Eps. 7

Mendengar ucapan Yun Zhi membuat Xu Qin tertawa dan berkata "kau tenang saja, aku tidak rebut dia darimu"

"Siapa yang tahu" seru Yun Zhi.

"Kau tidak percaya perkataan dari sahabatmu ini?" tanya Xu Qin.

"Sudahlah, selesaikan makanan kalian segera" ucap Sean.

"Memangnya, mau kemana sampai harus buru-buru begitu?" tanya Xu Qin.

"Bagaimana kalau nonton?" usul Sean.

"Aku setuju" jawab Yun Zhi.

Segera mereka selesaikan makanan yang tersisa, sebelum pergi bersama dengan menggunakan mobil masing-masing.

Pada akhirnya sisa hari itu dihabiskan oleh Sean untuk bersenang-senang dengan dua wanita yang cantik-cantik tersebut.

Sampai berakhir ketika mereka pulang kerumah masing-masing.

... '*****'...

Sean sudah berada di dalam kamarnya yang ada di Villa, dengan Yun Zhi yang tertidur diatas tubuhnya.

"Sistem aku ucapkan terimakasih atas layanan sebelumnya"

{Bukan masalah}

"Masih ada sisa satu layanan lagi bukan?"

{Benar}

"Kalau begitu aku ingin sebuah sebuah perusahaan di kota SS ini"

{Layanan diberikan}

{Selamat anda mendapatkan 100% hak kepemilikan atas LTI Cooperation}

{LTI Cooperation adalah sebuah perusahaan yang terletak di Kota SS dan bergerak dalam bidang properti dan perhiasan}

"Terimakasih, sistem"

{Sama-Sama}

Karena sudah lelah, maka Sean langsung memejamkan matanya untuk tertidur dengan pulas dan nyaman karena ada pelukan dari seorang wanita cantik.

Keesokan pagi harinya.

Sean bangun lebih awal dari Yun Zhi yang masih terlelap dalam pelukan dirinya dengan wajah yang cantik walau sedang tertidur.

Sean mengelus lembut pipi halus nan putih dan lembut milik Yun Zhi, sambil tersenyum dan berkata "akan kulindungi kamu dari semua orang yang berniat jahat padamu"

Chu~

Satu kecupan Sean daratkan pada kening Yun Zhi, dan kembali dirinya berada dalam posisi berbaring diam karena tidak mau membangunkan Yun Zhi yang masih nyaman dalam tidurnya.

Sampai tidak lama kemudian, Yun Zhi terbangun dari tidur nyenyaknya.

"Selamat pagi" sapa Sean.

"Selamat pagi juga sayang" ucap Yun Zhi dengan dihasi senyum yang indah pada wajahnya.

Mereka kemudian bangun dan bersih-bersih, sebelum akhirnya sarapan bersama dengan tenang hingga selesai.

"Sayang, aku harus kembali karena masih ada pekerjaan" ucap Yun Zhi.

"Baiklah, aku antar" jawab Sean.

Tidak perlu, mobilku kan sudah diperbaiki dan sudah diantar kemari kemarin oleh pihak bengkel.

"Kamu yakin?" tanya Sean memastikan.

"Aku yakin" jawab Yun Zi.

"Yasudah kalua begitu, hati-hati dan beri aku kabar jika kau sudah sampai dirumah" ucap Sean.

"Kalau begitu aku segera bersiap" ucap Yun Zhi dan bergegas pergi kelantai atas untuk menyiapkan semua barang-barangnya sebelum kembali.

Setelah selesai bersiap-siap, Yun Zhi pergi dari villa Sean menuju kota M.

Sean kembali sendiri di villa tersebut, namun dirinya merasa aneh karena tidak merasakan kesedihan ataupun kerinduan saat melihat kepergian Yun Zhi barusan.

Dan hal tersebut sukses membuat Sean merasakan kebingungan dalam hatinya.

Namun karena tidak mau dipikirkan terlalu jauh, pada akhirnya Sean memutuskan untuk jalan-jalan saja hari ini.

Saat sedang berkendara dengan bugatti miliknya, Sean mendapatkan paggilan telpon dari nomor tidak dikenal.

"Halo?" ucap Sean.

"Halo selamat pagi, apakah benar ini dengan tuan Sean?" jawab dari sebrang telpon.

"Benar, saya sendiri" jawab Sean.

"Kenalkan saya Xu Xiao, saya adalah sekertaris anda di perusahaan LTI yang sudah jadi milik anda sekarang" jawab dari sebrang telpon.

"Begitu, apakah ada yang kamu butuhkan?" tanya Sean.

"Saya hanya ingin memberikan informasi saja dan mengatakan selamat atas kepemilikan LTI ini ditangan bapak, dan menanyakan kapan anda bisa datang keperusahaan?" tanya Xu Xiao.

"Sepertinya sekarang waktu yang tepat, aku juga harus memeriksa perusahaan baruku ini. Jadi nanti tolong jemput aku didepan perusahaan, tapi aku tidak mau ada keributan paham?" tegas Sean.

"Baik-baik, saya mengerti dan akan saya tunggu kehadiran anda diperusahaan tuan" jawab Xu Xiao.

Selesai dengan panggilan telpon tersebut, Sean segera melajukan kendaraannya menuju LTI Cooperation.

Karena memang sedang tidak ada kegiatan apapaun, jadi Sean berpikir bisa mendapatkan kesibukan jika bekerja.

Perjalanan tidak terlalu jauh untuk ditempuh, sehingga dalam kurun waktu 20 menit Sean sudah tiba di LTI Cooperation.

Baru saja dirinya keluar dadi mobil dan berjalan menuju pintu masuk, sudah ada seorang pria paruh baya yang menyambut kedatangan dirinya didepan pintu masuk perusahaan.

"Tuan Sean, selamat datang di perusahaan" sambut pria paruh baya tersebut.

Sean kemudian menyimpulkan bahwa ini adalah Xu Xiao yang menelpon dirinya tadi sebelum pergi kesini.

"Tuan Xu?" tanya Sean.

"Ah benar, ini saya yang menelpon anda sebelumnya" jawab Xu Xiao sopan.

"Kita bicara diruangan mu saja" jawab Sean.

"Mohon maaf, kenapa tidak diruangan anda saja?" tanya Sean.

"Baiklah, tunjuk jalan" jawab Sean.

Saat mereka hendak berjalan masuk kedalam perusahaan, Sean dan Xu Xiao mendengar sebuah suara yang memanggil Ayah.

"Ayah" panggil suara tersebut yang terdengar tidak asing ditelinga Sean.

Sean dengan Xu Xiao berbalik badan kebelakang dan mendapati seorang perempuan yang Sean kenal belum lama, yaitu Xu Qin.

Xu Qin terkejut kenapa bisa Sean bersama dengan ayahnya, sehingga tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya padanya secara langsung.

"Sean, kenapa kau disini?" tanya Xu Qin.

Begitu Xu Xiao mendengar ucapan Xu Xin barusan hatinya serasa gemetar karena berani-beraninya anaknya sendiri memanggil bosnya dengan nama secara langsung begitu.

"Xu Qin, kita bertemu lagi" jawaban santai Sean.

Mendengar jawaban yang diberikan oleh bosnya, membuat Xu Xiao sedikit tidaknya lebih tenang.

"Kenapa kau kemari, Xu Qin?" tanya Xu Xiao.

"Kenapa? Emang gak boleh ya, biasanya juga gak papa tuh" jawab Xu Qin.

"Sudahlah, ayo masuk dulu baru bicara" jawab Sean.

"Ah, maafkan saya tuan. Silahkan ikuti saya" ucap Xu Xiao segera menuntun jalan menuju lantai atas dan mengarahkan Sean menuju ruangan kantornya sendiri.

Sementara itu, Xu Qin merasa begitu heran dengan sikap ayahnya pada Sean.

"Sean, kenapa ayahku bersikap sopan sekali padamu?" tanya Xu Qin.

"Mungkin karena dia adalah asistenku, dan aku adalah bosnya" ucap Sean sambil tersenyum pada Xu Qin.

Deg!

Xu Qin sangat-sangat terkejut dengan apa yang dirinya dengar sekarang ini, karena ini benar-benar sangat mengagetkan sekali bagi dirinya.

"Bagaimana bisa?" tanya Xu Qin penasaran.

"Karena aku membeli perusahaan ini sepenuhnya" jawab Sean.

"Begitu...." jawab Xu Qin.

Lift berhenti setelah mencapai lantai teratas dari perusahaan, kemudian pintu lift terbuka dan Xu Xiao kembali memimpin jalan menuju ruangan kanto milik Sean.

Setelah sampai diruangan, mereka mengobrol bersama mengenai perusahaan selama dibawah kepemilikan orang sebelumnya, sampai semua pembahasan selesai dan Sean juga memberikan beberapa terobosa ide untuk perusahaan agar dapat maju dan berkembang lebih pesat lagi.

Dengan senang hati ide tersebut diterima oleh Xu Xiao dan itu juga langsung dikerjakan karena ide yang diberikan Sean memanglah sangat bagus dan pasti berhasil ketika diterapkan pada perusahaan.

Sementara Xu Xiao sibuk dengan pekerjaan, sekarang Sean meminta Xu Qin menemani dirinya diruangan tersebut.

"Sean, boleh aku bertanya sesuatu tentang hubunganmu dengan Yun Zhi?" tanya Xu Qin.

"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan soal hubungan kami?" tanya Sean.

Terlihat dari wajah Xu Qin tersirat keraguan untuk menyampaikan perkataanya, namun setelah beberapa saat diam akhirnya dia membuka suara "berapa lama kalian berpacaran?"

"Baru kemarin sebelum masuk kedalam ruangan reuni itu kami jadian" jawab Sean jujur.

"Baguslah" jawab Xu Qin.

"Baguslah? Kenapa kau bilang begitu" tanya Sen bingung.

"Aku akan mengatakan sebuah rahasia mengenai Yun Zhi, mungkin kau tidak akan percaya padaku tapi aku akan tetap mengatakan rahasia ini" ucap Xu Qi serius.

Melihat Xu Qin serius membuat Sean juga ikut serius dalam menanggapinya, sehingga membuatnya penasaran akan apa yang disampaikan oleh Xu Qin sebenarnya.

"Yun Zhi bukanlah wanita yang baik, aku tahu dia memang punya sikap baik namun kau perlu tahu bahwa dia bukanlah wanita baik-baik" jelas Xu Qin.

"Bisa kau jelaskan lebih detail lagi?" tanya Sean.

"Xu Qin bekerja di sebuah club malam sewaktu dia kuliah, dan entah berapa kali dia tidur dengan para pria hidung belang"

"Namun dia berhenti dari pekerjaan tersebut setelah lulus kuliah dan bekerja disebuah perusahaan besar yang ada di Kota M"

"Aku mau jadi temannya karena ingin balas dendam" ucap Xu Qin berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

Sedangkan disisi Sean dia begitu terkejut dengan apa yang didengarnya barusan dari mulut Xu Qin.

"Balas dendam atas perbuatan apa yang dilakukan Xu Qin padamu?" tanya Sean penasaran.

"Dia hampir mencelakai diriku sebanyak tiga kali, pertama hampir membuatku jatuh dalam tangan pria hidung belang yang mesum, kedua dia pernah membunuh diriku dengan menculik diriku melalui tangan orang lain, sedangkan yang ketiga adalah terakhir kami ketemu dia hampir menjebaku dengan obat perangsang" jelas panjang lebar Xu Qin.

"Huft....aku ragu, namun aku mungkin bisa buktikan omonganmu itu secepatnya benar atau tidak" ucap Sean sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju meja kerjanya yang tersedia laptop disana.

"Sistem aku ingin tahu semua identitas Yun Zhi dan sedang apa dia sekarang ini serta semua bukti-bukti jahat tentangnya selama ini"

{Layanan diberikan}

Seketika dalam laptop yang ada dihadapan Sean sekarang ini terdapat sebuah folder yang tersimpan dalam drive c dan segera dibuka oleh Sean.

Ketika sean melihat semua isi dalam folder tersebut, dirinya begitu kaget dan terkejut serta geram dan marah dengan Yun Zhi yang tenyata memang bukanlah wanita baik-baik seperti yang diberitahukan oleh Xu Qin sebelumnya.

"Xu Qin" panggil Sean.

"Iya, kenapa?" jawabnya.

"Kau ingin balas dendam?" tanya Sean.

"Benar aku ingin!!" tekad Xu Qin.

"Aku ada bukti kejahatan Yun Zhi, kita bisa buat dia menderita dengan ini" ucap Sean.

"Maksudmu?" tanya Xu Qin bingung dengan perkataan Sean barusan.

"Kemari dan lihat apa yang sedang dilakukan oleh Yun Zhi sekarang dibelakang diriku" jawab Sean.

Xu Qin mendekat dan melihat apa yang tertera pada layar laptop dihadapan Sean, yang mana begitu mengejutkan dirinya.

Terlihat Yun Zhi sedang melakukan adegan panas bersama dengan dua orang pria muda entah siapa.

"Aku tidak pecaya ini" ucap Xu Qin.

"Aku juga" jawab Sean.

"Sepertinya aku memang terlalu mudah percaya pada wanita" ucap Sean agak tidak senang dan terpukul karena dua kali mengalami hal semacan ini.

Namun beruntung masih belum terlalu terlambat untuk yang kali ini karena peringatan dan informasi yang diberikan oleh Xu Qin barusan pada dirinya.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Savf

Savf

ini siapa yang ngomong thor

2023-05-07

6

Ridwan Aproid

Ridwan Aproid

harus nya ewe dulu lah

2023-02-27

0

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

... Seperti kata pepatah "Semakin Cantik Wanita Itu, Semakin Berbahaya Pula Dirinya"

2023-02-06

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!