Pada Saat Makan Malam

Malam yang tenang itulah yang dinanti setiap insan. Keadaan sempurna untuk melonggarkan seluruh otot dalam tubuh. Sama halnya dengan gadis yang harus menelan pahitnya kekalahan. Ia terpaksa duduk di sana, di meja makan besar milik Chendrik berbaur dengan anggota keluarga dari sang pemilik mansion.

Melihat hamparan makanan di meja makan tersebut, Arabella berbinar penuh selera. Lupa sudah akan kekalahannya tadi siang. Biasanya, Zena tak pernah ikut makan di mansion utama.

"Di mana anakmu?" tanya Sebastian sambil mengambil sesendok sayur untuknya sendiri.

"Seharian ini mereka bermain bersama, dia akan datang bersama gadis itu," sahut Chendrik seraya menyeruput jus di gelasnya.

Arabella mendengus, perutnya yang sempat perih tak ia pedulikan. Hampir saja lambungnya tak dapat menampung makanan jika saja Zena mengerahkan seluruh kekuatannya.

"Apakah selalu seperti itu? Rasanya, aku pun ingin bermain dengan gadis itu," celetuk Sebastian yang membuat Chendrik hampir tersedak makanannya. Ia melirik tajam sang adik yang tampak tersenyum tipis.

"Kau tahu bagaimana cara mereka bermain?" Chendrik tersenyum sinis usai memutuskan pandangan dari menatap sang adik. Arabella fokus mendengarkan. Ia masih penasaran dengan sosok Zena, hatinya menolak kekalahan. Berpikir bahwa Zena menang karena hewan besar itu yang mengganggu konsentrasinya.

Sebastian melirik penasaran. "Bagaimana?" Bertanya saat Chendrik tak kunjung melanjutkan kata. Ia mengiris daging dengan pelan, demi mempertajam indera rungu.

"Kau akan tahu saat mereka datang," sahutnya misterius. Sebastian berdecak kesal. Ia melengos dengan sengaja menghentakkan pisau pada piring hingga menimbulkan suara.

"Kau begitu inginnya tahu soal dia, Bas. Kenapa? Apa kau tertarik padanya?" sindir Arabella sambil menyuapkan potongan daging ke mulutnya.

Laki-laki jangkung mencibir sambil menghendikan bahu. "Siapa yang tidak tertarik pada gadis secantik Zena? Hanya orang bodoh saja yang tidak menyukainya, juga ... mungkin saja buta," katanya melirik sedikit pada Chendrik yang menghentikan gerakan tangannya memotong daging.

Cengkeraman pada pisau dan garpu begitu erat hingga menimbulkan getar tanpa sadar. Sebastian tahu bahwa laki-laki itu pun tertarik pada gadis yang selalu bersama anaknya itu. Detik kemudian, Chendrik tak acuh dan melanjutkan kegiatannya.

Suara langkah kaki mengusik ketenangan mereka. Sontak tiga kepala itu menoleh secara bersamaan ke arah pintu belakang. Dua sosok muncul dengan wajah berbinar, kepuasan jelas terlihat di setiap garis wajah mereka.

"Cheo!" tegur Chendrik memanggil putranya, "bersihkan tangan kalian dan cepat makan!" titahnya memberikan lirikan pada Zena yang selalu berpenampilan menarik meski dengan pakaian seadanya.

"Siap!" sambut keduanya sambil meletakkan tangan kanan di ujung alis mereka. Sebastian melongo, detik kemudian terkekeh gemas. Namun, tidak dengan Arabella, ia tetap mencibir Zena meskipun saat ini sedikit menahan diri.

Keduanya duduk dengan tenang di kursi masing-masing. Zena membukakan piring untuk Cheo berikut untuknya. Mengambilkan anak itu nasi dan lauk pauk.

"Apa ini daging asap? Atau daging bakar? Apa ini sambal?" tanya Zena menunjuk pada potongan daging yang disiram bumbu itu.

"Ambil saja, kau akan suka rasanya," ucap Sebastian seraya mengambilkan sepotong daging untuk Zena dan meletakannya di atas piring gadis itu dengan penuh perhatian.

Chendrik melirik tajam dengan ekor matanya. Menggeram tertahan, dengan gigi yang dirapatkan. Ia ******* daging di mulut dengan kesal, tapi tak dapat melakukan apa-apa.

Zena menghendikan bahu melihat potongan daging itu. Ia melirik Sebastian yang tersenyum manis ke arahnya. Lalu, duduk kembali dan mulai mencicipi.

"Kau ingin daging ini? Rasanya sama seperti daging yang kita makan di pulau walaupun ... sepertinya ini daging sapi?" Zena mengendus daging tersebut setelah mencicipinya sedikit.

"Benarkah? Tapi aku ingin makan daging ayam hutan, atau kelinci dari pulau. Kakak, aku ingin pulang," celetuk Cheo dengan wajah muramnya. Benar, dia merindukan pulau dan hutan tempatnya berburu.

Mendengar itu, ketiga orang lainnya menghentikan gerakan mereka. Serempak menetap Cheo yang menunduk dan Zena yang mengusap rambutnya.

"Kita akan pulang, tapi setelah semua masalah selesai. Kau jangan bersedih seperti ini." Suara Zena mengalun lembut. Terenyuh hati kedua laki-laki itu mendengarnya. Ia memiliki sisi keibuan dibalik sikap barbar dan dinginnya.

Bocah laki-laki itu mendongak, mengangguk tanpa merubah ekspresi wajahnya. "Makan!" titah Zena meletakkan sepotong daging di piring Cheo.

"Mmm ... Cheo, bukankah ini rumahmu?" celetuk Arabella yang tak tahu apapun. Mereka telah mendapatkan kesadaran kembali dan melanjutkan makannya.

Bocah laki-laki itu hanya menggeleng tanpa ingin menyahut.

"Mereka tidak tinggal di sini sebelumnya ... ah, bagaimana main kalian? Kalian bersenang-senang?" Chendrik merubah topik pembicaraan mencoba menghibur Cheo yang murung dengan wajah antuasias ingin tahu apa yang mereka lakukan seharian itu.

"Yah, cukup menyenangkan. Mengingatkanku pada hutan di balik bukit tempat kami berburu," sahut Cheo sedikit terhibur karena ia boleh menggunakan hutan di belakang markas sebagai tempat bermain bersama Tigris.

Arabella dan Sebastian meneguk sekaligus daging yang baru masuk ke dalam mulut mereka. Keduanya tersedak dan akhirnya batuk hebat. Bermain artinya berburu binatang di hutan liar.

"Tapi aku lebih suka hutan yang luas, dan didalamnya banyak binatang yang bisa kami buru seperti saat di pulau dulu," lanjut Cheo antusias tanpa peduli pada kedua orang yang menjatuhkan rahang mereka karena takjub.

Sekecil itu sudah pandai berburu. Sebastian bergumam tak percaya.

"Kalian berburu mengunakan senapan? Lain kali aku ingin ikut berburu dengan kalian," ucap sang Jenderal tanpa melihat ekspresi tak senang di wajah Chendrik. Dan Arabella menangkap semuanya.

"Tidak. Kami menggunakan panah yang dibuat langsung oleh Kakak," jawab Cheo melirik Zena yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.

"Benarkah?" Lirikan yang dilakukan laki-laki itu tampak menggoda Zena. Senyum yang diukirnya penuh kekaguman, ia benar-benar takjub dengan sosok gadis di depannya itu.

"Berhenti berbicara, dan lanjutkan makan kalian!" sela Chendrik jengah dengan sikap Sebastian yang memberikan perhatian pada gadis incarannya.

"Baiklah. Lain kali kita akan mengobrol lebih banyak lagi," katanya tak menyerah. Chendrik berdecak tak suka.

Sementara salah satu gadis di antara mereka tengah menahan kecemburuan yang membuncah. Chendrik dan Sebastian adalah incarannya. Jika ia tak bisa mendapatkan Chendrik, maka Sebastian pun tak apa. Begitu rencana yang ia miliki. Namun, semuanya gagal hanya karena seorang Zena yang bahkan untuk melirik saja ia tak acuh.

"Aku selesai!" katanya seraya beranjak dan pergi meninggalkan meja makan.

Mereka semua melirik tanpa berniat menghentikan gadis itu pergi. Zena baru saja memakan dagingnya meski kesulitan memotong di atas piring.

"Kemari, biar aku potongkan untukmu," pinta Chendrik seraya mengambil piring Zena dan memotong daging di atasnya. Sebastian mencibirkan bibir.

"Ayah, bisakah ...?" Cheo menyerahkan piringnya setelah Chendrik mengembalikan piring milik Zena. Ia tersenyum senang melihat Cheo membutuhkan bantuannya.

"Kenapa gadis tak tahu diri ini ada di meja makan kita?!"

Terpopuler

Comments

Elwi Chloe

Elwi Chloe

Arabela batu sangat

2022-04-26

1

Auraliv

Auraliv

arabella menyerah saja kau🙄

2022-04-24

1

🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜

🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜

Arabella masih belum menyerah sepertinya...dia belum bisa menerima kekalahannya dari Zena.

2022-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Keluarga Chendrik
2 Mencari Masalah
3 Menunjukkan Diri
4 Perdebatan
5 Menantang Zena
6 Duel
7 Pada Saat Makan Malam
8 Apakah?
9 Malam Gembira
10 Pagi yang Menegangkan
11 Masalah Baru
12 Kelas
13 Petunjuk
14 Petunjuk Lain
15 Kenyataan
16 Sebuah Perkumpulan
17 Pembebasan
18 Kejutan
19 Terkepung
20 Ancaman
21 Balasan
22 Penyelamatan
23 Selepas Kejadian Itu
24 Semakin Kacau
25 Menghadiri Rapat
26 Zena Membungkam Penguasa
27 Pertengkaran
28 Kembali Sekolah
29 Perundungan
30 Kenangan
31 Petunjuk Baru
32 Sahabat
33 Apa Itu Cemburu
34 Bertemu Laila
35 Interogasi
36 Penyusup
37 Lagi-lagi Chendrik
38 Keroyokan
39 Kedatangan Adhikari
40 Pergi Menyelidiki
41 Misteri
42 Cemburu Lagi
43 Rezeki Nomplok
44 Cinta
45 Kejutan
46 Kejutan II
47 Tetaplah Jadi Ibuku
48 Tiga Orang Laki-laki
49 Black Shadow
50 Black Shadow II
51 Kilas Balik Masa Lalu
52 Ibu!
53 Rencana Gagal
54 Persengkongkolan
55 Latihan Dimulai
56 Perhatian
57 Aksi Memukau
58 Rahasia
59 Fakta
60 Dilema
61 Sidang
62 Cemas
63 Bertemu Musuh
64 Ujian Dimulai
65 Berburu
66 Terpaksa
67 Tindakan Tak Terduga
68 Tentang Pesta Kelulusan
69 Ibu?
70 Desa Hulu
71 Bukan Bocah Sepuluh Tahun
72 Nyanyian Syahdu
73 Drama
74 Tanpa Sadar
75 Berdansa
76 Maaf
77 Di Mana Zena!
78 Turut Andil
79 Ben Terluka
80 Tertawan
81 Sosok Misterius
82 Penolong
83 Melawan
84 Kolaborasi
85 Berakhir
86 Kembali Bangun
87 Saat Dia Menghilang
88 Aku Akan Pergi
89 Posisi Ibu
90 Anakmu?
91 Kepergian Zena
92 Pulang
93 Pak Karim
94 Kedatangan Tamu
95 Pembunuh Bayaran
96 Insiden
97 Anak-anak dari Desa Hulu
98 Hampir Saja
99 Misi Penyelamatan
100 Pamanku
101 Ke Mana Para Lelaki?
102 Bangunan Aneh
103 Kenyataan
104 Pembebasan
105 Amukan Massa
106 Di Mana Ibuku
107 Kau?
108 Rencana Penyerangan
109 Kedatangan Sang Elang
110 Kota Elang
111 Semakin Kacau
112 Gadis Lemah dan Menyusahkan
113 Keberangkatan Zena
114 Perang Besar
115 Penaklukan Markas Mata Elang
116 Membebaskan Pulau
117 Pembebasan Pulau
118 Kondisi Terburuk
119 Keadaan Penduduk
120 Komandan yang Angkuh
121 Sosok yang Dihormati
122 Serangan Balik
123 Perasaan Zena
124 Arabella
125 Menyelidiki
126 Ibu
127 Memulai Rencana
128 Kemunculan Zena
129 Pembebasan Sandera
130 Ancaman
131 Bertemu
132 Bazleen
133 Pertarungan Terakhir
134 Kembali Damai
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Kedatangan Keluarga Chendrik
2
Mencari Masalah
3
Menunjukkan Diri
4
Perdebatan
5
Menantang Zena
6
Duel
7
Pada Saat Makan Malam
8
Apakah?
9
Malam Gembira
10
Pagi yang Menegangkan
11
Masalah Baru
12
Kelas
13
Petunjuk
14
Petunjuk Lain
15
Kenyataan
16
Sebuah Perkumpulan
17
Pembebasan
18
Kejutan
19
Terkepung
20
Ancaman
21
Balasan
22
Penyelamatan
23
Selepas Kejadian Itu
24
Semakin Kacau
25
Menghadiri Rapat
26
Zena Membungkam Penguasa
27
Pertengkaran
28
Kembali Sekolah
29
Perundungan
30
Kenangan
31
Petunjuk Baru
32
Sahabat
33
Apa Itu Cemburu
34
Bertemu Laila
35
Interogasi
36
Penyusup
37
Lagi-lagi Chendrik
38
Keroyokan
39
Kedatangan Adhikari
40
Pergi Menyelidiki
41
Misteri
42
Cemburu Lagi
43
Rezeki Nomplok
44
Cinta
45
Kejutan
46
Kejutan II
47
Tetaplah Jadi Ibuku
48
Tiga Orang Laki-laki
49
Black Shadow
50
Black Shadow II
51
Kilas Balik Masa Lalu
52
Ibu!
53
Rencana Gagal
54
Persengkongkolan
55
Latihan Dimulai
56
Perhatian
57
Aksi Memukau
58
Rahasia
59
Fakta
60
Dilema
61
Sidang
62
Cemas
63
Bertemu Musuh
64
Ujian Dimulai
65
Berburu
66
Terpaksa
67
Tindakan Tak Terduga
68
Tentang Pesta Kelulusan
69
Ibu?
70
Desa Hulu
71
Bukan Bocah Sepuluh Tahun
72
Nyanyian Syahdu
73
Drama
74
Tanpa Sadar
75
Berdansa
76
Maaf
77
Di Mana Zena!
78
Turut Andil
79
Ben Terluka
80
Tertawan
81
Sosok Misterius
82
Penolong
83
Melawan
84
Kolaborasi
85
Berakhir
86
Kembali Bangun
87
Saat Dia Menghilang
88
Aku Akan Pergi
89
Posisi Ibu
90
Anakmu?
91
Kepergian Zena
92
Pulang
93
Pak Karim
94
Kedatangan Tamu
95
Pembunuh Bayaran
96
Insiden
97
Anak-anak dari Desa Hulu
98
Hampir Saja
99
Misi Penyelamatan
100
Pamanku
101
Ke Mana Para Lelaki?
102
Bangunan Aneh
103
Kenyataan
104
Pembebasan
105
Amukan Massa
106
Di Mana Ibuku
107
Kau?
108
Rencana Penyerangan
109
Kedatangan Sang Elang
110
Kota Elang
111
Semakin Kacau
112
Gadis Lemah dan Menyusahkan
113
Keberangkatan Zena
114
Perang Besar
115
Penaklukan Markas Mata Elang
116
Membebaskan Pulau
117
Pembebasan Pulau
118
Kondisi Terburuk
119
Keadaan Penduduk
120
Komandan yang Angkuh
121
Sosok yang Dihormati
122
Serangan Balik
123
Perasaan Zena
124
Arabella
125
Menyelidiki
126
Ibu
127
Memulai Rencana
128
Kemunculan Zena
129
Pembebasan Sandera
130
Ancaman
131
Bertemu
132
Bazleen
133
Pertarungan Terakhir
134
Kembali Damai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!