Sean sudah berada di villa mewahnya yang ada di kota SS, tentu saja bersama dengan Queen yang sedari tadi mengikuti dirinya dengan patuh.
Sean duduk di sofa empuk sambil menghadap kearah Queen yang setia menemaninya.
"Duduklah disini" ucap Sean sambil menepuk sofa disamping dirinya.
"Baik" jawab Queen.
Setelah Queen duduk disampingnya, Sean bertanya "siapa nama aslimu?"
"Ji Luoxue" jawabnya.
"Cantik, apakah seperti orangnya?" ucap Sean sambil mencoba melepas masker di wajah Luoxue.
Tidak ada penolakan dari Luoxue, sehingga Sean berhasil melepas masker pada wajahnya sehingga menampakan wajah cantik dengan penampilan 90 point.
"Wah....sungguh cantik" ucap Sean.
"....." Luoxue.
"Baiklah, pergi mandi dan ganti pakaian mu" ucap Sean sambil beranjak berdiri menuju kamarnya di lantai atas.
Saat berjalan ditangga, Sean berhenti dan kembali berbalik badan untuk berkata "oh ya, kau akan menempati kamar di lantai dua tepat disamping kamar yang paling besar milik diriku"
"Baik tuan" jawab Luoxue dibelakang Sean.
Mereka kemudian masuk kedalam kamar masing-masing, hingga selesai mereka bersih-bersih masing-masing mereka berkumpul di ruang makan.
"Kau bisa masak?" tanya Sean.
"Saya bisa tuan" jawab Luoxue.
"Ada banyak bahan makanan disini, jadi buatlah masakan enak untuk kita berdua" ucap Sean.
"Baik" jawab Luoxue.
Sean hanya diam saja memperhatikan kegiatan memasak yang dilakukan oleh Luoxue yang terlihat begitu cekatan dan mahir seperti sudah terbiasa melakukan kegiatan tersebut setiap harinya.
15 menit kemudian.....
Makanan sudah tersaji diatas meja dengan begitu menggoda selera makan keduanya.
"Baiklah, duduk dan kita makan bersama" ucap Sean.
Terlihat Luoxue begitu ragu dengan sikap apa yang harus dirinya ambil.
"Duduklah, setelah ini kita perlu bicara" jawab Sean.
"Baik" jawab Luoxue.
Mereka makan bersama-sama dengan tenang, yang terdengar hanyalan bunyi dentingan sendok dan garpu saat sedang makan.
Sampai selesai makan, mereka berdua duduk bersama di sofa kembali yang ada di ruang tengah.
"Kau tinggal dimana, dan dengan siapa?" tanya Sean.
"Izinkan saya menceritakan semua tentang saya pada anda agar semua bisa jelas...." ucap Luoxue.
"Baiklah, itu lebih baik" jawab Sean santai.
"Saya berasal dari salah satu keluarga teratas di kota SS ini, lebih tepatnya keluarga Ji. Saya anak kedua dari kepala keluarga Ji saat ini" ucap Ji Luoxue.
"Woah....apakah aku dalam masalah sekarang? Karena bisa saja keluargamu menganggap diriku telah menawan dirimu?" ucap Sean bermonolog.
Ji Luoxue tersenyum dan berkata "saya akan menjami itu tidak akan terjadi, apalagi kita sudah berada dalam kesepakatan kontrak"
"Syukurlah...." ucap Sean.
"Balapan jalanan adalah salah satu kesenangan yang saya lakukan saat bosan, dan jujur ini adalah kekalahan pertama bagi saya dalam balapan jalanan" jelas Luoxue.
"Begitu...." ucap Sean.
"Aku saat ini bekerja di perusahaan ayahku sendiri sebagai sekertaris kakakku sendiri yang menjabat sebagai direktur" ucap Ji Luoxue.
Sean kemudian mengambil surat kontrak yang ada ditangannya dan sedetik kemudian menyobek-nyobek kertas tersebut.
Melihat hal tersebut membuat Luoxue bingung "Kenapa?"
"Yah....anggap saja ini permintaan dariku agar kita bisa menjalin hubungan pertemanan yang baik kedepannya, bisakan?" tanya Sean.
"Apakah kau yakin, bagaimana jika setelah ini aku malah pergi begitu saja dan melaporkan dirimu pada kakaku dan keluargaku atas semua yang aku rasa merugikan diriku?" tanya Luoxue.
"Itu terserah padamu, yang pasti aku merasa tidak pernah melakukan hal kejam dan jahat padamu saat membawa dirimu kemari dari tempat balapan sebelumnya" ucap Sean.
"....." Luoxue tidak berkata apapun selain memasang senyum tipis di wajahnya, dan bergumam dalam hati 'menarik'
"Jadi bagaimana?" tanya Sean.
Luoxue mendekat kearah Sean dan mengulurkan lengannya dengan tangan terbuka sebagai sebuah tanda.
"Berikan ponselmu" ucap Luoxue.
Tanpa basa basi, Sean memberikan ponselnya pada Luoxue.
Sesaat kemudian Luoxue menambahkan nomor ponsel pribadi miliknya pada ponsel milik Sean, sebelum mengembalikan kembali ponsel tersebut pada pemiliknya.
"Itu nomorku, simpanlah dan aku setuju untuk berteman denganmu yang terlihat menarik" jawab Luoxue.
"Baiklah, sudah malam dan waktunya istirahat" ucap Sean sampai naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarnya.
Namun Sean tidak menyangka bahwa Luoxue malah ikut masuk kedalam kamarnya dan itu membuat dirinya benar-benar terkejut.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sean bingung.
"Ehm....entahlah" jawab Luoxue sambil naik keatas tempat tidur dan berbaring diatas kasur dengan nyaman.
Sean menutup pintu dan mendekat kearah tempat tidur sambil bertanya kembali "kenapa malah berbaring disini?"
Luoxue melihat kearah Sean dan menjawab "tidur"
"Kan sudah kubilang bahwa kamarmu disebelah" jawab Sean.
"Apakah kau tidak mau tidur dengan wanita cantik seperti diriku ini?" tanya Luoxue dengan senyuman menggoda diwajahnya.
Sean memang mengakui kecantikan dan penampilan dari Luoxue, apalagi saat ini Luoxue mengenakan pakaian lingerie warna merah marron yang entah kenapa bisa ada dirumahnya.
Namun Sean tidak mau memikirkan hal tersebut lebih jauh lagi, jadi dirinya hanya ikut berbaring diatas kasur dengan santai dan mulai menutup mata untuk tidur.
Luoxue memasang senyuman diwajahnya, dan mulai menempelkan badannya pada badan Sean.
"Apa yang coba kau lakukan?" tanya Sean masih menutup matanya.
"Entahlah~" bisik Luoxue di telinga Sean dengan menggoda.
"Jangan berlebihan jika tidak mau menanggung akibatnya" ucap Sean masih menutup matanya.
Luoxue memasang senyuman diwajahnya dan sedetik kemudian merebahkan kepalanya diatas dada bidang milik Sean dan memeluk tubuh sempurna itu.
"Selamat malam" ucap Luoxue.
"Selamat malam" jawab Sean.
Mereka akhirnya tertidur dengan pulas tanpa ada kegiatan berlebihan apapun lainnya selain tidur saja.
...-******-...
Keesokan harinya.
Sean dengan Ji Luoxue tengah sarapan pagi bersama, dan seperti semalam saat makan tidak ada pembicaraan yang terjadi diantara keduanya.
Selesai makan.
"Luoxue" panggil Sean pada Luoxue saat selesai cuci piring dan baru saja duduk di samping dirinya sambil menyandarkan kepalanya pada bahunya.
"Kenapa?" tanya Luoxue.
"Mau jalan-jalan?" tanya Sean.
Seketika mata Ji Luoxue bersinar cerah dan dengam semangat menjawab "benarkah?!"
Sean hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban atas perkataan dari Luoxue.
"Kalau begitu ayo pergi sekarang!" seru Luoxue semangat sekali sambil menarik lengan Sean untuk segera berdiri dan bergerak.
Sean kemudian mengikuti langkah tarikan Luoxue menuju keluar rumah sampai didepan.
"Kita pakai mobilku saja" ucap Sean.
"Baiklah" jawab Luoxue.
Sean yang sudah hendak masuk kedalam mobil tidak jadi saat melihat Luoxue tidak masuk kedalam mobil.
"Ada apa? Kenapa tidak segera masuk kedalam" tanya Sean.
"Gak peka!" ucap Luoxue.
Sean paham apa yang diinginkan oleh Luoxue dan segera pergi memutar kesamping mobil lainnya.
Lalu membukakan pintu mobil untuk Luoxue.
"Silahkan" ucap Sean.
Seketika Luoxue memasang senyuman indah yang mengembang di wajahnya, dan berkata "terimakasih" sebelum masuk kedalam mobil.
Begitu Luoxue masuk kedalam mobil, Sean segera menutup pintu dan barulah giliran dirinya yang masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
"Jadi kita mau kemana?" tanya Luoxue.
"Bagaimana kalau Mall, setahu diriku wanita paling suka pergi ke Mall. Apa itu benar?" tanya Sean.
"Benarkah?!" kembali mata Luoxue berbinar-binar sekali begitu mendengar perkataan dari Sean barusan.
"Iya, benar" jawab Sean sambil mengelus kepala Luoxue dengan lembut dan penuh perhatian.
Wajah Luoxue sedikit merona merah, dan dirinya harus dengan terpaksa menundukan kepalanya agar bisa menyembunyikan wajah meronanya dari Sean.
"Bagaimana, apakah mau?" tanya Sean.
"I-ya" jawab Luoxue.
Sean tersenyum sebelum akhirnya pergi dari rumah menggunakan Bugatti Centodieci miliknya menuju Mall.
Selama diperjalanan Luoxue sudah kembali bersikap normal dan mulai mengobrol dengan biasa dengan Sean.
Yang membuat perjalanan mereka begitu tidak terasa sudah sampai di Mall.
Setelah masuk kedalam Mall sambil bergandengan tangan sesuai permintaan dari Luoxue yang merengek pada Sean untuk berjalan masuk sambil bergandengan tangan.
Mereka sekarang ini tengah keluar masuk toko-toko yang ada didalam Mall, mereka terlihat membeli banyak sekali pakaian dan barang-barang lainnya.
Tengah Hari.
Sean dengan Luoxue yang sudah selesai berbelanja dan juga menonton film di bioskop, sekarang mereka tengah makan bersama di salah satu tempat makan yang ada didalam Mall tersebut.
"Jadi, apakah kau puas?" tanya Sean.
"Sangat puas, apalagi serasa punya pacar tampan dan sempurna jika berjalan ke Mall seperti ini bersama denganmu" ucap Luoxue.
Sean hanya memasang senyuman saja mendengar ucapan dari Luoxue barusan.
"Oh ya, apakah kau sudah kabari keluargamu?" tanya Sean.
"Ah! Aku lupa" ucap Luoxue.
"Haish.....segera kabari mereka sekarang, aku tidak mau saja sampai ada kesalahpahaman diantara keluargamu dan aku nanti kedepannya" ucap Sean.
"Baiklah, aku telpon ayahku sekarang juga" ucap Luoxue sambil mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan telpon.
Namun, saat melakukan panggilan telpon malah ada suara yang begitu dikenal oleh Luoxue memanggil namanya dari arah belakang.
"Ji Luoxue!"
Suara itu suara berat seorang laki-laki, dan dari nada suaranya terdengar seperti sedang marah ataupun kesal.
Luoxue mematikan panggilan telpon, dan berkata "habislah!"
Sean yang duduk disebrang Luoxue dapat melihat siapa yang barusan memanggil nama Luoxue.
Dan dapat Sean lihat bahwa itu adalah seorang pria dengan usia kira-kira 2 tahun lebih tua dari Luoxue.
"Apakah itu....kakakmu?" tanya Sean.
"Sepertinya begitu, biarkan aku yang menjelaskan semua ini pada kakakku" ucap Luoxue.
"...." Sean hanya diam saja tanpa ada tanggapan.
Sedangkan pria yang tadi memanggil nama Luoxue kini sudah berada tepat dibelakang Luoxue dengan posisi berdiri memasang wajah garang.
Luoxue berbalik badan dan benar saja mendapati sosok sang kakak dibelakang dihadapannya.
"Kak, duduklah dulu biar aku jelaskan semuanya" ucap Luoxue.
"Tidak perlu, dan kita bicara dirumah saja" ucap kakak dari Louxue.
"Huft....baiklah, beri aku waktu sebentar untuk mengobrol dengan temanku kak" ucap Luoxue.
"Baiklah, 2 menit" ucap kakak Luoxue.
Luoxue mengangguk paham dan berkata terimakasih pada sang kakak sebelum akhirnya berbalik badan dan mengobrol dengan Sean.
"Aku harus pergi sekarang, dan mobilku aka ada yang mengambilnya. Sekaligus aku ucapkan terimakasih atas semua kesenangan yang terjadi diantara kita sebelumnya hari ini, aku pergi dan jaga dirimu baik-baik" ucap Luoxue sebelum berdiri pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari Sean.
"Baiklah" jawab Sean singkat.
Luoxue dan orang-orang yang dibawa sang kakak telah pergi dari sana duluan, sedangkan sosok kakak dari Luoxue masih disana sana dan menatap kearah Sean dengan intens sebelum berkata sesuatu.
"Jauhi adikku!"
Selesai berkata demikian, kakak Luoxue tersebut pergi dari sana mengejar rombongan orang-orangnya.
Sean sendiri ikut pergi dari sana setelah membayar bill, dan dirinya sekarang sudah berada didalam mobil yang dikemudikan untuk pergi dari Mall dengan tujuan entah mau kemana.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
kwon dae
APAAN DAH, GAJELAS
2024-10-19
1
dia lupa layanan sistem hari baru. bodoh
2024-09-27
0
Mas Jono
aku seperti melihat kucing bodoh yang tidak tertarik melihat ikan,,,🤪😜
2024-08-23
0