Semua gara-gara Delia

Siang ini Abian dan para crewnya sudah mendarat dibandara Soekarno-Hatta, disaat para crew yang lain menyempatkan diri untuk makan siang bersama dulu, Abian memutuskan untuk langsung pulang. Tiga hari tak bertemu Attaya membuat rindu Abian sudah tak terbendung.

"Dasar Captain bucin, awas Capt, jangan lupa pake pengaman" bisik Rendy ditelinga Abian, dan dia diberi hadiah jitakan topi Abian.

"Kan enak kalo nggak ada aku, kamu jadi yang paling ganteng." ucap Abian. Dan kemudian dia langsung berlalu menuju tempat taksi.

Abian mengetuk-ngetukkan jemarinya diatas paha, Abian tak sabar akan memberi kejutan untuk Attaya, sebab Abian mengabari jika dia akan kembali besok. Hingga tak lama tibalah Abian di apartemen milik Attaya, sambil menggeret kopernya Abian berjalan menuju kotak besi diapartemen itu.

Pintu lift terbuka, Abian melebarkan langkahnya makin tak sabar untuk segera bertemu Attaya, dan melihat wajah terkejut kekasihnya. Abian melonggarkan dasi yang mencekik lehernya, dan membiarkan Attaya yang akan membukakanya nanti. Huffft, jika mereka sudah menikah nanti, Abian pasti akan merasa senang setiap hari dilayani dan dimanja Attaya, wanita yang begitu dicintainya, seperti yang dilakukan oleh mamanya kepada papanya.

Sial, sangat sayang Abian lupa membawa kartu akses miliknya, padahal jika dia membawanya, Abian bisa menyempurnakan surprisenya ini.

Terpaksa Abian harus menekan tombol bel apartemen Attaya, tiga kali suara bel berbunyi namun pintu apartemen Attaya tak juga terbuka, mungkin Attaya sedang ada show atau pemotreran, pikir Abian. Abian kembali terpaksa harus meng-on kan ponsel miliknya untuk menghubungi Attaya.

Baru saja Abian menempelkan ponsel ketelinganya, pintu apartemen Attaya terbuka,

"Bian!!" pekik Attaya senang, dia langsung memeluk Abian. "Very very miss you. Kamu bilangnya pulang besok" Attaya berjinjit hendak mendaratkan kecupan ke pipi Abian, namun Abian menahan wajah Attaya dengan menagkup wajah Attaya menggunakan kedua tangannya.

"Surpsrise, aku masuk dulu ya?" Abian melepaskan tangannya dari wajah Attaya langsung menerobos masuk.

"Kamu selalu begitu" Attaya menghentakan kakinya, "kamu sayang nggak sih sama aku Bi?" tanya Attaya mengerucutkan bibirnya, tak ayal dia mengejar Abian dan tangannya tetap mengampit lengan Abian.

"Sayang dong," Abian mengusap lembut kening Attaya "Makanya aku menjaga kamu, dan memandang kamu sebagai wanita" ucap Abian. "See, aku bela-belain langsung kesini demi kamu, bahkan aku lebih memilih lihat kamu dulu ketimbang mama aku" Abian dan Attaya langsung duduk di sofa, dengan mata Abian yang menelisik setiap sudut apartemen Attaya. Tak mau bertanya apapun.

"Makasih ya Bi" seperti sudah jadi kebiasaan Attaya langsung melepaskan dasi Abian "So ... apa kamu bakal nepati janji kamu sekarang Bi?" Attaya menagih janji Abian seraya menatap wajah Abian.

Abian mengangguk "Aku nggak akan pernah lupa sama janjiku Ya, pasti aku akan menepatinya."

"Apa kita akan melakukannya sekarang Bi?" Abian mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Attaya, namun langsung teralihkan saat mata Attaya langsung menangkap paper bag dengan merek gulli yang ditaruh Abian diatas meja. "Kamu bawa oleh-oleh buat aku?" Attaya memajukan duduknya meraih paper bag itu dan langsung membukanya.

Mata Attaya langsung berbinar melihat hadiah yang dibawa Abian untuknya "Wooowww, inikan limited edition Bi"

"Spesial for you"

Attaya menggigit bibir bawahnya, jika kemarin dia berencana akan membuat Abian bertekuk lutut padanya, berarti dia harus membuatnya sekarang.

"Bi, aku buatin kamu minum dulu ya" Attaya mengusap pipi Abian mesra "Kamu istirahat di sofa aja dulu"

Attaya beranjak dari duduknya menuju dapur, akan membuatkan Abian minuman yang bisa membuat Abian mabuk kepayang padanya, Attaya tak mungkin menunggu Abian, sudah sering kali Attaya melayu Abian dengan berbagai cara, namun Abian sama sekali tak tergoda, Abian selalu beralasan, jika dia akan melakukan semua jika sudah menikah.

"Aku mau istirahat dulu dikamar kamu boleh kan? aku capek banget" Abian langsung melangkah masuk ke kamar pacarnya, tanpa menunggu persetujuan Attaya, tak menyadari perubahan wajah Attaya, dan Attaya segera menyusul langkah Abian, namun saat Abian sudah menarik handle pintu hapenya berbunyi, nama papanya tertera disana.

Abian menaikkan satu alisnya, tak biasanya sang papa menghubungi dia jika tidak terlalu penting.

"Halo Pa"

"Abian, kamu sudah pulang bukan? cepat kerumah, mama kamu sudah dua hari tidak pulang, papa sudah cari kemana-mana tapi mama kamu belum ketemu"

"Apa Pa? kok bisa?"

"Nggak tau, pokoknya kamu segera pulang" Papa Abian langsung mematikan panggilanya begitu saja.

Mendengar kalau mamanya tidak pulang dua hari tentu saja membuat Abian khawatir, walau mamanya terlampau cerewet tapi Abian begitu menyayanginya.

"Ada apa Bi?" tanya Attaya langsung menghampiri Abian.

"Ya, aku harus pulang sekarang, kamu nggak papakan?" ucap Abian, dia takut terjadi apa-apa pada mamanya

Antara senang dan kecewa Abian mau pulang, tapi tak masalah buat Attaya, dia bisa melakukan itu besok.

"Oh yaudah, nggak papa Bi"

Abian mengecup puncak kepala Attaya sebelum pulang. Dan saat akan keluar Abian baru teringat jika dia tidak membawa kendaraan sendiri, akan semakin lama jika dia harus memesan taksi terlebih dahulu, Abian yang sudah diambang pintu, kembali membalikkan badanya "Ya, aku pinjam mobil kamu dulu ya, ini urgent"

"Eh iya-iya" Attaya mengangguk cepat, dan segera mengambil kunci mobil yang ada diatas buffetnya dan memberikan pada Abian.

"Kamu hati-hati Bi." pesan Attaya.

Abian seperti orang kesetanan, dia membawa mobil dengan kecepatan penuh, Abian tak bisa membayangkan yang terjadi pada mamanya, apa sang mama terkena syndrome dory atau lupa ingatan sejenak sehingga mamanya lupa arah pulang, atau mamanya diculik oleh brondong sampai melupakan papanya, astaga, kenapa pikiran Abian jadi melenceng kemana-mana.

Hanya butuh waktu lima belas menit Abian sudah sampai dirumah orang tuanya, terlihat disana mobil kakak-kakaknya sudah terparkir, membuat Abian semakin bertambah khawatir, jika semua kakaknya sudah berkumpul, itu berarti terjadi hal yang parah pada mamanya, ya Tuhan, apa ini salah satu doanya yang terkabul akibat terlalu kesal terhadap mamanya yang tak mau menerima Attaya. Abian berjanji dalam hatinya jika mamanya baik-baik saja Abian akan menuruti apa yang semua mamanya mau.

Abian langsung masuk kerumah besarnya itu dengan penampilan yang berantakan, masih dengan seragam pilotnya, dan mendapati kedua kakak perempuannya menangis.

"Pa, ada apa ini? kenapa mama Pa?" tanya Abian pada papanya yang menunduk duduk disofa diapit kedua kakak Abian, Aruna, dan Alena.

"Mama Bi, mama nggak pulang sudah dua hari" Aruna yang berbicara.

"Emang mama pergi kemana?, apa tidak ada yang mengantar? biasanya kan mama kalau keluar sama mang Mul, kemana mang Mul?" Abian berteriak memanggil supir mamanya itu.

"Mul sedang diistirahatkan sama mama kamu Bian" Papa akhirnya buka suara.

"Terus kenapa mama keluar nggak ada tahu?"

"Karena mama mau mencari gadis yang katanya mau dijodohkan sama kamu" jawab papa Abian.

"Astaga, kenapa harus dicari? siapa sih cewek itu?" benar-benar tak masuk akal, padahal semua keluarga tahu jika Abian pacaran dengan Attaya, dan Abian hanya ingin dengan Attaya. Dan apa tadi, mencari? memang kemana gadis itu?.

"Apa sudah lapor polisi?" tanya Abian setelah menyadari ada yang tidak beres dikeluargannya. "Ini sudah lebih dari 1x24 jam, jika tidak ada yang melapor, kalian semua keterlaluan"

"Buat apa lapor polisi, orang mama baik-baik saja kok" Amanda keluar dari kamarnya, dan dengan santainya dia duduk diantara anak dan suaminya, tanpa merasa bersalah pada Abian sama sekali.

"Mama, Mama baik-baik saja kan Ma?" raut Abian yang tadinya khawatir kini mereda.

"Setelah kamu sampai rumah Mama baik-baik saja." Amanda bersedekap.

Abian mengernnyit "Jadi kalian kerja sama bohongin Abian?" Abian mendengus kesal berkacak pinggang, menyugar rambutnya frustasi, "Kalian semua keterlaluan, bercandanya nggak lucu dan berlebihan, berarti Papa nelepon Abian tadi cuma pura-pura?" Abian menyentak nafas kasar "kalian tahu? Bian bawa mobil seperti orang _ ah sudahlah, kalo cara mama seperti ini Abian akan nekat menikahi Attaya"

"Ya nikahi saja wanita porselen itu, kamu sampai pulang ketempat dia dulu Bian, jika Mama yang nelpon kamu, kamu pasti nggak akan angkat telepon Mama"

Amanda begitu kesal pada anak laki-laki satu-satunya ini, susah sekali diberi tahu jika Attaya bukan wanita baik-baik, dia tahu jika saat pulang Abian langsung ke apartemen Attaya melalui orang suruhanya "Tapi Mama tetap akan mencari gadis yang bernama Delia, dan Mama akan menikahkan kamu dengan Delia"

Mendengar nama Delia, yang terlintas dikepala Abian adalah pramugari yang terbang bersamanya, Abian berharap Delia yang mamanya maksud bukan Delia yang sama, entah mengapa mengingat nama pramugarinya itu, Abian menjadi sangat kesal.

"Mama kenapa nggak sekalian mencarikan Abian jodoh tak kasat mata saja Ma, bisa-bisanya Mama mencarikan Abian jodoh tapi Mama tak tahu asal usulnya"

"Jika bisa, mama sangat mau, dari pada kamu menikah dengan wanita porselen itu, mama tidak rela."

"Terus apa wanita bernama Delia itu lebih baik dari Attaya? bahkan mama nggak tahu dia tinggal dimana"

"Nurani hati seorang ibu itu kuat Abian, walau Mama sekarang belum menemukan Delia, tapi Mama yakin Delia itu gadis yang baik dan cocok sama kamu"

Abian tak dapat berkata-kata lagi, dia memijit pangkal hidungnya, mendengar nama Delia membuat kepala Abian sakit

"Abian akan menuruti mau Mama, jika Mama bisa membuktikan pada Abian kesalahan Attaya apa?" Abian meninggalkan orang tuanya dan kakak-kakaknya begitu saja menuju kamarnya dilantai dua. Bertengkar dengan mamanya akan sia-sia, yang ada dia bertambah pening.

"Bisa-bisanya mereka kerja sama mengerjai aku seperti ini, keluarga akting, kenapa dulu mereka nggak jadi artis sekalian" Abian membanting pintunya, tak habis pikir dengan keluarganya yang kompak ingin menjauhkan dia dengan Attaya.

"Delia, jika benar wanita itu penyebab mama jadi seperti ini, aku akan buat dia menderita." Abian bermonolog sendiri. "Tunggu saja Delia, kamu akan mendapatkan balasannya"

Terpopuler

Comments

Sintia Dewi

Sintia Dewi

kasian kali si delia gk salah apa2 kena masalh aja dia. sabr ya delia nantik km bales si abian itu

2024-08-21

0

ira

ira

hei Abian tunggu aja nnti semua kebusukan Attaya akan segera kmu ketahui,dan Delia apa salahnya cb kn mm mu yg mau jodohin kmu

2024-08-17

1

Esther Lestari

Esther Lestari

apa salah Delia,lha dia saja gk tahu kalo mama mu mau menjodohkan Delia sama kamu Abian

2024-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!