Part. 16 : Everyone is a killer

Vina berjalan memasuki rumah milik keluarga Callandra, tapi dirinya merasa ada yang berbeda.

"Pah. Mama mana?" Tanya Vina pada Papa nya yang ada di sampingnya.

"Mu.. mungkin di kamar," jawab Raditya sembari menggaruk tengkuknya.

Vina bingung, apa yang terjadi sekarang.

"Tapi pah, kok suasana rumah kayak beda?"

"Si duo Ca juga kek nya gak ada."

Raditya terdiam, "lebih baik kamu masuk kamar ya. Papa capek, mau tidur."

"I.. iya pah." Setelah itu Raditya pergi ke kamar nya, meninggalkan Vina tertegun di ruang tamu.

"Selama di rumah sakit ada apaan dah? Gak tau apa-apa dah."

Vina melangkah masuk, dan naik ke lantai atas pergi ke kamarnya. Meletakkan barang-barang yang dibawa di samping tempat tidur.

Duduk di kursi putar di depan meja belajarnya, membuka laptopnya.

"SkyHigh_League. Sasya sudah mati? Terus sekarang hidup lagi? Sebenarnya dia masih hidup atau.. dia ada di tubuh yang lain?" Pikirnya. Tangannya mengepal.

"Dia bertransmigrasi!" Vina memukul lengan kursi, dengan wajah mengeras.

"Bukan gue satu-satunya!"

...🥀🥀🥀...

Burung berkicau, sinar mentari menyambut. Vina merasa berbeda dengan suasana ruang makan hari ini, tidak ada keceriaan dari orangtuanya, bahkan Carlos juga sama dingin nya.

"Carlos duluan." Carlos pergi begitu saja, meninggalkan ruang makan, bahkan makanannya hanya habis seperempatnya. Vina hanya memandang cengo pada Carlos.

"Lebih baik gue pergi deh. Ini papa, sama mama biasa nya gak gini. Disini gue menjadi asing lagi."

"Vina juga berangkat ya." Pamit Vina. Vina beranjak.

"Iya." Vina tersenyum sendu, mendengar suara orangtuanya itu. Dirasa nya kehangatan di keluarga ini sudah menghilang.

"Mereka seperti menutupi sesuatu Vina."

Vina mendengar suara itu, dirinya terkejut. Memakai helm nya dan menghidupkan mesin motor nya, Vina tidak ingin mendengarkan suara aneh-aneh itu lagi pun menjalankan motornya.

Butuh dua puluh lima menit untuk sampai di sekolah nya, benaknya saat dipenuhi pertanyaan mengenai Sasya. Vina butuh Sena saat ini.

BRMM...

Ada seseorang yang menyalipnya dan menghentikan dirinya. Refleks tangan nya mengerem, untung saja jalanan sepi, karena masih berada di dalam komplek perumahan nya.

Vina menatap lurus pada orang itu. Motor mereka saling berhadapan. Vina menatap penampilan orang yang dihadapannya ini, pakaian serba hitam, memakai helm full face agar menutupi wajahnya.

"Hai Vina." sapa orang itu.

Vina menyernyit, dirinya memakai helm full face juga bahkan Vina tidak mengenal orang itu, kenapa seseorang di hadapannya kenal dengannya.

"Siapa Lo?" Tanya Vina, Vina menegakkan tubuhnya yang tadinya sedikit membungkuk.

"Gak perlu tau. Gue kesini cuman mau ngobrol bentar sama..." Orang itu berpangku tangan. "Seorang pembully." Orang itu tertawa.

"Lo.." Nafas Vina tercekat. "Sasya?"

"Lo ingat?" Orang itu tertawa. "Tapi gak semudah itu Lo dapetin gue Rissa. Lo udah buat gue dibully terus-menerus, bahkan sekarang Lo baru ingat siapa gue."

"Rissa, diantara Lo, Keyla, sama adek Lo satu lagi. Lo adalah yang paling kejam! Bahkan sampai sekarang Lo gak punya hati!"

"Lo ngebully orang tanpa alasan yang jelas!" Seru nya.

"Apa maksud Lo?! Adek satu lagi? Gue cuman punya Keyla. Gue inget memang, Lo yang pernah gue bully. Tapi gue udah sadar! Gue gak pernah bully lagi, bahkan gue cari Lo, buat gue minta maaf sama Lo." Ujar Vina, Vina menunduk menggaruk helm nya.

Orang itu tertawa sinis, "adek Lo. Clarissa Davina Callandra, ah bukan seharusnya Clarissa Davina William." Orang itu menyeringai di balik helmnya.

"A.. apa?" Vina tertawa keras, dan menggeleng. "Gak mungkin! Gue sama Vina aja gak saling kenal, Vina juga punya keluarga nya sendiri!"

Orang itu turun, dan mendekati Vina. "Bahkan papah Lo sendiri yang bunuh orang tua Lo, Rissa."

Vina menggeleng, menutup telinganya.

"Pembunuh!"

"Gak! Gak mungkin!!" Teriak nya.

"GAK!!"

Vina terbangun, dan terduduk. Wajahnya basah karena keringat nya bercucuran, dengan nafas terengah-engah.

"Mimpi, itu cuman mimpi." Vina tertawa kosong, mengusap keningnya dengan punggung tangannya.

"Gak mungkin kan. Semua itu gak mungkin."

"Vina! Bangun, Nak! Kamu mau sekolah kan?"

"Iya pah!"

Vina melirik jam dinding. Mengambil handuknya bergegas menuju kamar mandi.

...🥀🥀🥀...

Vina sampai di sekolah dengan selamat. Keadaan ruang makan sama seperti di mimpi nya kehangatan yang ada hilang. Namun dirinya bersyukur hal yang dimimpi nya bukan nyata.

Mimpinya tadi pagi itu bukan seperti biasanya. Biasanya hanya ingatan nya yang muncul jika tidur, tapi ini beda. Apa ini yang dimaksudkan oleh Vina asli? Entahlah Vina masih ragu.

"Woi Vin!" Vina tersadar dari lamunannya, dan menoleh pada seseorang yang memanggilnya.

"Sena." Gumam nya.

"Lo kok bengong?" Tanya Sena, sembari merangkul pundak Vina, melangkah beriringan. "Itu kepala Lo juga kenapa Munaroh?" Panik Sena.

"Gue gak papa, Na. Kepala gue kepentok tangga doang." Vina menyentuh plester yang ada di keningnya. "Udah sembuh kok."

"Pa.. pantesan Lo sehari gak masuk. Tapi, anjirlah! Lo kepentok, tapi udah sehat gini?! Gak kayak nenek gue, kepleset, abis itu kepentok tangga, langsung koit!" Oceh Sena.

"Kok jadi gelap gini, ***?"

Vina mengusap wajahnya, "Udah-udah. Ocehan Lo bikin pala gue puyeng."

Sena merengut, "iya dah. Lo gak bisa diajak ngomong."

Vina hanya memandang datar pada Sena, dan teringat sesuatu.

"Sena. Boleh gue tanya-tanya tentang Sasya?" Tanya Vina sedikit ragu.

Sena menatap Vina, "Lo kenapa tanya tentang Sasya terus? Gue curiga. Jangan-jangan Lo... Vin, Lo jangan ngadi-ngadi! Lo perempuan, Sasya juga udah meninggoy!"

"Gak usah aneh-aneh deh, semak belukar! Gue normal Jubaedah! Gue bener-bener penasaran sama Sasya, gue pengen tau." Tekan Vina.

"Iya iya. Santai dong, muka Lo sangar banget dah. Udah ayo!"

"Kemana?"

"Ke perpus, gue ceritain apa aja yang pengen Lo tau."

Vina tersenyum, "thanks."

Mereka melanjutkan jalannya ke arah perpustakaan sekolah, dan duduk dipojokkan.

"Sebenarnya agak trauma sih sama perpus, tapi untungnya pas itu ada si ganteng."

"Oke. Jadi mau tanyain apa aja?" Tanya Sena dengan serius.

Vina menunduk, "pertama, siapa aja orang yang pernah bully Sasya?"

Sena menghela nafasnya, "gue gak tau pastinya. Yang gue inget pas kelas 6 aja. Ada dua anak yang paling gue ingat."

"Siapa namanya?" Vina menatap gelisah Sena.

"Rissa sama Keyla. Gue udah gak hafal wajah nya."

Vina terkejut, langsung menetralkan wajahnya. Mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Ada lagi?"

"Ada. Pertanyaan kedua, Sasya pernah gak buat sesuatu gitu untuk Lo? Semacam gambar atau kayak cerpen?"

Sena terkekeh, "pertanyaan aneh. Tapi gue jawab kok. Dia gak pernah ngasih sih, tapi ada gambar, yang dia tunjukkin benar-benar buat gue ngeri."

"Boleh gue minta?" Pinta Vina dengan reflek.

Sena menatap Vina, "ada tapi di rumah. Oh iya, ini gue foto satu yang paling bikin gue ngeri." Sena memberikan handphone milik nya pada Vina.

Vina melihat gambaran yang ada di foto. Mengamati foto yang aneh itu.

Seperti moobil yang saling bertabrakan. Dengan dua orang yang mencoba keluar, orang itu seorang wanita dan juga seorang pria. Juga seorang pria di mobil satunya. Dan ada tulisan yang berwarna merah gelap, tidak terlalu jelas.

'He did it!' Terka Vina pada tulisan itu.

"Kirim ke gue."

"Oke." Sena mengirimkan foto itu pada Vina. "Terus, ada lagi?"

"Boleh cerita tentang, Sasya? Yang belom Lo ceritain."

Sebenarnya Sena benar-benar aneh dengan Vina, sejak Sena pertama kali menceritakan tentang Sasya, Vina selalu ingin tahu.

"Sasya, dia punya penyakit asma akut, dan penyakit jantung bawaan dari ibu nya. Sewaktu-waktu akan kambuh, gak menentu. Bukan hanya pelecehan yang terjadi, namun dia benar-benar kehilangan bagian yang paling berharga dalam hidup, setelah dia jaga selama belasan tahun." Vina terkejut mendengar itu.

"Dia orang yang menyenangkan, bahkan bisa bijak. Tapi tidak, saat sendiri. Dia pasti kehilangan akal, karena banyak tekanan dari banyak pihak. Terutama dari luar, juga dari keluarganya. Ayahnya, selalu menyalahkan ibunya yang penyakitan itu. Sasya juga suka ngomong sendiri, bahkan disangka gila." Sena menggeleng, dan menutup mata nya.

"Dan satu lagi, Lo bisa kan rahasiain hal ini?"

Vina terdiam, "bisa."

Sena menyeringai, "orang-orang yang buat Sasya terpuruk udah gue buat mati."

Vina membulatkan matanya, "a.. apa ayah—" Perkataan nya terpotong oleh Sena.

Sena mengangguk, "benar. Dia juga!"

"A.. Apa?! Sial, dasar psikopat!!"

"Lo gila?!" Seru Vina, dia masih menahan suaranya karena sadar di mana tempat mereka.

"Gue gak gila. Tapi, gue akui gue itu. Gue khilaf. Tapi, Sasya dia belum tau, kalau ayahnya dibunuh gue. Dia pasti bener-bener marah." Sena meremas rambut nya frustasi.

"Dari kecil, bahkan gue gak tau perbuatan gue itu salah atau gak."

"Perbuatan Lo salah total, Na."

"Begitu pun Lo, Rissa! Perbuatan Lo, salah!"

"Gue, gak sengaja. Ada dorong gue dari belakang, ngebuat gue ngedorong ayah Sasya, yang memang dari awal gue pengen dorong ayahnya dari tangga, tapi gue ragu untuk berbuat itu. Seseorang itu berhasil. Berhasil ngebuat gue ngerasa bersalah seumur hidup."

"Siapa lagi itu!?"

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

🦆 Wega kwek kwek 🦆

🦆 Wega kwek kwek 🦆

sasya belum ikhlas mati ,,,, kayak nya dia indigo,dia GK bisa menerima takdirnya, dia jadi iblis buat balas dendam,mungkin dia bersekutu dengan iblis /Smirk/, sejelek jeleknya pendosa masih jelek orang yg GK pernah mengikhlaskan dan memaafkan ,,,,✌️

2024-07-31

1

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

pelik penuh rahasia ga bisa d tebak

2023-03-24

1

Ida Blado

Ida Blado

riweuh ih,,,, semuanya berada di lingkaran yg sama,ubak ubek2 jauh2 kesana kemari,,,masalahnya cuma satu org

2022-06-16

1

lihat semua
Episodes
1 Part. 00 : Prolog
2 Part. 01 : Don't Know Them
3 Part. 02 : Remain Unsettled
4 Part. 03 : Himself Against Them
5 Part. 04 : Bogor
6 Part. 05 : Novel?
7 Part. 06 : Sus
8 Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9 Part. 08 : You are mine. And always mine
10 Part. 09 : Vero Sucks!
11 Part. 10 : The author's name is..
12 Part. 11 : Mysterious person
13 Part. 12 : Vina and Vaness
14 Part. 13 : Life is Problem
15 Part. 14 : The accident was because of me
16 Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17 Part. 16 : Everyone is a killer
18 Part. 17 : His Brother Changed?
19 Part. 18 : Drama, yeah!
20 Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21 Part. 20 : Who is the new female Principal?
22 Part. 21 : She's just a doll
23 Part. 22 : The Reason
24 Part. 23 : Bad Memory
25 Part. 24 : Cliche Storyline
26 Part. 25 : Confusion that Becomes
27 Part. 26 : Simple Things
28 Part. 27 : War Reinforcements
29 Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30 Part. 29 : Soul Exchange
31 Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32 Part. 31 : Promise between Sisters.
33 Part. 32 : Hate and Love
34 Part. 33 : We are just enemies
35 Part. 34 : Attack Preparation
36 Part. 35 : Truth
37 Baca juga ya!
38 Part. 36 : Cruel World
39 Part. 37 : Damage
40 Part. 38 : Grandpa?!
41 Part. 39 : Elina
42 Part. 40 : Like Know?
43 Part. 41 : Opium
44 Part. 42 : Their Mental Decline
45 Part. 43 : Ego Conquers All
46 Part. 44 : Carlos and Calos
47 Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48 Part. 46 : Martin
49 Part. 47 : Martin's Death
50 Part. 48 : Everything Will Be Fine
51 Part. 49 : Just Want to Help
52 Part. 50 : Here We Go
53 Part. 51 : Not a Traitor
54 Part. 52 : The First Meeting
55 Part. 53 : Hacker
56 Part. 54 : Crazy
57 Part. 55 : Like a Hero
58 Part. 56 : Between life and death
59 Part. 57 : That Guy
60 Part. 58 : Nightmare
61 Part. 59 : Strong!
62 Part. 60 : Nonsense..
63 Part. 61 : Accident
64 Part 62 : Edward's Point Of View
65 Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66 Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67 Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68 Part. 66 : Xlovenos
69 Part. 67 : Keyla's Point Of View
70 Part. 68 : Tears
71 Part. 69 : Why?
72 Part 70 : She said, "Gone."
73 Part. 71 : Secret
74 Part 72 : Gio, please, tell me..
75 Part. 73 : Confess (?)
76 Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77 Part. 75 : Best Friend Forever
78 Part. 76 : Break your Heart?
79 Part. 77 : Please, be honest
80 Part. 78 : Thank you..
81 Part. 79 : Love Me Like You Do
82 Part. 80 : Two Side
83 Part. 81 : War
84 Part. 82 : Is This The End?
85 Part. 83 : Epilog
86 Cerita dengan genre baru!
87 SEASON 2!
88 Se.2_ #84. Death?
89 Se.2_ #85. Alive!
90 Se.2_ #86. A warning?
91 Se.2_ #87. Their Evil Plan
92 Se.2_ #88. Missions are priority!
93 Se.2_ #89. Mask
94 Se.2_ #90. My Side and Your Side
95 Se.2_ #91. Found out!
96 Se.2_ #92. The War Has Begun
97 Se.2_ #93. End of War?
98 Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99 Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100 Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Part. 00 : Prolog
2
Part. 01 : Don't Know Them
3
Part. 02 : Remain Unsettled
4
Part. 03 : Himself Against Them
5
Part. 04 : Bogor
6
Part. 05 : Novel?
7
Part. 06 : Sus
8
Part. 07 : Not only my heart, but my body hurts too!
9
Part. 08 : You are mine. And always mine
10
Part. 09 : Vero Sucks!
11
Part. 10 : The author's name is..
12
Part. 11 : Mysterious person
13
Part. 12 : Vina and Vaness
14
Part. 13 : Life is Problem
15
Part. 14 : The accident was because of me
16
Part. 15 : "Because of this Sasya became evil"
17
Part. 16 : Everyone is a killer
18
Part. 17 : His Brother Changed?
19
Part. 18 : Drama, yeah!
20
Part. 19 : What does Heaven mean to me?
21
Part. 20 : Who is the new female Principal?
22
Part. 21 : She's just a doll
23
Part. 22 : The Reason
24
Part. 23 : Bad Memory
25
Part. 24 : Cliche Storyline
26
Part. 25 : Confusion that Becomes
27
Part. 26 : Simple Things
28
Part. 27 : War Reinforcements
29
Part. 28 : Red Blood vs Shadow Legion
30
Part. 29 : Soul Exchange
31
Part. 30 : No One can Hurt My Family!
32
Part. 31 : Promise between Sisters.
33
Part. 32 : Hate and Love
34
Part. 33 : We are just enemies
35
Part. 34 : Attack Preparation
36
Part. 35 : Truth
37
Baca juga ya!
38
Part. 36 : Cruel World
39
Part. 37 : Damage
40
Part. 38 : Grandpa?!
41
Part. 39 : Elina
42
Part. 40 : Like Know?
43
Part. 41 : Opium
44
Part. 42 : Their Mental Decline
45
Part. 43 : Ego Conquers All
46
Part. 44 : Carlos and Calos
47
Part. 45 : How Dare You Bother Me!
48
Part. 46 : Martin
49
Part. 47 : Martin's Death
50
Part. 48 : Everything Will Be Fine
51
Part. 49 : Just Want to Help
52
Part. 50 : Here We Go
53
Part. 51 : Not a Traitor
54
Part. 52 : The First Meeting
55
Part. 53 : Hacker
56
Part. 54 : Crazy
57
Part. 55 : Like a Hero
58
Part. 56 : Between life and death
59
Part. 57 : That Guy
60
Part. 58 : Nightmare
61
Part. 59 : Strong!
62
Part. 60 : Nonsense..
63
Part. 61 : Accident
64
Part 62 : Edward's Point Of View
65
Part. 63 : Edward's Point Of View (2)
66
Part. 64 : Rissa's Point Of View —Unreal World—
67
Part. 65 : Thanks for Staying Alive
68
Part. 66 : Xlovenos
69
Part. 67 : Keyla's Point Of View
70
Part. 68 : Tears
71
Part. 69 : Why?
72
Part 70 : She said, "Gone."
73
Part. 71 : Secret
74
Part 72 : Gio, please, tell me..
75
Part. 73 : Confess (?)
76
Part. 74 : What's wrong with you Vero?
77
Part. 75 : Best Friend Forever
78
Part. 76 : Break your Heart?
79
Part. 77 : Please, be honest
80
Part. 78 : Thank you..
81
Part. 79 : Love Me Like You Do
82
Part. 80 : Two Side
83
Part. 81 : War
84
Part. 82 : Is This The End?
85
Part. 83 : Epilog
86
Cerita dengan genre baru!
87
SEASON 2!
88
Se.2_ #84. Death?
89
Se.2_ #85. Alive!
90
Se.2_ #86. A warning?
91
Se.2_ #87. Their Evil Plan
92
Se.2_ #88. Missions are priority!
93
Se.2_ #89. Mask
94
Se.2_ #90. My Side and Your Side
95
Se.2_ #91. Found out!
96
Se.2_ #92. The War Has Begun
97
Se.2_ #93. End of War?
98
Se.2_ #94. Mafia In The Morning (END)
99
Se.2_ #95. Bonchap 1 : Keyla, Gio, united.
100
Se.2_ #96. Bonchap 2 : Kevin, Amanda, Jane!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!