Malam Gembira

Hening menyelimuti mereka, tanpa sadar sepasang mata menatap berkilat dipenuhi api cemburu melihat kedekatan keduanya. Pandangan penuh hasrat dilemparkan Chendrik untuk gadis dingin di depan matanya tepat.

Sedang milik Zena, entah seperti apa Chendrik mengartikannya. Pandang itu sungguh sulit untuk diartikan rasa. Seperti apa?

Detik berikutnya, tawa Zena memecah sunyi, ia sampai terbungkuk sambil memegangi perutnya. Kulit wajahnya bahkan memerah, tawa yang pecah dari bibir membuat kedua kelopak mata Zena menyipit hampir tertutup.

Chendrik mendengus, bahunya terkulai lemas. Sungguh tak menyangka jika Zena akan bereaksi seperti itu. Tertawa terbahak seolah-olah ada yang hal lucu yang patut ditertawakan.

"Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu tertawa? Apakah ada yang lucu?" cecar laki-laki bertubuh tegap itu tak senang.

Sepasang mata yang mengintip ikut mengulum senyum di bibir. Zena yang berhasil mempermainkan Chendrik menjadi hiburan tersendiri untuknya. Tawanya tertahan di bibir hingga urat-urat di perut menegang dan menimbulkan kram.

Zena mengusap sudut mata yang berair, masih dengan sisa tawa ia beranjak. Menatap Chendrik dengan senyum terlipat. Zena mengibaskan rambut yang sempat berantakan.

"Kau sedang menggodaku?" katanya seraya melangkah semakin rapat pada laki-laki di depannya. Jemari lentik Zena terangkat, menyentuh dada bidang Chendrik, berputar dan bermain di sana sambil menggigit bibir menggoda.

Zena melingkarkan kedua tangan di pinggang laki-laki beranak satu itu. Gelenyar-gelenyar aneh mulai merayap dan menguasai rasa Chendrik. Hidungnya tak henti mengendus aroma alami dari tubuh Zena. Wangi mawar menguar dari setiap helai rambut gadis itu, pandang mereka beradu. Sekuat hati Chendrik menahan diri agar tidak hanyut oleh pesona gadis yang tengah memeluknya itu.

Tegang. Seluruh sendi dalam tubuhnya menegang, otot-otot tak ada yang bekerja, otaknya lumpuh seketika. Terbuai pesona Zena yang menenggelamkannya ke dalam danau cinta. Wajah mereka begitu dekat, nyaris kedua bibir saling menyentuh.

Namun, yang terjadi berikutnya, adalah hal yang tak terduga. Gadis bar-bar itu menyambar apa yang disembunyikan Chendrik di belakang tubuhnya.

"Ini untukku?" Dia tertawa lagi melihat Chendrik lesu dengan wajah jengah.

"ZENAAAAA!"

Tawa gadis nakal itu masih menggema di seluruh penjuru rumah. Ia berlari menuruni tangga, disusul Chendrik yang gemas dengan tingkahnya. Pikiran telah melayang ke alam kenikmatan, tapi kenyataan gadis itu hanya bermain-main dengannya.

Sebastian, Arabella, menahan diri untuk tidak cemburu. Akan tetapi, mereka tak bisa berbohong pada hati mereka. Cemburu menyakitkan hati melihat Chendrik mengejar Zena hingga ke halaman belakang mansion.

Saling berkejaran entah apa yang sebenarnya mereka lakukan. Gadis dingin dan kaku itu kini tertawa bak anak kecil yang kegirangan. Serta laki-laki yang tak memiliki ekspresi di wajahnya, kini terlihat riang gembira mengejar Zena yang terus berputar dengan kaki yang lincah.

Zena menjatuhkan diri di atas rerumputan dengan napasnya yang tersengal-sengal. Kedua tangan terbentang salah satunya memegang seragam dan alat sekolah yang ia rampas dari tangan pemimpin markas itu.

"Kau senang?" Chendrik berdiri sambil berkacak pinggang. Menunduk memandang Zena yang terbaring di bawah kakinya.

Zena mengernyitkan wajah, kedua sudut bibirnya terangkat ke atas membentuk senyum menggemaskan. Dengan mata terpejam, ia tak mendengar suara Chendrik.

Jakun laki-laki itu naik dan turun melihat tingkah polos Zena di bawah pandangan. Ingin rasanya ia menjatuhkan diri di atas tubuh itu dan ... dan ... ah, Chendrik menepis semua pikiran kotor yang singgah dalam otaknya.

"Kau pernah tertawa seperti tadi?" Suara Zena bertanya disaat Chendrik baru saja mendaratkan bokong di sampingnya. Duduk menekuk lutut memandangi langit malam yang dipenuhi bintang gemintang.

"Rasanya sudah lama sekali aku tak melakukannya. Entah, kapan terakhir kali aku tertawa, aku bahkan lupa pernah melakukan itu." Suara sendu Chendrik menimpali. Teringat pada kehidupannya yang keras, tak diinginkan kehadirannya oleh Ayah dan Ibu, tersenyum hanya bila bersama Kakek. Laki-laki tua itu bahkan kini telah pergi meninggalkannya bersama luka yang tak terobati.

Sepuluh tahun silam, laki-laki baik itu meregang nyawa di depan matanya usai menyelamatkan Cheo dari kejaran penjahat suruhan Clarisa yang ia tahu. Namun, semua itu, tak sederhana pikiran Chendrik. Alasan kenapa Clarissa menginginkan kematian anak yang dilahirkannya dulu, belum Chendrik ketahui hingga saat ini.

Zena membuka mata, beranjak sambil menekuk lutut sama seperti yang dilakukan laki-laki di sampingnya.

"Benarkah? Apa tak ada kenangan indah yang melintasi hidupmu? Kukira kau lebih beruntung dariku," ucap Zena sambil memiringkan kepala memandang Chendrik yang menatap kosong ke depan.

Bibirnya tercetak miring, mengejek kisah hidupnya sendiri yang amat menyedihkan. Lebih beruntung? Ia bahkan mengejek kata itu di hatinya.

"Kau tahu, Zena. Satu-satunya hal yang membuatku bahagia dan aku tunggu, saat dia melahirkan anakku. Namun, saat itu, aku sedang menjalankan misi dari markas sehingga tak hadir saat persalinan anak pertamaku itu. Disaat aku kembali, semuanya hancur. Senyum yang kuukir di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit lenyap ketika kabar tentang penculikan anakku kudengar sesaat kakiku menginjak di rumah sakit."

Dia menghela napas, Zena terdiam mendengarkan dengan serius. Kejadian sepuluh tahun silam, di mana seorang laki-laki tua memberikan seorang bayi merah padanya dan meminta Zena untuk membawanya lari sejauh mungkin. Sedang saat itu usia Zena barulah tiga belas tahun.

"Kakek berhasil membawanya lari, tapi ia terlalu tua untuk terus berlari. Dia hanya mengatakan, 'anakmu di tangan orang baik. Dia telah membawanya pergi. Kau akan mengenalinya saat bertemu nanti.' Begitu. Lalu, Kakek memberiku sebuah kalung yang aku yakin itu kalung pasangan. Ternyata, Cheo memilikinya. Kakek benar, aku langsung mengenalinya saat kami bertemu dulu." Ia menoleh dengan wajah hangat kepada Zena.

Tertegun gadis itu saat ditatap penuh cinta.

Dia tampan ... ah, tidak! Kenapa ...?

Hatinya bergumam, tak tahu seperti apa yang ia rasakan. Zena tertegun, meneguk saliva dengan pelan. Pandang mereka terpaku penuh gejolak.

"Terima kasih karena sudah membawa Cheo pergi. Jika kau tak membawanya waktu itu, mungkin saat ini aku tak akan pernah melihat wajahnya. Tetaplah di sini, Zena. Aku ingin kau tetap di sini. Ini kukatakan murni dari hatiku. Maukah kau tinggal di sini ... selamanya?" Harapan jelas memancar dari manik coklat Chendrik.

Zena memutuskan pandangan, menatap bintang yang menari di balik awan. Ia sendiri tidak tahu apa yang akan dia lakukan ke depannya. Namun, hati kecilnya merindukan kebebasan, merindukan dunia luar dengan tantangannya yang tak pernah usai.

Belum lagi, ia harus mencari kabar tentang sahabatnya yang menghilang. Ciul dan Nira, entah di mana keduanya kini berada. Zena menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan.

"Aku tidak tahu. Ada yang harus aku lakukan di luar sana, kedua sahabatku menghilang. Aku ingin mencari mereka. Mungkin setelah itu, aku akan memutuskan." Ia tersenyum saat menoleh pada laki-laki yang masih bergeming menatapnya.

Di bawah langit malam yang kelam, Chendrik mengakui perasaan. Ia mulai jatuh cinta pada gadis penyelamat putranya.

Terpopuler

Comments

Elwi Chloe

Elwi Chloe

Aku penasaran Zena akan melabuhkan hatinya kelak

2022-04-26

1

🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜

🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜

waw akhirnya Chendrik mengutarakan isi hatinya. apakah cintanya akan berbalas....

2022-04-21

1

Siti Nurasiah

Siti Nurasiah

dan cinta itu akan terus tumbuh subur karena dipupuk dengan kedekatan.

2022-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Keluarga Chendrik
2 Mencari Masalah
3 Menunjukkan Diri
4 Perdebatan
5 Menantang Zena
6 Duel
7 Pada Saat Makan Malam
8 Apakah?
9 Malam Gembira
10 Pagi yang Menegangkan
11 Masalah Baru
12 Kelas
13 Petunjuk
14 Petunjuk Lain
15 Kenyataan
16 Sebuah Perkumpulan
17 Pembebasan
18 Kejutan
19 Terkepung
20 Ancaman
21 Balasan
22 Penyelamatan
23 Selepas Kejadian Itu
24 Semakin Kacau
25 Menghadiri Rapat
26 Zena Membungkam Penguasa
27 Pertengkaran
28 Kembali Sekolah
29 Perundungan
30 Kenangan
31 Petunjuk Baru
32 Sahabat
33 Apa Itu Cemburu
34 Bertemu Laila
35 Interogasi
36 Penyusup
37 Lagi-lagi Chendrik
38 Keroyokan
39 Kedatangan Adhikari
40 Pergi Menyelidiki
41 Misteri
42 Cemburu Lagi
43 Rezeki Nomplok
44 Cinta
45 Kejutan
46 Kejutan II
47 Tetaplah Jadi Ibuku
48 Tiga Orang Laki-laki
49 Black Shadow
50 Black Shadow II
51 Kilas Balik Masa Lalu
52 Ibu!
53 Rencana Gagal
54 Persengkongkolan
55 Latihan Dimulai
56 Perhatian
57 Aksi Memukau
58 Rahasia
59 Fakta
60 Dilema
61 Sidang
62 Cemas
63 Bertemu Musuh
64 Ujian Dimulai
65 Berburu
66 Terpaksa
67 Tindakan Tak Terduga
68 Tentang Pesta Kelulusan
69 Ibu?
70 Desa Hulu
71 Bukan Bocah Sepuluh Tahun
72 Nyanyian Syahdu
73 Drama
74 Tanpa Sadar
75 Berdansa
76 Maaf
77 Di Mana Zena!
78 Turut Andil
79 Ben Terluka
80 Tertawan
81 Sosok Misterius
82 Penolong
83 Melawan
84 Kolaborasi
85 Berakhir
86 Kembali Bangun
87 Saat Dia Menghilang
88 Aku Akan Pergi
89 Posisi Ibu
90 Anakmu?
91 Kepergian Zena
92 Pulang
93 Pak Karim
94 Kedatangan Tamu
95 Pembunuh Bayaran
96 Insiden
97 Anak-anak dari Desa Hulu
98 Hampir Saja
99 Misi Penyelamatan
100 Pamanku
101 Ke Mana Para Lelaki?
102 Bangunan Aneh
103 Kenyataan
104 Pembebasan
105 Amukan Massa
106 Di Mana Ibuku
107 Kau?
108 Rencana Penyerangan
109 Kedatangan Sang Elang
110 Kota Elang
111 Semakin Kacau
112 Gadis Lemah dan Menyusahkan
113 Keberangkatan Zena
114 Perang Besar
115 Penaklukan Markas Mata Elang
116 Membebaskan Pulau
117 Pembebasan Pulau
118 Kondisi Terburuk
119 Keadaan Penduduk
120 Komandan yang Angkuh
121 Sosok yang Dihormati
122 Serangan Balik
123 Perasaan Zena
124 Arabella
125 Menyelidiki
126 Ibu
127 Memulai Rencana
128 Kemunculan Zena
129 Pembebasan Sandera
130 Ancaman
131 Bertemu
132 Bazleen
133 Pertarungan Terakhir
134 Kembali Damai
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Kedatangan Keluarga Chendrik
2
Mencari Masalah
3
Menunjukkan Diri
4
Perdebatan
5
Menantang Zena
6
Duel
7
Pada Saat Makan Malam
8
Apakah?
9
Malam Gembira
10
Pagi yang Menegangkan
11
Masalah Baru
12
Kelas
13
Petunjuk
14
Petunjuk Lain
15
Kenyataan
16
Sebuah Perkumpulan
17
Pembebasan
18
Kejutan
19
Terkepung
20
Ancaman
21
Balasan
22
Penyelamatan
23
Selepas Kejadian Itu
24
Semakin Kacau
25
Menghadiri Rapat
26
Zena Membungkam Penguasa
27
Pertengkaran
28
Kembali Sekolah
29
Perundungan
30
Kenangan
31
Petunjuk Baru
32
Sahabat
33
Apa Itu Cemburu
34
Bertemu Laila
35
Interogasi
36
Penyusup
37
Lagi-lagi Chendrik
38
Keroyokan
39
Kedatangan Adhikari
40
Pergi Menyelidiki
41
Misteri
42
Cemburu Lagi
43
Rezeki Nomplok
44
Cinta
45
Kejutan
46
Kejutan II
47
Tetaplah Jadi Ibuku
48
Tiga Orang Laki-laki
49
Black Shadow
50
Black Shadow II
51
Kilas Balik Masa Lalu
52
Ibu!
53
Rencana Gagal
54
Persengkongkolan
55
Latihan Dimulai
56
Perhatian
57
Aksi Memukau
58
Rahasia
59
Fakta
60
Dilema
61
Sidang
62
Cemas
63
Bertemu Musuh
64
Ujian Dimulai
65
Berburu
66
Terpaksa
67
Tindakan Tak Terduga
68
Tentang Pesta Kelulusan
69
Ibu?
70
Desa Hulu
71
Bukan Bocah Sepuluh Tahun
72
Nyanyian Syahdu
73
Drama
74
Tanpa Sadar
75
Berdansa
76
Maaf
77
Di Mana Zena!
78
Turut Andil
79
Ben Terluka
80
Tertawan
81
Sosok Misterius
82
Penolong
83
Melawan
84
Kolaborasi
85
Berakhir
86
Kembali Bangun
87
Saat Dia Menghilang
88
Aku Akan Pergi
89
Posisi Ibu
90
Anakmu?
91
Kepergian Zena
92
Pulang
93
Pak Karim
94
Kedatangan Tamu
95
Pembunuh Bayaran
96
Insiden
97
Anak-anak dari Desa Hulu
98
Hampir Saja
99
Misi Penyelamatan
100
Pamanku
101
Ke Mana Para Lelaki?
102
Bangunan Aneh
103
Kenyataan
104
Pembebasan
105
Amukan Massa
106
Di Mana Ibuku
107
Kau?
108
Rencana Penyerangan
109
Kedatangan Sang Elang
110
Kota Elang
111
Semakin Kacau
112
Gadis Lemah dan Menyusahkan
113
Keberangkatan Zena
114
Perang Besar
115
Penaklukan Markas Mata Elang
116
Membebaskan Pulau
117
Pembebasan Pulau
118
Kondisi Terburuk
119
Keadaan Penduduk
120
Komandan yang Angkuh
121
Sosok yang Dihormati
122
Serangan Balik
123
Perasaan Zena
124
Arabella
125
Menyelidiki
126
Ibu
127
Memulai Rencana
128
Kemunculan Zena
129
Pembebasan Sandera
130
Ancaman
131
Bertemu
132
Bazleen
133
Pertarungan Terakhir
134
Kembali Damai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!