Membayar Hutang

"Kenapa Captain mengikuti saya?," Delia memasang wajah sebalnya, sebab Abian terus mengekori seperti anak ayam mengikuti induknya.

"Cuma mau memastikan, bahwa pesanan kamu benar." Abian berdiri di belakang Delia dengan jarak yang begitu dekat, nyaris tanpa cela. "Dan saya mau makan disini, bukan take away"

"Mundur Capt, jangan dekat-dekat, saya risih" Delia memajukan tubuhnya agar tak terlalu dekat dengan Abian. "Lebih baik Captain menunggu dimeja saja, nanti saya bawakan makanannya."

Abian juga baru menyadari jika dia berdiri terlalu dekat dengan Delia, sontak dia ikut menjarakkan tubuhnya, dia sedikit malu dan gugup. Tak membantah, Abian menuruti apa kata Delia, Abian menoleh kebelakang terlebih dahulu, mencari tempat kosong untuknya, setelah mendapat tempat yang sekiranya nyaman, Abian lalu mengatakan pada Delia.

"Saya duduk disana." Tunjuk Abian meja yang berada sedikit dipojok sudut cafe. Delia mengangguk, kemudian Abian meninggalkan Delia menuju meja yang telah dipilihnya.

Tiba-tiba saja muncul kembali ide di benak Delia untuk mengerjai Abian, jika tadi hanya dua menu yang ia tunjukkan pada Abian, tapi Delia menambahkan tiga menu lagi dengan harga yang paling tinggi dicafe ini. Beruntung cafe ini menerima sistem pembayaran diakhir, jadi Delia bisa meninggalkan Abian begitu saja.

Setelah selesai, Delia menunjukkan pada waiters untuk mengantar ke meja nomor lima belas tempat Abian duduk. Delia ingin cepat-cepat keluar dari cafe ini dan segera menyusul Voni dan Rendy kembali, namun sayangnya gerak gerik Delia terbaca oleh Abian.

Abian segera bangkit dari duduknya saat Delia sudah ingin keluar.

"Mau kemana kamu?." Abian mencekal pergelangan tangan Delia.

"Mau pulang, saya sudah selesai memesankan makanan yang Captain mau"

"Tunggu menunya datang, kamu baru bisa pulang."

"Untuk apa saya menunggu Capt?, saya mau pulang."

"Tunggu atau tidak pulang sama sekali." perintah Abian tegas tak mau dibantah.

Delia tak dapat berbuat apa-apa kecuali menurut untuk saat ini, menurut untuk sementara waktu, setelahnya baru dia akan pulang.

Delia duduk didepan Abian, laki-laki itu masih mengenakan kaca mata hitamnya, Delia menyadari jika banyak para pengunjung wanita dicafe ini mencuri-curi pandang melirik Abian, tapi sepertinya Abian tak terganggu sama sekali, hal ini sudah sangat biasa bagi seorang Abian.

"Dasar caper, ngapain coba masih pakai kaca mata didalam?, sakit mata kali." Delia tertawa dalam diam, mentertawakan tingkah aneh Abian.

"Saya tau kamu mentertawakan saya Delia," ucap Abian yang memang dia memperhatikan Delia dibalik kaca hitamnya.

"Ih apa sih Capt, kepedean banget." Delia melihat ponselnya, menanyakan Voni apakah ban Rendy sudah selesai ditambal apa belum?. Dan Voni menjawab jika bannya sedang diganti.

"Capt, saya lihat Voni dan Captain Rendy dulu ya?"

"Nanti" cegah Abian, dia memajukan duduknya kembali mencekal pergelangan tangan Delia "Tunggu menu yang kamu pesan datang," Abian merasa Delia sedang merencanakan sesuatu padanya.

Sial, kalo begini aku bisa ketahuan.

Delia menjadi gelisah, namun dia mengalihkanya bertukar pesan pada Voni, berbeda dengan yang Abian lakukan, dia malah menyuruh Rendy pulang terlebih dahulu bersama Voni jika sudah selesai, dia beralasan jika ada keperluan mendadak pada Delia.

Well, keperluan mendadak yang tak jelas alasannya.

Tak lama pesanan makanan yang dipesan Delia datang, Delia memejamkan matanya sejenak untuk siap mendapat dampratan Abian. Abian tertawa melihat ekspresi wajah Delia, benar dugaannya jika Delia mengerjainya.

"Pesanan kamu banyak juga Delia, apa kamu bersama Rendy tadi tidak makan?" tanya Abian dengan terus menatap Delia yang hanya tertunduk diam.

"Hello, i don't talk alone, Delia. " Abian mengetukkan jemarinya pada meja untuk menyadarkan Delia.

Delia yang tertunduk segera mengangkat kepalanya "Iya Capt ini pesanan saya," ucap Delia akhirnya pasrah dan berbohong.

Abian hanya mecebikkan bibir lalu mengangkat kedua bahunya "Kamu tahu Delia, saya tidak membawa uang, jadi saya minta kamu yang bayarkan dulu makanan saya." Aku Abian jujur, yang mana uang yang dia bawa, dia gunakan untuk membayar tukang parkir yang disuruhnya untuk membuat ban Rendy bocor.

Delia tentu saja terkejut dengan pengakuan Abian, mata Delia sampai membola seperti ingin keluar dari tempatnya.

"Apa Capt?" Mulut Delia menganga, jika memang seperti ini, namanya dia senjata makan tuan. "Tidak mungkin Captain tidak membawa uang, Captain jangan membohongi saya "

"Ia, bahkan bensin mobil saya juga hampir habis, makanya saya menyuruh Rendy dan Voni pulang terlebih dahulu, saya minta tolong sama kamu, untuk membelikan saya bensin, nanti uangnya saya ganti."

Delia hampir saja merosot dari tempat duduknya jika dia tidak menahan diri, Delia meremas tas miliknya yang berada dipangkuanya. Geram, kesal, dan ingin marah bercampur menjadi satu, tapi Delia mencoba bersabar, tak mungkin dia meluapkanya ditempat keramaian.

"Kenapa Captain tidak meminjam pada Captain Rendy saja, kenapa harus saya?" Delia sudah tak tahan untuk tak bertanya jujur.

"Ya karena _" Abian terdiam gugup, mencari alasan yang tepat "Kasihan Rendy, dia habis mentraktir kalian, lalu harus membayar ganti ban mobilnya juga, jadi saya tidak tega."

"Terus Anda tega sama saya?" Delia menunjuk dirinya sendiri.

"Tidak juga, sudahlah Delia nanti saya ganti uang kamu, saya lapar, tidak mau berdebat, saya mau makan dulu."

Abian melihat menu yang dipesankan Delia, padahal tadi dia hanya minta dipesankan kopi dan cake saja, kini diatas mejanya tersaji spagethi, steak dan makanan ala Eropa yang Abian tak begitu tau jenis apa.

Abian menyendokkan satu persatu makanan itu, yang pertama ia potong adalah chesee cake, bukan untuk dia, melainkan ia berikan pada Delia terlebih dahulu.

"Saya nggak mau, saya kenyang." tolak Delia saat Abian menyodorkan cake didepan mulut Delia.

"Bukan apa-apa Delia, saya takut kamu memberikan saya racun, karena kamu masih dendam sama saya."

Delia kembali dibuat tersulut dengan ucapan Abian, namun tak ayal dia membuka mulutnya, menerima suapan Abian.

"Anda puas Captain Abian terhormat, biar saya yang mati dahulu biar Anda senang."

Abian tertawa kecil melihat Delia yang marah-marah dengan mulutnya yang penuh, terlihat sangat lucu buat Abian.

"Jangan mati dulu, nanti tunggu saya sudah bayar hutang, saya nggak mau ada hantu perempuan datang dan menagih hutang sama saya." Abian membukakan tutup botol air mineral lalu diberikan pada Delia, dan Delia yang memang merasa serat menerimanya.

Delia terus menerima saat Abian menyuapkan makanan kedalam mulutnya, tanpa Delia sadari jika Abian selalu makan dan minum dari bekas bibirnya. Abian hanya tersenyum tipis, saat Delia menerima makanan pemberianya.

"Enak??," tanya Abian kemudian

"Nggak."

"Tapi dari tadi, mangap terus disuapin."

"Terpaksa biar cepat habis, biar bisa cepat pulang." Abian tertawa kecil menanggapi jawaban ketus Delia, Abian terus saja menyuapi Delia, dan dia makan dengan bekas sendok Delia.

Setelah selesai makan, dengan sangat terpaksa dan berat hati, Delia harus membayar tagihan makanan mereka yang sedikit menguras dompet Delia.

"Awas saja kalau nanti dia tak mengganti uangnya," geram Delia kesal. Saking kesalnya Delia tak menyadari jika ada anak kecil dibelakangnya.

"Eh maaf."

Anak perempuan cantik berusia kisaran tiga tahunan lebih itu tidak menagis, tapi dia malah menunjukkan ekspresi terkejut yang menggemaskan dengan menutup mulutnya dan mata yang terbelalak bulat.

"Uppss maaf tante."

Delia tersenyum, lalu menekuk lututnya untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak itu.

"Kamu nggak papa?" tanya Delia, bocah itu menggeleng. "Tante beliin es krim yang baru ya?"

"Nggak usah tante, aku tinggal minta sama bunda. Inikan kan cafe punya bunda dan ayah aku." bocah itu langsung berlari menjauhi Delia.

"Lucu." puji Delia, dan itu didengar Abian.

"Kamu suka anak kecil?" Abian mengekori Delia yang keluar dari cafe.

"Suka, karena anak kecil polos, selalu jujur. Nggak kayak orang dewasa, banyak bohongnya."

"Kamu menyindir saya Delia?"

"Nggak, Captain aja yang sensitifan."

Lepas dari pom bensin, Abian terus mengarahkan mobilnya membelah jalanan yang cukup padat di siang menjelang sore itu. Menyadari arah jalan yang asing menurutnya, Delia menjadi sedikit takut.

"Ini kita mau kemana Capt?" Delia memutar tubuhnya melihat sekeliling jalanan.

"Ke hotel," jawab Abian santai.

"Jangan bercanda Capt, ini nggak lucu, saya bisa teriak dan loncat dari mobil jika Captain mencoba melakukan itu."

"Loncat saja delia, asal kamu jangan mati, karena saya masih memiliki hutang sama kamu."

"CAPT."

"Kerumah saya Delia, saya mau bayar hutang saya."

.

.

.

.

Banyak triknya ya Captain Abian ini 🤭😅

Terpopuler

Comments

Mayanda Sari

Mayanda Sari

aji gile brilian betul tu abian

2024-09-13

0

Yanto Mi

Yanto Mi

ahh..capten pinter banget...

2024-08-29

0

ira

ira

bisa bngt modusnya bian ini🤭🤣cie ciuman secara GK lngsung nih🤭🤭

2024-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Bersejarah
2 Bertemu jodoh Abian
3 Kiss me now
4 Bukan pilot, tapi supir truk
5 Pesona Delia
6 Semua gara-gara Delia
7 Dasar Murahan
8 Kejutan Abian
9 Visual
10 Patah Hati Captain Abian
11 Tamparan keras
12 Kekesalan Delia
13 Rencana Abian
14 Membayar Hutang
15 Patrner Ranjang
16 Pengalaman Pertama
17 Pelukan Attaya
18 Kesalahan Delia
19 Bayi untuk Abian
20 Perdebatan Berakhir Manis
21 Sakitnya Abian
22 Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23 Dia Milikku
24 Double D, Delia dan Daniel
25 Will You Marry Me
26 Rahasia yang tersembunyi
27 Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28 Surprise untuk Delia
29 Mobil itu ...
30 Kamu Pembunuh
31 Mencari Bukti
32 Mengunjungi Rumah Ayah.
33 Harus berjuang
34 Pelukan Rindu
35 Salah Lawan
36 Kamu Lemah
37 Aku Minta Maaf
38 Sebuah Peringatan
39 Tak Tik Abian
40 Sebuah Kebimbangan.
41 Flight Attendant Story
42 Flight Attendant Story (II)
43 Flight Attendant Story (III)
44 Menghapus jejaknya.
45 Ujian Menahan Diri
46 Cinta Lokasi
47 Usaha Daniel
48 Hal yang tidak terduga.
49 Tak profesional
50 My Baby Girl
51 My Big Baby
52 Mencari Delia
53 Perjanjian Dua Orang
54 Galaunya Dua laki-laki
55 Pengakuan Papa Abian.
56 Berharap Bukan Mimpi
57 Rendy love's story
58 Keputusan keluarga Delia
59 Hari Bahagia
60 Keberhasilan Abian
61 Menyesal Menjadi Istriku?
62 Hidup yang Sempurna
63 Hadiah dari Arumi dan Arini
64 Menyelesaikan Masalah.
65 Take Me Fly Captain
66 Selingkuh
67 Tidak Peka
68 Cecilia dan Denisa
69 Penyesalan Denisa
70 Kehidupan Berbanding Terbalik
71 Pesta Kejutan
72 Aku Akan Bertanggungjawab
73 Pengumuman Pernikahan
74 Luka Hati Mama
75 Pertengkaran Dua Saudara
76 Perbedaan Nasib
77 Positif
78 Kurang Tokcer?
79 Keputusan Daniel
80 Mau Aku Bantu Delia hamil?
81 Periksa Kesuburan
82 Gosip
83 Jadwal Yang Tak Sama
84 Stupidity Abian.
85 Pertengkaran Kecil
86 Daniel sebenarnya
87 Firasat Abian
88 Perasaan Datang Silih Berganti
89 Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90 Kisah yang Tak Sama
91 Siapa Miss Marsha?
92 Sikap Aneh Abian
93 Taruhan Mama Dan Minah
94 Wejangan Papa
95 Akhir Cerita Mengudara
96 Sudah Berakhir
97 Akhir perjalanan panjang
98 Ada yang aneh diperutku
99 Dua Embrio
100 Kebahagiaan Yang Sempurna
101 Bahagia Itu Sederhana
102 Hadiah kecil dari Abian
103 Kodrat Anak laki-laki
104 Jaga Lisan
105 Tamu Tak Diundang
106 I love You Delia (End)
107 Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108 Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109 Bonchap 3. Happy Ending
110 Pengumuman Karya Baru
111 Sepasang Sayap Angkasa
112 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hari Bersejarah
2
Bertemu jodoh Abian
3
Kiss me now
4
Bukan pilot, tapi supir truk
5
Pesona Delia
6
Semua gara-gara Delia
7
Dasar Murahan
8
Kejutan Abian
9
Visual
10
Patah Hati Captain Abian
11
Tamparan keras
12
Kekesalan Delia
13
Rencana Abian
14
Membayar Hutang
15
Patrner Ranjang
16
Pengalaman Pertama
17
Pelukan Attaya
18
Kesalahan Delia
19
Bayi untuk Abian
20
Perdebatan Berakhir Manis
21
Sakitnya Abian
22
Setelah yang pertama, apa ada yang kedua?
23
Dia Milikku
24
Double D, Delia dan Daniel
25
Will You Marry Me
26
Rahasia yang tersembunyi
27
Perjuangan yang telah usai (Rendy)
28
Surprise untuk Delia
29
Mobil itu ...
30
Kamu Pembunuh
31
Mencari Bukti
32
Mengunjungi Rumah Ayah.
33
Harus berjuang
34
Pelukan Rindu
35
Salah Lawan
36
Kamu Lemah
37
Aku Minta Maaf
38
Sebuah Peringatan
39
Tak Tik Abian
40
Sebuah Kebimbangan.
41
Flight Attendant Story
42
Flight Attendant Story (II)
43
Flight Attendant Story (III)
44
Menghapus jejaknya.
45
Ujian Menahan Diri
46
Cinta Lokasi
47
Usaha Daniel
48
Hal yang tidak terduga.
49
Tak profesional
50
My Baby Girl
51
My Big Baby
52
Mencari Delia
53
Perjanjian Dua Orang
54
Galaunya Dua laki-laki
55
Pengakuan Papa Abian.
56
Berharap Bukan Mimpi
57
Rendy love's story
58
Keputusan keluarga Delia
59
Hari Bahagia
60
Keberhasilan Abian
61
Menyesal Menjadi Istriku?
62
Hidup yang Sempurna
63
Hadiah dari Arumi dan Arini
64
Menyelesaikan Masalah.
65
Take Me Fly Captain
66
Selingkuh
67
Tidak Peka
68
Cecilia dan Denisa
69
Penyesalan Denisa
70
Kehidupan Berbanding Terbalik
71
Pesta Kejutan
72
Aku Akan Bertanggungjawab
73
Pengumuman Pernikahan
74
Luka Hati Mama
75
Pertengkaran Dua Saudara
76
Perbedaan Nasib
77
Positif
78
Kurang Tokcer?
79
Keputusan Daniel
80
Mau Aku Bantu Delia hamil?
81
Periksa Kesuburan
82
Gosip
83
Jadwal Yang Tak Sama
84
Stupidity Abian.
85
Pertengkaran Kecil
86
Daniel sebenarnya
87
Firasat Abian
88
Perasaan Datang Silih Berganti
89
Beda Kapal, Beda Badai Yang Menerjang
90
Kisah yang Tak Sama
91
Siapa Miss Marsha?
92
Sikap Aneh Abian
93
Taruhan Mama Dan Minah
94
Wejangan Papa
95
Akhir Cerita Mengudara
96
Sudah Berakhir
97
Akhir perjalanan panjang
98
Ada yang aneh diperutku
99
Dua Embrio
100
Kebahagiaan Yang Sempurna
101
Bahagia Itu Sederhana
102
Hadiah kecil dari Abian
103
Kodrat Anak laki-laki
104
Jaga Lisan
105
Tamu Tak Diundang
106
I love You Delia (End)
107
Bonchap 1. Kelahiran Baby Twins
108
Bonchap 2. Awan dan Angkasa
109
Bonchap 3. Happy Ending
110
Pengumuman Karya Baru
111
Sepasang Sayap Angkasa
112
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!