Sean saat ini sudah berada di parkiran umum tempat mobilnya berada.
Sean dapat menemukan mobilnya terparkir dengan rapih dan elok di bagian lantai 1 blok A.
Dengan langkah semangat dirinya berjalan menuju mobil mewah tersebut hingga tiba didepannya.
"Sungguh sangat mempesona"
Begitu tombol pada kunci ditekan, terdengar suara bunyi bip.
Sean langsung masuk kedalam mobil dan duduk dengan perasaan yang begitu tidak terbayangkan sebelumnya.
Namun baru saja sedang merasakan kesenangan, ada seorang wanita yang secara tiba-tiba masuk kedalam mobil miliknya dan duduk di kursi samping.
Belum sempat dirinya bereaksi, wanita tersebut memeluk dirinya sambil menyembunyikan wajahnya pada bagian dada dirinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sean.
"Kumohon tolong aku, ada orang yang berniat menculik diriku" mohon wanita tersebut sambil menatap kearah Sean.
"Memangnya siapa yang ingin menculik dirimu?" tanya Sean.
"Bisakah kita pergi terlebih dahulu dari sini, aku janji akan bercerita di jalan nanti" ucap wanita tersebut.
"Baiklah" jawab Sean sambil menghidupkan mobilnya dan mulai berkendara secara mulus dan nyaman.
Di tengah perjalanan.
"Jadi bisakah mulai ceritanya?" tanya Sean.
"Baiklah, kenalkan aku Yun Zi"
"Ada seorang tuan muda generasi kedua yang menyukai diriku, namun aku tidak menyukai dirinya. Sehingga terjadilah pemaksaan yang dirinya lakukan dengan segala cara agar diriku mau menerima dirinya"
"Tapi aku tetap tidak mau dan selalu berhasil selamat dari cengkraman tuan muda kezam itu, Sebelum akhirnya terjadilah kejadian tadi sewaktu aku mau mengambil mobilku di parkiran malah ada beberapa pengawal tuan muda itu yang berniat menangkap diriku"
"Makanya aku berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dari tangan mereka, sampai melihat dirimu yang masuk kedalam mobil ini dan aku ikut masuk sampai sekarang" jelas Yun Zi.
"Begitu.....aku kira kau adalah wanita tidak jelas yang asal masuk mobil orang kaya demi harta" ucap Sean mengemukakan pandangan dirinya pada wanita yang baru dirinya temui ini.
"Tentu saja bukan" jawab Yun Zi.
"Baiklah, sekarang kau mau aku antar kemana?" tanya Sean.
"Jika tidak keberatan tolong antarkan aku menuju RVS Huangzi" ucap Yun Zi.
Mendengar ucapan dari Yun Zi membuat Sean tersenyum, sebelum bertanya "kau bekerja disana?"
"Benar" jawab Yun Zi.
"Hebat sekali dirimu bisa sampai bekerja di tempat besar seperti itu, dan aku yakin kau bukan hanya hebat melainkan juga cerdas cermat" puji Sean tulus.
"Jujur saja aku memang cerdas dan cermat, sebab jika tidak begitu maka aku tidak akan bisa mencapai posisi yang aku miliki sekarang ini di perusahaan besar tersebut" jawab Yun Zi.
"Baiklah, aku akan antarkan dirimu sampai tempat tujuan dengan selamat" ucap Sean.
"Hm" jawab singkat Yun Zi.
Mereka berdua terus mengobrol sampai tidak terasa perjalanan berakhir ketika mobil sudah tiba di lokasi tujuan.
"Terimakasih Sean, sebelum aku pergi boleh aku minta nomor ponselmu?" tanya Yun Zi.
"Tentu, bisa bertukar nomor ponsel dengan wanita hebat dan cantik seperti dirimu sangat menguntungkan bagi pria biasa seperti diriku ini" jawab Sean.
Selesai bertukar nomor ponsel, mereka berpisah didepan gedung perusahaan tersebut.
Yun Zi masuk kedalam perusahaan, sedangkan Sean sendiri kembali berkendara di jalanan raya dengan tujuan entah kemana.
"Apakah aku harus mulai bekerja dengan serius dan mulai balas dendamku? Sepertinya memang begitu lebih menyenangkan....." ucap Sean.
... *----*...
Sean saat ini tengah berada di kota SS dan lebih tepatnya berada di rumah baru miliknya.
"Ini benar-benar tempat tinggal yang nyaman untuk orang seperti diriku, namun ini terlalu jauh dari perusahaanku. Apakah lebih baik aku minta Layanan Sistem untuk dapatkan perusahaan juga di tempat ini, Secara ini adalah Megapolitan nya negara ini" gumam Sean.
"Baiklah, itu bisa diputuskan esok hari saat Layanan Sistem sudah bisa kembali digunakan"
Merasa dirinya lapar, Sean segera pergi kedapur untuk mencari makanan.
Dan beruntung didalam lemari pendingun atau lemari es sudah terdapat bahan-bahan sayuran yang fresh, baik itu sayuran ataupun daging.
"Maka mari memasak"
Selesai mengeluarkan semua bahan yang diperlukan untuk memasak, dirinya memuli kegiatan masak dengan tenang dan damai.
Hingga setelah 15 menit berlalu, masakan sudah matang dan siap santap diatas meja makan dengan tampilan dan harum yang menggoda.
"Selamat makan"
... -...
Setelah puas makan sebelumnya, Sean sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian yang lebih bagus dari sebelumnya.
"Mari kita lihat suasana kota malam di sini"
Dengan langkah santai, Sean keluar rumah dan masuk kedalam Bugatti miliknya yang terparkir didepan rumah.
Kemudian berkendara menuju tempat-tempat yang dianggap menyenangkan menurutnya.
Tapi karena ini pertamakali dirinya datang ke kota ini, maka tidak tahu tempat macam apa dan dimana tempat yang ramai tersebut.
"Sistem bisa berikan petunjuk arah dimana tempat ramai dan menyenangkan yang bisa aku kunjungi di kota ini?"
{Lokasi seperti apa yang ada kunjungi?}
"Sepertinya balapan liar menyenangkan"
{Layanan diberikan}
Sebuah tanda panah muncul dihadapan mata Sean, dan memberikan panduan arah baginya menuju lokasi yang diinginkan.
Setelah mengikuti panduan tanda panah selama lima menit, Sean sampai di sebuah tempat yang cukup sepi dan termasuk kedalam pinggiran kota.
Dimana kedatangan Sean dengan mobilnya di tempat tersebut menarik perhatian banyak pasang mata yang hadir di tempat tersebut.
Sean yang sudah memarkir mobilnya turun dari dalam mobil dan menghampiri kerumunan yang menatap dirinya dengan penasaran.
"Hey, sepertinya ada pendatang disini" ucap seorang pria dengan badan besar dan kepala plotos menghampiri Sean sambil tersenyum.
"Yah, aku hanya sekedar mampir" jawab Sean.
"Mobilmu bagus, bagaimana jika ikut balapan?" usul salah seorang wanita yang muncul dari kerumunan.
Wanita itu memiliki kaki panjang dan kulit putih mulus serta mengenakan pakaian cukup terbuka, namun menggunakan penutup wajah berupa masker sehingga tidak terlalu menunjukan identitasnya dihadapan mereka yang ada disana.
"Menarik, apa hadiahnya?" tantang balik Sean.
"Disini kami punya aturannya sendiri, bagi yang menang bebas meminta apapun pada yang kalah" jawab wanita tersebut.
"Walau aku meminta tubuh atau nyawamu sebagai imbalan kemanangannya?" tanya Sean dengan diiringi senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
"Tentu saja, dan bagi yang kalah tidak bisa menolaknya karena akan ada kontrak diatas kertas yang harus ditandatangani serta disepakati sebelum balapan dimulai" jawab wanita itu kembali.
"Jadi kau ingin balapan denganku?" tanya Sean.
"Apakah kau takut?" tanya balik wanita tersebut.
"Kalau begitu, sebutkan keinginan dirimu" tantang Sean.
"Jika aku menang, beri aku mobil mu dan uang" jawab wanita tersebut.
"Berapa jumlah uang yang kau inginkan?" tantang Sean.
"Tidak terlalu banyak, hanya 100 Jt yuan saja" jawab wanita tersebut.
"Kalau begitu bagaimana jika begini saja, aku berikan mobil dan rumah milik ku di lingkungan xingkuan jika kau bisa menang dariku dalam balapan ini" tantang Sean tak kalah sengit.
"Dan jika aku kalah, apa yang kau inginkan dariku?" tanya wanita bercadar tersebut.
"Aku ingin hidupmu sepenuhnya jadi miliku tanpa menerima penolakan" jawab Sean.
Semua orang terdiam mendengarkan perkataan dari Sean barusan, karena menganggap ini sebuah lelucon yang teramat lucu.
"Kau yakin?" tanya wanita bercadar tersebut.
"Kenapa tidak, uang dan kekayaan bisa aku cari lagi dengan mudah" jawab Sean tak kalah santai.
"Kalau begitu aku sepakat, dan asal kau tahu aku dijuluki Queen disini yang mana satu dari dua title tertinggi dalam balapan jalanan di tempat ini" ucap wanita bercadar tersebut.
"Yah mau apapun dan bagaimanapun itu, tetaplah hasil balapan yang akan menentukan" jawab Sean santai.
Selesai perjanjian dibuat dan ditandatangi secara sah, yang dalam artian bisa diadukan dalam hukum jika pihak lain melanggar kontrak perjanjian tersebut. Kedua belah pihak sudah bersiap dalam posisi lintasan balap jalanan ini.
Lolasi balapan sendiri tidak terlalu sulit, hanya berupa trek melingkar dan sistemnya adalah 2 putaran, yang artinya siapa saja yang dapat melakukan balapan dengan 2x putaran tercepat dan dalam tempat pertama, maka dialah pemenangnya.
Sean dengan perempuan sebelumnya sudah berada di garis starts, walau ini adalag balapan dengan taruhan tinggi, namun bukanlah suatu masalah bagi dirinya.
Sebab sebelummya dirinya sering melakukan balapan di jalanan juga ketika sebelum miskin.
Terlihat dihadapan kedua mobil yang berada di garis start, ada seorang perempuan berdiri sebagai pemberi aba-aba atau tanda mulainya balapan ini.
Wanita itu memegang sebuah lampu senter dan mengarahkan kedepan dua mobil tersebut sambil berkata "Siap.....Siaga.....Go!"
Begitu kata Go diucapkan dan dibarengi lampu senter yang dinyalakan oleh wanita tersebut, kedua mobil melesat kencang kedepan tanpa hambatan sama sekali.
Lintasan balapan ini terbilang pendek jika dihutan secara keliling hanya berjarak sekitar 1 km dalam satu putaran saja, maka hanya butuh 2 km untuk dua putaran.
Kembali pada Sean.
Mobil keduanya saling melesat maju, dan bahkan ketika tiba di belokan pertama kedua mobil masih menempel dan melakukan gerakan drift kearah kiri secara bersamaan sebelum akhirnya kembali melaju lurus setelah berhasil melewati belokan pertama dengan mulus.
Selesai belokan pertama datanglah belokan kedua yang sama-sama kearah kiri, dan kembali keduanya melakukan gerakan drift yang sama sebelum kembali meluncur di jalur lurus yang berjarak cukup jauh sebelum belokan ketiga.
Kedua mobil saling melaju kencang sampai setelah 1 menit melaju dengan kecepatan tinggi dijalanan lurus, nampaklah belokan ketiga yang masih kearah kiri juga.
Lagi dan lagi kedua mobil melakukan gerakan yang sama dibawah kendali dua pengemudi mobil yang begitu cakap.
Setelah belokan ketiga dilalui, kembali jalur lurus untuk jarak sekitar 400 m sebelum akhirnya tiba belokan ke empat atau terakhir sebelum garis start atau finish nanti di putaran kedua.
Belokan keempat masih kearah kiri dan dua mobil melakukan gerakan sama kembali.
Para penonton yang hadir dan menyaksikan adegan tersebut merasa puas dan makin bersemangat karena melihat adegan yang begitu menyenangkan untuk ditonton.
Sebab ada juga layar monitor yang disediakan untuk memantau pergerakan setiap mobil dalam balapan yang terjadi dalam lintasan disana.
Kembali pada Sean yang kini masih bergendengan dengan mobil wanita bercadar itu, bahkan setelag melewati belokan ketigapun kedua mobil masihlah dalam posisi sama.
Sampai ketika tiba di belokan keempat, mobil yang dikemudikan Sean masuk mendadak kedalam lintasan dalam dan mengakibatkan wanita dengan masker tersebut terkejut dan sedikit banting stir kearah lintasan luar.
Hal tersebut mampu memperlambat kecepatan mobil yang dikendarai wanita dengan masker tersebut, ditambah harua melakukan drift pada belokan ke empat.
Membuat posisi kedua mobil berbeda sekarang ini menjelang garis akhir atau garia finish, mobil wanita tersebut nampak berada dibelakang mobil Sean dengan jarakan 5 m saja.
Dan posisi tersebut terus bertahan sampai ketika mobil wanita itu hendak memakai nos, jalur nya sengaja dihalangi oleh mobil yang dikendarai oleh Sean sehingga dengan terpaksa wanita tersebut menginjak rem dan kembali mengurangi kecepatan.
Hingga balapan berakhir dengan kemenangan milik Sean yang berhasil meninggalkan wanita tersebut dengan mobil yany dikendarainya dibelakang sejauh 7 m.
Kini semua orang berkumpul mengelilingi Sean dan wanita bermasker tersebut.
Pria plontos sebelumnya menyerahlan kertas kontrak pada tangan Sean dan mengucapkan selamat sebelum dia pergi untum memperhatikan hal apa yang akan terjadi berikutnya antara si pendatang baru yang tak lain Sean dan sang Queen yang kalah telak.
"Apakah kau keberatan dengan kekalahan ini?" tanya Sean.
"Saya tidak keberatan tuan, pelayan ini menerima nasibnya mulai dari sekarang hingga kedepannya akan mengikuti dan melayani semua permintaan anda walau harus memberikan nyawa ini sebagai bayarannya" jawab wanita bermasker tersebut.
Sean tersenyum puas sebelum berkata "baiklah, masuk kedalam mobilmu dan ikuti aku dari belakang"
"Baik, tuan" jawab wanita dengan masker tersebut.
Semua orang nampak merasa heboh, karena melihat kalahnya sang Queen.
Bahkan mereka membukakan jalan bagi Sean dan sang pelayan Queen saat mereka pergi dari tempat tersebut dengan mobil masing-masing.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Elok Fauziah
Kau sungguh kezam 😖
2024-08-18
0
Izhar Dewantoro
akusisis perusahaan tak ada telpon,dapat villa tak ada telp pemberitahuan,,pantesan banyak komentar miring di novel kau thoorr,,
2024-08-18
0
ALEX 18
ke nta author anti j dah
2024-06-14
2