Part. 18 : Drama, yeah!

Bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa sekolah telah selesai.

"Mau pada nongkrong dulu gak? Lo bisa ga, Di?" Tanya Sena, mereka bertiga tengah berjalan beriringan.

"Umm.. bisa."

"Lo gimana, Vin?"

Vina menatap lurus, "dulu, gue gak sering nongkrong sama temen-temen kuliah, ya. Kangen juga sama mereka."

"Woi, Vina!" Vina tersadar.

"Oh iya, boleh. Kemana?"

"Biasa, cafe deket sini. Tuh cafe Glovic."

Vina hanya mengangguk. "Audi, gue bonceng ya."

"Makasih." Audi tersenyum lembut, kemudian mengalihkan pandangannya.

Mereka sampai di parkiran, tapi sebuah panggilan membuat mereka menoleh. Yang dipanggil satu orang, yang menoleh semua nya.

"Vina."

Vina menatap datar seorang pemuda yang memanggilnya, "kenapa, setan?"

Pemuda itu hanya tersenyum kecil, "gue mau ngajak Lo pulang bareng."

"Gue bawa motor."

"Tinggalin aja, bonceng sama gue, biar gue telpon orang buat bawain."

"Gua mau nongkrong."

"Vina, kamu mau jadi berandalan ya? Kok nongkrong nongkrong?" Celetuk seseorang dari belakang pemuda itu.

Vina tertawa hambar, "gak usah ikut campur urusan gue."

"Vin, pulang bareng gue!" Sentak Calos.

Sena dan Audi bertatapan, dan kembali memperhatikan orang-orang di depannya.

"Perasaan mereka gak ada hari tanpa debat," gumam Sena, yang dibalas anggukan kepala oleh Audi.

"Tapi ini kayak sinetron-sinetron gak sih, Na?" Jawab Audi dengan berbisik.

"Vrenzo, Lo juga bukannya anterin Vero, malah ke Vina!" Vina menatap pemuda yang tangannya pernah ia buat retak.

"Diam Lo, Vinsen!" Bentak Avrenzo, pemuda yang mengajak Vina tadi. Vina menyilangkan tangan nya di dada.

"TINGGAL BAKU HANTAM, SUSAH AMAT!" Vina kesal, kesal karena waktunya terbuang sia-sia.

"DIAM LO! GAK ADA RASA BERSALAH NYA YA, TANGAN GUE HARUS KAYAK GINI! INI GARA-GARA LO!" Teriak Vinsen pada Vina.

Bugh...

Pukulan dilayangkan pada wajah Vinsen, amarahnya tidak tertahankan, karena sang adik selalu di salahkan. Pukulan itu, membuat Vinsen tersungkur, jatuh.

"Ca.. Calos."

"Mulut Lo jaga ya. Gue bisa gunting tuh mulut," ujar Calos dengan dingin, mampu membuat pemuda yang tersungkur itu merinding, merasakan aura yang berbeda dari seseorang di hadapannya.

"Kalian jangan berantem. Gak baik," ujar Vero dengan mata yang berkaca-kaca.

"Gak usah ikut campur Lo, Medusa." Kata Vina.

Calos berbalik dan melangkah ke arah Vina, menangkup wajah Vina.

"Adikku sayang. Kamu bareng kakak ya," ujar Calos dengan lembut.

Gadis itu bergidik jijik dan menghempaskan tangan Calos dari wajahnya, "gak usah sok lembut. Jijik gue."

Calos mengerucutkan bibirnya, dan merengek, "maafin abang ya. Abang udah banyak salah." Pemuda itu menjatuhkan kepalanya di pundak Vina.

Vina mendorong Calos, dan memukul pelipis Calos.

"Gak Lo, gak Carlos, gak Avrenzo. Bikin gue kesel. Telat Lo semua minta maaf!" Vina berbalik untuk pergi meninggalkan mereka semua.

"Tunggu, Vin." Cekal Carlos. Vina yang sudah marah, mengambil tangan Carlos dan memelintir nya.

"Awhh!!"

Sena dan Audi menyernyit, "itu pasti sakit."

"Bilang ke adek Lo itu, jangan pernah suka ataupun cinta sama gue. Jijik gue dengernya," sarkas Vina. Vina melepaskan cekalan itu, dan berlalu diikuti Sena juga Audi.

"Ayo kita nongkrong." Motor milik Vina yang membonceng Audi, dan juga motor Sena menjauh dari mereka, dan menghilang di balik pagar.

"Kemarin masa depan Lo, sekarang tangan Lo, Carlos." Ledek Avrenzo.

Avrenzo juga kaget dengan apa yang dikatakan Vina mengenai Calos barusan, "Lo juga, Calos. Suka kok sama adik sendiri."

Calos menggelatukkan giginya, berusaha bangkit. "Gue gak bakal lepasin Lo, Vina!"

...🥀🥀🥀...

Motor Vina mengikuti laju kendaraan milik Sena, ini pertama kali nya dirinya jalan bersama teman-teman sekolah nya. Dia sangat senang karena misi pertamanya selesai, mendapatkan sahabat. Dan ia berharap tidak ada pengkhianatan di antara mereka.

Mata Vina terfokus pada jalanan, dan matanya tertuju pada papan nama cafe itu, Vina memegang kepalanya yang kembali berputar. "Ada sesuatu muncul."

"Vrenzo! Apa yang kamu lakuin sama Cewek ini?! Bisa-bisanya kalian mesra-mesraan!" Ujar seorang gadis yang terlihat marah pada pemuda yang bahkan hanya santai menghadapi kondisi ini.

"Lo bisa liat sendiri kan? Gak perlu gue jelasin, dia itu pacar baru gue." Kata pemuda itu dengan sinis. Gadis yang tengah marah itu menatap murka, seseorang yang ada di sebelah sang pacar. Ah, bukan baginya sekarang sudah mantan.

"Lo! Vrenzo. Gue bakal buat Lo nyesel karrna udah permaluin gue!" Bentak gadis itu. Gadis itu juga menunjuk orang yang di sebelah Avrenzo, "Lo bakal kena karma atas segala yang Lo perbuat sama gue!"

"Cukup Icha! Mulai sekarang kita udahan!"

"Kalau itu mau Lo, silahkan! Selama ini juga Lo gak ada sama sekali ngedukung gue. Bahkan Lo ikut-ikutan ngejek dan ngehina penampilan gue!" Icha atau nama lainnya adalah Vina itu mengambil minuman yang berada di atas meja.

BYURR...

Gelas yang berisi air minum berwarna oranye kekuningan, yang bisa dipastikan jika minuman itu adalah sebuah jus jeruk, di lemparkan pada wajah orang yang ada di sebelah Avrenzo.

"Ini peringatan pertama buat Lo!"

"VINA! Vero, kamu gak papa-kan?"

"Cih. drama!"

Vina kembali ke kesadaran nya, untung saja sebelum dirinya mendapat itu, ia sudah menepikan motornya.

"Vina. Kamu gak papa?" Tanya Audi yang masih berada di bonceng Vina. Vina yang memegang kepalanya seketika menoleh ke belakang.

"Maaf, gue gak papa kok. Sena, ayo lanjut jalan," ujar Vina. Audi menatap khawatir pada Vina, tapi ia hanya bisa diam.

"Vrenzo, ternyata Lo lebih buruk dari kelihatannya."

Vina dan Sena serta Audi sampai di parkiran cafe Glovic itu. Cafe dengan nuansa remaja modern, dengan cat berwarna biru gelap, dan spot foto yang tampak aesthetic.

"Ini cafe nya kawan-kawan ku sekalian."Sena tersenyum puas, melihat teman-temannya kagum dengan dekorasi cafe yang cukup berwarna.

"Ayo ke Rooftop, disana pemandangan nya asik!" Ajak Sena.

"Ayo! Aku suka pemandangan, apalagi langit!" Seru Audi dengan antusias. Sena mengangguk semangat, lalu menggandeng tangan Audi juga Vina untuk masuk.

"Tunggu dia bilang suka langit? Kok kayak gak asing?" Batin Vina.

...🥀🥀🥀...

"Wah, bener! Pemandangan nya bagus, apalagi langit nya, jadi kelihatan indah!"

Sena membusungkan dadanya bangga dan melipat kedua tangannya di depan dada, "iya dong, requestan gue!"

Vina tersenyum tipis sembari menatap lurus pada Audi. "Gue belum tau banyak tentang Lo berdua. Apa perlu ya, gue cari tau tentang kalian?"

Vina duduk di salah satu meja yang memiliki tiga bangku, pas untuk mereka bertiga. Mata nya sibuk memperhatikan kedua temannya, yang seperti anak kecil. Tidak menyadari ada seseorang yang duduk di bangku samping nya.

"Lo kenapa liat sepupu gue kayak gitu banget?" Tanya seorang pemuda yang duduk di samping Vina, membuat Vina kaget dan menoleh pada orang itu.

"Martin!"

"Sepupu? Oh iya, Sena ya. Lo si cowok yang kemarin itu ya," tebak Vina sedikit kikuk.

"Gak perlu basa-basi, apa yang Lo mau dari sepupu gue?" Tanya Martin dengan dingin, tangannya membuka bungkus rokok.

"Apa maksud Lo?" Vina bertanya balik pada Martin.

"Sena memang bodoh. Tapi dia gak akan asal percaya sama orang, apalagi kayak Lo. Jadi apa yang Lo mau dari dia?" Martin menyulut api pada rokok, membuat Vina terbatuk kecil, dan mengipasi asap rokok yang berada di sekitar nya.

"Gue gak mau apa-apa dari dia!" Geram Vina, tapi dirinya tetap tenang.

Martin terkekeh sinis, "Lo orang yang langka. Orang-orang pasti bakal manfaatin kepolosan anak itu, tapi Lo gak." Martin beranjak kursi nya, mendekati Vina dari belakang duduknya.

"Gue harap, Lo bukan pengkhianat, Clarissa Davina Callandra." Setelah mengatakan itu, Martin meniup asap rokok dari samping telinga Vina ke depan, lalu pergi dari tempat itu.

"Sial. Martin si pencabut nyawa gak main-main tingkat ke pekaan nya. Tapi apa guna nya coba ngekhianatin orang?" Gumam gadis itu.

Vina menatap pintu rooftop yang sudah tertutup, "Martin, gue mati gara-gara kelompok Lo. Tapi gak ada raut bersalah atau apapun itu yang Lo tunjukkin. Lo terlalu tertutup."

"Wih! Vin. Lo ngerokok ya? Kok ada bau rokok sih!" Celetuk Sena yang mendekat bersama Audi, mereka tertawa lucu. Gadis yang sedang duduk itu hanya mendatarkan wajahnya.

"Gue gak ngerokok, tapi tuh sepupu Lo, dateng-dateng ngerokok di sini."

"Udah biasa dia mah." Sena duduk di kursi, dan Audi juga duduk di kursi samping nya.

"By the way. Udah pesan?"

"Belom." Vina menyengir.

Sena menatap kesal pada Vina. "Biar gua aja dah! Kalian pesen apa?"

"Aku mau jus jeruk aja, sama makanannya nasi goreng." Ujar Audi dengan antusias.

"Ini kan Cafe. Bukan restoran. Tapi ada juga sih makanan berat kayak gitu." Batin Vina

"Oke! Kalau Lo, Vin?"

"Gue, minumannya samain sama Audi. Makanannya burger aja."

"Oke. Gue ke bawah ya." Sena keluar dari rooftop menuju ke arah kasir.

Vina dan Audi hanya berdiam diri. Vina sedang asik dengan handphonenya, Audi sedang asik memandangi langit. Vina mematikan handphone nya dan meletakkannya di meja.

"Lo suka langit, Audi?" Tanya Vina sembari menopang kepala nya memakai sebelah kiri tangannya.

"Iya suka banget!"

"Kenapa? Kenapa bisa suka banget?"

"Karena indah. Dan juga kata ibu ku, langit itu tempat berkeluh kesah kita. Waktu kecil aku sering liat ibu sering ngobrol bareng langit. Katanya, langit itu bisa bikin harapan kita terkabul." Jelas Audi, matanya sejak tadi tidak memutuskan tatapannya pada langit.

Vina mendengar kan dengan seksama, menjadi pendengar yang baik lebih baik, dari pada banyak bicara namun tidak bisa menyelesaikan permasalahannya.

"Aku pernah satu kali berharap pada langit, supaya penyakit ibu hilang. Langit mendengar kan, sakit ibuku menghilang selama-lamanya." Audi mulai mengeluarkan air matanya, Vina beranjak dan memeluk Audi, mengelus rambutnya menenangkan, dan di balas oleh Audi.

"Gue tau, Lo sebenarnya kuat, Di. Gue juga jadi pengen berharap sama langit. Agar seseorang kembali seperti dulu, dan selalu bersama teman-teman nya."

Vina menyadari jika seseorang dihadapannya ini, orang yang sungguh dicari-cari selama ini olehnya.

"Sasya nya Sena. Jangan nangis ya, aku sama Sena, selalu jagain kamu kok. Walaupun kamu, bukan di tubuh asli mu lagi." Ungkap Vina pada Audi.

Mendengar hal itu, membuat tubuh Audi membeku di pelukan sahabatnya ini.

"Sya, aku harap kamu bisa maafin kesalahan-kesalahan aku. Yang udah buat kamu menderita. Vina mengelus kepala Audi. Bisa Vina rasakan, jika gadis yang ada di dekapan nya ini mematung, dan perlahan melepaskan pelukannya.

"Ternyata secepat itu, aku ketauan." Audi tersenyum miring.

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

tuh kan apa ku bilang cewek kacamata itu penulis nya

2023-03-24

1

Ida Blado

Ida Blado

kok gk ada balas dendamnya sih,cuma ngubek masalalu si dalang doang,,,,

2022-06-16

1

𝐛𝐚𝐛𝐲𝐲𝐲𝐧𝐚𝐧𝐚𝐚𝐚

𝐛𝐚𝐛𝐲𝐲𝐲𝐧𝐚𝐧𝐚𝐚𝐚

yoo ngegantung nih cerita nyaa.. 😭🤣, ad ap dengan senyum miring Audi atau Sasya? 😌😆🤭

2022-04-24

3

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!