Pulang dari kediaman keluarga Xu, Sean berkendara menuju Villa miliknya.
Sean yang baru saja sampai dan tengah duduk di sofa memikirkan sebuah ide menarik lainnya yang menurutnya bisa digunakan untuk mengisi waktu luang selama disini.
Sekaligus juga bisa menjadi sebuah tujuan yang bagus jika dilakukan sekarang.
"Sistem apakah aku bisa meminta pasukan lagi seperti sebelumnya?"
{Anda bisa meminta hal apapun yang tidak melanggar regulasi sistem selama masih memiliki Layanan Sistem}
Senyuman terbit dari wajah tampan Sean.
"Berikan aku pasukan sistem"
{Layanan diberikan}
Dihadapan Sean muncul sepuluh orang pria dengan penampilan tampan dan mengenakan setelan blazer.
Mereka menyapa hormat Sean sebagai tuan mereka.
"Salam hormat, tuan"
"Baiklah, perkenalkan nama kalian" pinta Sean.
Selesai mereka semua memperkenalkan nama mereka masing-masing, Sean berniat mengganti nama mereka menjadi codename.
"Aku akan panggil kalian dengan nama panggilan yang kuberikan"
Lalu Sean mulai menamai mereka satu persatu dengan nama panggil yang diawali dari No.1 sampai dengan No.10.
Dan itu diurutkan dari yang terkuat sampai dengan yang terlemah diantara mereka bersepuluh, selesai dengan urusan nama kemudian Sean mulai menjalankan rencana barunya.
"Kita akan menyerang kekuatan bawah tanah kota SS ini, dan menguasai nya"
"Baik!"
"Tugas pertama, kalian menyebar dan selidiki seluruh hal tentang dunia bawah kota ini serta cari informasi mengenai mereka sebanyak mungkin yang bisa kalian dapatkan. Tapi ingat, jangan buat keributan" jelas Sean.
"Baik"
Setelah itu mereka pergi meninggalkan kediaman Sean, dan mulai menyebar sesuai perintah yang diberikan sang tuan.
{Progres penguasaan kota SS 0%}
"Sistem ada hadiahnya lagi bukan?"
{Benar}
... -----...
Hari sudah berganti.
Selepas bangun dan bersiap, Sean pergi menuju rumah Ji Luoxue untuk membawanya jalan-jalan.
Saat ini Sean sudah berada di hadapan pintu rumah keluarga Ji.
Setelah menekan bell pintu, tidak lama pintu dibuka dan memperlihatkan sosok ART yang bekerja di kediaman keluarga Ji.
"Tuan muda Sean, selamat datang" sambut pelayan tersebut.
"Pagi bi, apakah Luoxue ada?" tanya Sean.
"Nona ada, silahkan masuk tuan muda" jawab ART tersebut mempersilahkan Sean masuk.
Sean masuk dan disambut oleh sosok Ji Nan sang kakak Luoxue.
"Sean, kau disini?" tanya Ji Nan.
"Benar kak, aku ingin mengajak keluar Luoxue" jawab Sean.
"Kalau begitu naik saja ke lantai atas, dan cari kamar yang pada bagian pintunya bertuliskan Ji Luoxue nah bangunkanlah dia lalu kalian turun dan kita akan makan bersama" ucap Ji Nan.
"Baik kak, kalau begitu aku naik keatas dulu" jawab Sean.
Sean pergi ke lantai atas menuju kamar Luoxue, sementara Ji Nan pergi menuju ruangan makan bergabung dengan ayah dan ibu serta kakeknya yang sudah menunggu disana untuk memulai kegiatan sarapan pagi bersama.
Sementara Sean yang sudah berada didepan kamar Luoxue mulai mengetuk pintu.
Namun setelah tiga kali mengetuk tidak kunjung ada balasan dari dalam.
Sean membuka pintu dan mendapati kamar kosong, namun terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.
Akhirnya Sean masuk kedalam kamar, dan menutup pintu. Dirinya duduk di tepi ranjang tempat tidur sambil bermain ponsel untuk menunggu Luoxue.
Baru saja menunggu sejenak, pintu kamar mandi terbuka dan menampakan Luoxue yang keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah dan badan hanya tertutup handuk putih saja. Ditambah harum yang menggoda.
Luoxue yang baru keluar dari dalam kamar mandi begitu terkejut mendapati sang kekasih ada didalam kamarnya pagi-pagi begini.
Namun malah timbul sebuah perasaan lain dihatinya yang menggambarkan kesenangan tersendiri.
"Sayang, kamu disini" ucap Luoxue sambil mendekati Sean yang duduk ditepi ranjang.
"Segera berpakaian dan kita segera turun untuk sarapan bersama, barulah setelah itu kita jalan" ucap Sean.
"Yang benar!! Apakah kita akan jalan-jalan hari ini?" tanya Luoxue semangat.
"Benar, segera berpakaian" jawab Sean.
Luoxue segera berpakaian dan seolah tidak peduli dengan kehadiran dari Sean didalam kamar, Sean sendiri tidak melirik kearah Luoxue yang sedang berpakaian.
... -------...
Saat ini Luoxue dengan Sean sedang makan bersama dengan keluarga seluruh keluarga Luoxue.
Selesai makan, Sean meminta izin untuk mengajak Luoxue jalan-jalan.
Setelah dapat izin mereka pergi bersama.
Sean saat ini tengah dalam perjalanan menuju mall bersama dengan Luoxue.
"Sayang, boleh beli apapun kan?" tanya Luoxue.
"Gak boleh" jawab Sean bercanda dengan Luoxue.
"Ih!! Kamu pelit" teriak Luoxue dengan kesal dan berakhir dengan cemberut.
Sean yang kebetulan menghentikan mobilnya dilampu merah, kemudian mendekati Luoxue dan mengecup bibirnya sekilas.
"Bercanda sayang, kamu boleh kok kalau mau beli apapun di mall nantinya" ucap Sean.
"Serius?" tanya Luoxue dengan tatapan menilisik kearah Sean dengan serius.
"Iya" jawab Sean sambil tersenyum dan mencium bibir Luoxue.
Kembali Luoxue tersenyum senang dan penuh kebahagiaan.
Setelah sampai di mall, akhirnya Luoxue dengan semangat menarik lengan Sean kesana kemari didalam mall. Mereka keluar masuk banyak toko-toko dalam mall.
Sampai-sampai dari yang berangkat tidak bawa apa-apa, akhirnya pada saat hendak pulang mereka membawa banyak tas yang ditenteng oleh mereka masing-masing.
"Say-" ucapan Luoxue yang hendak mengucapkan sesuatu terhenti, karena dia terkejut ketika sebuah ledakan terdengar dari lantai atas dan menimbulkan getaran.
Boom!
Luoxue dengan reflek memeluk tubuh Sean, segera Sean merasakan bahwa ada yang tidak beres disini.
Jadi dirinya membawa Luoxue pergi dari dalam mall dengan segera, tapi sayang terlihat di lantai satu ada beberapa orang bersenjata yang tersebar dan mulai mengancam para pengunjung serta pegawai mall.
Orang-orang bersenjata tersebut juga ada di lantai dua dan tiga mall.
Sehingga tidak dipungkiri lagi bahwa semua area dalam mall sudah dikepung oleh kelompok tersebut.
Luoxue merasakan ketakutan, dan hanya bisa memeluk tubuh Sean dengan kuat saking takutnya.
"Sean, takut" ucap Luoxue.
"Sstt, tenanglah ada aku disini" jawab Sean mencoba menenangkan Luoxue.
Tiba-tiba ada dua orang pasukan miliknya yang baru didapatkan kemarin melalui layanan sistem datang mendekati dirinya.
"Tuan, anda baik-baik saja?" tanya No.8
Sean melirik kearah No.8 dan juga No.9 yang ada dihadapan dirinya.
"Kalian disini, baguslah" jawab Sean.
"Mereka adalah komplotan yang berjuluk Sabit Merah, dan mereka spesialis dalam hal perampokan tuan di kota SS ini" jelas No.9 mengenai orang-orang bersenjata teraebut yang tengah membuat kekacauan di dalam mall.
"Sean, mereka siapa?" tanya Luoxue.
"Mereka orang-orangku, jadi tenanglah" ucap Sean menjelaskan.
"Biarkan kami yang mengurus mereka tuan, kami pastikan akan selesai dengan cepat tanpa ada korban jiwa" ucap No.9 menerangkan.
"Kalau begitu, No.8 urus lantai satu dan No.9 urus lanta tiga" perintah Sean.
"Jangan bilang anda akan mengurus sendiri orang-orang di lantai dua ini tuan?" tanya No.9 menebak.
"Benar, dan tidak ada bantahan" ucap Sean.
No.8 dan No.9 saling melirik sebelum menganggukan kepala mereka secara bersamaan.
"Kalau begitu, tuan harus berhati-hati" ucap No.8.
"Kalian juga" jawab Sean.
Mereka berpisah, dan Sean sendiri membawa Luoxue menuju sebuah toilet umum wanita disana.
"Kamu diem dulu disini dan tunggu aku kembali, selain aku yang datang memanggilmu jangan buka pintu untuk orang lain, paham?" pesan Sean.
"Baiklah, kamu hati-hati" jawab Luoxue.
Luoxue kemudian masuk kedalam kamar mandi umum wanita dan mengunci pintu.
Sean menyerahkan semua barang belanjaan pada Luoxue sehingga bisa bebas bergerak dalam menghadapi para pencuri.
Dengan kemampuan Raja Pembunuh miliknya, Sean dapat menilai situasi dengan tenang dan tepat secara akurat memastikan posisi musuh berada dimana.
Menurut pengamatan dan perhitungannya, ada sekitar 15 orang di lantai dua.
Dimana letak mereka menyebar secara kelompok kecil yang beranggotakan 2 orang dengan senjata Assault Riffle pada masing-masing mereka.
Dua orang yang paling dekat dengan posisi dirinya saat ini dalam perjalan menuju kearahnya, kemungkinan mereka akan mengecek bagian toilet.
Dengan tenang, Sean meunggu kedatangan mereka dan begitu muncul langsung dirinya serang dengan pukulan mematikan yang bisa menumbangkan mereka dalam sekali serangan.
Satu orang yang datang lebih dulu kehadapan Sean langsung diberi pukulan kuat pada bagian punggung.
Sedangkan temannya yang satu lagi merasakan keheranan saat temannya yang hendak mengecek toilet belum kembali.
Jadi datang menyusul, namun sama seperti rekannya barusan dimana orang tersebut diberikan sambutan dengan berupa pukulan kuat pada bagian punggung dari belakang oleh Sean yang bermain pintar.
Setelah dua beres, dengan pergerakan yang tidak diketahui oleh lawan.
Sean berhasil menghampiri satu orang musuh yang tengah menjaga sandera didekat toko sepatu dan dengan satu serangan dapat dilupmuhkan juga.
Satu beres kembali Sean bergerak dan menghampiri satu orang musuh terdekat lagi yang berada di dekat toko pakain.
Lagi dan lagi musuh yang ada ditumbangkan dalam sekali pukulan oleh Sean, begitupun dengan sisanya yang dapat dilumpuhkan dengan cepat.
Selesai semua musuh-musuh di lantai dua ditumbangkan, Sean menghampiri Luoxue yang berada di toilet dan membawanya keluar dari sana.
Kemudian Saat melihat situasi kembali, nampaknya sudah dikenadalikan oleh para kepolisian yang memang sudah bersiaga diluar mall sebelumnya.
Lalu datang juga No.8 dan No.9 melapor pada dirinya.
"Tuan anda tidak terluka bukan?" tanya No. 8 menanyakan kabar Sean.
"Aku baik-baik saja, kalian sendiri bagaimana?" tanya Sean.
"Kami tidak apa-apa, dan tanpa luka tuan" jawab No.9 menjelaskan.
"Baiklah, sepertinya semua sudah terkendali dan sudah waktunya kita pergi" jawab Sean.
No.8 dan No.9 mengangguk paham, kemudian mereka berempat pergi dari sana dengan segera tanpa ada gangguan apapun.
Sean sendiri sekarang mengirim Luoxue pulang kerumah, dan seperti biasanya Luoxue makin manja pada dirinya dari hari ke hari.
Bahkan seperti sekarang yang mana Luoxue memaksa dirinya untuk tinggal menemaninya dirumah sampai malam hari.
Akhirnya Sean memutuskan untuk menginap dirumah Luoxue saja sampai ketika besok pagi baru akan pulang kerumah.
Bersambung......
Note : Maaf kalau misalkan updatenya gak tentu, karena author harus bagi waktu dengan kegiatan sekolah.
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mc kurang kuat
2023-02-06
5
Ken arok
baru kali ini saya dengar perampokan di mall, biasanya di bank maupun di toko perhiasan
2022-09-29
6
muhadsa
percuma saja sistem naik level bisa minta 5 permintaan tiap hari,tapi mcnya gak pernah minta sampai permintaan habis..terus kalau ada permintaan,paling yang diminta hal hal sepeleh seperti minta obat penawar..hhh..harusnya minta supaya mcnya bisa OP atau minta perusahaan lagi,biar tambah keren dan tambah kaya..
2022-06-23
7