Pesona Delia

Menempuh perjalanan jauh dan panjang sangatlah melelahkan, namun tidak dengan Delia, Delia terus melototkan matanya untuk melihat indahnya kota Guangzhou. Delia tak yakin jika dia bisa bepergian lagi keluar negeri seperti ini, mengingat ketidak sukaan Abian padanya, dan jika boleh memilih, Delia lebih baik terbang antar kota saja bersama pilot yang ramah dan baik. Tak perlu tampan tapi membuat darah tinggi, bisa-bisa Delia cepat tua dan mati perlahan-lahan.

Disaat semua kru tertidur dimobil yang akan membawa mereka ke hotel, Delia sama sekali tak memejamkam matanya, Delia pikir cuma dia yang tak tidur, sebab sejak tadi dia sibuk berselancar di dunia maya dan baru menyadari jika pilot tampan nan menyebalkan itu juga tidak tidur, dia sedang berbalas pesan dengan sang pujaan hati, karena Abian tak ingin Attaya ngambek padanya karena dia terlambat mengabari.

Abian terlihat senyum-senyum sendiri saat berbalas pesan yang tanpa sengaja tertangkap mata oleh Delia.

"Semoga jadi Gila beneran ketawa-ketawa sendiri" Bagi Delia Abian saat ini tak ada bagus-bagusnya dimatanya.

Mobil yang membawa para kru berhenti dilobby hotel, mereka semua turun, dan langsung menuju kamar mereka masing-masing yang telah disiapkan oleh pihak maskapai untuk beristirahat sebelum kembali ke tanah air. Delia berada satu kamar bersama Voni, dan Cecilia.

"Huffft capeknya" Voni langsung merebahkan tubuhnya dikasur empuk hotel.

"Aku mandi duluan ya girls" seru Delia, karena dia sudah tak betah badanya sudah terasa lengket.

"Gila ya Del, kamu nggak ada capeknya apa? tadi nggak istirahat loh kamu. Dan ini dingin banget" ucap Voni yang merasa kedinginan, dan Voni yang tadi istirahat sebentar saja rasanya sangat pegal.

"Hahaha aku terlalu exited kali ya, ini pertama kali ikut penerbangan internasional" ujar Delia sebelum berlalu ke kamar mandi.

"Terlalu berlebihan nggak sih Cell Captain Abian terhadap Delia? keliatan banget dia nggak sukanya" tanya Voni saat Delia sudah masuk ke kamar mandi .

"Menurutku sih biasa Captain Abian begitu, dia nggak mau dalam penerbangannya ada kesalahan sedikitpun, dan mungkin ini pertama kali dia ketemu pramugari baru kayak Delia, dia terbiasa terbang bareng awak kabin yang sudah memiliki jam kerja tinggi, you know lah, kayak kita dulu bisa terbang bareng Captain setelah setahun lebih tugas" Cecilia ikut membaringkan tubuhnya disebelah Voni.

"Von, kasih tau Delia, dia harus hati-hati sama Captain Abian, dia kayak punya main Power dimaskapai ini, entah dia punya kenalan atau dekat para petinggi" lanjut Cecilia lagi.

"Iya, aku dulu pernah dengar ada pramugari yang salah announce, padahal cuma salah sekali, tapi Captain Abian minta dia buat study announce dan meet chief lagi" ujar Voni.

"Itu yang aku takutin" Cecilia bergidik ngeri membayangkannya "Captain Abian jika ngerasa udah nggak suka mengerikan"

Voni mengangguk, sebagai sesama pramugari mereka harus saling mengingatkan, karena mereka sudah seperti saudara sendiri. Jangan sampai diantara mereka ada yang melakukan kesalahan sedikit tapi harus melakukan study lagi.

Setelah Delia, mereka bergantian membersihkan diri, lalu mereka akan istirahat sebentar, dan akan jalan-jalan menikmati street food disekitar hotel.

Dikamarnya, Captain Abian bersama copilotnya baru keluar dari kamar mereka, Abian minta ditemani Rendy untuk membeli hadiah untuk Attaya, sudah jadi kebiasaan Abian, setiap dia habis penerbangan luar negeri pasti akan membawakan buah tangan untuk belahan jiwanya.

"Capt ini nggak salah harganya?"

Rendy padahal sudah biasa menemani Abian berbelanja untuk kekasihnya namun masih tetap saja dia terkejut ketika Abian membelikan barang mewah untuk Attaya yang pasti harganya menguras kantong.

"Attaya pantas kok dapat barang seperti ini, dia model papan atas, nggak mungkin kan aku belikan dia barang KW" jawab Abian yang langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran.

Rendy geleng kepala, dia tak heran, selain pilot dengan bayaran tinggi, Abian juga pengusaha clothing yang sukses, ditambah bantuan Attaya dan teman-teman modelnya mempromosikan produk miliknya, namun Rendy tak tahu keluarga Abian sebenarnya, sebab Abian tertutup perihal keluarganya.

"Ini aku nemenin doang nih Capt?" Rendy menyandarkan sikunya di meja kasir.

"Abis ini kita ngopi dicafe sebelah"

"Hmmm pelit, masa Attaya doang yang dibeliin" Abian tak menanggapi ucapan Rendy yang memang selalu seperti ini.

Setelah dari outlet tas branded terkenal, sesuai janjinya Abian mengajak Rendy makan direstoran mewah di dekat hotel mereka menginap, walau sudah disediakan makanan oleh pihak hotel, tapi mereka memilih makan diluar untuk agar tak bosan hanya berdiam diri di hotel. Mereka memilih duduk di luar agar bisa menikmati udara dingin di Guangzhou yang tak bisa didapatkan di tanah air, dan agar bisa

Rendy dan Abian terus mengobrolkan banyak hal, bukan sebenarnya hanya Rendy yang lebih banyak berceloteh, sebab Abian sibuk dengan ponselnya, dan Abian memang terbilang tidak banyak bicara.

"Captain nggak mau coba selingkuh gitu dari Attaya Capt?" pancing Rendy karena dia merasa Abian terlalu bucin pada kekasihnya.

"Nggak" jawab Abian singkat, padat, dan jelas.

"Mumpung belum sah Capt, puas-puasin dulu, nanti kalau udah marriage baru setia sama satu pasangan, apalagi Captain banyak disukai ciwik-ciwik cantik" seloroh Rendy, mencoba memberikan virus pada otak Abian yang selalu setia pada satu pasangan jika menjalin hubungan.

"Itu penyakit Ren, nggak usah diuji coba, aku paling nggak suka pada penghianatan"

"Ahh nggak asik nih Captain, nakal sedikit mah nggak papa Capt"

Abian berdecak, dia lebih baik kembali fokus pada ponselnya dari pada harus menanggapi omongan copilotnya yang tak berbobot sama sekali. Sampai kemudian Rendy kembali bertanya padanya.

"Capt, itu Delia kan ya?"

Pertanyaan Rendy kali ini berhasil membuat Abian mendongakkan kepalanya dan mengurungkan jemarinya yang akan mengetik membalas pesan Attaya, mengikuti arah pandang Rendy. Benar, dia juga melihat Delia sedang berjalan bersama Voni dan Cecilia, ketiga wanita yang merupakan crewnya itu terlihat sedang tertawa dan memegangi bungkus makanan yang mereka beli.

"Waww, aku emang nggak salah suka sama cewek kan Capt?" Rendy terus memandang Delia dari kejauhan tanpa berkedip "Delia cantik pakai seragam pramugari, tapi memakai pakaian santai kayak gini dia bagai sesosok bidadari sungguhan, bening, paling beda dari yang lain" puji Rendy pada Delia yang tanpa dibuat-buat.

Padahal Delia hanya memakai kaos putih bergambar teddy bear, yang terlihat begitu kontras dikulit putih bersihnya, dengan celana jeans hitam standar yang membalut kaki jenjangnya. Rambut yang biasa dicepol kini diikat kuda sedikit berantakan, terlihat jika rambut Delia ikal alami dan itu membuat Delia tidak hanya cantik tapi tak bosan dipandang.

Hampir saja bibir Abian mengiyakan ucapan Rendy, untungnya dia cepat tersadar dan menjawab.

"Biasa aja, dia kan masih bocah, wajar beda dari yang lain" tanpa Abian sadari dia mengakui jika Delia memang berbeda.

"Hai Delia" panggil Rendy sedikit mengeraskan suaranya agar Delia mendengarnya seraya melambaikan tangan.

Abian terkejut, dia tak menyangka jika Rendy akan memanggil Delia "Kenapa kamu panggil mereka?" Abian kesal, dia masih begitu marah pada Delia.

"Biar seru Capt, masa berdua mulu, kita berasa jeruk makan jeruk"

Delia dan teman-temanya yang sedang membuat vlog mendengar panggilan Rendy dan langsung menghampiri, awalnya Delia tak ingin ikut sebab dia melihat ada Abian disana, namun tak mungkin juga dia sendiri, ini daerah orang yang dia belum tahu seluk beluknya, jika dia memutuskan sendiri, dia pasti akan kesasar.

"Hai Capt" sapa Cecilia dan Voni

pada Rendy dan Abian.

"Gabung sama kita aja." Rendy menarik kursi untuk Delia duduk, beruntung meja mereka sedikit besar jadi pas untuk mereka berlima.

Delia merasa sungkan dengan Rendy "Nggak usah sungkan Delia, kebetulan aku liat kamu, aku kan punya janji sama kamu begitu sampai Guangzhou mau traktir kamu"

"Ini Delia aja yang ditraktir Capt? ih aku cemburu loh" seloroh Cecilia.

"Hahaha kalian minta traktir sama Captain Abian saja, iya kan Capt?" Rendy menaik turunkan alisnya pada Abian, membuat Abian berdecak kesal.

Mau tak mau Abian mengiyakan permintaan konyol Rendy, walau dia tak suka, "Awas saja Ren, kamu membayar mahal atas perbuatan mu," batin Abian.

"Ini kita nggak ganggu acara Captain kan Capt?" Cecilia memastikan, karena selama dia terbang bersama Captain Abian, Cecilia belum pernah diajak makan satu meja sebab Abian biasanya lebih suka menyendiri jika tidak berdua bersama Rendy.

"Nggak tenang saja" jawab Rendy yang mendapat pelototan dari Abian dan Rendy tak peduli itu, yang penting dia bisa dekat dan memandangi Delia.

Ketiganya memilih menu makanan berupa steak, sembari menunggu makanan mereka datang, Rendy dan yang lainnya ngobrol santai, tapi tidak dengan Abian, dia lebih banyak diam dan hanya mendengarkan saja. Sekali-kali terdengar gelak tawa dari mereka saat ada gurauan yang menurut mereka lucu, sampai makanan mereka datang.

"Capt, kita foto yuk!" ajak Voni tiba-tiba "Jarang loh ada momen begini"

"Iya, boleh kan Capt?" tanya Cecilia

Rendy memandang Abian untuk meminta persetujuan Abian, sebab Abian jarang sekali mau diajak berfoto, selain karena dia menjaga privasinya, Abian juga sangat menjaga perasaan Attaya, sebegitu cintanya Abian pada Attaya.

Mereka menunggu dengan tegang persetujuan dari Abian, yang beruntungnya, kali ini Abian menganggukan kepala tanda setuju.

Mereka berswafoto bersama.

"Cecilia, nanti kamu lagi ya yang melakukan voice announce suara kamu kemaren enak didengar, aku suka." ucap Abian setelah mereka selesai melakukan swafoto.

"Eh" Cecilia menggigit jarinya, ragu untuk menjawab permintaan Abian. "Tapi itu kemarin suara Delia Capt" jawab Cecilia.

Abian berdehem menghilangkan rasa malu "Oh, suaranya sama seperti yang lainnya, biasa saja," ralat Abian kemudian,

yang membuat Delia menggeram, Delia sampai harus mengepalkan tangannya menahan emosi, jika bukan pesan Voni untuk berhati-hati, Delia pasti sudah menarik kerah Abian, dan membenturkan kepala Abian di meja makan restoran saat ini juga.

Tapi yang lainnya hanya menahan tawa, sebab Abian tak mau mengakui kesalahanya.

See, Abian mengibarkan bendera perang pada Delia.

Terpopuler

Comments

Melia Gusnetty

Melia Gusnetty

paling pacar yg kau bangga2 kn itu ...model yg merangkap....plus plus...🤭🤭😜

2024-09-15

2

gah ara

gah ara

ini mah sikap beda tipis sama jatuh cinta'

2024-08-31

0

Siti Naimah

Siti Naimah

sekarang gantian Abian yang jaim.
hati hati nanti jadi bucin lho

2024-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!