Patrner Ranjang

Pikiran Delia berkecamuk tak karuan, apa tujuan Abian mengajak kerumahnya?, apa ini hanya alasannya saja agar bisa berbuat yang tak senonoh padanya?, membayar hutang tak harus membawanya kerumah, Abian bisa mentransfernya lewat m-banking. Delia menjadi semakin panik dibuatnya. Tapi sudah banyak strategi yang Delia lakukan jika benar laki-laki yang duduk disebelahnya ini nekat berbuat yang macam-macam padanya.

"Kenapa?, apa yang ada dalam pikiran kamu?"

Abian melirik Delia sejenak, dia menyadari tatapan awas Delia.

"Nggak ada," dustanya, Delia tadi menutupi kegelisahannya, tapi dari sorot mata dan gestur tubuhnya Abian tahu, menyiratkan kekhawatiran.

Abian mengulum senyum, melihat Delia ketakutan membuatnya ingin bermain-main sebentar. Dia memajukan duduknya untuk melihat kedepan yang ternyata susah berubah lampu merah. Dengan segera Abian melepaskan seatbeltnya, lalu dia memposisikan duduknya miring menghadap Indah.

"Kaca film mobil ini gelap Delia."

"Terus kenapa?, apa yang Captain mau?, jangan macam-macam ya Capt, saya akan memecahkan kaca mobil ini jika Captain berani macam-macam sama saya?" jawab Delia tegas, walau ada getaran ketakutan dari suaranya, namun terdengar seksi di telinga Abian.

Ah entahlah, Abian rasa setelah ini dia harus cek ke spesialis THT, karena dia merasa aneh pada mata, telinga, hidung, dan kulitnya, dia jadi seperti orang penyakitan sebab menyukai hal-hal aneh. Dia jadi suka wajah Delia yang marah-marah, suka mendengar suara teriakan Delia, suka wangi parfum yang dipakainya, dan jadi suka menyentuh kulit lembut Delia.

Bahkan Abian seperti mati rasa, begitu cepat melupakan rasa sakit hatinya dikhianati Attaya.

Abian melepaskan kaca mata hitamnya, lalu tersenyum manis pada Delia, sangat manis, membuat hati Delia berdesir melihatnya, Abian ternyata sangatlah tampan jika bisa tersenyum seperti itu. Tapi wait, no Delia menarik lagi kata-katanya, Abian tetap menyebalkan.

"Kamu nggak bisa bicara sedikit santai? kenapa tiap kamu bicara sama saya harus marah-marah, apa kamu tidak capek?, sampai urat leher mu ini besar-besar." Abian menunjuk leher Delia, yang ditepis langsung oleh Delia.

"Nggak usah modus, jangan sentuh saya. Saya alergi."

"Yakin alergi?" Abian memajukan wajahnya lebih dekat dengan wajah Delia.

Delia begitu gugup, debaran jantungnya berloncatan kesana kemari, jarak wajahnya dan wajah Abian sangat dekat, bahkan Delia dapat merasakan hangat nafas Abian,

"Cap-Captain mau apa? jangan dekat-dekat saya, jangan mesuum"

"Kamu tau apa mau saya." Abian semakin ingin menggoda Delia, dengan lebih mendekatkan wajahnya "Saya mau kamu." Abian menatap bibir tipis merah muda itu.

Abian kira Delia akan tersipu malu dengan wajah yang merona karena godaanya, nyatanya Abian salah, Delia malah mencengkram mulutnya sangat kuat membuat Abian merasakan perih karena terkena kuku Delia yang sedikit tajam

"Auuwww sakit." Abian mendesis, menyentuh permukaan bibirnya yang terasa perih. "Kamu kasar Delia."

"Lagian kenapa ngomongnya dekat-dekat, apa Captain nggak sadar jika mulut Captain bau komodo."

"Memang kamu pernah mencium bau mulut komodo?"

"Nggak." Lampu merah kembali berubah warna, Delia mengehela nafas lega, tak harus berlama-lama berdua dengan pria menyebalkan ini.

Lama mereka saling terdiam, Delia sebenarnya sangat mengantuk, tapi ia tahan-tahan, jangan sampai terpejam, dia takut Abian akan membawanya ke tempat yang jauh. Hingga mereka memasuki perumahan elit, tempat tinggal para sultan Indonesia.

Delia menelisik sekeliling, dia berdecak kagum dengan bangunan rumah-rumah yang megah. Indah yakini jika keluarga Abian bukanlah dari keluarga kalangan orang biasa, walaupun Delia tahu, gaji Abian sebagai pilot sudah menyentuh angka dua digit, tapi tetap tak akan bisa tinggal diperumahan ini. Saking asiknya Delia melihat kemewahan perumahan-perumahan sekitar, sampai dia tak menyadari jika mereka telah sampai dirumah Abian.

Delia kembali dibuat tercengang, bahkan pagar rumah Abian terbuka secara otomatis, tanpa penjaga rumah yang membukakanya. Abian menghentikan mobilnya di bagasi, dia melihat masih ada mobil kedua kakaknya, Abian menjadi ragu, apakah dia akan membawa Delia masuk atau tidak?, Abian takut, berharap kakak-kakak dan mamanya tak akan berbicara yang membuat Delia salah paham.

Disisi lain, Arumi kakak pertama Abian yang hendak pulang sontak menghentikan langkahnya, menyadari Abian datang bersama seorang wanita yang bisa dipastikan itu bukan Attaya. Dia bergegas kembali masuk kerumahnya.

Arumi berlari kecil menuju kamar mamanya yang berada di lantai satu.

"Maa" ketuk Arumi pintu kamar mamanya.

Pintu kamar terbuka, Arini yang membukanya "Kakak nggak jadi pulang?" Pertanyaan Arini diabaikan begitu saja oleh Arumi, di menerobos masuk seraya menarik tangan Arini menghampiri mamanya yang sedang tiduran.

"Maa, Rin, bian pulang sana cewek."

"Kakak serius?" seru Arini

"Iya, dan aku yakin ini yang namanya Delia."

Amanda seketika panik, ketiganya heboh bukan main.

"Mama harus pura-pura sakit, Arumi kamiu buat bibir mama pucat, cepat."

"Kenapa harus akting sakit sih Maa?" Protes Arini.

"Biar dapat simpati."

"Boleh juga ide Mama." Arumi

"Ingat, kalian juga harus jaga sikap, kalian harus terlihat anggun di depan calon mantu Mama, jangan buat kesan pertama kalau kalian itu bobrok."

"Ihh Mama, ini kan ajaran Mama."

"Sudah cepat Arumi, buat Mama sepucat mungkin." Amanda menepuk kaki Arumi.

Kehebohan yang ada didalam rumah itu, berbanding terbalik dengan diluar.

"Ayo turun." Ajak Abian.

"Nggak saya tunggu disini saja."

Abian mengernyit "Turun Delia, garasi rumah ini suka ada suara-suara aneh jika menjelang malam seperti ini."

Delia melihat sekeliling garasi ini memang sedikit pencahayaan, mendengar ucapan Abian, Delia langsung bergidik ngeri, diapun segera turun mengikuti langkah Abian menuju pintu depan rumahnya. Belum hilang kekaguman Delia terhadap pagar rumah Abian, kini Delia kembali dibuat takjub, jika membuka pintu menggunakan finger print, Delia sudah terbiasa melihatnya, kini Abian menscan wajahnya, dan kedua daun pintu rumah itu terbuka.

Delia mematung ditempatnya, dia enggan masuk, Abian yang sudah lebih dahulu masuk seketika mengehentikan langkahnya, saat merasakan Delia tak mengikutinya.

"Kenapa berhenti disitu?, ayo masuk."

Delia menggeleng cepat, "Nggak Capt, saya tunggu disini aja. Captain bisa transfer lewat m-banking kan?. Transfer saja saya tunggu disini, nanti saya pulang sendiri." Tiba-tiba nyali Delia menciut, dia berpikir jika Abian mau berbuat macam-macam padanya, dia tak bisa lari, karena wajahnya tak bisa membuka pintu rumah Abian.

Abian kembali mendekati Delia, dan langsung menggandeng tangan Delia membawanya masuk.

"Nggak perlu takut, didalam ada mama sama kakak-kakak saya," ucap Abian yang mengerti ketakutan Delia.

Abian langsung membawa Delia menuju ruang keluarga, benar saja, disana ada kedua kakaknya yang sedang memijiti pundak, dan kaki mama mereka. Seperti bagi tugas.

"Abian sudah pulang?" Arumi menyapa lebih dulu, karena posisi Amanda dan Arini membelakangi mereka "Eh sama siapa?" masih bersikap anggun dan wajar.

Abian merasa aneh dengan sikap Arumi, tapi dia anggap ini lebih baik. Dia tahu jika mama dan kakaknya sedang membuat drama.

Abian berdehem "Maa, kak ini teman Bian, Delia." Abian ikut masuk ke dalam drama yang sang mama dan kakaknya ciptakan.

Ananda dan Arini menoleh ke belakangan, "Wah Bian bawa teman cewek." Amanda berseru.

Delia terbelalak, dia seperti mengenal mama Abian, "Ibu, Ibu yang waktu sakit itu kan?" tebak Delia langsung.

"Kamu Delia ya?" pura-pura menebak. "Ya ampun kebetulan sekali, Ibu cari-cari kamu loh, ternyata Tuhan maha baik mempertemukan kita lagi." Amanda berdiri menghampiri Delia, mengajak Delia duduk.

"Ternyata teman anak Ibu,"

Delia tersenyum canggung, dia menoleh kebelakang, melihat Abian, dan Abian hanya mengangkat bahu.

Arumi dan Arini langsung mencolek lengan Abian "Udah cus bawa ke KUA, mama udah cocok tuh." bisik Arini.

"Aku sama Delia nggak ada hubungan apa-apa."

"Tapi kamu keliatan suka" Arumi mencebikkan bibirnya "aslinya lebih cantik ya Bi, kalo kamu nggak mau, kakak jodohkan saja sama ipar kakak." Arumi memanasi.

"Jangan mulai," ucap Abian tak suka, membuat kakaknya gemas. Abian ikut bergabung bersama Delia dan mamanya.

"Ibu masih sakit?" tanya Delia yang melihat wajah Amanda pucat.

"Iya, biasa, mikirin anak Ibu yang nakal, duhh susah diatur." Amanda memijit keningnya pura-pura pusing, padahal dia meminta anaknya untuk bersikap anggun.

Mulai deh mama, berlebih. Abian

Delia melirik Abian, tau yang dimaksud itu Abian.

"Bu, kalo anaknya nakal, kenapa nggak disunat lagi aja, biar nggak nakal." Delia menutup mulutnya, dia salah jawab, tapi malah mendapat tawa dari ketiga wanita itu.

"Kamu lucu ya Delia, bener, disunat aja ya biar nggak nakal lagi." ucap Amanda.

"Sudah lama kenal Abian?" Arini mulai penasaran.

"Baru kak."

Arini mengangguk "Kamu pacar Abian?" tanyanya langsung, membuat Delia dan Abian terkejut, Arini terlalu blak-blakan.

"Ehhh nggak-nggak, kita cuma partner kerja" Delia cepat menyangkal seraya mengibaskan tangannya.

Gila aja pacaran sama orang macam dia.

"Nggak papa, berasal dari partner kerja, nanti bisa jadi partner ranjang" Arumi menimpali, yang mendapat pelototan dari Abian, Arini dan Amanda, hilang sudah sikap anggun yang dijaga sejak tadi.

.

.

.

.

Semoga suka part ini 😁😁 maaf up nya ngaret, stok babnya abis

Terpopuler

Comments

Nita Aja

Nita Aja

suka banget

2025-02-20

0

Sonya Bererenwarin

Sonya Bererenwarin

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-10

0

Surya Hermawan

Surya Hermawan

keluarga heboh /Facepalm//Facepalm/

2024-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!