Eps. 15

Hari sudah berganti.

Baru saja dirinya bagun sudab dikagetkan oleh sistem.

{Selamat pagi}

Sean yang terkejut akibat ulah sistem segera meraung marah "kau ini bikin kaget saja"

{Sistem hanya ingin memberikan anda informasi}

"Apa itu?"

{Progres persentase penguasaan kota M sudah 100%}

Sesaat Sean terdiam mendengar pemberitahuan dari sistem miliknya, sebelum terbit senyuman bahagia diwajahnya.

"Apakah ini sungguhan sistem? Kau tidak sedang mempermainkan diriku atau semacamnya bukan" tanya Sean memastikan.

{Data 100% Asli}

"Hahahah, akhirnya akulah sang penguasa kota M"

{Apakah anda ingin membuka kartu hadiah?}

"Eh, benar juga kau bilang akan ada hadiah waktu itu jika aku sudah bisa secara 100% menguasai kota M ini"

"Segera buka kartu hadiah"

{Selamat limit pada Layanan Sistem telah ditingkatkan menjadi 5/ hari}

{Selamat Layanan Sistem berhasil ditingkatkan}

"Apa! Layanan Sistem berhasil ditingkatkan?"

{Benar dan dengan ini ada keuntungan yang anda apatkan juga}

"Apa itu?"

{Selain limit layanan sistem yang meningkat 5/ hari}

{Sistem memiliki fitur baru yang dapat digunakan oleh anda sebagai pengguna Layanan Sistem secara gratis tanpa biaya dan batasan penggunaan}

"Apa fitur baru tersebut?"

{Apprisial}

{Berguna untuk memperlihatkan status milik orang lain dan memperlihatkan hubungan anda dengan orang tersebut}

"Wah fitur yang hebat, dan dengan fitur ini aku bisa mengetahui sifat orang tersebut juga bukan?"

{Benar}

"Aku harus mencobanya"

Sean segera mandi dan kemudian langsung berpakaian setelah selesai mandi.

Dan dengan perasaan bahagia dan semangat untuk mencoba fitur baru sistem, sekarang Sean pergi menuju taman komplek.

Saat sampai disana ada cukup ramai orang yang tengah melakukan berbagai aktifitas dari lari sampai dengan hanya sekedar bersantai saja di taman.

Sean berdiri di bawah salah satu pohon yang ada di taman komplek dan bersiap menggunak fitur baru dari sistemnya.

Sean menargetkan salah satu wanita yang tengah duduk di kursi taman seperti sedang istirahat sehabis olahraga pagi sampai meneguk air mineral pada botol yang ada di lengannya.

"Gunakan Apprisial pada wanita itu sistem"

Seketika muncul layar biru dihadapan Sean yang menampilkan status dari orang yang dimaksudkan oleh Sean.

{Nama : Gin}

{Usia : 23}

{Status : Single}

{Sifat : Ramah}

{Kecantikan : 82}

{Kekuatan : 29}

{Hubungan : 0%}

"Eh sistem, apakah hubungan disini adalah hubungan antara diriku dengannya?"

{Benar}

"Sungguh fitur yang hebat, kau memang yang terbaik sistem dalam hal kekuatan"

{Tentu}

Selepas merasa puas dengan uji coba fitur baru pada sistemnya, Sean sekarang ini memilih untuk pergi ke kantor.

Namun sebelum pergi menuju kantornya, Sean berganti pakaian terlebih dahulu dirumahnya. Barulah setelah itu dirinya pergi menuju kantor untuk menemui RV1S sampai dengan RV30S.

Karena Sean menempuh perjalanan dengan taxi, jadi butuh waktu agak lama sebelum akhirnya sampai di perusahaan.

Langsung Sean pergi menuju ruangan rapat, dan sebelum dirinya masuk kedalam ruangan rapat dirinya menyuruh Biluo memanggil anggota RV1S sampai dengan RV30S untuk berkumpul di ruangan rapat.

...-------------...

5 menit menunggu, akhirnya Sean dapat melihat semua orang yang diminta sudah berkumpul.

"Aku ingin tahu kemajuan dari tugas yang aku berikan pada kalian kemarin" ucap Sean bertanya seolah-olah pura-pura tidak mengetahui apa yang sudah terjadi.

Padahal dirinya sudah mendapatkan laporan dari sistem.

Tiga orang pemimpin dari masing-masing kelompok yang kemarin diberi tugas maju kedepan dan memberikan semua detail laporan pada Sean.

Setelah semua laporan diterima dan diperiksa, akhirnya Sean membuka suara.

"Kerja kalian sudah sangat bagus sekali dan aku sangat puas sekali, karena kalian sudah berhasil melakukan perintah dengan tingkat keberhasilan 100% maka akan kuberikan kalian masing-masing satu permohonan" jelas Sean.

Semua anggota RV1S sampai dengan RV30S nampak saling menatap satu sama lain, sebelum akhirnya RV1S membuka suara.

"Kami sudah sepakat sebelumnya ingin meminta sesuatu pada anda tuan" ucap RV1S.

"Apa itu? Selama aku bisa berikan apa yang kalian mau maka akan kuberikan" jawab Sean.

"Kami meminta izin untuk selalu menjadi kaki dan tangan anda tuan bahkan juga menjad telinga dan mata anda" jawab RV1S sambil membungkuk hormat dihadapan Sean yang diikuti anggota lainnya.

Sean tersenyum dan kemudian menjawab "aku terima permohonan kalian, dan aku harap kalian setia"

"Kami akan setia tuan" jawab mereka kompak.

"Nah kalau begitu silahkan lakukan pekerja biasa kalian di kantor ini, dan jika aku beri tugas maka datanglah" jawab Sean.

"Kalian boleh pergi sekarang" ucap Sean.

Setelah selesai dengan urusan tersebut, Sean kemudian pergi menuju ruangan kerjanya.

Namun siapa sangka bahwa didalam ruangan kerjanya kini ada Biluo yang nampak baru saja meletakan berkas-berkas di atas mejanya.

Dengan langakh perlahan tanpa gerakan berlebih, Sean berjalan mendekati Biluo dan memeluknya dari belakang.

Perbuatan yang dilakukan oleh Sea sukses membuat Biluo terkejut, karena dipeluk dari belakang secara tiba-tiba begitu.

Ketika akan berteriak dan memukul orang yang telah memeluknya dari belakang tersebut, suara yang familiar dirinya dengar.

"Sedang apa hm?" tanya Sean.

Amarah Biluo yang memuncak langsung menghilang sekejap mata, digantikan dengan perasaan gugup dan malu-malu.

"Tu-an muda, anda disini?" tanya Biluo gugup.

Sean tidak langsung menjawab, dan malah membalikan tubuh Biluo hingga menatapnya.

"Sedang apa hm?" tanya Sean.

"S-aya tadinya ingin menyampaikan berkas yang harus anda tanda tangani, namun karena anda tidak ada jadi saya taruh saja di meja" jawab Biluo.

"Apa saja kegiatanku hari ini?" tanya Sean.

"Anda tidak memiliki agenda hari ini, karena anda megalihkan semua urusan pada saya dan asisten anda sebelumnya jadi anda tidak memikiki tugas apapun selain pemantauan dan menandatangani berkas" jawab Biluo menjelaskan.

"Apakah kamu sibuk?" tanya Sean.

"Tidak terlalu tuan" jawab Biluo.

Sean mengecup bibir Biluo sekilas, dan kemudian pergi duduk di kursi kerjanya.

Biluo sendiri wajanya merona merah dan merasa malu sekali dengan apa yang terjadi barusan.

Sementara Sean hanya cuek saja dan melakukan tugasnya untuk memeriksa laporan pada berkas-berkas yang ada dan menandatanginya.

Setelah selesai, Sean menatap kearah Biluo yang berdiri disamping dirinya.

"Sistem gunakan Apprisial pada Biluo" ucap Sean pada sistemnya.

{Nama : Biluo}

{Usia : 22}

{Status : Tunangan He Gonzi}

{Sifat : Licik}

{Kecantikan : 89}

{Kekuatan : 35}

{Hubungan : -25%}

"Eh sistem kenapa poin hubungannya -25% antara diriku dan Biluo?" tanya Sean keheranan.

{Jika poin memiliki awalan minus maka itu berarti orang tersebut memiliki niat jahat pada anda}

"Fungsi Apprisial ini menyelamatkan diriku kali ini" ucap Sean dalam hati.

Lalu pandangannya kembali fokus pada Biluo yang memang merupakan musuh dalam selimut didekatnya.

"Biluo" panggil Sean.

"I-ya tuan" jawabnya.

"Duduklah dipangkuanku" pinta Sean.

Biluo sejenak terdiam sebelum akhirnya dengan perlahan naik keatas pangkuan Sean yang sedang duduk di kursi kerjanya sekarang.

Biluo mengalungkan lengannya pada leher Sean, sedangkan Sean sendiri melingkarkan lengannya pada pinggang Biluo.

Sean menatap mata Biluo dengan serius sebelum bertanya "apakah kamu punya pacar?"

"Ti-dak tuan" jawab Biluo yang berbohong sambil menggelengkan kepalanya.

Sean tersenyum dan kemudian berkata ditelinga Biluo "kalau begitu siapa He Gongzi bagimu?"

Biluo begitu terkejut dan belum sempat dirinya bertindak namun sudah dibuat pingsan oleh Sean dengan memukul tengkuk lehernya.

Sehingga membuat Biluo kehilangan kesadarannya karena pingsan, Setelah itu Sean memanggil RV17S dan RV25S untuk datang keruangan kerjanya.

Setelah dipanggil tidak lama kedua orang yang diminta sudah tiba.

"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya mereka.

"Urus wanita ini, dan cari tahu siapa yang menyuruhnya masuk kemari dan apa tujuannya" perintah Sean.

"Baik" jawab mereka berdua.

Kemudian Biluo dibawa pergi oleh kedua bawahan Sean menuju entah kemana.

Sementara Sean duduk di sofa yang ada di ruangan kerjanya.

"Huft....aku lebih baik pergi menemui Luoxue saja"

Baru saja dirinya berdiri, sebuah panggilan masuk didapatkan oleh Sean dalam ponselnya.

Disana tertera nama Liu.

"Halo" jawab Sean.

"Halo Sean, apakah kita bisa bertemu?" tanya Liu.

"Boleh, kau kirimkan lokasinya dan aku akan datang kesana" jawab Sean.

"Baiklah, lokasinya dirumahku dan akan kukirimkan nanti lokasinya" jawab Liu.

"Baiklah, sampai jumpa nanti" jawab Sean.

Setelah sambungan telpon dimatikan, Sean segera pergi keluar dan dengan menggunakan mobil milik perusahaan Sean segera pergi berkendara menuju alamat rumah yang dikirimkan oleh Liu.

... ----------...

Setelah 15 menit perjalanan.

Sean sudah tiba dikediaman Liu, dan kemudian langsung menekan bell rumah.

Setelah sesaat menunggu ada Liu yang membukakan pintu rumah.

"Hai" sapa Sean.

"Akhirnya kamu datang" ucap Liu senang sampai memeluk Sean.

"He-y Liu kenapa tiba-tiba kau memeluku?" tanya Sean.

Liu segera tersadar dengan tindakannya dan melepaskan pelukannya pada Sean.

"Maa-f aku terlalu bersemangat" jawab Liu.

"Tidak apa-apa" jawab Sean.

Liu kemudian membawa Sean masuk kedalam rumah dan baru saja hendak duduk di sofa, Liu malah menarik lengannya dan membawa dirinya naik kelantai dua dan masuk kedalam salah satu kamar yang sepertinya kamar Liu.

"Hei, kenapa kau membawa kemari?" tanya Sean heran.

Liu tidak menjawab dan kemudian mendorong tubuh Sean hingga terbaring diatas tempat tidur dan dengan posisi Liu yang berada diatas tubuh Sean.

"Aku ingin membalas kebaikan dirimu dengan tubuhku" ucap Liu.

"Apa?!"

"Kenapa kau berpikiran begitu Liu?" tanya Sean.

"Ini sudah kupikirkan baik-baik, dan kurasa aku memang tidak salah juga jika melakukan ini" ucap Liu sambil mencium bibir Sean.

Sean yang menerima serangan tiba-tiba begitu langsung menjauhkan tubuh Liu.

Dan dengan cepat Sean membalikan posisinya sehingga kini yang tertindih dibawah adalah Liu bukan Sean.

"Kamu gak usah berpikiran berlebihan begitu, aku membantumu dengan tidak mengharapkan imbalan apapun darimu" jawab Sean.

"Tapi, aku merasa sudah terlalu banyak hutangku padamu. Sehingga aku rasa ini bisa menghilangkan sedikit rasa hutang budiku padamu" jawab Liu.

Sean tersenyum dan berpindah posisi dengan duduk disamping Liu, Liu sendiri duduk dipangkuan Sean sekarang dan mengalungkan lengannya pada leher Sean.

"Kamu bisa dapatkan kebahagian dengan pria lain, jadi jagalah tubuhmu ini untuk pria itu" ucap Sean menjelaskan.

"Tap-" ucapan dari Liu segera dipotong oleh Sean.

"Kalau kamu ingin balas budi maka kamu bisa bekerja di perusahaanku, bagaimana?" tanya Sean.

"Baik jika itu bisa menebus hutang budiku padamu" jawab Liu.

"Baiklah kita hentikan ini sekarang ok?" pinta Sean.

"Baik" jawab Liu.

Akhirnya mereka berakhir dengan melakukan kegiatan makan bersama-sama.

Bersambung......

Jangan lupa kasih dukungan kalian.

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Ahmad Fauzi

Ahmad Fauzi

terlalu naif

2024-11-25

1

deni syahputra

deni syahputra

macam cerita anak SD Thor,cuma pegang tangan berfikir positif...ngak seru Thor ..

2024-09-14

0

Maz Shell

Maz Shell

naif

2024-05-10

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!