluarga Ji.

Setelah sampai, sean yang berdiri didepan pintu saat hendak menekan bell rumah malah terkejut dengan Luoxue yang tiba-tiba membuka pintu dan memeluknya erat.

"Sayang!" teriak Luoxue sambil memeluk Sean dengan erat.

"Kenapa jadi manja gini, hm?" tanya Sean sambil membalas pelukan Luoxue.

"Biarin! Gak suka emangnya huh?" tanya Luoxue.

"Kata siapa gak suka, kamu imut" jawab Sean sembari mendaratkan satu kecupan pada dahi Luoxue.

Mereka berdua akhirnya masuk dan Luoxue terus saja menempel lekat pada Sean, bahkan ketika berada dihadapan keluarganya sekalipun tidak berubah dan terus menempel.

"Wah anak mamah sepertinya sudah kembali bahagia" ucap ibu dari Luoxue pada anaknya.

"Tentu saja, karena Sean sudah ada disini" jawab Luoxue senang.

"Sean apa kau tahu, adikku sekarang menjadi lebih penurut dan lebih baik sikapnya saat dirumah setelah bertemu denganmu" ucap kakak Luoxue.

"Aku juga merasa Luoxue benar-benar berubah dibandingkan saat pertama kali bertemu dengannya" jawab Sean.

"Sepertinya cinta telah merubah hidupnya" jawab ayah Luoxue.

Saat sedang mengobrol bersama, ada Sean mendapatkan panggil telpon dari RV25S.

Sean kemudian izin untuk mengangkat telpon terlebih dahulu.

"Halo, bagaimana?" tanya Sean.

"Saya sudah dapatkan semua informasi yang dibutuhkan" jawab RV25S.

"Kirimkan padaku semua informasinya" jawab Sean.

"Baik" jawab RV25S.

Sambungan telpon kemudian dimatikan, setelah itu Sean mendapatkan bukti dan informasi yang diberikan oleh RV25S dalam bentuk file pdf.

"Akan kubereskan kalian nanti" ucap Sean yang kemudian kembali masuk kedalam.

Sean akhirnya terus saja bersama dengan Luoxue, sampai malam tiba Sean pamit pergi untuk segera membereskan masalah baru.

...----------...

Didalam Villa nya, Sean tengah membaca laporan yang diberikan oleh RV25S pada dirinya sebelum ini.

Dan dapat disimpulkan musuhnya kali ini berasal dari kota SS dan merupakan tuan muda dari salah satu keluarga besar di kota SS ini yaitu keluarga He.

Alasan dibalik penyusupan yang dilakukan oleh Biluo di kehidupan dirinya, adalah karena persaingan bisnis.

"Karena kau bermain-main denganku, maka akan kulayani dirimu"

"Sistem buat seluruh harga pasar perusahaan milik keluarga He ini menjadi rendah sekali dan hancur hingga mengalami kerugian dan bangkrut!"

{Layanan diberikan}

Setelah itu Sean melihat pasar saham, dan memantau grafik pasar saham milik perusahaan keluarga He.

Dimana harga pasar milik perusahaan keluarga He begitu turun drastis dalam sekali waktu saja.

Sean tersenyum puas dan dirinya masihlah belum puas untuk memberikan serangan pada keluarga He ini.

"Aku akan buat kalian menderita"

Sean langsung menelpon Xu Qin untuk memberitahukan dirinya agar membeli seluruh saham milik perusahaan keluarga He yang sedang jatuh merosot jauh kebawah.

"Xu Qin, segera beli seluruh saham milik perusahaan keluarga He" ucap Sean pada Xu Qin begitu sambungan telpon tersambung.

Namun bukan jawab yang diinginkan oleh Sean yang didapatkan melainkan jawab lainnya.

"Hiks...hiks...Sean tolong aku" terdengar suara Xu Qin yang begitu ketakutan dan juga menangis dari sambungan telpon.

"Kenapa kamu menangis?" tanya Sean.

"Aku sedang dalam masalah, cepatlah kemari bantu aku kau dimana?" tanya Xu Qin sengan penuh harap.

"Baiklah, aku akan kesana kau dimana sekarang?" tanya Sean.

"Aku berada di Restoran Kyushu, dalam ruangan elit yang ada di lantai 3" jawab Xu Qin.

"Baiklah, aku tidak akan lama jadi harap kau tenang dan sabar menungguku" jawab Sean yang langsung mematikan sambungan telponnya.

Seolah sistem tahu keinginannya, dengan otomatis Sean dikirim pergi dari villa miliknya menuju lokasi yang disebutkan oleh Xu Qin menggunakan teleportasi.

"Terimakasih Sistem" jawab Sean.

{Sama-Sama}

"Sean berlari keluar dari dalam toilet tempat dirinya muncul, dimana itu adalah toilet terdekat dengan keberadaan Xu Qin sekarang.

"Sistem tunjukan dimana keberadaan Xu Qin" ucap Sean.

Tanda panah muncul dihadapah Sean sebagai petunjuk arah.

Dan itu menunjukan arah kearah toilet wanita tepat disamping toilet pria tempat dirinya muncul tadi.

Segera Sean masuk kedalam toilet wanita dan mendapati tiga orang pria sedang menggebrak-gebrak salah satu pintu toilet.

Ada dua pria botak badan besar dan satu pria dengan penampilan generasi kedua yang kaya.

Mereka tidak menyadari kehadiran Sean disana dan masih fokus pada urusan mereka untuk membuka paksa pintu toilet disana.

"Xu Qin keluar saja dan kita akan bermain sesuatu yang menyenangkan dan nikmat" ucap pria muda dengan tampilan kaya itu.

Mendengar nama Xu Qin disebut membuat Sean sedikitnya paham apa yang tengah terjadi disini.

Tanpa basa basi, dua pukulan keras berhasil Sean daratkan pada kedua pria botak yang ada disana pada bagian leher bagian belakang mereka.

Bugk!

Bugk!

Pukulan itu berhasil membuat mereka berdua tumbang dalam sekali pukul saja.

Sedangkan pria muda kaya itu malah terkejut melihat adegan didepan matanya barusan yang begitu cepat dan mengejutkan.

"Siapa ka-" ucapan pria itu terhenti saat Sean memukul wajah dan ulu hatinya juga dagu dengan uppercut.

Bugk! Bugk! Bugk!

Tiga pukulan beruntun didaratkan Sean pada tubuh pria muda kaya tersebut hingga berhasil menumbangkannya sampai pingsan.

Barulah setelah itu Sean menoleh kearah pintu ruangan toilet yang tertutup tersebut dan berkata "Xu Qin kau didalam?"

Xu Qin yang mendengar suara Sean langsung bergegas membuka pintu dan mendapati Sean disana.

Segera Xu Qin memeluk tubuh Sean dengan erat sambil menangis.

Sean memeluk balik Xu Qin dan memberikan ketenangan baginya sampai benar-benar tenang.

"Kita pergi dari sini, kau bawa mobil?" tanya Sean.

"Iya, ada dibasement" jawab Xu Qin.

Mereka berdua akhirnya pergi dari tempat tersebut menggunakan mobil milik Xu Qin.

Namun dalam perjalanan saat akan menuju rumah Xu Qin, Xu Qin memiliki reaksi aneh.

"S-ean, tubuhku panas sekali" ucapnya.

"Apa yang terjadi padamu? Jangan bilang kau diberi obat oleh mereka" tanya Sean.

"Sepe-rtinya... be-gitu...huft...hah..." Xu Qin mulai tidak terkendali dan tubuhnya mulai makin merasa panas.

Bahkan membuatnya membuka baju bagian atas, yang langsung dihentikan oleh Sean.

"Jangan lakukan itu" ucap Sean.

"Tapi...huft...aku kepanasan" ucap Xu Qin.

"Sistem berikan aku obat untuk menghilangkan gejala pada Xu Qin"

{Layanan diberikan}

Sebuah obat muncul ditangan Sean tanpa sepengetahuan Xu Qin dan segera Sean memberikannya pada Xu Qin yang langsung ditelan olehnya.

Setelah obat tertelan, selang beberapa saat akhirnya Xu Qin mulai tenang dan tubuhnya mulai terkendali kembali.

"Sudah lebih tenang?" tanya Sean.

"Aku sudah baikan, terimakasih atas bantuannya lagi-lagi" jawab Xu Qin.

"Baguslah, setidaknya tidak ada kejadian lainnya" jawab Sean.

"Tapi apa yang kau berikan padaku hingga bisa menangkal efek obat pada tubuhku dengan begitu cepat?" tanya Xu Qin penasara.

"Rahasia, sekarang dimana rumahmu" tanya Sean.

Xu Qin memberitahukan alamat rumahnya pada Sean.

...----------...

Sampai dirumah Xu Qin.

Sean tengah duduk menunggu Xu Qin yang berganti pakaian di kamarnya, Sean duduk menunggu sambil mengobrol dengan Xu Xiao dan istrinya.

"Jadi kenapa anda bisa bersama anak kami tuan?" tanya ibu Xu Qin.

"Tadi Xu Qin hampir mengalami hal buruk akibat ulah He Gonzi" ucap Sean menjelaskan.

"Apa yang diperbuat oleg He Gonzi pada anaku tuan?" tanya Xu Xiao penasaran.

"Xu Qin seertinya diberi obat oleh He Gonzi dan Xu Qin menyadari dengan cepat sehingga meminta pertolonganku yang kebetulan berada didekat lokasi Xu Qin berada" jelas Sean.

"Dasar anak kurang ajar, sebelumnya saya sudah tidak rela anak saya harus pergi makan dengannya dengan alasan bisnis" ucap Xu Xiao.

"Paman tenang saja, Xu Qin baik-baik saja" jawab Sean.

"Tapi bagaimana cara kamu menangai Xu Qin yang berada dalam pengaruh obat perangsang?" tanya ibu dari Xu Qin.

"Aku memiliki obay penangkalnya, jadi langsung kuberikan pada Xu Qin" jawab Sean.

"Begitu, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya tuan atas bantuan anda pada anak kami" jawab Xu Xiao.

"Sama-Sama" jawab Sean.

"Oh, ya aku punya tugas untuk anda tuan Xiao" jawab Sean.

"Silahkan tuan, akan saya lakukan" jawab Xu Xiao.

Sean kemudian menjelaskan rencananya untuk menyerang keluarga He dan Xu Xiao menerima dengan baik serta siap melakukan apa yang dikatakan oleh Sean barusan sebagai bosa nya diperusahaan nya.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Ahmad Fauzi

Ahmad Fauzi

membingungkan

2024-11-25

0

DPras

DPras

bukannya Sean udah tau rumah keluarga Xu kenapa bertanya dmn rumah nya ????

2024-08-28

1

Bang Jack

Bang Jack

setiap novel sistem ya ku baca pasti ada betina yang jadi beban

2024-07-28

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!