Tamparan keras

Sudah beberapa kali Delia terbang bersama Captain Abian, baik penerbangan internasional maupun penerbangan domestik. Untuk penerbangan internasional sendiri, hanya rute Singapore dan Kuala Lumpur.

Selama penerbangan itu juga mereka tak saling sapa, Abian yang bertambah dingin, dan lebih banyak diam, sebab masih merasakan patah hati, dan Delia sendiri memilih menghindar, sebab tak mau cari masalah dengan Abian.

Namun diam-diam Abian memperhatikan interaksi antara Rendy dan Delia. Jika sedang bersama Rendy, Delia selalu tertawa lepas tak jutek, berbeda saat bersamanya.Abian menduga jika Delia dan Rendy sudah menjalin hubungan.

Pagi ini Abian dan Delia kembali dijadwalkan terbang bersama, Delia datang bersama Voni, namun saat akan menuju ruang flops, Voni mendadak mau buang air kecil, dan secara kebetulan Delia bertemu dengan Daniel.

Daniel merupakan jajaran petinggi di maskapai ditempat Delia bekerja, bukan hanya itu, Daniel juga merupakan anak pemilik maskapai yang bekerja sama dengan orang tua Abian. Bisa dibilang Abian dan Daniel saling mengenal, walau tak akrab. Mereka sempat bertemu beberapa kali saat pertemuan acara perusahaan, baik hanya pertemuan bisnis, atau acara peringatan hari jadi perusahaan.

Yang Abian tau, Daniel suka gonta ganti pasangan.

Masih dalam sorotan Abian, Delia berbincang akrab dengan Daniel, bahkan mereka sempat saling melempar candaan dan tawa. Abian mengernyit, dari mana Delia bisa mengenal Daniel?.

Bukan hal yang mustahil atau sudah menjadi rahasia umum, jika terdapat gosip tentang dunia gelap penerbangan, dimana ada diantara mereka ada yang menjalin hubungan terlarang, dan Abian sudah menduga Delia salah satunya.

Setelah lama mereka mengobrol, terlihat Daniel memberikan ponselnya pada Delia, dan Delia menerimanya, nampak Delia mengetikkan sesuatu, setelahnya Delia memberikan ponsel itu pada Daniel lalu Delia tersenyum ramah.

"Apa ini wanita yang mama inginkan menjadi menantu? mama bahkan belum mengenal dia, jika Mama tahu dia lebih buruk dari Attaya"

Abian tampak menyeringai, dia mempercepat langkahnya mengejar Delia.

"Pramugari juniorr mengenal seorang Daniel?" Abian berkata tepat dibelakang telinga Delia saat dia berhasil mensejajari Delia, membuat Delia menghentikan langkahnya.

"Captain?"

"Kenapa?, kaget?" Abian kembali, mendengus "Sudah aku duga sejak awal, kamu bukan pramugari profesional, tapi bisa terbang bareng saya, kalau kamu menggunakan orang dalam"

"Maksudnya?" Delia mengernyit tak paham.

"Kamu ingin tahu maksud saya" Abian memajukan wajahnya lebih dekat pada wajah Delia "Kamu pramugari simpanan" ucap Abian lirih penuh penekanan tanpa basa basi dalam ucapannya.

Dan tanpa Abian duga, dengan cepat tangan kecil Delia langsung mendarat keras dipipinnya, langsung mengalirkan rasa panas yang teramat, Abian memejam untuk sesaat mengatur emosi dengan tangan mengepal, dia ingin membuka suara namun Delia lebih dulu menyela,

"Jangan asal bicara Capt, jika tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Dari pada membuat gosip murahan" Delia tersulut, lalu memajukan langkahnya lebih mendekat ke Abian, Delia mengangkat kepalanya tanpa rasa takut dan bersalah setelah menampar Abian.

"Apa salahnya jika saya terbang bersama Anda? Apa anda merasa dirugikan? apa Anda begitu hebatnya? sampai harus seorang pramugari yang benar-benar profesional baru bisa terbang sama Anda?" Delia meludah kesamping. Cuihhh, "Jangan sombong Capt, diatas langit masih ada langit"

Setelah mengatakan itu Delia langsung pergi meninggalkan Abian yang masih diam terpaku, tanpa mengizinkan Abian berucap sepatah kata pun.

Setelahnya Delia langsung pergi ke toilet, tanpa ada yang tahu, jika Delia menangis disana, ya, Delia tadi hanya berpura-pura kuat. Delia berdiri didepan kaca toilet dengan kran yang menyala, hati Delia begitu sakit atas ucapan Abian, dia merasa begitu direndahkan, tega sekali Abian mengatakan seperti itu padanya, jika dia adalah simpanan.

Harus kalian tahu, jika di dunia penerbangan tempat Delia bekerja, kita benar-benar harus menjaga mulut dan sikap kita, jika salah sedikit saja dalam berlisan, bahkan tembok yang menjadi saksi saja bisa bicara.

Bagaimana jika ucapan Abian tadi ada yang mendengar?. Pasti Delia akan dituduh yang bukan-bukan. Dan itu akan berdampak buruk padanya.

Delia melihat wajahnya yang berantakan akibat menangis, ia segera membasuh wajahnya, membuang nafas melalui mulut, setelah dia merasa tenang, lalu Delia merapikan kembali make-upnya. Jadi pramugari harus terlihat selalu segar dan ceria. Tanpa peduli perasaan kita saat ini seperti apa?.

Sial, kenapa dia harus selalu terbang bersama Abian lagi sih?. padahal harusnya dia bisa rolling terbang bersama Captain yang lain, harus pada siapa Delia mengadukan hal ini, jika dia tidak mau terbang bersama Abian?. "Tuhan tolong aku"

Ingin rasanya Delia menyerah, mencari pekerjaan baru yang bisa membuatnya nyaman, Delia terlalu menjaga privasinya, menceritakan segala masalahnya saja Delia tak mau, apalagi ini. Semenjak dia terbang bersama Abian, hati Delia tak pernah baik.

"Dell, kamu dari mana? aku cari kamu" bisik Voni saat Delia baru sampai ruang flops, "Captain Abian sudah datang" lanjutnya.

Delia menunduk "Aku dari toilet, nyusul kamu, nggak taunya kamu disini" dustanya, Delia tak mungkin mengatakan yang sejujurnya.

"Udah sana langsung periksa kesehatan, sebentar lagi kita breifing" perintah Voni.

Delia beranjak mengambil posisi duduk disebelah dokter yang bertugas di maskapai mereka untuk cek kesehatan setiap harinya.

Tak lama Abian mengintruksi mereka untuk segera masuk mobil yang akan mengantar mereka menuju pesawat dan akan melakukan breifing di pesawat saja. Delia tetap memaksakan senyum, dia terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, namun Delia sempat melirik Abian dan pandangan mereka bertemu, dengan cepat Delia mengalihkan pandangannya, tapi Delia sempat menangkap pipi Abian yang masih memerah.

Tanpa terasa Delia meraba pipinya "Apa segitu keras aku nampar dia" batin Delia, sekelebat rasa bersalah menghampiri Delia. Lagi-lagi setiap gerakan Delia tak luput dari perhatian Abian.

Turun dari mobil yang mengantar mereka, Delia langsung menuju pesawat untuk melakukan banyak persiapan, sedang Abian menuju ke bawah awak pesawat, mengecek kesiapan pesawat yang akan diterbangkanya, dari bahan bakar, ban, bahkan statistik dhischarge (alat penangkap petir yang terletak di sayap pesawat, baik depan maupun belakang).

Setelah dirasa semua aman, Abian lalu naik ke pesawat, dan menuju kokpit bergabung bersama Rendy.

"Gimana semua aman Ren?" tanya Abian.

"Aman donk Capt" jawab Rendy.

Abian mengangguk, ia mengambil dokumen, mencocokkan data "Done yuk keluar, kita breifing sekarang"

Abian berdiri di pintu kokpit, dia melihat Delia yang begitu cekatan melakukan pengecekan pesawat (Preflight check), rapi, cekatan, terlihat jika Delia sat set sat set cara kerjanya. Abian menghela nafas, kenapa jadi dia terus memperhatikan Delia?.

Dilain sisi, Voni dan Cecilia melihat Abian yang memperhatikan Delia.

"Sssttt" Cecilia memanggil Voni, lalu menyenggol lengan Voni

"Hmmm" Voni bergumam

"Liat" Mata Ceilia melirik ke Abian, dan Voni mengikuti liriknya mata Cecilia "Ngerasa nggak sih cara mandangnya beda?" bisik Cecilia yang berada di dapur pesawat belakang.

"Sepertinya" jawab Voni

"Bukannya Rendy juga lagi pendekatan sama Delia juga"

Voni mengangguk. "Bahkan antar jemput"

"Jadi kalian nggak pernah dijemput supir kantor?" Voni menggeleng.

"Hoooo bakal ada goha (gosip halim) nih"

"Cukup kita aja yang tau, kasihan Delia, dia nggak suka Captain Abian"

"Gilaa Delia, cowok cakep gitu ditolak?"

"Delia wanita berkelas kali, mana mau sama pacar orang" cibir Voni.

"Iya juga ya, Captain Abian kan sudah punya pacar"

"Hai every body sudah selesai semua" suara Abian mengintruksi.

"Sudah Capt" jawab awak cabin serempak.

"Gimana?, semua aman?"

"Aman Capt"

"Oke, pesawat juga aman, semoga nanti semua lancar dan tidak ada apa-apa, jangan lupa tetap tersenyum ramah" Abian melirik Delia sejenak, dan itu tak luput dari mata Ceciliadan Voni "Ucapkan selamat pagi pak, Bu dengan lembut, buat penumpang kita menjadi raja, layani mereka sebaik mungkin" ucap Abian, kembali melirik Delia "Sebelum kita berangkat, mari kita berdoa menurut agama masing-masing"

Mereka semua menundukkan kepala, berdoa. Setelah selesai tanpa diduga Abian memanggil Delia.

"Bisa saya minta kopi?" ucap Abian.

"Hah?"

Delia terkejut, tak biasanya Abian meminta tolong padanya. Apalagi setelah insiden Delia yang menampar Abian barusan, Abian bisa bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa diantara mereka, padahal Delia masih merasa sangat dongkol.

"Kuping kamu masih berfungsi dengan baik kan?" ucap Abian lagi, yang menyulut emosi Delia "FOKUS" tekankan Abian ucapannya.

Delia kembali membuang nafas lewat mulut, geram, kembali dia dibuat emosi, astaga, jika bukan banyak orang disini, Delia sudah pasti menarik dasi Abian dan mencekiknya sampai Abian tak bisa bernafas. Namun yang Delia lakukan selanjutnya adalah . .

"Baik Capt " jawab Delia lembut dan tersenyum ramah, membuat Abian sedikit heran.

Kemudian Abian kembali ketempatnya. Tak lama Delia sudah datang membawa kopi pesanan Abian, dan tak lupa Delia juga membuatkan untuk Rendy, Delia masih dengan senyum ramah dan manisnya.

Abian memandangi kopi buatan Delia yang begitu menggodanya.

"Duh kopi buatan Delia emang paling enak Capt" Rendy memejamkan mata setelah menyeruput kopinya.

Abian kembali melihat kopinya, melihat ekspresi Rendy sepertinya memang enak, sebelum meminumnya, Abian terlebih dahulu meniup uap yang keluar dari kopi. Namun yang terjadi justru . . .

Pruffffttt

Abian menyemburkan kopi miliknya, mengenai seragamnya.

"Kenapa Capt?" tanya Rendy cemas.

"Panas" dusta Abian, yang justru yang Abian rasakan adalah kopinya terasa sangat asin.

"DELIAAA" geram Abian tertahan.

.

.

.

.

Jejak jejak jejak 🤭✌😂😍

Terpopuler

Comments

Sonya Bererenwarin

Sonya Bererenwarin

rasaaaiiinnnn minum tuhhh kopi rasa garammm😂😂😂

2024-12-10

0

☕/arsenlemuel/argyatristan☕

☕/arsenlemuel/argyatristan☕

rasak no koe bian, penak to

2024-10-13

0

Surya Hermawan

Surya Hermawan

sukuriiinn mang enak !!/Facepalm//Facepalm/

2024-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!