Perdebatan

"Aku mendengarnya!"

Seketika ketegangan menyergap diri mereka, suasana berubah suram saat nada suara Zena terdengar dingin menusuk. Singa yang tertidur telah terbangun!

Semua petinggi meneguk saliva sendiri, peluh sebesar biji jagung bermunculan di sekitar wajah mereka, jatuh merayap membasahi punggung.

Arabella yang angkuh bergetar hebat, tapi sebisa mungkin ia menahan getar tersebut agar tidak mempermalukan dirinya di hadapan semua orang yang pernah menjadi bawahan.

"Aku tidaklah tuli bahkan jika kau mengatakannya dalam jarak ratusan meter, aku masih dapat mendengarnya!" Lagi, kalimat Zena yang dipenuhi tekanan itu semakin membuat kedua lutut mereka bergetar.

Namun, hal itu menarik perhatian sang jenderal. Ia diam tak bersuara memperhatikan sisi lain dari seorang Zena.

Menarik! Dia memiliki kepribadian yang lain ternyata. Aku semakin tertarik padanya.

Sebastian bergumam, salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas tersenyum meski samar terlihat.

Chendrik mendesah, bukan ketegangan seperti ini yang dia inginkan. Dia menginginkan solusi, tapi Arabella memang sudah keterlaluan. Wajahnya sudahlah terlihat tegang, tapi ia masih tetap bersikap angkuh.

"Kau ingin berduel?" tantang Zena menurunkan urat-urat tegang di wajah dan menggantinya dengan senyuman.

Arabella yang tak tahu diri itu menyunggingkan senyum, meremehkan kemampuan Zena. Padahal, ia tak tahu siapa Zena dan bagaimana caranya bertempur?

Chendrik membelalak, begitu pun dengan ketujuh petinggi markas yang berubah pucat pasih. Mereka tegang, gelisah, sekaligus takut mendengar ungkapan Zena. Hal itu dapat ditangkap Sebastian dan hatinya semakin ingin tahu ada apa dengan Zena? Terlebih saat ia melihat para petinggi markas yang bersikap takzim padanya.

"Kau yakin menantangku?" sinis Arabella. Semua orang tahu sejauh mana kemampuan gadis itu. Mereka pernah berada di bawah pelatihan dirinya. Akan tetapi, mata mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana Zena hampir membuat hancur markas tersebut.

"Tidak untuk hari ini." Zena terkekeh, "karena ada hal yang lebih genting dari pada mengajakmu berduel," lanjutnya sambil membuang pandangan dari gadis yang membuka mulutnya tak percaya itu.

"Jadi, Chendrik, aku akan pergi. Kau persiapkan semua yang aku butuhkan. Data diri, identitas, seragam, alat sekolah, semuanya karena aku tidak memiliki uang juga kuasa untuk membuat semua itu," katanya yang kembali pada mood semula sebagai gadis polos dan lugu.

Sebastian mengernyitkan dahi, masih belum bisa menebak bagaimana karakter Zena yang sesungguhnya.

"Tenang saja, Nak. Paman akan menyiapkan semuanya. Kau akan masuk ke dalam data keluarga Paman, dan Paman sendiri yang akan mengantarmu mendaftar. Tak mungkin Chendrik, bukan? Karena semua orang mengenalnya sebagai pemimpin markas," sambar Adhikari sambil menyentuh lembut bahu Zena.

Gadis polos itu menoleh, tersenyum senang karena mendapat dukungan langsung dari tetua di markas tersebut.

"Tidak! Aku tidak bisa membiarkanmu pergi ke sana. Terlalu bahaya untuk gadis sepertimu, Zena," sergah Chendrik dengan cepat. Ia memandang Zena cemas, entah kenapa hatinya tak rela jika Zena sendiri yang langsung terjun memecahkan kasus.

Memang hanya dia yang cocok, selain memiliki wajah yang lugu meski usianya sudah dua puluh tiga tahun, ia juga belum dikenal masyarakat setempat. Hal itu memudahkan Zena untuk berbaur tanpa dicurigai.

Akan tetapi, wajah cantik Zena itu yang sangat dikhawatirkan Chendrik. Sudah pasti ia akan menjadi incaran para mafia. Lalu, bagaimana jika dia tertangkap dan Chendrik tak dapat melakukan apa-apa untuk itu.

"Apa kau takut aku kenapa-napa, Chendrik? Kau mengkhawatirkan aku? Kau tahu kemampuanku, bukan?" Zena tersenyum jenaka, manis dan penuh pesona.

Chendrik gelisah dibuatnya, hal itu membuat Arabella tak senang. Senyum jenaka yang diukir Zena menghipnotis semua orang yang duduk melingkar di meja bundar tersebut.

Lihat saja para lelaki di ruangan itu, tak hanya Chendrik dan Sebastian yang terpana, tapi semua para petinggi di sana ikut terbang dalam alam hayal mereka tentang Zena. Jikalau, andaikata, umpama, misalnya. Seandainya Zena bukan master mereka, sudah pasti akan mereka kejar cintanya.

Sial! Chendrik mengumpat dalam hati. Ia tak dapat mengendalikan selaksa perasaan yang terus tumbuh dan berkembang.

"Aku juga keberatan kau pergi, Zena. Wajahmu sangat menarik perhatian mereka, sudah dapat dipastikan berbagai macam bahaya mengintaimu," timpal Sebastian yang mengutarakan keberatannya atas keputusan Zena.

Hatinya ikut berkecamuk membayangkan Zena sendirian di lingkungan berbahaya itu. Hati kecilnya masih menganggap Zena sebagai gadis polos dan mudah terpedaya.

"Justru untuk itulah aku di sana. Lagipula siapa yang meminta pendapatmu, Jenderal? Aku tidak peduli walau kau merasa keberatan," sahut Zena yang seketika saja menurunkan harga dirinya sebagai seseorang yang memiliki jabatan tinggi di markas tentara.

Chendrik mendelik. Ia kesal, tapi sebisa mungkin menekan perasaannya dan tetap bersikap tenang. Adhikari terkekeh dengan wajah menunduk. Tak ingin menyinggung Sebastian yang kehabisan kata-kata melawan Zena. Hanya jakunnya saja yang terlihat naik dan turun menandakan ia tengah menahan diri.

"Beraninya kau berbicara seperti itu pada orang yang memiliki pangkat lebih tinggi darimu!" geram Arabella sambil berdiri dari kursinya. Ia jengah dengan sikap Zena yang semaunya. Menyinggung semua orang tanpa merasa bersalah sedikitpun.

"Memangnya siapa kau di sini hingga semua orang harus bersikap sopan padamu! Cih!" Arabella berdecih. Wajahnya merah padam, tarikan napas yang dilakukannya terlihat berat. Kedua tangan terkepal erat karena emosi terhadap Zena yang terus meluap.

"Apa aku memintamu untuk bersikap sopan padaku? Apa aku menuntut kalian semua untuk menundukkan wajah di depanku? Kapan perintah itu aku keluarkan? Katakan padaku, kapan tepatnya mulutku dengan lancang memerintahkan itu kepada kalian?" sarkas Zena dengan sikap yang tenang setenang air mengalir.

Ia tak tahu saja, air yang tenang itu akan sangat berbahaya jika tidak waspada.

Arabella membuka mulut, tapi mengatupnya kembali. Ia kalah telak. Zena sungguh pandai bersilat lidah. Membalikkan keadaan dan membuat orang tak mampu membalas setiap kata-katanya.

Arabella menjatuhkan diri kembali di kursi, pandangnya menunduk dengan napas masih tersengal. Tangan ia kepalkan di bawah meja. Hatinya telah benar-benar membenci Zena. Ia harus menyingkirkan gadis itu dari mansion Chendrik. Jika tidak, lama-kelamaan akan menjadi racun dan tersebar ke seluruh mansion juga markas Mata Elang.

Chendrik mendesah lelah. Menyikapi dua wanita yang terus berselisih faham dan selalu menciptakan ketegangan setiap kali bertemu.

"Pikirkan kembali keputusanmu, Zena. Kau tidak bisa mengambil keputusan secara sembarangan," ucapnya dengan nada pelan dan penuh perhatian.

Zena mendelik ke arahnya, manik sekelam malam itu menyalang menatap Chendrik yang tengah menunggu keputusan.

"Aku sudah putuskan ... aku akan tetap pergi menyelidiki kasus ini sendiri. Hanya siapkan saja semua yang aku butuhkan," katanya seraya beranjak dari duduk dan melenggang pergi meninggalkan ruang rapat.

Terpopuler

Comments

Elwi Chloe

Elwi Chloe

makannya jangan terlalu angkuh

2022-04-25

2

Lidiawati06

Lidiawati06

Luxia mampir lagi nih kak

2022-04-19

1

Siti Nurasiah

Siti Nurasiah

semua bungkam karena Zena memang pandai bersilat lidah. hahaha

2022-04-19

1

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Keluarga Chendrik
2 Mencari Masalah
3 Menunjukkan Diri
4 Perdebatan
5 Menantang Zena
6 Duel
7 Pada Saat Makan Malam
8 Apakah?
9 Malam Gembira
10 Pagi yang Menegangkan
11 Masalah Baru
12 Kelas
13 Petunjuk
14 Petunjuk Lain
15 Kenyataan
16 Sebuah Perkumpulan
17 Pembebasan
18 Kejutan
19 Terkepung
20 Ancaman
21 Balasan
22 Penyelamatan
23 Selepas Kejadian Itu
24 Semakin Kacau
25 Menghadiri Rapat
26 Zena Membungkam Penguasa
27 Pertengkaran
28 Kembali Sekolah
29 Perundungan
30 Kenangan
31 Petunjuk Baru
32 Sahabat
33 Apa Itu Cemburu
34 Bertemu Laila
35 Interogasi
36 Penyusup
37 Lagi-lagi Chendrik
38 Keroyokan
39 Kedatangan Adhikari
40 Pergi Menyelidiki
41 Misteri
42 Cemburu Lagi
43 Rezeki Nomplok
44 Cinta
45 Kejutan
46 Kejutan II
47 Tetaplah Jadi Ibuku
48 Tiga Orang Laki-laki
49 Black Shadow
50 Black Shadow II
51 Kilas Balik Masa Lalu
52 Ibu!
53 Rencana Gagal
54 Persengkongkolan
55 Latihan Dimulai
56 Perhatian
57 Aksi Memukau
58 Rahasia
59 Fakta
60 Dilema
61 Sidang
62 Cemas
63 Bertemu Musuh
64 Ujian Dimulai
65 Berburu
66 Terpaksa
67 Tindakan Tak Terduga
68 Tentang Pesta Kelulusan
69 Ibu?
70 Desa Hulu
71 Bukan Bocah Sepuluh Tahun
72 Nyanyian Syahdu
73 Drama
74 Tanpa Sadar
75 Berdansa
76 Maaf
77 Di Mana Zena!
78 Turut Andil
79 Ben Terluka
80 Tertawan
81 Sosok Misterius
82 Penolong
83 Melawan
84 Kolaborasi
85 Berakhir
86 Kembali Bangun
87 Saat Dia Menghilang
88 Aku Akan Pergi
89 Posisi Ibu
90 Anakmu?
91 Kepergian Zena
92 Pulang
93 Pak Karim
94 Kedatangan Tamu
95 Pembunuh Bayaran
96 Insiden
97 Anak-anak dari Desa Hulu
98 Hampir Saja
99 Misi Penyelamatan
100 Pamanku
101 Ke Mana Para Lelaki?
102 Bangunan Aneh
103 Kenyataan
104 Pembebasan
105 Amukan Massa
106 Di Mana Ibuku
107 Kau?
108 Rencana Penyerangan
109 Kedatangan Sang Elang
110 Kota Elang
111 Semakin Kacau
112 Gadis Lemah dan Menyusahkan
113 Keberangkatan Zena
114 Perang Besar
115 Penaklukan Markas Mata Elang
116 Membebaskan Pulau
117 Pembebasan Pulau
118 Kondisi Terburuk
119 Keadaan Penduduk
120 Komandan yang Angkuh
121 Sosok yang Dihormati
122 Serangan Balik
123 Perasaan Zena
124 Arabella
125 Menyelidiki
126 Ibu
127 Memulai Rencana
128 Kemunculan Zena
129 Pembebasan Sandera
130 Ancaman
131 Bertemu
132 Bazleen
133 Pertarungan Terakhir
134 Kembali Damai
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Kedatangan Keluarga Chendrik
2
Mencari Masalah
3
Menunjukkan Diri
4
Perdebatan
5
Menantang Zena
6
Duel
7
Pada Saat Makan Malam
8
Apakah?
9
Malam Gembira
10
Pagi yang Menegangkan
11
Masalah Baru
12
Kelas
13
Petunjuk
14
Petunjuk Lain
15
Kenyataan
16
Sebuah Perkumpulan
17
Pembebasan
18
Kejutan
19
Terkepung
20
Ancaman
21
Balasan
22
Penyelamatan
23
Selepas Kejadian Itu
24
Semakin Kacau
25
Menghadiri Rapat
26
Zena Membungkam Penguasa
27
Pertengkaran
28
Kembali Sekolah
29
Perundungan
30
Kenangan
31
Petunjuk Baru
32
Sahabat
33
Apa Itu Cemburu
34
Bertemu Laila
35
Interogasi
36
Penyusup
37
Lagi-lagi Chendrik
38
Keroyokan
39
Kedatangan Adhikari
40
Pergi Menyelidiki
41
Misteri
42
Cemburu Lagi
43
Rezeki Nomplok
44
Cinta
45
Kejutan
46
Kejutan II
47
Tetaplah Jadi Ibuku
48
Tiga Orang Laki-laki
49
Black Shadow
50
Black Shadow II
51
Kilas Balik Masa Lalu
52
Ibu!
53
Rencana Gagal
54
Persengkongkolan
55
Latihan Dimulai
56
Perhatian
57
Aksi Memukau
58
Rahasia
59
Fakta
60
Dilema
61
Sidang
62
Cemas
63
Bertemu Musuh
64
Ujian Dimulai
65
Berburu
66
Terpaksa
67
Tindakan Tak Terduga
68
Tentang Pesta Kelulusan
69
Ibu?
70
Desa Hulu
71
Bukan Bocah Sepuluh Tahun
72
Nyanyian Syahdu
73
Drama
74
Tanpa Sadar
75
Berdansa
76
Maaf
77
Di Mana Zena!
78
Turut Andil
79
Ben Terluka
80
Tertawan
81
Sosok Misterius
82
Penolong
83
Melawan
84
Kolaborasi
85
Berakhir
86
Kembali Bangun
87
Saat Dia Menghilang
88
Aku Akan Pergi
89
Posisi Ibu
90
Anakmu?
91
Kepergian Zena
92
Pulang
93
Pak Karim
94
Kedatangan Tamu
95
Pembunuh Bayaran
96
Insiden
97
Anak-anak dari Desa Hulu
98
Hampir Saja
99
Misi Penyelamatan
100
Pamanku
101
Ke Mana Para Lelaki?
102
Bangunan Aneh
103
Kenyataan
104
Pembebasan
105
Amukan Massa
106
Di Mana Ibuku
107
Kau?
108
Rencana Penyerangan
109
Kedatangan Sang Elang
110
Kota Elang
111
Semakin Kacau
112
Gadis Lemah dan Menyusahkan
113
Keberangkatan Zena
114
Perang Besar
115
Penaklukan Markas Mata Elang
116
Membebaskan Pulau
117
Pembebasan Pulau
118
Kondisi Terburuk
119
Keadaan Penduduk
120
Komandan yang Angkuh
121
Sosok yang Dihormati
122
Serangan Balik
123
Perasaan Zena
124
Arabella
125
Menyelidiki
126
Ibu
127
Memulai Rencana
128
Kemunculan Zena
129
Pembebasan Sandera
130
Ancaman
131
Bertemu
132
Bazleen
133
Pertarungan Terakhir
134
Kembali Damai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!