Raditya berjalan ke arah ruang televisi dengan wajah datarnya. Lalu memerintahkan kepada para bodyguard nya, "Tayangkan semua CCTV yang ada di rumah ini selama seminggu ini! Saya ingin melihat apa yang terjadi!"
"Baik tuan."
Salah satu bodyguard membawa flashdisk berisikan rekaman CCTV selama seminggu, lalu menayangkan di televisi di hadapan Raditya.
Di awal penayangan memang lancar dan tidak ada apapun. Namun, tak lama di dalam tayangan itu datang Carlos dan Calos juga teman-teman nya.
Vina datang. Bisa Raditya lihat kalau Carlos mendorong Vina sampai tersungkur, bahkan berdebat, setelah itu menampar nya, Calos pun begitu. Membuat Raditya mengepalkan tangannya.
Setelah itu penayangan berganti. Rekaman Calos menghentikan Vina, Calos juga dengan Vina berdebat di dekat tangga. Lalu mendorong nya, membuat kepala Vina terbentur.
Rahang Raditya mengeras. Dirinya berdiri, melangkah ke arah bodyguard yang berada di hadapannya.
"Saya gak mau tau! Bawa Calos kembali ke rumah ini, bagaimana pun caranya! Kemarin memang kalian tidak mendapatkan posisi Calos. Tapi sekarang, lacak dia menggunakan motor yang Calos pakai, karena saya sudah meminta salah satu dari kalian memasangkan chip pelacak. Kalau dia tidak mau ikut paksa dia," perintah Raditya dengan wajah datar dan dingin.
Para bodyguard itu menunduk hormat, "baik tuan. Laksanakan!" Lalu pergi.
"Sisanya bawa Carlos ke hadapan saya!"
"Baik tuan!"
...🥀🥀🥀...
Vina melepaskan pelukannya dari Edward, karena teman Edward datang menghampiri mereka.
"Eh Edward, Anwar cariin juga! Eh ada neng geulis. Si Vina ya yang sering diceritain Edward, kenalin gue Anwar," ujar pemuda itu. Sontak Edward menendang kaki pemuda, membuat pemuda itu melompat-lompat sembari meringis memegang kakinya itu.
"Nwar. Sumpah Lo mau gue cekek," batin Edward.
"Loh. Lo kenapa? Ditendang ya? Tendang balik gih!" Seru Vina dengan wajah polosnya. Anwar tertawa melihat wajah Edward yang cemberut.
"Oh iya. Kalian kenapa ada disini?" Tanya Vina dengan heran.
"Lo sendiri kenapa disini?" Tanya Anwar balik.
"Lo mau gue tendang juga?" Anwar menggeleng, sekarang Edward yang tertawa melihat tingkah Anwar.
"Gue sama Anwar kesini karena nenek nya gue lagi sakit. Makanya kita disini buat jenguk," jelas Edward. Vina menoleh pada Edward.
"Salam dari gue, bilang cepat sembuh ya nek." Kata Vina.
"Emang Lo kenal, sama neneknya si Edward, Vin?" Tanya Anwar.
Vina menggeleng dan menyengir, "Gak."
Anwar tersenyum kesal, bergumam, "gue Anwar, gue oke."
Edward terkekeh, lalu mengelus kepala Vina yang diperban, "kalau Lo, kenapa diperban gini?"
"Gue.. gak sengaja jatuh dari tangga," kata Vina sembari terkekeh, dan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Edward terlihat sangat khawatir, "lain kali hati-hati ya. Gue gak mau Lo kenapa-napa."
"Lo khawatir?" Tanya Vina heran. Anwar hanya diam, dirinya juga penasaran, dia juga sebenarnya menyadari ia hanya sebagai nyamuk diantara mereka.
"Tentu gue khawatir. Karena Lo orang yang penting bagi gue."
...🥀🥀🥀...
Calos berjalan menenteng tas belanja, tadi dia baru saja dari minimarket untuk membeli beberapa camilan.
"Hei Calos." Panggil seseorang dari arah belakang nya. Panggil itu membuat Calos berjengit kaget, lalu dengan cepat membalikkan badannya.
"Siapa Lo!?" Tanya Calos. Bisa dirinya lihat, seseorang di depannya memakai jaket hitam, dengan hoodie menutupi bagian kepalanya. Masker menutupi wajahnya, celana jeans hitam yang robek di bagian lutut nya. Calos hanya bisa melihat mata orang itu.
"Gak perlu tau, gue ini siapa Calos." Orang itu melangkah mendekati Calos, membuat Calos mundur. Suara nya perempuan, Calos hanya menatap perempuan di depannya dengan dingin.
"Gue cuman bilang, kalau Lo Cinta kenapa gak berjuang aja? Cinta Lo ke Vina itu gak terlarang kok. Kan gak kandung," kata orang itu, sembari bersedekap dada.
"Apa maksud Lo?" Tanya Calos, dia menatap tajam ke orang itu.
"Lo tau kan. Perasaan itu gak pernah salah, perasaan Lo terhadap Vina gak pernah salah. Lo bisa dapetin Vina, bahkan memilikinya. Daripada ntar diambil orang lagi, nangis Lo!" Seru perempuan itu.
Calos terdiam, dia termenung. Dia membenarkan ucapan orang di hadapannya dalam hatinya. Dia sangat menginginkan Vina menjadi miliknya.
"Gue tau dalam hari Lo sekarang, Calos. Gue bisa bantu Lo buat deket sama Vina." Ujar nya. Otomatis Calos mendongak menatap lurus ke perempuan di depannya.
Dibalik masker nya perempuan itu menyeringai, lalu kembali melangkah, posisi mereka bersampingan. Perempuan itu menyampirkan kertas pada saku kemeja Calos.
"Kalau Lo mau tau caranya, hubungi gue. Satu hal yang harus Lo tau lagi, kalau di motor Lo ada pelacak, orang tua Lo pasti nangkap Lo dengan cepat." Setelah mengatakan itu, ia meninggalkan Calos yang masih mematung.
...🥀🥀🥀...
Calos ditemukan dengan mudah, dirinya pada saat itu ingin menjual motor nya setelah orang itu memberitahu nya. Jadi dirinya mengendarai motor itu jauh dari apartemennya, namun para bodyguard berhasil mencegatnya.
BRAK...
Calos dihempaskan di hadapan Raditya dengan kasar, karena terus menerus memberontak. Calos mendongak, melihat Raditya dengan wajah datar nya, Maya yang mengalihkan pandangannya darinya, dan juga Carlos yang dihempaskan di sampingnya.
"Kalian tau, kenapa kalian saya paksa untuk datang ke sini," kata Raditya. Dirinya berpangku tangan dengan angkuh di hadapan Carlos dan Calos.
Carlos menunduk dan menggeleng. Calos mengeraskan rahangnya.
"Kalian di datangkan ke sini secara paksa karena, kalian membuat Vina terluka! Liat itu!" Raditya menayangkan rekaman yang tadi dia tonton. Maya terkejut, menutup mulutnya yang menganga.
Carlos dan Calos terdiam menatap rekaman itu. Diam-diam tangan Calos mengepal, dia mendongak menatap tajam sang papa.
"Memang kenapa, kalau aku sama bang Carlos ngelakuin itu ke Vina?" Tanya Calos dengan dingin. Raditya membalas tatapan itu tidak kalah dingin.
"Sangat salah! Kalian salah!" Bentak Raditya. Carlos hanya menunduk meremas rambut nya, matanya berkaca-kaca. Maya tidak tahu harus berbuat apa lagi, dia hanya diam, membiarkan tindakan sang suami karena ini benar-benar keterlaluan.
Raditya bukan hanya melihat rekaman selama seminggu itu, tapi rekaman-rekaman sebelum-sebelumnya nya pun dirinya lihat. Raditya marah besar.
"KENAPA! KENAPA KITA SELALU SALAH SIH, PAH! VINA BUKAN ADIK AKU SAMA BANG CARLOS, VINA BUKAN ANAK PAPA DAN MAMA!"
"JANGAN SEKALI-KALI KAMU BILANG SEPERTI ITU!"
"KENAPA?! MEMANG ITU KEBENARAN NYA KAN PAH!"
"INI SEMUA KESALAHAN PAPA! KARENA PAPA TIDAK SENGAJA MENABRAK MOBIL ORANG TUA VINA!" Teriak Raditya, dirinya tersadar lalu berdiri sembari mengusap wajah nya kasar. Semua nya hening.
Maya, Calos, dan juga Carlo menatap tak percaya pada Raditya. Raditya memukuli kepalanya.
"Iya!! Papa menabrak mereka, maka dari itu papa gak mau buat Vina terluka. Mereka udah nitip Vina ke Papa. Papa mau bertanggung jawab! Tapi—"
Plak..
Maya menampar pipi sang suami, lalu memandang tajam suaminya itu, "kamu berbohong! Kamu bilang kamu temuin Vina di pinggir jalan! Ternyata ini alasan sebenarnya?!"
"Ma.. maaf. Maaf." Raditya terduduk, dan hanya bisa menggumamkan kata maaf. Raditya menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Carlos menatap Raditya, "aku gak tau, kalau papa ternyata menyembunyikan hal besar ini dari kita. Bahkan dari Vina."
"Papa cuman bisa berbuat begini. Papa juga lagi nyari keluarga Vina yang lain, selain orang tua nya."
...🥀🥀🥀...
"Kamu belum cerita sama paman. Kenapa kamu bisa seperti ini."
"Aku belum siap, paman Krisna," ujar nya sembari menunduk dan menumpukannya di meja.
"Paman harap kamu bisa jujur sama paman kamu ini. Paman juga penasaran, kenapa kamu juga membalas Sena. Padahal Sena selalu baik sama kamu. Mereka kan gak salah apa-apa," ujar Krisna, dia ingin dengan perlahan perempuan di depannya ini mengerti, apa yang dilakukan nya selama ini salah.
"Apa Paman gak ngerti?! Dia juga sama jahat nya sama aku! Dia bahkan lupa sama aku, kalau udah bersenang-senang bersama teman-teman nya itu!"
Perempuan itu menggebrak meja, "kalau paman gak mau bantu lagi, mending aku pergi dari sini! Lagipula, istri paman juga dibuat meninggal karena Rissa itu!"
"Gak, jangan sayang. Paman gak mau kamu tidur di jalan, nanti kamu kedinginan gimana," kata Krisna mengkhawatirkan keadaan perempuan itu. Krisna menahan lengan orang yang menjadi satu-satunya keluarga nya.
"Makanya paman lebih baik diam aja, kalau gak bisa bantu aku lebih dari ini! Udah aku mau masuk kamar!" Perempuan itu menyentak lengan nya yang ditahan Krisna, lalu masuk ke kamar nya dengan membanting pintu nya.
Krisna menyandarkan punggungnya dengan kasar ke sofa, menunduk meremas pinggiran sofa, "paman gak tau gimana lagi ngasih tau kamu sih!"
...🥀🥀🥀...
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Wanda Wanda i
huh dasar c Sasa gila kali y
2023-03-24
2
Ida Blado
kok aneh ya,ribet,,, knp jg hrs ada cerita trans2 segala,kalau nyatanya cuma srkenario org idiot yg sakit hati
2022-06-16
1
Fina Tanjung
kayaknya ini tuh cwe temen Rissa yang minjamin jaket deh
2022-05-23
4