Kejutan Abian

"Bi, mau aku masakin apa?" Attaya sedang memasukkan belanjaanya ke dalam kulkas.

Abian yang sedang duduk disofa melihat ponselnya menoleh kebelakang "Udah malam Ya, nanti kamu kecapean, aku cuma mau nganterin mobil kamu aja, aku tadi sudah makan dirumah"

Ya, Abian sedang mengacaukan acara Rendy, dengan meminta Rendy menjemputnya diapartemen Attaya. Entah apa yang ada dipikiran Abian hingga melakukan itu terhadap partner kerjanya.

Attaya menghembus nafas kecewa "Mau minum apa?" tanyanya kemudian "Aku bikinin yang anget-anget ya? atau kamu mau red wine?" tawarnya.

"Nggak usah Ya, aku mau pulang saja, kepala ku mendadak pusing"

Walau Abian menolak untuk dibuatkan minum, tapi Attaya tetap membawakan wine yang sudah dia campur dengan obat untuk Abian.

"Kamu minum ini deh Bi, biar sakit kepalanya hilang"

Abian mengerutkan keningnya hingga kedua alisnya menyatu "Kamu kan tahu aku nggak pernah minum minuman seperti itu, aku Captain dengan jam terbang padat, bisa kena saksi jika ketahuan"

"Cuma sedikit Bi, obat pusing sekali-kali" Attaya menuangkan wine itu ke dalam gelas burdeaux lalu memberikannya pada Abian namun Abian tak sengaja menyenggolnya membuat air itu tumpah di kemeja milik Abian.

"Ya ampun Bi, maaf " Attaya bangkit dari duduknya menahan kesal, mengambil tissu untuk membersihkan kemeja Abian yang terkena tumpahan red wine.

Abian refleks mengangkat kedua tangannya membiarkan Attaya membersihkan kemejanya.

"Kamu mau ganti aja bajunya" Attaya mendongak untuk melihat wajah Abian.

"Nggak usah, habis ini Rendy jemput, dia udah dijalan"

Bahu Attaya melemah mendengar ucapan Abian, padahal dia sudah menyusun rencana, namun lagi-lagi Attaya merasa Abian seperti sengaja mengacaukanya.

"Aku udah terlalu sabar nggak dih Bi?, berjuang setahun ini untuk mendapatkan hati mama kamu, tapi kayaknya percuma. Kamu juga sepertinya tak ada ketegasan, kamu itu anak laki-laki, tak membutuhkan restu orang tua apalagi mama kamu" Attaya menyandarkan kepalanya disandaran sofa. Ia merasa lelah dengan hubunganya yang seperti jalan ditempat.

Abian mengusap wajahnya, "Aku cuma mau kamu benar-benar diterima mama Ya, jadi tak ada hati yang tersakiti. Aku terlalu menyayangi kalian"

Attaya menuangkan wine lagi untuk dirinya sendiri, bodoh amat dia merasakan efek obat itu, lagi pula habis ini Abian akan pulang, Attaya tak ada kekuatan untuk menahanya, Attaya sudah merasa lelah, padahal bisa saja Abian menginap diapartemenya, dan melakukan itu, tapi Abian anak bungsu yang sangat dijaga ketat oleh orang tuanya, dan terlalu mengedepankan nama baik keluarga, mama Abian suka mengirim mata-mata untuk mengawasi gerak gerik Abian agar anaknya itu tak salah langkah.

Ponsel Abian berdering memecah kebisuan mereka, dan itu dari Rendy.

Abian segera mengangkat panggilan itu, dan segera mematikanya saat sudah menjawab ya, tunggu. Membuat Attaya tersenyum kecut, Abian terlalu pengecut untuk memperjuangkan hubungan mereka.

"Aku pulang, kamu istirahat. Besok ada pemotreran kan?"

Mendengar Abian yang masih perhatian justru sama sekali tak membuat hati Attaya membaik, ia malah tertawa miris, Attaya akan sangat susah lepas dari jerat hati Abian.

Abian bangkit dari duduknya, lalu mengecup kening Attaya lama, "Aku sangat mencintai kamu Ya, tunggu dan sabar, sesuatu yang baik memang membutuhkan waktu dan kesabaran, asal kamu tetap setia sama aku, aku pasti akan menepati janji."

Attaya hanya menjawab dengan gumaman, walau dia tau, Abian mengatakan itu dengan tulus, tapi dia lelah, susah sekali Abian membantah mamanya, dia terlalu anak mama.

Abian terus merenung sepanjang dia berada di mobil, pikirannya jauh menerawang, dia tahu Attaya lelah dengan hubungan mereka, dia tidak tega, Attaya memang sudah bersabar, dan Abian akan membuktikan ucapannya.

"Sial banget nasib aing, baru juga mau pendekatan malah disuruh nemenin orang bengong" Rendy menggaruk kepalanya, menoleh sejenak Abian yang duduk disampingnya, namun laki-laki itu seperti patung yang tak bergerak, sejak tadi hanya menyandarkan kepalanya dijendela.

"Ini kita mau ke alam barzah apa ke alam kubur Captain Abian Philips Hamzah?" tanya Rendy akhirnya, yang sejak tadi dia hanya muter-muter tidak jelas, mengitari ibu kota yang tadinya balok bensinya full kini sudah berkurang, coba bayangkan, sudah berapa lama mereka hanya berputar, bahkan sudah hampir enam kali melewati patung pancoran.

"Sudah sering antar jemput pramugari sok kecantikan itu?" yang muncul dari bibir Abian malah pertanyaan tentang Delia.

Rendy mengerutkan kening heran "Maksudnya Delia?"

"Entah, jangan sebut namanya"

"Ck, kan udah dibilang Capt, baru juga pedekate malah disuruh jemput orang yang galau" seloroh Rendy "Padahal tadi sudah mau dimasakin sama Delia, hmmm kalau saya jadian sama Delia pasti perut saya akan dimanjakan terus ini Capt" Rendy mengelus perutnya yang malang.

Abian terdiam sejenak "Kamu tiba-tiba datang kesana emang sengaja apa dia yang kegatelan minta dijemput?"

"Usaha donk Capt, untung dia tinggal berdua bareng Voni, jadi gampang mantaunya, sebenarnya Delia itu susah didekati, kalau saja tidak ada Voni, mungkin akan susah ajak-ajak Delia, antar jemput, atau tahu tempat tinggalnya, kecuali jadi penguntit" Rasanya Rendy tak ingin berhenti jika membahas Delia, sampai kedua ujung bibirnya terus melengkungkan senyum bahagia.

"Eh ini Captain ngapain nanya-nanya tentang Delia?" Rendy melihat Abian, menyadari jika mereka sejak tadi membahas Delia "Jangan bilang Captain menyadari kalau Delia lebih cantik, eh jauuuh lebih, lebih cantik dari pacar Captain yang model itu"

"Nggak usah lebay, dengar namanya saja kepala ku pusing"

"Ahh tapi dari tadi Captain nanyain Delia terus, jangan diambil ya Capt, dia jatah saya, ini saya harus gerak cepat, karena denger-denger anak direksi ada yang deketin Delia"

Rendy denger selentingan gosip, jika cepatnya Delia bisa terbang bersama Abian karena ada pengaruh orang dalam.

Dimaskapai tempat mereka bernaung sekarang Abian memang tergolong pilot profesional, diusianya yang baru menginjak dua puluh tujuh tahun, tapi Abian memiliki jam terbang tinggi, itu karena selain keluarga Abian memiliki hubungan kerja sama dengan pihak maskapai, juga orang tua Abian dan pemilik maskapai berteman dekat. Abian juga merupakan lulusan sekolah penerbangan terbaik di dunia.

"Aku sudah menduga itu sejak awal, mana mungkin pramugari baru bisa terbang bareng saya, dan langsung bisa ikut penerbangan internasional, mencurigakan"

Lagi tanpa Abian sadari jika dia terus membahas Delia, padahal tadinya Abian ingin menepi sejenak untuk mencari jalan keluar tentang masalah hubunganya dengan Attaya. Tapi kini justru dia seolah mengulik tentang Delia.

"Sudahlah Ren, antar lagi saja ke apartemen Attaya"

Abian memutuskan untuk menginap saja diapartemen Attaya, menghibur hati kekasihnya, yang Abian lihat tadi Attaya sempat kecewa padanya. Mungkin jalan pintas adalah jalan satu-satunya yang Abian ambil untuk mendapat restu dari mamanya.

Ada orang bilang, orang tua akan luluh jika sudah melihat cucunya lahir, sekeras apapun hati orang tuanya.

Dengan terus mendumel Rendy akhirnya mengantarkan lagi Abian ke apartemen Attaya, ada rasa jengkel dihatinya sebab acaranya dengan Delia harus terganggu oleh sang Captain arogan Abian philips Hamzah.

Begitu sampai diapartemen Attaya, Abian langsung menempelkan kartu akses yang dia miliki. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Jika harus membangunkan Attaya dulu Abian tak tega, beruntung kali ini kartu cadangan dia bawa.

Begitu masuk, lampu depan sudah berganti tamaram, dan Abian langsung menuju ke kamar Attaya yang pintunya tertutup, saat membuka pintu, Abian dibuat terdiam, Abian sampai tak kedip melihat pemandangan didepanya. Begitu menggiurkan.

.

.

.

.

*Lapak sepi euy, tapi nggak papa, tetap semangat, seperti Rendy yang semangat melakukan pendekatan dengan Delia. 🤭😂😂 Dan puasanya juga semangat tentunya.

Cuma catatan, jika ada sesuatu yang merasa ganjil dalam cerita ini, jujur ini murni pemikiran penulis, tak ada sangkut pautnya dengan dunia penerbangan di dunia nyata, ini hanya dunia novel, tempat berhalu. Dan jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, ini hanya kebetulan semata*.

Terpopuler

Comments

☕/arsenlemuel/argyatristan☕

☕/arsenlemuel/argyatristan☕

mata mu gandongen... mok piker kui abian metu sekan watu ra butoh restu wong tuwo ne... dasar wedok an pekok

2024-10-12

0

efvi ulyaniek

efvi ulyaniek

wowwwwwwww

2024-09-20

0

Melia Gusnetty

Melia Gusnetty

hahaa ..syukurin...pst lg liat attaya main kuda2 an...🤭😜🤣
begok siih luuu...🤣

2024-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!