Part. 11 : Mysterious person

Vina termangu, memandangi kertas-kertas lukisan. Lukisan yang benar-benar abstrak, namun indah dan menakjubkan.

"Pak Krisna. Boleh saya berbicara sebentar dengan teman saya?" Vina menatap Krisna.

Krisna tersenyum ramah, "Oh.. silahkan."

Vina beranjak pergi ke teras rumah milik Krisna itu. Telepon itu berdering beberapa kali, dan akhirnya dijawab.

"Oi. Semak belukar!" Panggil Vina.

"Heh! Jangan asal ganti nama orang!"

"Iya iya. Gue cuman mau nanya sesuatu hal yang penting."

"Apa itu?" Tanya Sena yang ada di seberang telepon.

"Kalau gue boleh tau, siapa nama panjang Sasya yang Lo ceritain?" Tanya Vina menatap langit yang ada di luar.

"Buat apa Lo tanya itu?" Nada ucapan Sena sedikit berubah.

"Ini penting, Sena. Ada seseorang yang mengenal Sasya, tapi gue gak tau benar apa gak nya. Jadi tolong kasih tau gue," desak Vina.

"Sasya Aprilia. Itu nama panjangnya."

Vina mengeraskan rahangnya, memejamkan matanya, lalu membukanya kembali.

"Masalahnya masa hantu yang datang ke sini!" pikir Vina.

"Kalau Langit? Itu juga nama dia atau bukan?" Vina gelisah, mengepalkan tangannya.

"Gue harap bukan orang yang sama!" batinnya Vina.

"Ah, iya. Si Sasya ada nama langit di tengah-tengah nama dia. Katanya sih karena suka langit, makanya dia bikin nama tengah Langit. Gak jelas emang anaknya." Sena tertawa lirih di seberang sana, Vina mengerti.

Vina menunduk, dan menatap sepatunya, "Sori, kalau udah buat Lo inget lagi ya, Sena. Gue ada satu permintaan lagi, boleh?"

"Apa lagi?"

"Lo punya foto Sasya? Kalau punya gue minta."

Sena berdecih pelan, "Buat apa? Gue gak tau, kalau topik Sasya ini semenarik itu buat Lo, Vin."

Vina menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Gue penasaran aja. Soalnya kayak familiar sama namanya, terus mau cocokin."

"Terserah, gue kasih dah. Gue mau makan."

"Maka—"

Tut!

Sena langsung menutup sambungan telepon, Vina hanya menatap datar handphone nya yang menampilkan kontak Sena.

"Mood nya bener-bener jelek kalau udah omongin Sasya."

Sena sudah mengirimkan sebuah foto Sasya, tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Sena. Lalu Vina berbalik masuk ke dalam rumah Krisna kembali.

Vina tersenyum kaku, "Maaf lama pak Krisna."

"Tidak apa-apa." Krisna tersenyum.

Vina menunjukkan sebuah foto yang ada di handphone nya pada Krisna, "Pak Krisna. Saya ingin bertanya mengenai wajah Sasya itu. Apakah wajahnya seperti ini?"

Krisna menatap lurus pada handphone itu, dan menggeleng, "bukan. Bukan dia orangnya, saya sangat yakin! Karena dia rajin ke sini, jadi saya tidak melupakan wajah nya. Tapi entah sekarang di mana, sebulan ini dia tidak pernah datang."

Vina tampak termenung, "kalau begitu, apakah Pak Krisna bisa mendeskripsikan orangnya?"

Krisna berpikir, "dia langsing, dan rambutnya hitam."

Vina tersenyum kesal, "maaf pak. Saya juga langsing, juga mempunyai rambut hitam. Bahkan teman saya juga."

Krisna terkekeh, "maaf, yang saya ingat dia mempunyai lesung pipi di sebelah kiri. Dan ada luka lebam di tangan nya."

Vina mengangguk, dirinya melirik jam tangannya, seperti nya harus pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat.

"Pak Krisna, boleh saya meminta nomor telepon Anda? Saya ingin menghubungi anda sewaktu-waktu jika saya ingin menanyakan sesuatu," ujar Vina dengan formal.

"Seperti nya waktu mu untuk bertanya sedikit ya, nak." Mereka saling bertukar nomor, Vina beranjak yang diikuti oleh Krisna.

Tapi dirinya berhenti melangkah saat berada di teras rumah milik Krisna itu.

"Pertanyaan terakhir untuk Anda pak Krisna. Jika anda sudah menandatangani surat perjanjian itu, untuk menutup mulut, kenapa Anda mengatakan semuanya pada saya?" Vina menatap dingin pada Krisna.

Krisna tertawa, "anak yang pintar."

"Saya memberitahu semua itu, karena Anda lah peran utama dalam novel ini. Rissa," kata Krisna yang tersenyum seram. Krisna berbalik masuk ke dalam rumah nya, mengunci pintu nya, meninggalkan Vina yang mematung.

"Dia tau!" Gumam Vina.

...🥀🥀🥀...

"Kau berhasil paman." Ucap seorang perempuan.

"Seorang Krisna, seperti ku hanya mengikuti alur. Biarkan dirinya bisa menemukan mu, yang bahkan berada di dekatnya."

Perempuan itu tertawa dan menyeringai, "aku hanya bermain-main dengan ciptaan ku sendiri, paman. Ciptaan seorang Sasya Langit Aprilia."

Krisna memasukkan tangannya ke saku, "apa dirimu hanya menunggu? Hingga mereka mengetahui diri mu?"

"Ya. Tinggal menunggu. Dan mereka akan terdiam melihat ku!"

...🥀🥀🥀...

Vina sampai di rumah nya, masuk dengan santai. Namun saat sampai di depan tangga, ucapan seseorang menghentikan nya.

"Lo dari mana?" Tanya seseorang yang ada di belakang Vina. Suara serak menyapa gendang telinga Vina. Vina berbalik menatap lawan bicaranya.

"Oh. Calos, apa pedulimu?" Tanya Vina dengan nada mengejek. Calos menggeram.

"Gue tanya baik-baik. Jangan sampe gue main tangan! Cepet jawab, Lo habis dari mana?!" Bentak nya.

"Uuu.. takut," ejek Vina. Mata Calos memerah, tangannya mengepal, lalu mendorong Vina dengan keras.

Vina membelalakkan matanya, dia ingat kalau dirinya ingin menaiki tangga. Tangan nya ingin menahan di pegangan tangan, namun dirinya terpleset.

BODOH! Gue bakal bunuh Lo duluan, Calos! Ceroboh banget gue!

BRUKH...

Kepala Vina terbentur ujung tangga, membuat darah merembes. Dan saat itu juga kesadaran Vina menghilang.

Calos bergetar dan berkata dengan terbata-bata, "v... Vin. Lo gak papa?"

Calos menggoyangkan badan adik nya, seluruh badannya bergetar, keringat dingin mengucur membasahi kening. Calos memangku kepala adiknya, dan merasakan ada sesuatu yang basah dan amis.

Darah.

Calos benci darah. Bahkan dari dulu.

"Pah! Mah! Bang Carlos!" Teriak Calos dengan bergetar dan panik.

Semuanya keluar dari kamar, dan langsung menghampiri Calos yang terlihat panik.

"Ada apa, ada apa. Calos!?"

"ASTAGA! VINA! APA YANG TERJADI!"

"AMBULANS PANGGIL AMBULANS."

"Jangan lagi, Vin! Jangan sakit lagi! GUE MOHON!"

...🥀🥀🥀...

"Akh.." Jari Keyla tersayat pisau belati milik nya, saat dirinya ingin membersihkan pisau itu.

"Key. Tangan Lo!" Gio menghampiri Keyla, yang meringis.

Keyla menatap luka irisan itu, "Apaan ini. Perasaan gue gak enak. Kak, Lo gak"papa kan?"

"Gue bantu sini." Gio menarik tangan Keyla dengan pelan, lalu membersihkan luka yang ada di jari Keyla.

Keyla tersadar, melihat Gio mengemut jari nya. "Eh lu ngapain!"

Gio menatap Keyla, "Gue bersihin jarinya, ntar infeksi. Lu duduk, gue ambil obat merah dulu." Gio pergi dari depan Keyla, mencari obat merah dan sebuah pembalut luka.

"Sini tangan Lo." Keyla mengulurkan tangannya. Gio mengoleskan obat merah, membuat Keyla meringis.

"Selesai." Gio menggenggam tangan Keyla, meniup jari Keyla, "biar cepet sembuh."

Cup...

Gio mengecup jadi Keyla tepat di pembalut luka itu,. tindakan itu berhasil membuat wajah Keyla memanas.

"Gio.. gue panggang Lo. Selalu aja berhasil buat gue baper. Tanggung jawab!!" Batin Keyla berteriak-teriak.

Gio tersenyum imut, "gue suka ngeliat wajah Lo yang kayak gini. Imut." Gio mengelus pipi Keyla lembut.

Gio mendekati wajah Keyla, membuat Keyla memejamkan matanya.

Beberapa detik tidak ada pergerakan, Keyla membuka matanya kesal. Menatap wajah Gio dari dekat.

Pemuda itu menahan tawanya, dan akhirnya tertawa terbahak-bahak, "muka Lo!"

Keyla kesal karena telah dipermainkan.

BUGH...

Keyla memukul kepala Gio. "Aduh sakit!!"

"Lagian. Salah Lo sendiri."

Sialan.. nih orang bikin baper, tapi bikin kesel.

...🥀🥀🥀...

Sena menatap langit-langit kamar nya, menoleh ke arah pigura foto yang dari dulu selalu disimpan di nakas sebelah ranjang. Mengambilnya dan meratapinya.

"Lo tau Sya. Gue bener-bener merasa bersalah karena gak bisa ngelindungin Lo dari bahaya. Padahal itu janjinya gue ke Lo. Gue kangen Lo, apa Lo gak kangen gue Sya?"

"Gue harap Lo balik, tapi gue sadar, itu udah gak bisa. Udah berapa tahun coba kita sahabatan, padahal Lo yang dulu janji biar kita saling membantu, tapi Lo yang ingkarin."

Sena mengembalikan pigura foto di tempat nya kembali.

"Gue harap Lo tenang di sana. Tapi yang paling gue harap, gue dikasih kesempatan kedua." Sena meringkuk dan berusaha tidur.

Di sisi lain, seorang perempuan tersenyum sendu.

"Sena. Gue bakal datang, dengan diri gue sendiri. Gak kayak gini, karena Lo gak bakal percaya." Dia meminum air putih dalam cangkir sebelahnya, dan melanjutkan ketikannya.

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Oka Derza

Oka Derza

kok aku mikir di Audi yahh

2025-02-07

1

Marlialeeya

Marlialeeya

sena? audi? atau yang lain lagi????

2023-12-29

0

Nanik Lestari

Nanik Lestari

Oon bener kena pukul terus, banyak omong

2023-07-26

1

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!