Bertemu jodoh Abian

Setelah lama menangis dan merenung, Delia menghapus air matanya, dia tak boleh begini. Delia ingat ada mama dan adiknya yang juga kehilangan sepertinya, sekarang Delia mengerti bahwa dia disiapkan oleh sang ayah untuk menggantikan posisi ayahnya, anak pertama yang harus kuat dan mandiri, dia harus menjadi perisai bagi adik-adiknya.

Delia harus cukup istirahat untuk menyambut hari esok, profesinya menuntut harus tetap segar dan ceria, tak boleh lemas dan loyo. Benar kata mamanya, dia hanya harus fokus pada kariernya saat ini, dia harus buktikan dan membuat ayahnya yang diatas sana bangga padanya.

Delia bangkit dari lamunannya, mensucikan diri lalu memohon pada sang pencipta agar ayahnya tenang dan diterima diatas sana, berdoa untuk ayahnya adalah pilihan terbaik saat ini walau hati masih merasa sesak karena kehilangan.

Pagi menyingsing, Delia mematut dirinya didepan cermin, memastikan make up yang dia pakai bisa menutupi mata sembabnya, dia memasang senyum manis, harus tetap semangat, menyambut hari yang baru. Delia lalu memeriksa semua perlengkapan penerbangannya, kebutuhan pribadi, serta kelengkapan dokumen penerbangan, jangan sampai ada yang tertinggal, sebagai orang baru Delia tak ingin memberi kesan buruk, dia harus membuktikan pada ayahnya, dia mampu menjadi anak kebanggaan ayahnya.

Delia kembali memandang foto keluarganya, Delia melihat senyum tulus sang ayah yang akan menjadi penyemangat harinya.

Yah, Delia siap menjadi pengganti ayah, Delia akan membahagiakan mama dan adik-adik Delia.

Setelah dirasa semua lengkap Delia kembali menghubungi keluarganya sebelum dia berangkat ke bandara.

Delia berjalan bersama pilot dan co-pilot serta para pramugari lainnya membentuk barisan rapi dibandara, tentu saja mereka menjadi pusat perhatian para penumpang yang berada disana, pilot dengan tampilan gagah dan tampan, dan pramugari yang selalu tampil cantik, rapi dan wangi membuat kaum wanita iri dan ada yang bercita-cita ingin menjadi sama sepertinya.

Hal ini yang akan menjadi rutinitas Delia kedepannya.

"Delia kamu tinggal dimana?" Voni, pramugari berambut sebahu itu bertanya pada Delia saat mereka berjalan menuju pesawat.

"Aku masih ngekos disekitar sini"

Delia tetap memaksa senyum seolah tak terjadi apa-apa, dia menutupi kesedihannya, sebagai orang baru disini, tak mungkin Delia menceritakan masalah pribadinya pada orang yang baru dikenalnya, walau sebenarnya dia butuh teman berbagi cerita saat ini.

"Kamu tinggal sama aku aja ya, aku tinggal diapartemen sendiri, keluarga ku asli Kalimantan."

Delia kembali tersenyum "Nanti aku pikir-pikir lagi ya Kak"

"Jangan panggil aku Kak, berasa tua aku" Voni tertawa "Jangan lama-lama mikirnya, kan enak kalo kita tinggal berdua, aku udah lama banget nyari teman buat tinggal bareng, aku nggak biasa sendiri. Diantara kita berlima cuma kita berdua yang belum marriage, jadi aku berharap kamu mau ya." ucapnya sedikit memaksa.

Delia mengangguk, walau belum mengiyakan. Lalu mereka masuk ke pesawat, memulai pekerjaan mereka.

Selama penerbangan Delia terus memasang senyum terbaiknya, melupakan rasa kehilangan yang mendalam untuk sejenak, padahal rasanya ia saat ini ingin sekali menangis, mengurung diri dikamar. Tapi itu tak bisa dilakukan, ia harus kuat demi sang ayah. Bersyukur dia bisa sampai di titik ini, semua pengorbanan ayahnya tak boleh sia-sia.

Pukul delapan malam pesawat Delia baru saja mendarat di bandara Soekarno-Hatta. Sebagai junior didunia penerbangan, Delia masih memiliki jam terbang yang stabil.

Sebelum ke kosannya Delia singgah terlebih dahulu dimini market, Delia akan membeli camilan untuk dibawanya besok. Dari kejauhan Delia melihat wanita paruh baya yang berjalan sempoyongan dengan wajah sedikit pucat, dengan cepat Delia menghampiri wanita itu.

"Ibu nggak papa Bu?." Delia memegang pundaknya dan membantu wanita itu untuk duduk.

"Nggak papa." wanita itu terkesima dengan kecantikan Delia.

"Bu." panggil Delia yang merasa wanita itu yang memandanginya dengan pandangan tak berkedip.

"Eh, kamu cantik sekali, kamu sudah menikah?"

Delia tentu saja terkejut dengan pertanyaan blak-blakan dari wanita yang ditolongnya ini.

"Ibu sendirian?" tanya Delia mengalihkan.

"Iya, kamu bisa antar Ibu pulang kan?" pintanya.

Sungguh Delia bingung harus menjawab apa, dia tak mengenal wanita ini sama sekali, bagaimana kalau dia orang jahat, seolah mengerti yang dipikirkan Delia, wanita itu langsung menjawab keraguan Delia.

"Kamu tenang saja, saya orang baik" ucapnya menyakinkan "Saya nggak berani pulang sendiri, bagaimana kalau saya kenapa-kenapa dijalan?"

Seperti orang bodoh yang terhipnotis dan karena kasihan akhirnya Delia menuruti permintaan wanita itu.

Delia awalnya mengira jika mereka akan memesan taksi, yang ternyata wanita itu memanggil supirnya.

"Bu, Ibu sama supir ibu?"

"Iya, ayo naik." ajaknya saat dia sudah dibantu Delia masuk ke mobilnya, setelah melihat Delia, wanita itu seperti mendapat energi baru, dia terlihat segar kembali.

"Bu maaf saya baru pulang kerja, sebaiknya ibu pulang bersama supir ibu saja" tolak Delia secara halus, yang mana dia merasa takut, tak mungkin dia bisa percaya begitu saja pada orang yang baru dijumpainya.

"Pak sepertinya majikan bapak sedang tidak enak badan, saya mohon antar ibu ini dengan selamat sampai rumahnya." pintanya pada supir yang membawa wanita paruh baya itu yang diangguki oleh sang supir.

"Makasih ya_ eh nama kamu siapa?"

"Delia Bu" jawab Delia cepat

"Makasih ya Delia, ibu berharap kita bisa bertemu lagi, dan kamu berjodoh dengan anak laki-laki saya"

Delia terperangah mendengar ucapan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu, Gilla, baru juga ketemu. Jodoh apaan maksudnya?, pasti anak ibu itu sifatnya seperti manusia jadi-jadian, makanya harus dicariiin jodoh, tak ada yang mau padanya.

Delia bisa bernafas lega, saat mobil yang membawa wanita tadi sudah menjauh

"Semoga kita nggak ketemu lagi ya Bu, harapan apa itu?, emang dunia ini selebar daun kelor, sifat ibunya aja seperti itu, apalagi anaknya" Delia bergidik ngeri, dia menggelengkan kepalanya tak percaya, ini dia sial atau apa, harus bertemu dengan orang aneh, untung ibu-ibu, kalau anak muda sudah pasti Delia akan memakinya.

"Kamu lihat Mul, cewek tadi cantik?" Amanda menepuk bahu supirnya menggunakan kipas tangan miliknya.

"Iya Bu."

"Aku nggak sabar buat gantiin si Attaya-Attaya itu dari si Abian." ucapnya sengit.

Si supir hanya mengangguk, dia bingung padahal pacar anak Nyonya nya ini seorang model cantik, seksi, seorang selegram, tapi kenapa dia tidak menyukainya.

"Kepala ku yang tadi mendadak pusing, langsung sembuh ngeliat gadis tadi." Amanda tersenyum, banyak sekali rencananya kedepan agar bisa bertemu lagi dengan Delia.

"ABIAAAN"

"BIAAAN"

Pekikan Manda seakan membuat rumah besar miliknya bergetar, para pembantu dirumah itu segera keluar, memastikan apa yang terjadi dengan tuanya, namun mereka tak dapat berbuat banyak, hanya akan bertindak jika sudah diperintahkan.

"Mina, apa Abian belum pulang?" tanyanya pada salah satu art-nya.

"Sudah Bu, baru saja mas Bian naik kekamarnya"

"Ada apa sih Ma, malam-malam teriak-teriak begini" Abian yang baru saja mandi memilih langsung turun mendengar suara mamanya yang sudah menggema.

"Mama tadi baru bertemu dengan cewek, cantik deh Bi, dia akan Mama jodohkan sama kamu"

"Astaga Ma, Mama kan tahu bian pacaran sama Attaya" Abian mulai kesal dengan mamanya "Lagian Attaya salah apa sih Ma?, sampai Mama nggak menyetujui Bian sama Attaya" Abian mengambil duduk di kursi bar dapurnya.

"Nanti juga kamu tahu, yang penting sekarang Mama sudah menemukan jodoh terbaik buat kamu, sesuai kriteria kamu Bian" ucap Amanda ketus, dia mulai membuka camilan yang dia beli minimarket tadi.

"Bukan kriteria Bian, tapi kriteria Mama" Abian menjawab tak kalah ketus "Bian ke kamar dulu deh Ma, kirain tadi Mama kenapa teriak-teriak"

Abian lebih baik memilih mengalah, jika berdebat dengan mamanya, sampai tiga hari tiga malam tidak akan ada habisnya.

"Heemm, Bian namanya Delia, kamu sebut namanya sebelum tidur biar dia bisa masuk dalam mimpi kamu."

"Mama aja yang sebut"

Tak lama Papa Abian keluar dari kamarnya.

"Ada apa sih Ma, kok ribut-ribut sih?" Papa Abian ikut bergabung dengan istrinya.

"Pa, tadi Mama ketemu cewek, dia cantik, kenapa ya Pa?, kok rasanya Mama langsung sreg gitu sama tuh anak. Kalo sama Attaya tuh, Mama duhh sampai sekarang Mama nggak suka aja."

"Udahlah Ma, nggak usah suka ikut campur urusan anak-anak, apalagi Abian"

"Justru Abian mama harus ikut campur, dia anak laki-laki satu-satunya. Jadi Mama mau dia dapat istri terbaik sesuai dengan hati Mama, titik"

Papa Abian juga sama, lebih baik tak menanggapi, dari pada kepalanya pusing, ibu negara kalau sudah ada maunya tak bisa terbantahkan.

"Mama tuh nggak butuh menantu cantik, seksi tapi Mama mau menantu yang jujur."

"Iya ya, semoga Abian dapat jodoh seperti yang Mama mau." papa Abian memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

keren

2024-11-06

1

ira

ira

sepertinya Attaya itu kelakuannya g bener deh apalagi kerjaannya model

2024-08-17

0

Fajar Ayu Kurniawati

Fajar Ayu Kurniawati

.

2024-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!