Part. 19 : What does Heaven mean to me?

"Ternyata secepat itu, aku ketauan." Audi tersenyum miring.

Tubuh Vina menegang, tangannya mengendurkan pelukan pada Audi. "Audi, ah ralat Sasya. Kenapa Lo lakuin ini? Sebenarnya apa tujuan Lo?"

Audi mendongak, "untuk membuat kalian menderita." Perlahan tangan Audi mencengkeram erat lengan Vina, matanya melirik ke arah pintu rooftop.

"Agar orang-orang seperti kamu, menderita dan mendapat karma." Perjelas Audi, sorot mata kebencian, dilayangkan oleh nya pada gadis yang berdiri di depannya.

Audi berdiri dari tempat duduk nya, melepaskan cengkraman tangan nya.

"Rissa. Lo satu-satunya orang yang belum dibasmi." Audi mendekati Vina, membuat Vina melangkah mundur. "Rissa Arabella William. Anak dari keluarga William, pembunuh dari ibu ku!"

"A.. apa maksud Lo?" Vina berusaha tenang.

Audi tertawa sinis, "ya, ibu ku memang mempunyai penyakit. Asma dan jantung disaat yang bersamaan. Langit memang mengabulkan doa ku, tapi bukan kematian yang aku mau!" Mata Audi berkaca-kaca, alis menukik tajam, rahangnya mengeras.

"Tapi keluarga William, dengan tega nya membunuh ibu ku! Apa jangan-jangan ayah ku juga dibunuh oleh keluarga mu?"

"Gue gak ngerti maksud Lo, Sya!"

"Ibu, dan aku, tidak sengaja melihat peristiwa yang sangat keji. Itu di lakukan oleh kakek mu! Pembunuhan terhadap satu keluarga, dan kami menyaksikan nya. Kami ketahuan oleh salah satu anak buah kakek mu, dan dengan kejam nya juga, kakek kamu itu membunuh ibu ku!" Bentak gadis berkacamata itu, tangannya mencengkram kerah jaket Vina.

"Ta.. tapi.. kenapa harus gue yang kena?" Gumam Vina.

"Karena Lo seorang pembully, dan cucu dari seorang pembunuh!" Tunjuk Audi.

Vina menggeram, "jang—"

"Jangan sentuh gue walau setitik pun," potong Audi. "Itu yang mau Lo bilang kan?"

Vina melepaskan cengkraman tangan Audi pada kerahnya, "Sya, gue bener-bener nyesel. Atas nama William, gue minta maaf. Mohon maaf sebesar-besarnya."

"Lo pikir dengan maaf Lo, ibu gue bisa hidup lagi? GAK! Gak semudah itu, Rissa." Audi mendekatkan mulutnya pada telinga Vina.

"Lo bisa buat orang menderita, kenapa gue nggak?"

Audi kembali ke tempat duduk nya, dan melirik sinis pada gadis yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Vina kembali ke tempat duduk nya, mengambil handphone nya yang tadi diletakkan oleh nya.

"Woho.. ternyata sistem nih cafe aneh guys! Gue harus nunggu dulu di bawah! Nih pesenan kalian masing-masing." Sena baru saja datang dengan membawa nampan berisi makan, di belakang nya juga ada seorang pelayan yang membantunya.

"Lo lama, perut gue keroncongan!" Ujar Vina, seakan tidak terjadi apa-apa tadi. Handphone yang berada di genggaman nya, di simpan pada tas yang di tenteng nya sedari tadi.

"Spot foto nya bagus. Abis makan kita foto yuk, buat kenang-kenangan."

Audi mengangguk setuju. Vina mengangguk setuju juga, dan tersenyum sendu walau tidak terlihat.

"Hidup gue memang gak akan bisa bahagia ya.

...🥀🥀🥀...

Gadis berkacamata itu melihat foto yang ada di handphone nya. Tersenyum tipis, tangan nya mengelus foto itu, mengingat kejadian yang tadi sore terjadi. Foto tersebut berisi tiga gadis tersenyum bahagia pada kamera, namun yang ia sadari senyuman itu semua nya hanyalah palsu.

Senyuman yang dibuat dirinya sendiri hanyalah kepalsuan belaka, tidak ada kebahagiaan yang sebenarnya. Guratan wajahnya terlihat capek, tangan sebelah nya mengepal. Badannya berputar, melihat seperangkat alat lukisan, yang sudah tidak disentuh olehnya.

Gadis itu berdiri, melangkah ke arah kanvas yang belum tersentuh.

"Aku ingin melukis kita. Ini akan menjadi kenangan, kenangan sebenarnya. Karena ini hanya ilusi semata, aku hanya berkhayal! Ingat itu, Sya. Ini semua hanyalah khayalan mu."

Tangan nya mulai membuka satu persatu tutup cat warna, dan menumpahkan isinya pada palet. Mulai melukis. Kali ini, dia benar-benar melukis, bukan lukisan abstrak atau yang lainnya.

"Rissa, Sena. Kematian kalian menunggu. Boneka-boneka ku sudah siap."

...🥀🥀🥀...

Vina mendengarkan suara rekaman yang tadi sore direkam oleh nya, sembari membaca novel online yang berada di handphone nya. Tangannya dengan cekatan menulis poin-poin penting yang dilewatkan olehnya.

"Clarissa Davina Callandra, seorang gadis yang dibuat menjadi kambing hitam atas pembullyan tokoh Vero. Clarissa Davina Callandra, gadis beruntung yang hidup di keluarga kaya raya, yang asal usul keluarga tidak terlalu terlihat." Vina menulis poin-poin penting yang dirinya ingat saat dulu membaca novel versi sebelum di revisi.

"Hanya Keyla yang tau keseluruhan novel itu. Tapi sejak itu, kenapa dia gak telpon-telpon gue ya?" Monolog nya. "Padahal udah gue kasih nomor nya." Lanjutnya.

"Ah iya, si anjir! Itu kan nomor lama! Kok gue kasih itu, ntar yang ada mayat gue yang angkat tuh hape." Vina menekan ikon kontak yang ada di handphone nya, mengetikkan nomor Keyla yang sudah dia ingat.

"Untung ingatan gue gak ilang pas transmigrasi."

Panggilan itu tersambung, tapi sudah beberapa kali deringan, yang berada di seberang tidak kunjung mengangkatnya.

Vina menghela nafas, "udah malam sih, besok aja kali ya gue telpon."

Vina melangkah ke tempat tidur, dan membaringkan tubuh nya, saat matanya hendak menutup suara ketukan pintu mengganggu nya.

Mata Vina yang ingin terpejam, terpaksa terbuka. "Si anying. Sabar Vin, sabar. Lo cantik, Lo kalem."

Dengan sangat terpaksa, tidur cantik nya terganggu akibat ketukan pintu. Vina membuka kunci pintu, dan membukanya. Mata nya menajam, melihat siapa yang di hadapannya.

"Vin. Boleh Abang tidur bareng kamu? Calos gak pulang, Abang jadi sendiri." Pinta pemuda itu.

"Gak." Vina menutup pintu kamar nya dengan cepat. Tapi, lagi dan lagi pintu di ketuk. Gusar sudah dirinya ini. Dengan kasar gadis itu membuka pintu kamar itu.

"Apa sih Carlos?!" Bentak nya. Pemuda itu tersenyum senang, melihat Vina kembali membuka pintu.

"Carlos pengen tidur bareng sama kamu," rengek Carlos.

"Kok kayak anak anjing ya."

...🥀🥀🥀...

Sena membuka pintu kamar nya, melangkah keluar kamar. Saat tidur, tiba-tiba tenggorokan nya menjadi gatal, membuka kulkas, dan menuangkan air ke gelas.

Kaki nya kembali membawa nya ke arah yang berlawanan dari kamarnya. Sena berjalan ke taman belakang rumah nya, membuka pintu belakang, dan tersenyum kecil, mendekati sepasang ayunan.

Dirinya duduk di ayunan, menoleh ke samping, ayunan satunya.

"Gue inget banget, dulu gue sama Sasya sering main bareng di sini." Kepala nya bersandar pada rantai ayunan.

"Tapi, setiap gue bareng Audi, rasanya kayak bareng Lo, Sya. Bedanya, Audi lebih kalem." Sena terkekeh geli. Matanya menatap rembulan malam yang bersinar indah.

"Apa alasan Lo sebenarnya, Sya. Kenapa Lo suka banget sama langit?" Sena menengadahkan tangan nya ke langit, seperti sedang menggenggam bulan yang bersinar.

"Definisi langit menurut Lo, sama definisi langit menurut gue, apa itu sama?"

Gadis itu meluruskan kakinya, menundukkan kepalanya. Menautkan jari-jarinya, memejamkan mata nya.

"Tuhan, tolong dengar lah anak mu yang berdosa ini, ke depannya aku harap tidak ada lagi penderitaan yang aku alami. Aku juga berharap dapat diampuni, aku tahu kesalahan ku sudah melebihi batas, tapi semuanya aku serahkan pada Engkau ya Tuhan, yang Maha Kuasa."

Mata nya perlahan terbuka, mendongakan kepalanya.

"Karena aku, udah capek tentang masalah ini, apalagi kedua orang tua ku. Keluarga ku, sudah hancur."

"Aku berpasrah pada Engkau ya, Tuhan."

Sena tersenyum sendu, "ini adalah langit. Tuhan semesta alam pencipta langit dan bumi. Dan menurut ku, langit adalah tempat berkeluh kesah kita. Bukan, bukan langit, itu hanya sebuah perumpamaan, lebih tepatnya ialah Tuhan."

...🥀🥀🥀...

Seorang pemuda, sedang berjalan santai setelah berhasil menjual motor yang ia selalu gunakan. Uang nya dia buat untuk membeli motor baru, mungkin tidak sebagus yang dimilikinya dulu.

Pemuda itu bersenandung kecil. Matanya menangkap seseorang mendekatinya. Bisa dirinya tebak, orang yang kini di hadapannya adalah orang yang sama dengan orang yang bicara dengan nya saat itu.

Pakaian tertutup, memakai jaket hitam, dengan perpaduan masker hitam, dan topi hitam yang menutupi wajahnya. Manik mata milik pemuda itu bertabrakan dengan manik mata orang yang di hadapan nya.

"Bagaimana? Kau sudah gunakan cara yang ku jelaskan, Calos?" Mata orang itu menatap tajam pemuda ini, tanpa ketakutan.

"Cara mu itu tidak berhasil. Menurut gue juga gak semudah itu, dia luluh. Cinta gue juga gak semudah itu menyerah."

Orang itu terkekeh, "gak semudah itu juga untuk berjuang, Calos. Bahkan gak nekat pun bisa dilakukan, Calos. Mau mencoba?"

Pemuda itu, Calos, terlihat ragu menjawab. Orang itu mensejajarkan wajahnya pada Calos, mengelus dagu Calos, membuat Calos meremang.

"Lebih berani. Itu akan bisa, percaya sama ahli cinta ini, Calos."

Calos merotasikan matanya, dan melipat kedua tangannya di depan dada, "Dasar wanita tua!"

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

ARA

ARA

Ini cerita khayalan kejiwaan si Sasyakah? 😶

2023-03-27

1

Arifa Zahra

Arifa Zahra

ya sih kok alurnya di kendalikan org ya , padahal kan si rissa mafia seharusnya mafia nggk mudah di tindas

2022-12-28

1

Ida Blado

Ida Blado

mc nya bego,katanya mafia tpi dgn mudah di intimidasi,,, mafia apaan cemen bgt

2022-06-16

4

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!