Eps. 18

Malam itu.

Sean yang hendak tidur, terganggu dengan suara ketukan dari arah pintu.

Dengan segera dirinya membukakan pintu, dan dipati Luoxue disana tengah berdiri dengan menggunakan pakaian tidue yang cantik.

"Luoxue?" ucap Sean.

"Sayang, boleh aku tidue sama kamu gak?" tanya Luoxue.

"Gak boleh" jawab Sean.

"Kenapa?" tanya Luoxue mulai sedih yang terdengar dari nada suaranya yang bergetar.

"Karena aku takut tidak bisa menahan diri untuk tidak memakanmu sayang" jawab Sean.

"K-alau begitu....ak-u siap kok" jawab Luoxue.

Sean sejenak terdiam, sebelum akhirnya menggendong tubuh Luoxue ala tuan putri dan membawanya masuk kedalam kamar.

Setelah pintu tertutup dan terkunci rapat, Sean membaringkan tubuh Luoxue diatas tempat tidur. Kemudian dirinya juga ikut berbaring diatas tempat tidur tepat disampingnya.

"Sekarang waktunya tidur, hari sudah malam" ucap Sean.

Chu~

Sebuah kecupan didapatkan Sean pada bagian pipi sebelah kiri, dan dirinya memberikan balasan dengan mencium pipi sebelah kanan Luoxue.

"Sekarang tidur, ok?" ucap Sean sambil menarik Luoxue kedalam pelukannya.

"Hm" jawab singkat Luoxue sambil membenamkan kepalanya pada dada bidang Sean.

...--------...

Keesokan pagi harinya.

Sean bangun lebih awal dari Luoxue dan langsung memilih untuk segera mandi.

Saat setelah mandi usai, sean segera berpakain dengan pakaian miliknya yang semalam karena tidak membawa pakaian ganti.

Melihat kearah tempat tidur, terlihat Luoxue masih tertidur pulas disana dengan wajah cantiknya yang terlihat tenang.

"Sayang, bangun" ucap Sean lembut pada telinga Luoxue dengan berbisik pelan.

Luoxue kemudian mengerjapkan matanya tanda sudah bangun, dan ketika dirinya membuka mata mendapati Sean yang berada disampingnya sedang duduk di tepi ranjang.

"Aku pergi dulu, masih banyak urusan" pamit Sean.

"Yaudah, nanti kesini lagi" jawab Luoxue.

"Iya" jawab Sean.

Sean mendaratkan satu kecupan pada dahi Luoxue sebelum pergi.

Setelah pergi dari kediaman keluarga Ji, Sean saat ini berada di Villa miliknya tengah berganti pakaian.

Dan baru saja selesai ganti pakaian dirinya mendapatkan panggilan telpon dari pihak bengkel yang bertugas membetulkan kerusakan pada mobil sport miliknya.

Setelah panggilan telpon dijawab, Sean mendapatkan kabar bahwa pihak bengkel sudah mengirim mobil miliknya ke alamat Villa miliknya dan sudah sampai.

Segera Sean pergi keluar dan mendapati dua orang pekerja sedang menurunkan mobilnya dari atas mobil pengangkut.

Setelah selesai proses penurunan mobil nya, Sean memberikan mereka uang tips.

Sean kemudian segera pergi berkendara dengan menggunakan bugatti centodieci miliknya.

Sean berkendara menuju perusahaan miliknya yaitu LTI Cooperation.

Sampai di perusahaan Sean langsung memanggil Xu Xiao agar datang ke ruangan kantornya.

Sesaat berlalu, Xu Xiao datang menghadap.

"Bagaimana, untuk tugas yang kuberikan pada anda sebelumnya paman?" tanya Sean.

"Saya sudah dapatkan seluruh kepemilikan penuh atas saham-saham dan semua properti milik mereka tuan" jawab Xu Xiao.

"Bagus, sekarang dimana mereka berada?" tanya Sean.

"Mereka berada di pinggiran kota ini tengah menyembunyikan diri dari pihak bank" jawab Xu Xiao.

"Segera beritahu lokasi mereka pada pihak bank, aku ingin buat mereka merasakan tekanan mental dan pikiran separah mungkin dan semanakutkan mungkin" perintah Sean.

"Baik" jawab Xu Xiao.

"Tuan, ada orang-orang yang ingin bertemu dengan anda" ucap Xu Xiao.

"Siapa?" tanya Sean.

"Mereka mengaku orang-orang anda dan saat ini saya menyuruh mereka menunggu di ruangan rapat karena mereka mengatakan ingin membahas sesuatu hal yang penting dengan anda" jawab Xu Xiao.

"Baiklah, aku mengerti" jawab Sean.

"Kalau begitu saya izin pamit pergi untuk menjalankan perintah anda" jawab Xu Xiao.

Setelah Xu Xiao pergi, Sean pergi menuju rungan rapat untuk menemui para bawahannya disana yang kemungkinan akan melaporkan hasil pemantauan dan pencarian informasi yang mereka lakukan atas perintah darinya.

... -------...

Sampai ruangan rapat, Sean mendapati mereka sudah berkumpul semua.

"Baiklah, No.1 laporkan semua hasil yang kalian dapatkan" perintah Sean to the point.

Sementara No.1 menjelaskan dan memaparkan hasil laporan mereka semua dengan detail, Sean hanya diam menyimak dan memperhatikan saja.

Sampai No.1 selesai memaparkan hasil laporan yang didapatkan, Sean mengeluarkan perintah berikutnya.

"Kalian bisa bertarung?" tanya Sean.

"Tentu tuan" jawab mereka kompak.

"Kalau begitu persiapkan diri kalian untuk malam ini, karena kita akan bertarung dan mulai merebut wilayah untuk membangun kekuatan kita sendiri" jawab Sean.

"Baik!" jawab mereka bersepuluh kompak.

"Baiklah sampai jumpa nanti malam di Bar DragonPrime, tepat pukul 9 malam" perintah Sean.

"Baik!" jawab mereka kompak.

Setelah urusan rapat singkat selesai, Sean pergi dari ruangan rapat dan kembali menuju ruangan kerja miliknya kembali.

Baru duduk di kursi kebesarannya, Sean mendapati suara seseorang yang dirinya kenal dari balik pintu bagian luar ruangan kerjanya.

"Sean, kau didalam?" tanya Xu Qin.

"Masuklah" jawab Sean.

Pintu terbuka dan menampakan Xu Qin yang masuk kedalam ruangan kerjanya dengan menggunakan pakaian kantoran yang bisa dibilang cukup ketat.

Sehingga hampir mencetak jelas lekuk tubuhnya yang menggoda.

Sean tersenyum ketika melihat penampilan cantik Xu Qin sekarang ini.

"Ada apa?" tanya Sean.

"Ada berkas yang perlu kamu lihat dan selidiki" jawab Xu Qin sambil mendekat kearah samping Sean.

Dengan tiba-tiba Sean menarik Xu Qin kedalam pangkuannya, membuat Xu Qin berteriak kaget saat ditarik secara tiba-tiba begitu oleh Sean sampai berakhir duduk dipangkuan Sean.

"S-ean...k-au kenapa menarik diriku tiba-tiba begini?" tanya Xu Qin dengan gugup dan wajah mulai merona merah karena malu yang dirinya rasakan.

Sean tidak langsung menjawab dan malah melingkarkan lengannya pada pinggang Xu Qin, barulah dirinya menjawab pertanyaan dari Xu Qin barusan.

"Biarlah seperti ini...sekarang mana berkas yang kau katakan aku mau melihatnya" jawab Sean.

Xu Qin kemudian memberikan berkas ditangannya pada Sean, dan hanya diam saja selagi Sean membaca dan memeriksa berkas ditangannya.

Xu Qin tidak dapat dipungkiri merasakan perasaan yang membuncah dihatinya seakan bahagia dan berbunga-bunga, namun dirinya tahan.

Xu Qin dapat merasakan aroma tubuh Sean yang menggoda dirinya, bahkan aroma parfum yang wangi seakan menyatu sempurna dengan aroma tubuh Sean.

Membuat Xu Qin merasa nyaman dan betah dalam posisi seperti sekarang ini, sampai-sampai terus menatap kearah wajah Sean dengan tatapan yang seolah mengundang sang serigala yang lapar untuk memakan domba cantik sepertinya.

Sean tahu bahwa Xu Qin menatap dirinya saat ini bahkan sedari tadi, namun masihlah dirinya biarkan saja dan masih fokus membaca dan memeriksa laporan pada berkas ditangannya.

Sampai selesai dengan memeriksa berkas ditangannya dapat dirinya simpulkan bahwa ada sebuah kesalahan pada laporan tersebut yang sepertinya janggal.

Namun itu dirinya urus nanti, karena dirinya ingin sedikit bermain dengan Xu Qin yang menggoda dipangkuannya.

Sean meletakan berkas ditangannya dia atas meja dan langsung setelah itu menyambar bibir Xu Qin dengan cukup rakus.

Xu Qin yang terkejut karena diserang begitu tiba-tiba, dirinya tidak dapat mengelak lagi dan hanya menikmati apa yang tengah terjadi.

Bahkan Xu Qin memberikan kesempatan pada Sean agar bisa menjamah bagian dalam mulutnya lebih dan lebih lagi.

Dengan cara membuka mulutnya, sehingga peluang tersebut tidaklah disia-siakan oleh Sean yang langsung memasukan lidahnya kedalam mulut Xu Qin.

Dan dirinya mulai menjamah setiap sudut dan setiap inci bagian terdalam mulut Xu Qin dengan rakus.

Karena tidak mendapatkan perlawanan membuat Sean lebih leluasa dan mudah untuk menjamah tubuh Xu Qin.

Bahkan Xu Qin sendiri memberikan sebuah balasan atas permainan yang dilakukan Sean pada dirinya.

Permainan panas antara keduanya terus berlanjut, sampai Sean mengakhirinya setelah puas bermain walau tidak sepenuhnya.

Sean tersenyum melihat wajah Xu Qin yang sudah merona merah dan pandangan matanya yang sayup.

Dengn lembut Sean mengelus pipi Xu Qin dan berkata "nikmat, dan gak boleh bagi ke orang lain"

"Ehm, aku milikmu Sean" jawab Xu Qin sambil menyenderkan kepalanya pada dada bidang milik Sean.

"Oh ya, laporan pada berkas yang kamu berikan tadi memang terdapat masalah dan sepertinya itu karena seseorang telah mencuri di perusahaanku" jawab Sean.

"Ehm, aku tahu itu makanya lapor padamu dengan segera" jawab Xu Qin.

"Kalau begitu, bisakah kamu panggilkan orangnya kemari?" pinta Sean.

"Gak mau, aku sudah nyaman begini" jawab Xu Qin.

"Baiklah, aku akan suruh orang lain saja panggilkan orangnya kemari" jawab Sean smbil menelpon seseorang melalui telpon kantor untuk menyuruhnya memanggilkan orang yang diinginkan agar datang ke kantornya.

Setelah selesai menelpon, Sean memberikan kissmark pada leher putih milik Xu Qin sehingga meninggalkan bekas disana.

Tapi segera kegiatan panas yang hendak terjadi kembali terhenti, karena kali ini Sean menyadari ada derap langkah kaki yang mendekat menuju ruangan kantornya.

Mala dari itu dirinya menghentikan kegiatan itu kembali dengan terpaksa.

Sampai tidak lama pintu terbuka dan menampilkan Xu Xiao bersama dengan seorang pria berperut buncit dan kepala dengan rambut tipis.

"Tu-" ucapan Xu Xiao terhenti saat melihat anaknya sendiri kini duduk nyaman dalam pangkuan sang bos.

Dirinya bukanlah orang bodoh sehingga setidaknya tahu apa yang terjadi sini antara bos dan anaknya.

Namun segera dirinya tidak lanjutkan masalah ini asalkan tidak ada masalah yang tidak perlu.

"Paman bawa orang itu kemari" perintah Sean.

Pria berperut buncit itu segera berjalan kehadapan Sean dan berdiri tepat dihadapan Sean.

"Sistem gunakan Apprisial pada pria dengan perut buncit ini" pinta Sean pada sistemnya.

{Nama : Song}

{Usia : 35}

{Status : Berkeluarga}

{Sifat : Pemboros,Licik,Pemarah,Penipu}

{Penampilan : 65}

{Kekuatan : 30}

{Hubungan : -10%}

"Heh, ternyata sampah" gumam Sean salam hati begitu melihat status yang dimiliki oleh Song.

Tatapan mata Sean berubah tajam dan dingin menatap kearah pria bernama Song dihadapan nya ini.

"Kau pasti sudah tahu kesalahan yang kau lakukan bukan?" tanya Sean dingin.

Bruk!

Pri bernama Song itu langsung bersujud dihadapan Sean dan memohon ampunan sambil menangis memohon ampunan dari Sean berharap bisa lolos dari masalah kali ini yang dirinya sebabkan dan perbuat di perusahaan.

Namun tidak semudah itu, Sean sudah menyiapkan hukuman yang pas untuk pria bernama Song itu.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Ferdy Palit

Ferdy Palit

dibohongi pinjol terus

2025-03-08

1

pembaca gabut

pembaca gabut

wtf apa sih 🗿

2025-02-03

1

Abbie Jard

Abbie Jard

MC nya munafik sok na'if banget.apa memang MC nya suka sesama jenis🤣🤣

2024-07-30

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!