Pengalaman Pertama

"Kira-kira Delia sama Captain Abian ada keperluan apa ya Capt? nggak biasa-biasanya." Heran Voni sedikit ada rasa curiga. "Captain nggak curiga gitu, atau cemburu?."

"Hmmm" Rendy menimang ucapan Voni "Tenang aja, Captain Abian tau kok, kalau aku juga lagi deketin Delia, dia pasti memang ada perlu yang kita nggak boleh tau.

"Tapi Captain Rendy juga harus waspada, jangan sampai di tikung Captain Abian."

Dalam hati Rendy membenarkan perkataan Voni "Captain Abian sudah punya pacar, seorang model, dia nggak mungkin mengkhianati pacarnya, Captain Abian kan bucin minta ampun sama pacarnya." Mencoba menyakinkan diri sendiri.

"Mereka pacaranya udah lama ya Capt?" Voni mulai penasaran.

"Lumayan, sekarang mereka lagi berjuang buat dapat restu dari mamanya Captain Abian."

"Loh, mereka nggak direstuin gitu?"

"Iya, eh kuda Voni, kenapa kamu jadi kepo-kepo gitu?, awas ya, kalau kamu sampai bocorin gosip ini sama orang-orang."

"Hehehe engga, Capt."

"Nanti kalau Delia sudah pulang kabarin ya."

"Ck, Captain Rendy tuh aneh, udah sering jalan, sering ketemu, antar jemput, bukannya minta sendiri nomornya Delia, ih"

"Biar hidup kamu ada manfaatnya," ujarnya seraya menaik turunkan alisnya "Gih turun, udah sampai apartemen kamu," usir Rendy "Jangan lupa, kalau Delia sudah pulang, kamu kabarin saya."

"Iya Capt," jawab Voni setelah turun dari mobil Rendy "Tapi kalau saya tidak lupa ya!" lanjutnya,Voni langsung bergegas masuk.

Benar kata Voni, jika Rendy tak boleh lengah, sebab yang terjadi pada Delia dirumah Abian adalah, usaha mama dan kakak-kakak Abian yang sedang mencoba melakukan pendekatan pada Delia.

Abian sendiri memilih masuk ke kamarnya yang ada di lantai dua, karena keberadaannya juga seperti tak dianggap, yang ada dia seperti di bully oleh kedua kakak dan mamanya, ditambah Delia yang seolah masih sangat dendam padanya. Abian akan mandi terlebih dahulu sebelum mengantar Delia pulang, juga agar otaknya sedikit adem menghadapi empat srikandi yang sedang bersekutu itu.

"Belum apa-apa dia udah merebut kasih sayang mama, sudahlah mama emang nggak butuh anak laki-laki, ada satu malah di sia-siakan," Abian masuk kamar mandi dengan mendumel.

Sedang yang terjadi di lantai bawah, Delia kebingungan terhadap perhatian kakak-kakak Abian yang dirasa sangat berlebihan. Serta ucapan-ucapan mereka tentang Abian, Delia merasa dia seperti kandidat calon keluarga dirumah ini.

"Delia suka makan apa?" tanya Amanda, dia menyediakan kue-kue kering buatannya untuk Delia.

"Apa aja Bu, kita kan nggak boleh pilih-pilih makanan!" ujar Delia. "Ini kuenya enak Ibu yang bikin sendiri?."

"Iya, kamu suka?," Delia mengangguk "Kalau Abian agak sedikit pemilih, tapi nggak papa, kamu pasti bisa mengimbangi dia."

Mendengar itu, Delia hanya tersenyum kecil, bingung harus menanggapi apa perkataan mama Abian.

"Kamu kerja jadi pramugari sudah lama?" tanya Amanda lagi.

"Belum Bu, masih baru. Sekitar lima bulanan." Delia menjawab apa adanya.

Jawaban Delia membuat Amanda sedikit lemas, pasalnya, yang Amanda tahu, jika maskapai tempat Delia dan Abian bekerja tidak memperbolehkan awak kabin mereka menikah, jika belum menjadi karyawan tetap. Dia ingin Abian dan Delia segera berjodoh. Perubahan raut wajah Amanda terbaca oleh Arumi.

"Bisalah Ma nanti itu diatur, nggak perlu menunggu Delia harus jadi karyawan," ucapnya, tanpa Delia tahu maksud yang mereka bicarakan.

"Kamu nanti sering-sering kesini ya Delia, Ibu jadi merasa ada temannya, ini agak mendingan sakit kepalanya, nggak separah sebelumnya. Ibu tuh kesepian, kamu tau sendiri, Abian jam terbangnya panjang, suka nggak pulang, kalau lagi libur pun, dia sering keluar," keluh Amanda "Ini aja sekarang kakak-kakak Abian maksain kesini, mereka sibuk urus anak suami." Amanda mengedipkan mata pada kedua anak perempuannya.

Sedang Delia merasa dejavu atas permintaan mama Abian, walau ada rasa kasihan. Delia jadi teringat mamanya, apakah mamanya akan kesepian seperti ini juga?, mengingat dia dan adiknya semua anak perempuan, yang jika sudah menikah pasti akan ikut bersama suaminya, sedang ayahnya sudah tidak ada.

"Iya Delia," sambung Arumi "Eh kamu harap maklum ya kalau Abian ngomongnya suka ceplas-ceplos, dia dimulut saja suka pedas ngomongnya, tapi Abian laki-laki yang sangat penyayang."

Delia hanya nyengir, lalu menggaruk keningnya, dia_bingung.

Mereka tak tahu, jika Abian dari atas memperhatikan semua yang mereka lakukan pada Delia, ada rasa kasihan melihat Delia seperti kebingungan, Abian juga melihat Delia merasa tak nyaman dengan tingkah dan ucapan mama dan kakaknya, walau Abian tahu, Delia bisa mengimbangi mereka.

Abian jadi membandingkan perlakuan keluarganya pada Attaya dan Delia, sangat jauh berbeda, Attaya jika ikut kerumah Abian, lebih sering masuk ke kamar Abian dari pada harus mengobrol dan berbaur dengan mamanya, itu yang membuat mamanya tak suka, dan memasang wajah dingin jika ada Attaya.

Sedang pada Delia, belum bertemu saja mereka sudah antusias, apalagi sudah bertemu seperti ini, sampai-sampai mamanya mau berakting sakit, mereka seperti mendapat anak dan adik perempuan baru.

"Mama dari siang belum makan loh Ma, Mama harus makan, kan mau minum obat." Arini menimpali, dan drama masih berlanjut.

"Uhuk uhuk uhuk" Amanda terbatuk.

"Tuhkan, Mama batuk lagi, harusnya udah mendingan loh." Arumi.

"Ini karena Mama belum minum obat lagi." Arini

"Ma, udah maghrib, suami Arumi pasti udah pulang kerja, tadi izinya cuma sebentar, Arumi pulang dulu ya."

"Arini juga Ma, anak-anak di titipin ke mba cuma sebentar, nanti suami Arini marah." memberi senyuman palsu "Delia, boleh minta tolong sebentar nggak, suapin mama dulu, kamu nggak sibuk kan?" Arini memasang wajah memelas.

Delia tersenyum canggung, dan akhirnya mengangguk menyanggupi, karena tak enak.

"Makasih ya Delia, nanti jangan lupa ya, obat mama diatas meja makan." pesan Arumi sebelum pulang.

Arumi dan Arini bergandenga saat berjalan keluar, membuat Abian sampai geleng kepala.

Delia benar menuruti pesan kakak-kakak Abian, dia menyuapi Amanda makan, dan tak lupa memberikannya obat, yang Delia tak tahu jika itu adalah hanya vitamin.

"Ibu sekarang tidur ya, Delia anterin ke kamar Ibu." Amanda tersenyum dan nurut, dia semakin yakin, Delia memang pantas untuk Abian.

"Makasih ya Delia, kamu sudah mau urus Ibu, eh mulai sekarang panggil mama saja seperti yang lain ya?, biar enak di dengar." pinta Amanda. Dia bisa melihat ketulusan Delia.

"Hah?"

"Mau ya?" Amanda memasang wajah memohon.

"I-iya Ma." Delia menurut "Ma-ma sekarang istirahat, Delia mau cari Captain Abian, mau izin pulang." Delia merebahkan tubuh Amanda, dan menyelimutinya.

"Kalau lagi di luar jangan panggil Captain, panggil Bian aja, biar lebih akrab."

"Iya Bu, eh Ma." Delia mengiyakan lagi.

Mana mungkin, aku panggil dia begitu.

Delia keluar dari kamar Amanda, rmencari keberadaan Abian yang sejak tadi menghilang.

"Captain sejak tadi disini?" Delia memasang wajah kesal.

Abian yang sedang duduk di sofa dan fokus pada ponselnya sontak menoleh ke belakangan mendengar suara Delia.

"Udah selesai?" tanyanya, dan Delia mengangguk

Delia bisa melihat jika Abian sudah mandi, penampilannya yang segar, dan sudah berganti pakaian.

"Ayo kita pulang." Abian beranjak dari duduknya, langsung menuju pintu keluar, diikuti oleh Delia dibelakangnya.

"Aku antar naik motor aja ya?" tanya Abian saat mereka berada di garasi. Abian sedang memasang helmnya. "Biar lebih cepat sampai aja, jam segini jalanan suka macet parah." Abian beralasan.

Delia memperhatikan motor sport Abian, jika dia duduk dibelakang, otomatis dia akan menempel pada punggung Abian, karena posisi jok belakang yang menungging.

"Saya pulang sendiri aja." tolak Delia.

"Nggak," jawab Abian, dia bahkan langsung memasangkan helm pada Delia, "Aku yang bawa kamu kesini, jadi aku tanggung jawab." Abian kemudian memasangkan jaket jeans biru miliknya pada Delia "Lain kali jangan pakai baju yang seperti ini, kamu seperti wanita malam," cibirnya, karena Delia memakai baju yang mengekpos pundaknya.

"Saya bahkan sering memakai yang lebih terbuka, yang sumurnya keliatan," jawab Delia acuh dengan bibir mengerucut beberapa senti.

"Terserah jika sedang tidak sama saya, mau pakai lingerie juga bukan urusan saya." Abian menjawab ketus.

Abian menaiki motornya "Cepat naik."

Dengan berpegangan kedua pundak Abian, Delia menaiki motor itu, Delia menarik ujung jaket Abian untuk berpegangan.

"Pegangan yang benar, saya bukan tukang ojek," ujar Abian.

"Hah!!" Delia bingung, lalu dia meremas jaket sebelah kiri dan kanan pinggang Abian.

Abian hanya menghela nafas, Dirasa Delia siap, Abian segera melajukan motornya membelah jalanan kota Jakarta malam hari.

Keduanya dilanda kebisuan, Abian yang fokus pada jalanan walau sesekali melirik Delia melalui kaca spion, sedang Delia tampak menikmati udara malam yang terasa menyejukkan untuknya.

Apa yang ditakuti Delia benar terjadi, dadanya sesekali berbenturan pada punggung Abian, sehingga Abian bisa merasakan kenyalnya kedua gunung milik Delia, menimbulkan desiran aneh bagi Abian, namun Delia tidak menyadari itu, dan Abian kembali mengulum senyum, ini juga pengalaman pertamanya berboncengan dengan lawan jenis, yang Abian rasa, ini jauh lebih menyenangkan. Apalagi saat Abian menarik pedal remnya mendadak, Delia sering kelepasan melingkarkan tangannya memeluk pinggang Abian, walau setelahnya Delia menarik kembali pelukan tangannya.

.

.

.

.

Maaf kalo ada typo, ngetiknya sambil merem melek, mata sekarang nggak bisa diajak kerja sama. 😁😁

Terpopuler

Comments

Sonya Bererenwarin

Sonya Bererenwarin

biaannn...modussss

2024-12-10

0

Eti Alifa

Eti Alifa

wahhh Abian modus banget😁

2024-09-03

0

ira

ira

bian sangat modus🤣🤭

2024-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!