Bayi untuk Abian

Sambil menunggu pesawat yang akan membawa mereka kembali ke bandara ibu kota, Abian dan crewnya beristirahat di cafe yang berada di depan bandara. Mereka memesan makanan ringan sebagai teman untuk bersantai, menghilangkan rasa jenuh. Mereka bertukar cerita, bercanda, dan membahas banyak hal, dari yang bersifat pribadi ataupun yang lain.

Cecilia yang juga merupakan seorang youtuber sedang melakukan live, banyak dari para pengikutnya yang salfok dengan Delia, tak sedikit dari mereka yang meminta nomor ponsel ataupun nama instagram Delia.

"Gimana nih Delia?, banyak nih follower aku yang nanyain ige kamu, kasih tau donk alamat igenya, siapa tau nanti dapat jodoh." Cecilia mengarahkan kameranya pada Delia. "Delia ini merupakan pramugari termuda ya gengs, tapi dia yang paling sering ditanyain kalau aku lagi live, sampe sekarang belum dapat juga igenya Delia." Lanjut Cecilia.

Sungguh hal ini membuat Abian muak, dia menunggu jawaban Delia dengan tatapan tajam, apakah Delia sama dengan yang lainnya, suka mengumbar kehidupan pribadi?. Abian meremas ponsel yang ada di genggamanya, dia tak suka jika sampai Delia menjawab permintaan para follower Cecilia dengan dada yang memburu.

Delia menutup mulutnya seraya tertawa sebelum menjawab permintaan pengikut Cecilia. "Maaf ya semua, aku nggak main sosial media."

"Yah, penonton kecewa nih, ternyata bidadari langit kita nggak main sosial media guys, kalian yang sabar ya, kalo jodoh nggak akan kemana" Cecilia memasang wajah muram yang di buat-buat.

Namun semua yang disana dibuat terkejut dengan deheman keras Abian yang cukup keras, karena mendengar ucapan Cecilia, dan itu memancing kecurigaan Cecilia dan Voni, jika Abian dan Delia memiliki hubungan khusus.

Abian mengabaikan orang-orang yang menatapnya, namun ada rasa kelegaan dalam diri Abian mendengar jawaban Delia, tanpa terasa sudut bibirnya terangkat, melengkungkan sebuah senyuman.

Setelah tiga jam menunggu pesawat, kini mereka sudah kembali ke bandara ibu kota. Beruntung tak ada lagi kendala ataupun gangguan baik dari pesawat maupun dari penumpangnya sendiri. Delia berjalan bersama Cecilia, dan, Voni saat mereka sudah berada di bandara Soekarno-Hatta.

Dibelakang mereka ada Abian dan juga Rendy menuju arah parkiran yang sama, keduanya terlihat gagah ditambah kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancung mereka, membuat keberadaannya selalu jadi pusat perhatian para penumpang yang berada disana, terutama kaum wanita.

Cecilia sudah dijemput oleh pacarnya, sedang Voni ditarik oleh Rendy untuk pulang bersama.

"Sorry Delia, kamu naik taksi dulu ya, aku ada keperluan sama Voni," ucap Rendy dengan wajah kecewanya, sebab merasa telah dibohongi oleh sikap polos Delia.

Delia merasa ada yang aneh dengan sikap Rendy padanya hari ini, sejak mendarat di kota tadi, sampai kini mereka telah kembali ke bandara Soeta, Rendy memasang wajah masam dan angkuh padanya, Delia tak merasa terganggu sebenarnya, cuma dia hanya terpikirkan apa salah dia terhadap Rendy?.

Delia membuka ponselnya akan memesan taksi, namun tak lama Daniel menghampirinya.

"Hai Del, selamat sore?" sapa Daniel "Mau pulang?."

"Eh Pak Daniel, iya Pak."

"Ada yang jemput atau_?"

"Oh ti ..."

"Dia pulang bareng saya." Tiba-tiba Abian datang dan menyela Delia yang akan menjawab. Tanpa izin Abian mengambil tangan Delia dan menggenggamnya.

"Capt?" Delia ingin protes namun Abian memberi syarat untuk Delia diam, dengan mengeratkan genggamanya.

"Hai Abian, apa kabar?, lama tidak bertemu." Daniel menyapa Abian ramah dan mengulurkan tangannya, namun tatap matanya tak luput dari tautan tangan Abian pada Delia.

Berbeda dengan Abian yang memasang wajah tak ramah, namun tetap membalas jabatan tangan Daniel.

"Baik Dan, kamu?."

"Aku juga baik, kalian ada acara?, gimana kalau kita ngopi-ngopi dulu, sekalian kita ngobrol, sudah lama kan kita tidak jalan bareng?" tawar Daniel, dia mulai penasaran ada hubungan apa Abian dan Delia.

"Mungkin lain kali Dan, kami habis perjalanan jauh, Delia juga terlihat sangat lelah." Abian menatap wajah Delia sekilas, lalu kembali memandang wajah Daniel.

Daniel mengangguk "it's oke, mungkin lain kali kita bisa pergi bersama, Delia, selamat istirahat, aku sangat berharap kamu meluangkan waktu kita untuk jalan bersama lain kali." Daniel menatap Delia dengan tatapan memohon, berharap Delia mengabulkan keinginannya.

"Iya Pak Daniel, nanti saya usahakan." Delia menjawab dengan lembut.

"Oke kalau begitu saya duluan Captain Abian, dan Delia." Daniel mengedipkan matanya pada Delia, yang dibalas senyuman oleh Delia.

"Captain apa-apaan sih?" Delia melepaskan tangan Abian kasar.

"Kamu harusnya berterima kasih sama saya Delia, jika tidak, kamu mungkin sudah jalan dengan Daniel si buaya itu, dan kamu akan berakhir di hotel bersamanya."

"Apa urusannya dengan Captain?, mau saya berakhir di hotel, dirumah sakit, di warung remang-remang sekalipun itu bukan urusan Anda."

"Kamu itu pramugari yang jalan bareng saya Delia, jika terjadi apa-apa sama kamu saya wajib tau." Abian kembali menarik tangan Delia. "Ayo pulang sama saya."

"Captain waras?, Captain pakai motor, apa saya ikut dengan pakaian saya yang seperti ini?"

Abian menatap penampilan Delia yang masih mengenakan seragamnya "Kita bisa naik taksi, tak usah ambil pusing."

"Saya bisa pulang sendiri Capt,"

"Tidak usah keras kepala Delia, saya antar kamu."

Abian membawa Delia tempat biasa taksi berada, kemudian membukakan pintu untuk Delia masuk. Mau tak mau Delia menurut, dia sudah terlalu lelah jika harus berdebat dengan Abian, ini sudah hampir menjelang malam, dia ingin segera sampai apartemen, lalu merebahkan tubuhnya yang sudah terasa sangat pegal.

Diperjalanan keduanya dilanda kebisuan, tak ada yang mau mengalah untuk membuka percakapan, walau Abian sering melirik Delia yang memilih menatap luar jendela. Hingga suara dering ponsel milik Abian berdering, menampilkan nama My mom disana.

"Iya, Ma," jawab Abian

"Abian, bisa kamu bawa Delia kesini? Mama rindu dia."

Abian melirik Delia yang masih di posisi yang sama.

"Iya," jawab Abian cepat.

"Terima kasih sayang, kamu cepat pulang, Mama masak yang enak untuk kalian." Amanda segera memutuskan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Abian.

Abian segera menyebutkan alamat rumahnya pada supir taksi itu.

"Kenapa kerumah Captain?." Delia menatap tajam Abian, sedang yang ditatap bersikap santai.

"Ada yang meminta mu datang."

Delia langsung terdiam, dia tahu jika yang meminta datang adalah mama Abian.

Yang tanpa mereka sadari sebenarnya mobil mama Abian berada dibelakang mereka, namun mereka segera memutar arah agar bisa sampai lebih dulu.

"Hai Delia, akhirnya kamu datang juga." Arumi mentambut kedatangan Delia, lalu segera memeluk Delia dan menempelkan pipi kiri kanan. "Mama udah nungguin kamu."

Tapi Arumi mengarahkan Delia ke kekamar tamu yang berada diatas. Meminta agar Delia segera berganti pakaian yang telah disiapkan Arumi. Setelahnya mereka makan malam bersama, disana juga ada ayah Abian, serta keponakan Abian juga, suasana meja makan terasa sangat ramai.

"Ma, jadi ini tante yang kata Mama bisa bikinin adik bayi buat om Bian?"

Arsyi, anak Arumi bertanya disela-sela makan mereka, membuat Delia tersedak karena terkejut dengan ucapan bocah kecil itu, dan dengan sigap Abian memberikan air putih pada Delia.

"Anak kecil kok nanya begitu?, siapa yang ngajarin?." Abian menegur keponakanya yang kalau bicara sama seperti mamanya, tanpa disaring. Abian merasa sangat tak enak hati pada Delia.

"Bukan diajarin Om, tapi tadi Mama bilang, kita kesini mau ketemu sama tante yang bisa kasih om Bian adik bayi," jawabnya polos apa adanya.

Abian melirik kakaknya yang hanya nyengir, dia lalu membuang nafas, keluarganya benar-benar tak menjaga image baik jika sudah bersama Delia. Abian melirik Delia yang duduk disebelahnya, Delia diam sambil memandangi piring didepanya, terlihat Delia tidak nyaman dengan situasi ini.

Tak menyangka, jika permintaan mamanya membawa Delia kerumah untuk membuat mereka terjebak.

Terpopuler

Comments

Utit Dewisetyowati

Utit Dewisetyowati

ketawa........

2024-09-02

0

ira

ira

suruh dlu om mu gercep ambil hatinya Tante Delia🤭🤭Bru bisa bikin adik bayinya🤣🤣🤣

2024-08-17

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

adek bayi??nikah dulu baru bisa buat adek bayi🤭😀😀

2024-04-03

1

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!