Eps. 8

Sean bersama dengan Xu Qin memiliki tujuan yang sama bagi Yun Zhi, yaitu balas dendam.

"Jadi, apa rencana yang kau miliki untuk balas dendam?" tanya Xu Qin.

"Aku akan menemui dirinya, dan memberikan penyiksaan yang kejam bagi wanita" jawab Sean.

"Apa itu?" tanya Xu Qin.

"Jika kau ingin tahu penyiksaan apa itu, maka kau bisa ikut denganku menemui dirinya" jawab Sean.

"Baiklah, tapi aku harap kau tidak terlalu ringan memberikan penyiksaan padanya" jawab Xu Qin.

"Kalau begitu kita pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, sebelum menemui Yun Zhi" jawab Sean.

"Baiklah" jawab patuh Xu Qin.

Mereka berdua pergi dari sana menuju sebuah tempat dimana termasuk kedalam kawasan kumuh pinggiran kota SS.

Lebih tepatnya sebuah dermaga tua yang sudah tidak terpakai lagi, Sean sengaja pergi kesana untuk melakukan sesuatu.

"Kenapa kita kemari?" tanya Xu Qin cemas.

"Kenapa kau terlihat cemas, tenang saja aku tidak akan memakanmu" jawab Sean santai sambil keluar dari dalam mobil.

Xu Qin sendiri berjalan mengikuti Sean tepat dibelakang dirinya, karena jujur dirinya merasa cemas dan ketakutan berada di tempat seperti ini.

Baru berjalan beberapa langkah, mereka berdua dapat melihay ada sekitar lima orang pria berbadan besar dengan pakaian dan tampang khas orang-orang jahat.

"Kebetulan aku bisa menemukan kalian dengan mudah" ucap Sean.

Kelima orang badan besar itu begitu bingung dengan ucapan Sean, termasuk Xu Qin.

"Apa yang kau inginkan dari kami?" tanya salah seorang dari lima pria badan besar tersebut bertanya maksud dan tujuan dari kedatangan Sean dan wanita dibelakangnya yang tidak lain adalah Xu Qin.

"Kalian mau uang?" tanya Sean.

"Tentu saja mau, apa kesepakatannya?" jawab pria sebelumnya.

"Mudah saja, kalian hanya harus melakukan penyiksaan kejam pada seorang wanita yang nanti aku akan bawa kemari" jawab Sean.

"Huh, Hanya itu saja tugasnya?" jawab pria sebelumnya.

"Benar, dan kalian bebas melakukan apapun pada wanita tersebut" jawab Sean.

"Apakah cantik?" tanya salah seorang pria lainnya.

"Sangat" jawab Sean.

"Baiklah, kapan?" tanya pria sebelumnya kembali.

"Kalian bersiap saja disini, dan aku akan menyuruh wanita itu datang kemari" jawab Sean.

"Baiklah, mari masuk kedalam" jawab pria sebelumnya.

Sean dengan Xu Qin mengikuti kelima pria tersebut masuk kedalam bangunan yang terlihat seperti gudang bekas disana.

Sean sudah menghubungi Yun Zhi agar segera datang kesana, dan Yun Zhi yang memang belum meninggalkan kota SS dengan patuh menuruti keinginan Sean untuk datang ke lokasi yang diminta.

Sekitar 1 jam berlalu....

Sean dapat melihat mobil Yun Zhi telah tiba, dan tidak lama setelah itu telponnya berdering menerima panggilan dari Yun Zhi.

Segera Sean menjawab dan menyuruh Yun Zhi untuk masuk kedalam bangunan gudang tempatnya berada sekarang ini.

Yun Zhi dengan patuh menuruti kemauan Sean tanpa tahu hal apa yang akan menimpa dirinya sebentar lagi.

Sean segera menghampiri Yun Zhi.

"Sayang" ucap Yun Zhi sambil berlari dan memeluk Sean.

"Yaudah, ikuti aku masuk kedalam sana" ucap Sean menunjuk sebuah ruangan seperti kantor didekat sana.

Yun Zhi mengikuti kemauan Sean dan berjalan menuju kearah sana.

"Masuklah" ucap Sean.

Yun Zhi masuk dan secara tiba-tiba Sean menutup pintu.

"Sayang siapa mereka, dan Xu Qin kenapa kau disini?" tanya Yun Zhi yang terlihat terkejut melihat orang-orang didalam sana.

"Mereka orang-orangku, dan aku ingin kau minum ini" ucap Sean memperlihatkan sebuah minuman dalam botol kecil.

"Apa itu" tanya Yun Zhi.

"Sudahlah, cukup kau minum saja" paksa Sean.

Tanpa menaruh rasa curiga berlebih segera Yun Zhi meminum cairan dalam botol tersebut hingga habis tidak tersisa.

"Sekarang apa?" tanya Yun Zhi.

"Sekarang.....nikmati penderitaanmu" ucap Sean.

"Maksudmu sayang?" tanya Yun Zhi bingung.

Namun belum sempat mendapatkan jawaban dari Sean, kelima pria badan besar tersebut segera menangkap tubuh Yun Zhi dan mengikat kedua lengannya.

Yun Zhi berteriak meminta pertolongan pada Sean, namun tidak ada respon darinya begitupun dengan Xu Qin yang hanya diam menyaksikan saja dari sana.

Sementara kelima pria besar tersebut mulai menggerayami tubuh Yun Zhi dan mulai menjamahnya dengan bersama-sama dan secara kasar.

Sampai Yun Zhi mulai merasakan tubuhnya kepanasan dan memiliki keinginan untuk.... yang berlebihan.

Kelima pria besar yang melihat obatnya sudah mulai bereaksi segera saja melayani Yun Zhi dengan baik secara bersama-sama.

Yang membuatnya begitu menggila, bahkan tidak hanya tubuhnya dinikmati secara bergelirian dengan kasar oleh kelima pria tersebut.

Namun juga tubuhnya diberi tato dengan timah panas yang ditempelkan pada punggungnya sehingga menciptakan tanda luka bakar disetiap jejaknya.

Dan itu benar-benar berhasil menyiksa Yun Zhi sampai-sampai menitikan air mata dan berteriak-teriak memohon ampunan.

Namun segera saja mulutnya disumpal dengan.... milik pria besar yang lainnya sambil terus tubuhnya dinikmati secara kasar oleh para pria besar tersebut.

Bahkan Yun Zhi tubuhnya juga sampai merah-merah dan berdarah-darah karena mendapatkan cambukan-cambukan keras dari para pria badan besar tersebut yang bermain dengan tubuhnya secara puas.

Xu Qin dengan Sean hanya diam dan menyaksikan semua adegan tersebut dengan tenang tanpa ada niatan membantu dan menolong Yun Zhi.

Waktu demi waktu berlalu, sampai pada akhirnya tubuh Yun Zhi benar-benar dibuat kacau oleh kelima pria besar tersebut.

Dan dalam kondiai tidak sadarkan diri setelah mendapatkan perlakuan kasar dari kelima pria besar tersebut.

Melihat semuanya sudah selesai, Sean berkata "Kerja bagus"

"Terimakasih atas hadiah menyenangkan nya tuan muda, jika dimasa depan anda butuh bantuan semacam ini lagi tinggal beritahu saja kami dan akan dengan senang hati kami terima" jawab salah seorang pria besar sisana.

"Baiklah, mana no rekeningmu dan akan kuberikan imbalannya" jawab Sean.

Setelah membayar sejumlah uang pada mereka, Sean berpesan untuk terus menjaga Yun Zhi dengan baik dan setiap dia sadarkan diri langsung siksa tanpa henti.

Sean meminta setiap bukti penyiksaan yang harus mereka lakukan setiap Yun Zhi sadar berupa video.

Dengan senang hati mereka menuruti kemauan Sean, karena Sean berkata setiap satu bukti penyiksaan maka akan ada bayaran berupanuang untuk mereka.

"Lalu, jika dia mati bagaimana tuan muda?" tanya salah satu pria besar disana.

"Kalau dia mati maka bereskan dengan rapih, jangan sampai ada jejak bukti,mengerti?" titah Sean.

"Baik, kami mengerti dan akan kami pastikan semua beres asalkan bayarannya ada" jawab salah satu pria besar disana.

"Baiklah, urusan disini selesai maka kami berdua akan pergi" jawab Sean sambil melangkah pergi dari sana dengan diikuti oleh Xu Qin dibelakang dirinya yang mengikuti dengan patuh.

... --------...

Saat ini Sean dengan Xu Qin sudah berada di ruangan kerja Sean kembali yang ada di perusahaan LTI Cooperation.

"Apakah menurutmu penyiksaan sebelumnya masih belum cukup bagi Yun Zhi?" tanya Sean.

"Menurutku sudah cukup dan sesuai dengan apa yang coba ia perbuat padaku, namun aku tidak tahu menurutmu" jawab Xu Qin.

"Aku rasa dengan penderitaan itu dilakukan secara terus menerus, maka sudah lebih dari cukup" jawab Sean.

Sesaat suasan hening diantara mereka berdua, sampai Xu Qin berkata "aku lapar, bagaimana kalau kita pergi makan diluar?"

Sean berjalan mendekat kearah Xu Qin dan menjawab "baiklah, ayo pergi"

Mereka berdua keluar dari perusahaan bersama-sama dan pergi kembali denggan menggunakan mobil milik Sean menuju sebuah restoran.

Sampai di restoran mereka langsung pesan ruangan elit untuk makan dengan tenang dan langsung memesan sajian makanan yang banyak dan menggugah selera makan masing-masing.

Mereka makan dengan tenang, dan Sean dengan sengaja terkadang mencuri kesempatan pada Xu Qin.

Seperti menyuapinya, bahkan sampai membersihkan sisa makanan yang tertinggal di bibirnya.

Xu Qin sendiri merasa sangat tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Sean, bahkan tidak dapat dipungkiri dirinya menyimpan rasa dihatinya untuk Sean.

Selesai makan, Sean mengantarkan Xu Qin pulang kerumahnya.

... --------...

Setelah berkendara selama beberapa belas menit, Sean sudah tiba dirumah Xu Qin yang ternyata berada di wilayah yang sama dengan villa miliknya.

"Mau masuk dulu?" ucap Xu Qin menawarkan.

"Entahlah, apa yang bisa aku dapatkan jika mampir?" tanya Sean.

"Ehm...i-itu memangnya apa yang kamu inginkan?" tanya balik Xu Qin.

"Entahlah, coba kamu beri aku penawaran" goda Sean sambil menatap wajah Xu Qin yang sudah merona merah karena malu.

"Ak-u tidak punya apapun untuk ditawarkan padamu" jawab Xu Qin.

"Hahahah, sudahlah aku hanya bercanda denganmu" ucap Sean sambil tertawa karena berhasil menggoda Xu Qin.

Xu Qin semakin memerah padam wajahnya karena ucapan dan perbuatan Sean padanya barusan.

Sehingga Xu Qin segera berlari keluar dari dalam mobil Sean tanpa berkata apapun lagi dan segera masuk kedalam rumahnya.

Sean sendiri hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sebelum pergi dari sana pulang ke villa miliknya yang tidak jauh dari sana.

Sampai rumah, hari sudah gelap dan Sean langsung beristirahat setelah bersih-bersih sebentar di kamar mandi.

Barulah dirinya langsung tertidur dengan pulan diatas kasur empuk dan selimut tebal yang dirinya pakai sekarang.

Keesokan pagi harinya.

Sean sudah bersiap-siap dan sudah rapih, kini dirinya pergi menuju rumah Xu Qin.

Setelah menekan bel rumah, tak berselang lama pintu terbuka dan menampilakn seorang wanita paruh baya yang cantik dan memiliki wajah yang mirip dengan Xu Qin.

"Wah anak ganteng, cari siapa pagi-pagi begini?" tanya wanita tersebut.

"Saya ingin bertemu dengan tuan Xu Xiao, apakah beliau ada?" jawab Sean.

"Ah suami saya ada didalam, silahkan masuk" jawab perempuan tersebut sambil membukakan pintu masuk untuk Sean.

Setelah masuk, Sean dibawah menuju meja makan dan sekalian disuruh sarapan bersama dengan mereka.

Xu Qin nampak terkejut dengan kahadiran Sean disana, begitupun dengan Xu Xiao yang memiliki ekspresi yang sama terkejutnya dengan Xu Qin atas kehadiran Sean dirumah mereka pagi-pagi begini.

"Selamat pagi" sapa Sean ramah.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Rino Wengi

Rino Wengi

kasihan Yun Shi.....emang apa salahnya dia kok tiba-tiba disiksa?

2025-03-19

0

Inyoman Raka

Inyoman Raka

ini koq sean mudah x kepincut wanita

2024-08-18

0

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

... Mc kayaknya bakalan susah buat percaya sama wanita

2023-02-06

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!